Pernah menyukai Pria beristri sampai membuat dirinya hamil. Membuat wanita cantik yang pernah bekerja sebagai sekretaris bernama Kinanti merasa sangat begitu menyesal.
Ia bersumpah pada dirinya sendiri tak akan pernah melakukan kesalahan yang sama.
Bagaimanakah kisah hidup Kinanti selanjutnya.
Akankah ada karma yang akan ia terima dari kesalahannya di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelidikan Kinan
Getaran ponsel milik Bima yang bergetar di atas nakas membangunkan Kinan pada tengah malam kala itu.
Mungkin karena kecapean, membuat Bima tidak mendengar bahwa ponselnya bergetar.
Kinan kemudian meraih ponsel Bima yang tergeletak di atas nakas.
Lalu, dengan penuh rasa penasaran. Kinan mengecek siapa yang telah menghubungi suaminya malam malam seperti itu.
Mata Kinan nampak membulat ketika ia membaca sebuah nama yang timbul di layar ponsel sang suami.
Laura... calling..........
Laura, nama itulah yang menghubungi suaminya.
Tidak ingin lancang menjawab panggilan sang suami. Karena Kinan tau Bima pasti akan marah jika ia lancang menjawab teleponnya. Kinan kemudian membangunkan Bimasena.
"Mas, Mas Bima. Ada yang menghubungimu." pangil Kinan dengan suara lembut pada Bimasena yang ketika itu masih tertidur lelap.
Kinanti kemudian mengusap usap pundak Bima dengan pelan untuk membangunkan sang suami.
"Ada apa sayang?" tanya Bima, sambil mengerjabkan kedua matanya.
"Ada yang menghubungi Mas." Mendengar bahwa ada panggilan telepon untuknya. Bima kemudian terduduk dan meraih ponselnya.
Begitu tahu yang menghubunginya adalah Laura. Bima langsung menyingkapkan selimut dan ia berjalan menuju pintu kamar.
"Aku angkat telepon dulu. Kamu tidur lagi saja." ujar Bima sebelum ia menutup pintu kamarnya.
Alih alih tidur kembali. Hati Kinan justru kini semakin tidak tenang dan makin penasaran dengan seseorang yang bernama Laura ini.
Laura, perempuan itu pasti perempuan yang pernah tidur dengan Mas Bima beberapa waktu lalu. Aku harus cari tau tentang Laura. Apa benar dia adalah wanita selingkuhan Mas Bima. Jika benar dia adalah orangnya. Berarti Mas Bima sudah berkhianat pada ku. Apalagi saat ini status pernikahan ku dengan Mas Bima belum kuat secara hukum. Mas Bima bisa kapan saja membuang ku.
Tidak. Aku tidak boleh kalah dengan pelakor itu. Aku harus bisa cari tau tentang dia. Dan harus bisa segera menyadarkan Mas Bima sebelum semuanya terlambat.
Atau jika tidak. Aku tidak ingin diperlakukan seperti ini. Menjadi seorang istri yang di nikahi siri. Aku harus bisa membuat Mas Bima segera mengsahkan pernikahan kami secara hukum.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"Ada apa menghubungiku malam-malam begini Laura?" kata kata ketus itulah yang terlontar dari mulut Bima begitu sambungan teleponnya terhubung dengan Laura.
Mendengar kata kata Bima yang tidak enak di dengar langsung membuat Laura emosi.
"Kamu ini sebenarnya manusia atau monster Bim. Aku disini menjaga anak-anakmu selama 24 jam. Aku tidak bisa tenang ketika anak-anakku semua sedang sakit. Kamu ini Daddy macam apa, yang tidak sama sekali mengkhawatirkan keadaan anak-anakmu sendiri. Bahkan kamu tidak peduli dengan anak-anakmu lagi. Anak anak semua sedang tidak enak badan. Gavin demam, Miley dari semalam menangis mencari mu. Louisa juga tidak fit. Tapi kamu, masih bisa tidur nyenyak di kasur mu. Mungkin kamu baru akan menyesal jika salah satu anak mu tidak lagi bernyawa karena tidak lagi tertolong." ujar Laura berkata asal saking ia terbawa emosi.
"Apa, anak anak sakit! Maaf Laura, aku baru bangun tidur. Jadi aku tidak fokus." ucap Bima nampak menyesal karena sudah bertanya ketus tadi.
"Simpan saja rasa terkejut mu. Kamu juga tidak akan peduli dengan anak anak mu kan. Kembalilah tidur dan bermimpilah. Aku menyesal telah menghubungimu. Aku tidak akan pernah menghubungimu lagi." ucap Laura tegas, kemudian ia menutup pangilan teleponnya.
Mendengar bahwa anak-anaknya saat ini sedang sakit. Bimasena langsung panik.
Ia kemudian kembali masuk ke kamarnya dan ia segera berganti baju.
Kinan yang kala itu berpura-pura tidur. Memicingkan matanya dan memperhatikan sang suami yang tengah terburu buru berpakaian dan bersiap untuk pergi.
Setelah rapi, tanpa membuang waktu. Bima langsung keluar meninggalkan kamar.
Dengan segera. Kinan langsung mengikuti Bima. Ia ingin tau mau kemana Bima malam malam begini.
Apakah dia akan menemui wanita itu. Pikir Kinanti.
Dengan mengenakan mantel jaket panjangnya untuk menutupi tubuh nya yang saat itu masih mengenakan baju tidur. Kinan mengikuti mobil Bima dari belakang dengan jarak yang cukup jauh agar Bima tidak curiga bahwa ia sedang di ikuti.
Setelah beberapa saat mengikuti sang suami. Bima membelokkan mobilnya kesebuah perumahan mewah.
Setelah memastikan Bima telah berlalu dari gerbang yang di jaga oleh beberapa satpam. Kinan kemudian ikut mengarahkan mobilnya ke perumahan mewah tersebut.
"Selamat malam, ada yang bisa kami bantu Bu." tanya salah seorang satpam yang bertugas kala itu. Karena Kinan bukanlah penghuni perumahan mewah tersebut. Sehingga di periksa oleh petugas keamanan terlebih dahulu.
"Saya adalah kerabat Pak Bimasena. Yang baru saja berlaku lagi. Apa Pak Bima juga punya rumah di sini?" tanya kinan pada satpam tersebut.
"Iya Bu. Pak Bimasena ada rumah di perumahan ini."
"Saya ada perlu dengan Pak Bima. Tolong kasih tau saya di blok mana Pak Bima tinggal." tanya Kinan lagi pada petugas keamanan.
Setelah mendapatkan informasi dimana rumah Bima yang ada di perumahan mewah tersebut. Kinan langsung melajukan mobilnya dan mencari tau unit rumah Bima yang ada di kompleks perumahan tersebut.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
tunggu penyesalan mu Bima😏😏😏😏😏
full like untuk-Mu 🥰
Semoga di swiss Laura dan anak2 mendptkan kebahagiaan.
Terima kasih kak Wati utk ceritanya yg menguras emosi jiwa ini.Baca karya kak wati yg ini benar2 buat tensi darah naik😁😁