Indonesia
NovelToon NovelToon
YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsi Kaho

You Are My Destiny berkisah antara cinta dan juga persahabatan dari group-group ataupun sekelompok pewaris konglomerat yang akhirnya kehidupan tersebut telah merubah kehidupan mereka ketika bertemu dengan gadis biasa dan berasal dari keluarga miskin.

You Are My Destiny menggambarkan persahabatan, persaingan, dan kehidupan cinta para konglomerat ahli waris muda dan kaya raya dan seorang gadis bernama Cahaya.

Cahaya adalah seorang gadis sekolah menengah atas yang berasal dari keluarga miskin. Secara secara kebetulan bersekolah di SMA paling elit dan bergengsi.
Berbeda dengan murid yang lain, Cahaya dianggap biasa dan berasal dari latar belakang yang buruk.

Cahaya tinggal bersama ayah dan ibunya . Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan ayahnya mengelola laundry di rumah. Setiap pulang sekolah, Cahaya juga bekerja paruh waktu untuk membantu perekonomian keluarganya.

Bagaimanakah kisahnya? Silakan di Klik tombol baca ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsi Kaho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Cahaya kemudian masuk ke dalam kelas pertamanya bersama dengan murid-murid lainnya yang akan sekelas dengannya. Ruangan itu lapang dan elegan, dengan meja-meja kayu bercahaya yang tersusun dengan rapi. Cahaya kemudian menemukan kursi kosong yang tersisa di sudut depan, ia lalu duduk di kursi dan meja itu dengan penuh semangat.

Guru mereka, Mrs. Anderson, seorang wanita yang berpenampilan tegas namun ramah, memulai pelajaran dengan penuh semangat. Dia menyampaikan visi Sekolah konglomerat itu sebagai tempat untuk mengejar keunggulan dalam pelajaran dan kehidupan.

Selama pelajaran pertama Cahaya, Mrs. Anderson memperkenalkan Cahaya pada mata pelajaran yang akan ia pelajari sepanjang semester ini. Cahaya merasa antusias dengan kurikulum yang menantang dan beragam itu. Ini bukan seperti sekolah-sekolah sebelumnya yang pernah dia datangi.

Setelah pelajaran berakhir, Natalie menghampiri Cahaya dan mengajaknya untuk makan siang bersama di kantin sekolah. Cahaya melanjutkan ke kantin untuk makan siang bersama Natalie. Kini selain Dilan, Cahaya mempunyai teman baru yang mau berteman dengannya.

Jackson dan kawan-kawannya datang ke kantin sekolah, para siswi mulai heboh berteriak-teriak histeris melihat para pria tampan itu berjalan bersama ke kantin sekolah.

"Astaga, dia mulai lagi." kata Marthen yang duduk di meja lain sambil memperhatikan Cahaya yang sedang sibuk menyantap makanannya tanpa peduli dengan keributan yang terjadi di kantin sekolah.

Bagi Cahaya keributan seperti itu sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja sekarang. Karena sebelum ia di transfer ke SMA Konglomerat Kings Jaya, dia sudah sering mendengar keributan itu, Cahaya juga tidak lagi penasaran dengan semua keributan-keributan yang terjadi itu, dan sekarang dia tidak lagi peduli dan cuek-cuek saja. Hal itu menarik perhatian Marthen, Marthen tersenyum kecil melihat cahaya.

"Siapa gadis itu sebenarnya? Apa hubungannya dengan Michael." Kata Marthen dalam hatinya.

Sementara Cahaya makan sedang tiba-tiba, Jacky datang dan menghampirinya. Jackson berdiri tepat di depan meja di mana Cahaya dan Natalie sedang duduk dan makan siang, suasana yang tadinya berisik itu seketika berubah menjadi seperti keheningan di malam hari.

Michael baru saja datang dan ia melihat Jackson sedang berdiri di depan meja Cahaya. Michael hendak pergi dan menghentikan Jackson, namun Rahel menahannya.

"Wah, Wah...!!! hal menarik apa lagi ini?" Ucap Marthen sambil mengawasi situasi di kantin sekolah.

