Indonesia
NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA

CINTA KEDUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:737.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bhayu Indah Lestari

Aisyah seorang istri pertama yang banyak mengalah pada Mira istri kedua dari Anton suaminya. Setelah mengetahui Anton menikah dengan seorang perempuan yang merupakan teman sosialita ibunya. Karena ibunya ingin mempunyai seorang cucu.

Aisyah mencoba menerima kenyataan bahwa suaminya membawa madunya untuk tinggal satu atap dengan Aisyah.

Suatu ketika Mira membuat drama, dengan mencelakai dirinya sendiri seolah Aisyah yang melakukannya. Sehingga Mira yang sedang hamil mengalami pendarahan.

Akankah Anton percaya bahwa bukan Aisyah pelakunya, dan bagaimana pernikahan Aisyah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Indah Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XXXIII

Satu bulan berlalu Fattan akhirnya melamar Aisyah dan akan menikah satu minggu kemudian, sedangkan Anton dan Mira sudah bercerai. Hal asuh Galuh ada di Anton sesuai keinginan Fadly yang menginginkan Anton merawat Galuh. Anton dan Delia semakin dekat, dan Delia sangat menyayangi Galuh.

"Aisyah," panggil Anton saat bertemu dengan Aisyah di supermarket.

"Bang Anton, abang dengan siapa?" tanya Aisyah yang sudah menganggap Anton sebagai sahabat.

"Kamu sendiri, mana Fattan?" Anton berbalik tanya yang melihat Aisyah mendorong troli sendiri.

"Bang Fattan sedang ke Surabaya, karena ingin menyelesaikan kerjaannya karena nanti dia akan cuti panjang," jawab Aisyah.

Kemudian Delia menghampiri Anton yang sedang mengobrol dengan Aisyah, Delia cemburu melihat Anton begitu mesra dengan Aisyah. Anton masih memiliki rasa dengan Aisyah walaupun sedikit, Delia mendorong stroller Galuh yang sudah berusia 5 bulan.

"Ini Galuh, masyaalloh ganteng sekali mirip denganmu, bang," ucap Aisyah yang menggendong Galuh. Aisyah bercanda dengan Galuh dan Galuh tertawa.

"Syah, kamu kapan menikah dengan Fattan?" tanya Anton.

"Minggu depan, bang," jawab Aisyah yang bercanda dengan Galuh.

Anton menatap intens sang mantan istri yang pesonanya sungguh masih membuat dirinya masih ada secuil rasa. Delia mengikuti arah ekor mata Anton, ada rasa cemburu dihati Delia saat Anton menatap Aisyah. Delia merasa tak secantik Aisyah dan dirinya tak memakai hijab.

"Oh, iya. Aisyah pamit pulang ya bang, lupa kak Dijah hari ini mau datang dari Surabaya bersama anak dan suaminya. Aisyah mau masak makanan kesukaan Deandra," kata Aisyah yang meletakkan Galuh di stroller lagi.

"Deandra? Pasti sudah besar anak itu, berapa sekarang usianya?" tanya Anton yang memang mengetahui Deandra adalah anak perempuan Khadijah mantan kakak iparnya.

"Dia sekarang sudah masuk TK, bang," jawab Aisyah.

"Pasti dia lucu dan masih banyak bicara," ujar Anton.

"Iya benar, Deandra banyak bicara. Dia selalu mengomel dan banyak pertanyaan," kata Aisyah. "Baiklah, bang. Aisyah pamit, assalamu'alaikum," ucap Aisyah yang tersenyum meninggalkan pasangan itu.

"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya. Salam untuk ayah dan ibu juga kak Dijah," kata Anton dan Aisyah mengangguk pelan sembari tersenyum.

Ah, sungguh senyum Aisyah yang selalu di rindukan Anton. Namun sebentar lagi Aisyah akan jadi milik sahabatnya Fattan.

"Ehmmm," tiba-tiba Delia berdehem membuyarkan lamunan Anton. "Senang ya ketemu mantan istri," kata Delia yang menekankan kata-kata terakhirnya. Anton tersenyum lalu menarik pinggangnya yang ramping.

