Indonesia
NovelToon NovelToon
Hujan Ajarkan Aku Kuat

Hujan Ajarkan Aku Kuat

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:174.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: roliyah

' Hujan, ajarkan aku kuat ' Spin off dari ' Poor Child : Aisyah '

Warning : Dilarang boom like

Blurb :

Hujan, ajarkan aku kuat melawan badai....
Hujan, ajarkan aku kuat menghadapi ujian hidup ini...
Hujan, ajarkan aku melewati kesedihan ini....

Zevania, gadis cantik berusia 17 tahun, harus rela hidup sendiri karena Zevania tidak mau tinggal bersama dengan ibunya yang memiliki pekerjaan sebagai mucikari.

Hinaan dan celaan Zevania dapatkan dari lingkungan teman sekolahnya yang lama karena mengetahui kalau Zevania adalah anak dari seorang mucikari. Sampai akhirnya Zevania di keluarkan dari sekolahnya.

Marshall Prayuda, anak angkat dari Aries dan Hana. Marshall yang selalu penasaran dengan sosok Zevania yang selalu menyendiri dan tidak mau berteman dengan siapapun, membuat rasa penasarannya semakin tinggi.

Bagaimana perjalanan asmara keduanya? setelah Marshall mengetahui kalau ibunya Zevania adalah seorang mucikari.

Selamat membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya Zee tahu

Zee dan Mami Janet sudah berada di rumah indehoy. Zee menemani Mami Janet di kamarnya. Setelah Mami Janet minum obat, Mami Janet pun istirahat. Walaupun sudah sembuh, akan tetapi kondisi Mami Janet belum seratus persen sembuh dan masih butuh istirahat.

Zee duduk di balkon kamar ibunya, menatap jauh mata memandang. Ingatannya kembali berputar, saat berada di rumah sakit dan banyak pertanyaan mengenai siapa Om Haris itu? Ada hubungan apa dengan ibunya?.

Pertanyaan-pertanyaan di dalam hatinya terus membuat Zee semakin penasaran.

Zee teringat sama Jefry, yang notabenenya adalah kakak dari Om Haris. Zee merogoh handphonenya dari saku celananya dan mencari kontak telpon Jefry.

Zee akan menghubungi Jefry dan meminta informasi tentang Om Haris dan ibunya. Semoga rasa penasarannya terjawab dan Jefry tahu mengenai masa lalu ibunya dan Om Haris.

Zee menekan nomor Jefry dan berharap langsung di angkat olehnya.

Setelah menunggu beberapa detik, akhirnya Jefry mengangkat telpon darinya.

"Halo ...." Jawab Jefry.

"Halo, Om. Maaf, aku ganggu. Apa Om ada waktu hari ini? "

"Kenapa memangnya," tanya Jefry.

"Aku mau bertanya sesuatu, tapi tidak lewat telpon."

"Soal apa?"

"Ini soal... Pokoknya hari ini Om ada waktu nggak?"

"Om, ada waktu, tapi malam. Kalau sekarang Om lagi sibuk, gimana?"

"Malam ya. Mm... Baiklah."

Setelah itu Zee menutup telponnya dan ia bangkit dari duduknya, tapi saat akan masuk ke dalam kamar ibunya. Zee terkejut melihat ibunya sudah berdiri di ambang pintu dengan tatapan dingin.

"Ibu...."

"Ngapain kamu ngajak ketemuan sama Jefry!" Sentak Mami Janet.

"A-aku mau... Menanyakan soal ibu dan... Om Haris."

"Ngapain kamu nanya ke Jefry!" Mami Janet masih terlihat kesal.

"Bu, aku tuh penasaran dengan semua ini. Apa salah, jika aku ingin mengetahuinya? Lagian aku tanya ke ibu. Ibu nggak jawab!"

Mami Janet mengusap wajahnya. Bukannya tidak mau memberi tahu, tapi ia belum siap menceritakan semuanya kepada Zee. Akan tetapi, ia kembali berpikir. Lebih baik Zee tahu darinya dari pada tahu dari mulut orang lain.

Apa sudah waktunya, Zee harus tahu.

"Kamu ingin tahu semuanya, dan kenapa Haris mengenal ibu?" Ucap Mami Janet menatap anak satu-satunya.

"Iya...." Sembari menganggukkan kepalanya.

Mami Janet melangkah ke ranjang dan duduk di tepi ranjang. Mami Janet menghela nafasnya sambil memejamkan matanya.

Zee juga ikut duduk di samping ibunya, menatap wajah sendu Ibunya, membuat Zee semakin penasaran.

" Sebenarnya... Haris itu adalah... Ayah kamu." Ucap Mami Janet pelan. Rasa sesak kembali terasa, tapi ia harus menahannya.

"Apa? Om Haris, ayah kandungku?" Zee terkejut mendengar kejujuran ibunya.

Pantas saja, setiap berada di dekat Haris. Ia merasa ada ikatan hati, dan ternyata ikatan itu bukan sekedar ikatan biasa, melainkan ikatan ayah dan anak.

"Waktu itu, ibu meminta berpisah sama ayah kamu. Karena...." Mami Janet menjeda ucapnya dan menekan dadanya yang menyesakkan itu. Sungguh, ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya.

Zee masih setia menunggu cerita ibunya dan menatap lekat wajah ibunya yang kini mulai berkaca-kaca.

"Karena ayah kamu ketahuan selingkuh dengan wanita lain dan ibu melihat perselingkuhan ayah kamu di depan mata ibu."

