Indonesia
NovelToon NovelToon
MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Anyara menikahi Juned, pria dari keluarga berkecukupan, tapi hidupnya jauh dari nyaman — suami pelit karena terlalu penurut pada ibunya, mertua cerewet tak henti mencela, tetangga sibuk menggosip. Di balik itu, Juned diam-diam membiayai wanita lain.
Takdir mempertemukan Anyara dengan Hans, pria kaya yang ia selamatkan dari preman dengan cara kocak yang justru membuat Hans jatuh hati diam-diam. Ketika Hans kelak balas menyelamatkan Anyara dari bahaya, kedekatan mereka tumbuh perlahan — hingga kebohongan Juned akhirnya terbongkar, dan Anyara harus memilih jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB TIGA PULUH DUA

Proses hukum perceraian Anyara dan Juned memasuki tahap sidang pembuktian, yang dijadwalkan berlangsung beberapa minggu ke depan. Sembari menunggu, Anyara mulai memikirkan langkah praktis lainnya—mencari tempat tinggal baru, sesuatu yang sudah ia diskusikan dengan Pak Bram sejak awal proses ini dimulai.

Suatu sore sepulang kerja, Hans mengabari bahwa ia sudah menemukan beberapa pilihan kos-kosan yang sesuai dengan kebutuhan Anyara—dekat dengan butik tempatnya bekerja, harga terjangkau, dan berada di lingkungan yang aman.

"Mbak, ini beberapa foto kos yang saya maksud kemarin. Kalau Mbak ada waktu, kita bisa liat langsung," tulis Hans, menyertakan beberapa foto kamar kos sederhana namun rapi.

Anyara memandangi foto-foto itu dengan perasaan campur aduk—ada kegembiraan membayangkan memiliki ruang sendiri yang benar-benar menjadi miliknya, tapi juga ada kecemasan soal bagaimana ia akan menjalani hidup mandiri sepenuhnya setelah bertahun-tahun bergantung pada orang lain.

"Boleh, Pak. Kapan kita bisa liat langsung?"

"Besok sore gimana, pas Mbak selesai kerja? Saya bisa jemput."

"Oke, Pak. Makasih banyak udah bantuin cariin."

Keesokan harinya, setelah jam kerja di butik selesai, Hans menjemput Anyara sesuai janji. Mereka mengunjungi tiga tempat kos berbeda, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Tempat pertama terlalu jauh dari butik, meski harganya paling murah. Tempat kedua nyaman tapi harganya sedikit di luar anggaran Anyara. Tempat ketiga, sebuah kos kecil dengan kamar mandi dalam, jarak yang cukup dekat dengan tempat kerja, dan harga yang sesuai dengan gaji barunya, akhirnya menjadi pilihan yang paling pas.

"Ini kayaknya paling cocok, Pak," ucap Anyara, memandangi kamar sederhana namun bersih itu dengan senyum kecil.

"Setuju, Mbak. Deket kerjaan, harganya juga masuk akal. Mau langsung DP hari ini?"

Anyara mengangguk, meski dalam hati masih ada sedikit keraguan soal kemampuannya membayar sendiri tanpa bantuan siapa pun. Tapi ia teringat kembali pada tekad yang sudah ia bangun selama berbulan-bulan terakhir—bahwa kemandirian ini adalah bagian penting dari proses penyembuhan dan pertumbuhannya sendiri.

"Iya, Pak. Saya bayar sendiri ya, dari tabungan gaji saya."

Hans tersenyum, menghargai ketegasan Anyara. "Tentu, Mbak. Saya cuma bantu carikan infonya aja, soal biaya tetap Mbak yang urus sendiri."

Malam itu, sesampainya di rumah, Anyara menceritakan rencananya untuk pindah kepada Ratih, yang menyambutnya dengan perasaan campur aduk antara mendukung dan sedih.

"Kamu beneran mau pindah, Nak? Padahal Ibu udah nganggep kamu kayak anak sendiri sekarang," ucap Ratih, matanya berkaca-kaca.

"Bu, saya tetep bakal sering main ke sini kok. Tapi saya rasa emang udah waktunya saya punya ruang sendiri, apalagi proses cerai kan lagi berjalan, nggak enak juga kalau saya terus tinggal serumah sama Mas Juned."

Ratih mengangguk pelan, mencoba menahan air matanya. "Ibu ngerti, Nak. Ibu cuma bakal kangen banget sama kamu. Kamu udah kayak anak Ibu sendiri, lebih dari yang Ibu kira sebelumnya."

Anyara memeluk mertuanya, merasakan kehangatan yang tulus dari hubungan yang telah bertransformasi begitu jauh dari awal pernikahannya yang penuh tekanan. "Saya juga bakal kangen, Bu. Tapi ini yang terbaik buat kita berdua, biar nggak ada lagi kecanggungan di rumah ini."

Beberapa hari kemudian, Anyara mulai memindahkan barang-barang pribadinya ke kos baru, dibantu oleh Hans yang dengan sukarela menawarkan mobilnya untuk mengangkut barang-barang tersebut. Prosesnya tidak memakan waktu lama, mengingat barang-barang Anyara memang tidak terlalu banyak—hasil dari kehidupan sederhana yang selama ini ia jalani.

Ketika semua barang sudah tertata rapi di kamar barunya, Anyara duduk di tepi ranjang kecil itu, menatap sekeliling ruangan yang kini sepenuhnya menjadi miliknya sendiri—tanpa campur tangan mertua, tanpa bayang-bayang kebohongan suami, hanya dirinya sendiri dengan segala kebebasan dan tanggung jawab yang menyertainya.

"Gimana rasanya, Mbak? Udah resmi jadi anak kos," ucap Hans, tersenyum dari ambang pintu.

Anyara tertawa kecil, sebuah tawa lepas yang jarang sekali ia keluarkan belakangan ini. "Aneh, Pak. Tapi anehnya yang baik. Rasanya kayak mulai dari nol lagi, tapi kali ini dengan cara yang saya pilih sendiri."

"Itu yang paling penting, Mbak. Hidup yang Mbak bangun sekarang, sepenuhnya jadi pilihan Mbak sendiri, bukan lagi karena tekanan atau paksaan siapa pun."

Anyara menatap Hans, merasakan rasa terima kasih yang mendalam atas semua dukungan yang telah diberikan sepanjang perjalanan berat ini. "Makasih, Pak. Buat semuanya, dari awal ketemu di gang itu sampai sekarang."

"Sama-sama, Mbak. Saya cuma seneng bisa jadi bagian dari perjalanan Mbak menemukan diri sendiri lagi."

Malam pertamanya di kos baru, Anyara tidur dengan perasaan yang jauh lebih tenang dari yang ia bayangkan—bukan karena semua masalah sudah selesai, melainkan karena untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, ia merasa benar-benar memiliki kendali penuh atas hidupnya sendiri.

1
Heny
Apa anyana gk punya tlp orang kantor bisa di tanya kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!