"Kamu cemburu?" tanya Anton berbisik pada Delia dengan senyum.

"Tidak, siapa yang cemburu. Kamu saja yang terlalu geer," jawab Delia yang melepaskan tangan Anton dari pinggangnya.

Delia lalu meninggalkan Anton sambil cemberut dan melangkahkan kakinya ke tempat popok bayi. Anton tersenyum melihat kekasihnya yang sedang cemburu, didorongnya stroller Galuh mendekati Delia yang sedang memilih popok bayi. Tanpa mereka sadari dari kejauhan seorang perempuan sedang memperhatikan mereka yang sedang bercanda, tertawa dan bersenda gurau.

"Anton, Delia. Lihat saja aku akan membalas rasa sakit ini pada kalian semua," kata perempuan itu dengan mata yang penuh dendam.

Anton dan Delia sudah sampai di apartemen Anton yang dia beli untuk Delia, Anton memang menyukai Delia dan mereka sudah menjadi kekasih. Anton walaupun sering tidur di apartemen Delia namun Anton dan Delia hanya tak melakukan apapun karena Anton menjaga hasrat yang selama ini dipendam. Anton dan Delia hanya sekedar ********* saja, selebihnya dia tidak ingin khilaf.

"Masih cemburu?" tanya Anton melihat wajah Delia yang cemburu.

"Tidak, aku tidak cemburu tapi marah. Kamu begitu bahagia saat bertemu Aisyah dan aku tahu kamu masih menyimpan rasa untuk Aisyah," kata Delia.

"Kalau kamu tidak cemburu kenapa selalu cemberut?" tanya Anton kembali dan mendekati dirinya dan mulai mengukung Delia di kitchen set.

Posisi Anton dan Delia sangat dekat tanpa jarak, mata mereka saling bertatapan. Wangi tubuh Anton sangat Delia sukai sejak pertama laki-laki ini memeluknya. Anton mendekati *****nya dan Delia memejamkan matanya lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Anton. Anton tersenyum lalu Anton mulai ********** bibir Delia dengan lembut dan Delia membalasnya. Mereka saling ******** dan Anton mulai ********nya, tangan Anton menjelajahi seluruh tubuh Delia.

******* mereka terhenti kala mendengar tangisan Galuh. Anton dan Delia saling bertatapan dan lalu mereka tertawa karena Galuh adalah penolong mereka yang ketika b******m dan berakhir c********n dari Anton.

"Galuh, penolong kita agar tidak melakukan hal yang lebih kita perbuat," ujar Delia dan Anton tersenyum. Anton mengusap sisa saliva di bibir Delia.

Delia mendekati Galuh lalu menggendongnya dan membawa duduk sambil menonton televisi. Anton menyusul Delia lalu duduk di samping sambil menggoda Galuh yang ada di pangkuan Delia. Anton sangat senang, walaupun Galuh bukan anak kandungnya, tapi dia sangat menyayanginya.

****

"Aarrghhhhh!!!" Mira berteriak memecahkan semua barang yang ada di kamarnya.

"Anton, Aisyah, Delia kalian akan aku balas," kata Mira dengan marah.

Mira marah saat melihat orang-orang yang dia benci merasakan kebahagiaan, sedangkan dirinya terpuruk sendiri dan hidup terlunta-lunta. Anton sudah bulat keputusannya saat Mira memintanya untuk tidak menceraikannya.

~Flashbak on~

"Mas, aku tidak ingin berpisah darimu. Aku mencintaimu, mas," ujar Mira yang sudah keluar dari rumah sakit.

"Keputusanku sudah bulat, aku sudah mengajukan surat cerai ke pengadilan. Dan minggu depan sidang perceraian kita di percepat," kata Anton.

"Bagaimana Galuh?" tanya Mira.

"Kamu tidak usah khawatir, hak asuh Galuh ada di tanganku," jawab Anton.