Mami Janet menundukkan kepalanya, mengingat lagi peristiwa menyakitkan itu. Bagaimana melihat suami yang di cintainya tengah bercumbuan mesra dengan wanita lain. Air matanya tidak bisa di tahan lagi.

Mami Janet menyeka air matanya, yang kini sudah mengalir membasahi pipinya.

"Huuuh...." Mami Janet membuang nafasnya.

"Bu...."

Zee langsung memeluk ibunya. Ia bisa merasakan, kesakitan hati ibunya.

"Maka dari itu, ibu minta jangan lagi kamu temui dia lagi. Selama ini, ibu menyembunyikan kamu dari dia dan dia tidak tahu kalau dia memiliki seorang anak, yaitu kamu."

Mami Janet mengelus kepala Zee yang kini Zee masih memeluknya dari samping.

"Maafin aku, Bu."

Zee jadi dilema dengan hatinya. Ia senang mengetahui kalau ayahnya masih hidup dan bertemu dengannya, tapi... Di sisi lain, ia juga sedih dengan kesakitan hati ibunya. Apa yang harus, ia lakukan? Zee semakin dilema.

"Zee...."

"Apa Bu," sahut Zee pelan dan melerai pelukannya, lalu menatap wajah ibunya yang sembab.

"Kamu nggak usah ketemu dengan Jefry. Ibu takut ... Takut kamu di ambil oleh keluarga ayahmu." Inilah yang di rasakan Mami Janet selama ini, kenapa ia harus menutupi tentang Zee dari keluarga Raharja.

"Tapi, aku sudah janjian sama Om Jefry," tukas Zee.

"Batalkan. Ibu mohon... Demi ibu," pinta Mami Janet dengan tatapan memohon.

"Baiklah." Zee mengangguk setuju.

***

Sesuai yang diinginkan oleh ibunya. Zee membatalkan janjinya dengan Jefry, meski Jefry sudah berkali-kali menghubunginya.

Maafkan aku, Om. Aku nggak bisa menemui Om. Ini semua demi ibu. Aku nggak mau membuat ibu semakin sedih. Batin Zee. Yang saat ini tengah berada di kamarnya, kamar yang selama ini sudah tidak ia tempati.

Zee menatap langit-langit kamar, mengingat lagi perkataan Ibunya tadi siang.

Ada rasa sedih di hatinya, karena Zee tidak bisa menemui ayahnya lagi. Ayah yang selama ini, ia rindukan seumur hidupnya. Ayah yang ia inginkan kehadirannya. Ayah yang ingin menjadi tempat bersandarnya. Tapi itu semua harus ia kubur lagi harapannya itu, hanya demi perasaan wanita yang sudah sangat berjasa membesarkan dirinya.

Dering handphone Zee kembali berdering. Zee meraih handphonenya yang tergeletak di atas kasur. Zee tersenyum saat tahu siapa yang menelponnya.

"Halo pacar...." Seru Marshall memanggilnya mesra.

"Halo juga pacarku yang ganteng. Yang gantengnya kayak Ji Chang Wook," balas Zee tak kalah alay nya.

Terdengar gelak tawa Marshall di ujung telepon. Zee pun tersenyum mendengar suara tawa Marshall.

"Lagi apa pacar."

"Lagi mikirin kamu," jawab Zee.

"Mikirin aku?" Tanya Marshall sok terkejut.

"Nggak jadi deh, mikirin kamu nya. Mending mikirin Ji Chang Wook yang gantengnya. Mmm... Menggoda untuk di peluk cium."

"Oh... Jadi gitu ya. Lebih milih Ji Chang Wook di bandingkan aku ya. Awas nanti Kalau ketemu, nggak akan biarkan kamu lepas dari pelukanku," ancam Marshall.

"Kalau gitu jangan di lepaskan."

Akhirnya Zee menghabiskan waktunya bercengkrama dengan Marshall, sampai dirinya tidak sadar sudah tidur. Meski sambungan teleponnya belum terputus.

Marshall tersenyum setelah tak ada lagi suara Zee di ujung telepon.

"Selamat tidur pacarku dan semoga mimpi indah. I LOVE YOU," bisik Marshall, walau Zee tidak mendengarnya.

Setelah itu, Marshall mematikan sambungan teleponnya dan ia juga segera tidur dan berharap bertemu sang pujaan hatinya di alam mimpi.

\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ \*\*\*\*\*\* \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

To be continued....

1
kurnia rahayu
Luar biasa
Nur Lizza
lnjut
Nur Lizza
kasihan sm ais
Nur Lizza
smg ais cpt sembuh
Nur Lizza
ais sakit apa y.
smg persalinan ze berjalan lancr
Nur Lizza
akhirny tamat
Nur Lizza
aiy tau aja y baju faporit para suami
Nur Lizza
visualny gk ada y thor
Nur Lizza
selamt y zee dn marshal ats pernikahan mu smg bahgia sll sm ke jannah ny allah.aamiin
Nur Lizza
lnajut
Nur Lizza
selamat ya zee
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
ciee dpt restu niye
Nur Lizza
ok
Nur Lizza
begitu cerita ayh haris dn aries.
trus marshall ank sp
Nur Lizza
semoga marshal bs lwati ms kritis
Nur Lizza
mudh2n marsall tdk trluka para
Nur Lizza
semoga marshal dpt menolong zee tpt waktu
Nur Lizza
benarkn axel yg culik zee
Nur Lizza
padti axel si gila yg menculik zee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!