Indonesia
NovelToon NovelToon
My Husband The Mafia

My Husband The Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nabilah Tisyana

Takdir adalah kuasa Tuhan yang kerap membawa manusia menyusuri jalan berliku. Bagi Ruby Anastasya, rumah yang seharusnya menjadi tempat terhangat untuk pulang justru terasa begitu sesak dan menyiksa. Ironi menyelimuti hidupnya ketika orang tua yang mestinya menjadi pelindung utama, tega mengorbankan masa depannya demi tumpukan uang—melemparnya tanpa belas kasihan ke dalam neraka dunia. Di tengah luka dan impian yang dihancurkan, sanggupkah Ruby bertahan dan menemukan secercah kebahagiaan yang layak ia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabilah Tisyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

"Siap, Tuan," sahut Marco tegas sebelum berbalik cepat meninggalkan ruangan untuk menyiapkan armada dan pasukan inti.

Luca menyambar sarung tangan kulit hitamnya di atas meja, menyarungkan nya ke jemari tangannya dengan gerakan perlahan namun pasti. Setiap helai napasnya dipenuhi oleh ingatan belasan tahun lalu—suara tembakan, bau amis darah di ruang keluarga, dan wajah angkuh pamannya yang tertawa saat meninggalkan tubuh kedua orang tuanya yang tak bernyawa.

Saat Luca melangkah keluar dari ruang kerja dengan aura membunuh yang kental, sosok mungil berdiri menunggunya di ujung koridor yang remang.

Ruby.

Gadis itu tidak kembali ke kamarnya seperti yang diperintahkan. Ia berdiri di sana, menggenggam erat jemarinya sendiri dengan raut wajah ketakutan, namun matanya menatap Luca lurus tanpa sedikit pun keraguan.

"Ruby," tegur Luca dingin, menghentikan langkah lebarnya tepat di hadapan gadis itu. "Saya bilang kembali ke kamar kamu."

"Tuan Luca..." suara Ruby bergetar, tetapi ia memberanikan diri melangkah satu pakan mendekat. Ia mendongak, menatap mata hitam pekat milik pria yang selama ini menjadi pelindungnya. "Tolong... kembali dengan selamat."

Luca terpaku sejenak. Di antara kepungan kegelapan dan dendam membara yang membakar dadanya, kalimat sederhana itu menghantamnya dengan cara yang tak terduga. Selama bertahun-tahun, ia hanya dikelilingi oleh musuh, pengawal, dan orang-orang yang melayaninya karena takut. Tidak ada satu pun yang pernah menatapnya dengan rasa cemas yang tulus seperti yang dipancarkan oleh mata Ruby saat ini.

Cengkeraman tangan Luca di gagang pistolnya perlahan melonggar. Pria itu menunduk sedikit, memangkas jarak di antara mereka hingga Ruby bisa merasakan kehangatan napasnya.

"Kamu pikir saya bakal mati di tangan tua bangkai itu?" bisik Luca rendah, suaranya sarat akan keangkuhan dingin khas seorang Oliver.

"Saya tahu Tuan kuat," balasan Ruby pelan, matanya mulai berkaca-kaca. "Tapi Tuan baru saja mengajari saya cara bertarung dan bertahan hidup. Jangan biarkan... jangan biarkan saya ditinggalkan sendirian di sini setelah Tuan membuat saya bergantung pada Tuan."

Pengakuan jujur dari bibir Ruby membuat dada Luca berdesir hebat. Rasa memiliki yang obsesif dan posesif seketika melonjak naik, mencengkeram hatinya lebih kuat dari rasa dendamnya sendiri.

Luca mengangkat tangannya yang bersarung kulit hitam, mendaratkan telapak tangannya di belakang leher Ruby dan menarik gadis itu mendekat hingga dahi mereka bersentuhan.

"Ingat kata-kata saya, Ruby," bisik Luca dengan nada intim dan penuh ancaman yang pekat. "Kamu adalah milik saya. Dan tidak ada seorang pun di dunia ini—termasuk takdir—yang bisa merebut saya dari kamu, atau kamu dari saya."

Luca melepaskan cengkeramannya, berbalik tanpa mengulur waktu lagi, dan melangkah lebar menuruni tangga utama mansion.

Ruby berdiri mematung di koridor, memandangi punggung tegap Luca yang perlahan menghilang di balik pintu besar mansion, sementara deru mesin mobil-mobil hitam yang siap bertempur mulai terdengar membelah keheningan malam.

Firasat nya sangat tidak enak, atau mungkin bisa saja karena Ruby baru pertama kali melihat Luca seperti itu dengan amarah nya yang sangat kelam. Ia hanya berharap tuan nya itu pulang dengan baik-baik saja, setelah ini Ruby akan benar-benar berlatih dengan sungguh-sungguh agar tidak menjadi beban Luca meski dirinya hanya umpan balas dendam untuk Kavano.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!