"Tidak! Galuh anakku dan takkan ku biarkan j*****g itu merawat Galuh," kata Mira yang sudah mengetahui hubungan Delia dan Anton.

"Stop, Mira. Delia bukan seperti yang kamu pikirkan, dia gadis baik-baik dan aku menyukainya," ujar Anton yang membela Delia.

"Lalu apa aku harus menyebutkannya, malaikat?" tanya Mira dengan menatap sinis Anton. "Aku tidak akan membiarkan rumah tangga aku hancur karena perempuan itu, lihat saja mas aku akan tetap mempertahankan rumah tangga dan anakku. Kamu tidak bisa memiliki hak asuh Galuh," kata Mira.

"Aku punya surat kuasa dari Fadly sangat ayah, dia memberikan surat kuasa agar hak asuh Galuh ada di tanganku," ujar Anton.

"Tidak semudah itu, mas. Aku tidak akan mau bercerai denganmu," kata Mira yang keluar dari ruangan Anton.

Sewaktu Mira berjalan pulang dia melihat Delia sedang di lobby sedang berjalan seusai makan siang. Mira langsung mempercepat langkahnya dan kemudian menarik rambut panjang Delia yang saat itu rambutnya diikat kuda.

"Dasar j*****g, pelakor. Kamu berani merebut suami dan anakku!" seru Mira yang menarik rambut Delia lalu melemparkannya ke lantai.

"Awww," ringis Delia yang merasakan sakit di p****tnya yang terlempar oleh Mira.

"Ingat ya dan camkan olehmu, aku tidak akan membiarkan kamu merebut suamiku. Oh, apakah kamu mengincar harta suamiku? Sehingga kamu rela memberikan tubuhmu pada suamiku, hah!"

"T-Tidak, bu. Saya dan pak Anton tidak ada hubungan apa-apa, kita hanya sebatas rekan kerja," kata Delia yang menangis terisak-isak.

"Kamu tahu, suamiku itu masih mencintai mantan istri pertamanya dia tidak akan bisa melupakan cintanya pada mantannya itu. Dan kamu hanya pelampiasan saja," ujar Mira.

Delia terdiam mendengar ucapan Mira dan memang Delia sering mendengar Anton menyebut nama Aisyah waktu Anton sakit demam.

"Kenapa, diam? Sadar bahwa kamu sudah merusak rumah tanggaku?"

"Maaf, bu. Delia tidak ada hubungan apa-apa dengan pak Anton," Delia menangkupkan kedua tangannya yang sudah berdiri sejajar dengan Mira.

Lagi-lagi Mira emosi lalu kemudian Mira akan memukul Delia, namun Anton langsung memeluk Delia dan pukulan Mira mengenai punggung Anton. Delia memejamkan mata dan merasakan tubuhnya di peluk sang atasan. Mira tertawa sumbang melihat Anton membela Delia.

"Hah, kamu membela pelakor ini," kata Mira dengan tersenyum kecut.

"Aku bukan membelanya, tapi kamu sudah keterlaluan berbuat brutal di kantorku. Apakah kamu tidak malu semua orang melihat kelakuanmu?" tanya Anton yang berhadapan dengan Mira dan menarik Delia di belakangnya.

"Biarkan semua orang tau, bahwa perempuan itu adalah j******n yang sudah merebut suamiku. Dasar pelakor!" seru Mira yang menunjuk jarinya kewajah Delia. Dan Delia hanya tertunduk..

Seminggu kemudian Anton resmi bercerai dari Mira, namun Mira tak terima dengan keputusan Anton dan dia akan kembali merebut Anton. Mira yang marah karena tidak terima di cerai Anton menjadi seperti orang gila.

~Flashback off~

"Aisyah," panggil Mira saat melihat Aisyah yang sedang berjalan akan pulang kerumah setelah dari panti asuhan. Setiap minggu Aisyah aktif menjadi pendonor dana bantuan.

"Mira, ada apa?" tanya Aisyah yang kaget melihat Mira yang tersenyum turun dari mobilnya.

