Indonesia
NovelToon NovelToon
Kejarlah Cinta Sampai Ke Negeri China

Kejarlah Cinta Sampai Ke Negeri China

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:457
Nilai: 5
Nama Author: HaLiAs

Kejarlah ilmu sampai ke negeri cina, sepertinya berubah makna menjadi cinta. Reza dan keluarganya adalah penduduk lokal asli yang hidup dikawasan kota J, berteman dengan Chintya yang pendatang dari etnis cina bersama keluarganya yang mengelola toko kelontong.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaLiAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terang x Pelatihan 3

‎Dengan perjuangan yang lebih menyiksa daripada ujian lisan Pak Yanto, Reza memakan telur rebus itu satu per satu. Saat kuning telur ketiga masuk ke mulutnya, wajah Reza sudah membiru karena seret. Ia menenggak susu full cream dengan rakus hingga tandas.

‎

‎"Bagus! Sekarang, pakai sepatu bututmu itu. Kita lari!"

‎

‎Penderitaan Reza baru saja dimulai. Poltak menyeretnya ke kawasan Danau Kenanga di dalam kampus UI. Kabut tipis masih menyelimuti permukaan danau, udaranya sangat dingin. Namun dalam waktu sepuluh menit, Reza sudah mandi keringat.

‎

‎"Ayo, Za! Lari! Anggap aja di belakangmu ada satpam kampus mau nangkap kau!" teriak Poltak yang berlari santai di samping Reza, sementara napas Reza sudah berbunyi seperti peluit ketel uap.

‎

‎"Gue... gue nggak kuat, Tak... ugh... lambung gue isinya telur semua... rasanya mau... huek..." Reza berhenti, membungkuk memegangi lututnya dengan wajah pucat pasi.

‎

‎"Jangan menyerah kau! Ingat Guangzhou! Ingat kelerengmu! Ingat senyum gingsul cewek tomboy itu! Kalau lari dua putaran danau aja kau udah mau pingsan, macam mana kau mau angkat besi mesin di pabrik Cina sana?!" provokasi Poltak tanpa ampun.

‎

‎Ajaibnya, mantra 'Guangzhou' dan 'Kelereng' itu berhasil memompa sedikit adrenalin ke dalam otot-otot kaki Reza. Sambil menggertakkan gigi dan menahan mual, ia kembali memaksakan kakinya berlari.

‎

‎Setelah selesai lari (di mana Reza nyaris pingsan di bawah pohon rindang), latihan dilanjutkan di teras kosan. Karena tidak punya uang untuk pergi ke pusat kebugaran (gym), Poltak menggunakan inovasi lokal. Ia membawa dua buah galon air mineral kosong, mengisinya dengan air kran hingga setengah penuh, dan mengikat gagangnya dengan tali tambang.

‎

‎"Nah, angkat ini! Kanan sepuluh kali, kiri sepuluh kali! Tahan napas, kunci perut!" komando Poltak.

‎

‎Reza mengangkat galon itu dengan susah payah. Urat-urat di lengannya yang kurus menonjol keluar. Wajahnya meringis menahan beban. Setiap tarikan ototnya terasa terbakar, tapi di saat yang sama, ia merasakan sebuah kekuatan baru sedang dibangun di dalam dirinya. Ia bukan lagi mahasiswa sastra yang lemah. Ia sedang menempah dirinya menjadi pekerja keras yang seutuhnya. Program bulking bar-bar ala Poltak Hasibuan ini, meski terasa seperti neraka, adalah wujud nyata dari dedikasi sahabatnya.

‎

‎

‎...

‎

‎

‎   Di hari-hari di mana otot bisep Reza mulai merasakan nyeri yang konstan akibat angkat galon, Dini di rumah sakit menunjukkan perkembangan yang membuat para dokter tersenyum.

‎

‎Dini sudah bisa duduk di kursi roda dan dibawa jalan-jalan ke taman rumah sakit oleh Siska dan Maya. Meski ia masih belum banyak bicara dan seringkali terlihat melamun menatap bunga-bunga, setidaknya serangan paniknya mulai berkurang drastis. Psikiater yang menanganinya menyatakan bahwa Dini sudah dalam fase penerimaan awal, dan tak lama lagi, ia mungkin siap untuk diwawancarai oleh pihak berwajib dengan didampingi psikolog.

‎

‎Kabar membaiknya Dini ini sampai ke telinga Detektif Budi dari kepolisian. Sayangnya, kabar baik dari rumah sakit tidak sejalan dengan perkembangan di lapangan.

‎

‎Di ruang briefing Polresta, Detektif Budi memukul meja dengan gemas. "Bagaimana bisa dua preman pasar induk hilang tanpa jejak?! Kalian sudah cek ke keluarga mereka?"

‎

‎"Sudah, Komandan. Keluarganya mengaku tidak tahu menahu. Si Botak dan si Jali sepertinya sudah kabur ke luar provinsi. Ada info dari informan pasar bahwa mereka naik bus malam ke arah Jawa Tengah tak lama setelah kejadian. Mereka punya banyak backing preman di jalur Pantura, jadi pelacakan sinyal HP mereka putus di Cirebon karena nomornya sudah dibuang," lapor seorang petugas penyidik.

‎

‎Detektif Budi menghela napas kasar. Penyelidikan sedikit terhambat karena licinnya dua pelaku utama ini. "Terus pantau jaringan mereka. Kita tidak bisa bergerak menangkap otak di balik kasus ini kalau eksekutornya belum buka mulut. Dan bersiap-siap, besok lusa kita akan coba ambil BAP dari korban jika psikiaternya sudah memberi lampu hijau."

‎

‎Keterhambatan polisi dalam menangkap Botak dan Jali ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, Kevin yang setiap hari hidup dalam kepanikan ekstrem sedikit bisa bernapas lega. Ia mulai berani keluar kamar kosnya lagi dan kembali nongkrong dengan gaya sombongnya di kantin kampus, berusaha meyakinkan dirinya sendiri dan Aldo bahwa mereka sudah lolos dari jerat hukum.

‎

‎"Gue bilang juga apa, Al," bisik Kevin suatu siang di kantin, menyeruput es kopinya dengan wajah sok tenang. "Orang kere kayak Botak itu pasti udah kabur sejauh mungkin. Polisi kampus nggak bakal bisa nangkep dia. Kita aman. Santai aja."

‎

‎Namun, di balik wajah sok tenang itu, Kevin tetap saja berjingkat setiap kali mendengar suara sirine mobil polisi yang melintas di jalan raya Margonda. Ia bagaikan orang yang sedang tidur di atas bom waktu; ia tahu bom itu ada, ia hanya tidak tahu kapan bom itu akan meledak dan menghancurkan seluruh kehidupannya yang sempurna.

‎

‎Di saat kejahatan sedang bersembunyi dalam ketakutan, dan keadilan sedang mencari jalan keluar dari labirin, Reza terus mengangkat galon airnya di kosan Kutek. Keringat membasahi tubuhnya, napasnya memburu, tapi senyum tidak pernah lepas dari bibirnya. Visa kerjanya sedang diproses, tubuhnya sedang dibentuk, dan tekadnya semakin mengeras menjadi berlian. Tiongkok sudah menunggunya, dan Reza akan datang dengan versi terbaik dari dirinya.

‎

‎(Bersambung...)

‎

1
Siti Musyarofah
ee bersambung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!