"Apa kabar?" Mira bertanya dengan senyuman lalu memeluk dan cipika-cipiki dengan Aisyah.

"Alhamdulillah, aku baik. Kamu apa kabar?" Aisyah mengulang pertanyaan yang sama.

" Ya, seperti ini. Setelah mas Anton dan aku bercerai aku tidak bisa bertemu Galuh, hak asuh Galuh ada di mas Anton,"ujar Mira.

"Oh, begitu," kata Aisyah datar

"Kamu sepertinya masih takut sama aku?" tanya Mira yang melihat Aisyah sedikit menjaga jarak..

"Ah, tidak. Biasa saja, aku hanya kaget melihat kamu," jawab Aisyah tersenyum.

"Syah, aku kesini ingin minta maaf karena dulu aku sudah menyakitimu. Dan aku juga ingin kita bisa menjadi teman, kami mau kan memaafkan aku?" tanya Mira.

"Aku sudah memaafkanmu, jauh sebelum kamu minta maaf kepadamu. Semua adalah masa lalu jadi kita tidak usah membahasnya," ujar Aisyah.

"Terimakasih, Syah. Kamu baik sekali, beruntung Fattan memilikimu, oia kapan kamu dan Fattan akan menikah?" tanyanya.

"Minggu depan, aku akan kirim undangannya," kata Aisyah.

"Sekarang Fattan kerja dimana?" tanya Mira yang membuat Aisyah takut jika Mira akan merebutnya seperti Anton.

"Surabaya, dan nanti setelah menikah aku dan bang Fattan akan tinggal di Surabaya karena kantor abang disana," jawab Aisyah.

"Syah, aku mau minta tolong bisa?" tanya Mira dan Aisyah hanya bengong menatap Mira yang meminta tolong padanya.

"Apa?Jangan yang berat ya, Mira, m" kata Aisyah.

"Syah, tolong aku bujuk mas Anton agar aku di bolehkan menengok Galuh. Sudah satu bulan aku tidak bertemu Galuh," kata Mira dengan mata berkaca-kaca.

"Ah, aku tidak ingin ikut campur masalah keluarga mas Anton, Mira," ucap Aisyah.

*Hai..para reader setiaku.. maaf author baru kesibukan dunyat membuat author sedikit waktu ngetiknya.

*Jangan lupa ya like komen dan hadiah juga votenya.

*Salam ByYou

1
Indriani Kartini
ga tau diri banget c' Adelle, sok cantik bngt ga sadar diri aja kegantelan bngt sih.
yeni kusmiyati
nggak dapat karma,bahagia terus udah nyakitin aisyah,Delia juga jangan jadi pelakor
May Keisya
hadeuh dan ujung2 nya balikan lagi..km lemah Aisyah...sehrsny km tunjukan klo km bisa berdiri sendiri dan jadi wanita tangguh
yeni kusmiyati
aisyah nggak punya sikap
ZEYN
maaf ceritanya kurang menarik
Ahmad Zaenuri
alhmdllh 🤲🤲
Ahmad Zaenuri
Adele yg suka sama Fattan ya Thor
Ahmad Zaenuri
siapa Adel dan leo
Ahmad Zaenuri
klise ...
Ahmad Zaenuri
lebih baik Mira pergi aja yg jauh...
Ahmad Zaenuri
,waduhhh 🤦🤦
Bunda Iwar
Luar biasa
Sri Wahyuni
org kaya kok ga pasang cctv, biar tahu kebenaranya gimana, lakinya bodoh mau aja d setir
Sri Wahyuni
males lama2 bacanya
Sri Wahyuni
Aisyah hah goblok d piara
Sri Wahyuni
gregetan ma Aisya, mlempem
Sri Wahyuni
Ah aisyah lembek JD org
Mega Arum
ceritanya bagus.. tp alurnya agak membingungkan, tempat dan waktu alur krg pas...
Ahmad Zaenuri
indah PD waktunya
Ita Lestari
yaelah Thor ceritanya bikin emosi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!