Semua mata tertuju kepada Jackson yang berdiri tepat di depan meja dimana Cahaya sedang makan.

Para siswi mulai melihat ke arah Cahaya dengan tatapan yang sangat serius dan penuh amarah.

Rasa-rasanya mereka telah siap untuk menelan Cahaya hidup-hidup.

"Hari Sabtu pukul 04.00 di depan Menara Blue, aku akan menunggumu disana dan tidak ada alasan untukmu menolak kau harus datang.

Ingat itu, awas saja jika kau tidak datang, dan satu lagi kau harus ingat ini, mati kau jika terlambat!" Kata Jackson pada Cahaya.

Setelahnya mengatakan itu, tampa menunggu jawaban dari Cahaya, Jackson pergi begitu saja. Michael sangat marah melihat hal itu, sedangkan Marthen terus saja tertawa kecil menyaksikan drama yang sedang berlangsung di hadapannya itu.

"Sial gadis itu sebenarnya? Apa hubungan gadis itu dengan Jackson dan Michael? Sepertinya drama ini akan semakin menarik sekarang. Aku tidak sabar melihat kedua saudara itu bertengkar." Kata Marthen sambil tersenyum aneh.

Mengetahui kalau Jackson mengajak Cahaya untuk bertemu, Natalie merasa sangat kesal. Sedangkan semua murid yang sedang makan di kantin itu terus-menerus membicarakan Cahaya. Sikap acuh tak acuh Cahaya yang tidak peduli apa kata orang, membuat mereka semakin geram dan marah, dan dengan santainya Cahaya makan bekal yang dibawahnya dari rumah dengan lalap.

"Terserah kalian mau bilang apa, makan siangku harus habis, aku tidak ingin menyia-nyiakan berkat dari Tuhan. Ibuku membuat nya untukku jadi sudah tugasku untuk menghabiskannya." Kata Cahaya dalam hati.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Cahaya tahu bahwa perjalanan di Sekolah konglomerat Kings Jaya itu, akan penuh dengan tantangan, tetapi dia juga tahu bahwa dia tidak akan sendirian.

Dengan semangat dan keyakinan, Cahaya siap untuk mengejar impian dan ambisinya dengan tekad yang tak tergoyahkan dan Cahaya siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

Selesai Cahaya makan siang, bel tanda istirahat makan siang telah usai, Cahaya siap untuk Kelas keduanya yaitu pelajaran Bahasa Inggris. Guru mereka, Mr. Thompson, seorang pria yang penuh semangat terhadap literatur, memulai dengan memperkenalkan mereka pada buku yang akan mereka baca selama semester ini. Cahaya merasa antusias karena dia adalah pecinta buku yang sejati.

Selama jam pelajaran sedang berlangsung, Cahaya terpesona oleh bagaimana Mr. Thompson membawa cerita-cerita klasik hidup. Mereka membahas karakter-karakter dalam buku tersebut, mengeksplorasi tema-tema yang mendalam, dan menganalisis penulisnya dengan mendalam. Cahaya tahu betul bahwa pelajaran Bahasa Inggris di SMA Konglomerat Kings Jaya akan memberinya wawasan yang mendalam tentang sastra.

Setelah pelajaran Bahasa Inggris berakhir, Cahaya pergi ke perpustakaan sekolah. Ia ingin mengeksplorasi lebih lanjut koleksi buku yang ada di sana dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan selama ia sekolah di SMA Konglomerat Kings Jaya itu.

Sementara Cahaya sedang membaca buku di perpustakaan sekolah, ia tidak sengaja melihat Rahel dan Michael sedang berbicara di perpustakaan sekolah. Cahaya kemudian bersembunyi dan di rak-rak buku yang lain.

"Bagaimana bisa semua ini terjadi pada saat yang bersamaan? Bagaimana kau dan Cahaya bisa datang ke sekolah ini hari yang sama? Tadi aku hendak mentraktir Marthen makan siang, jika rumor tentangmu telah kembali tidak menyebar. Aku sangat tercengang seperti orang lain. Saat aku yang adalah tunanganmu tidak tahu sama sekali kalau kau sudah kembali." kata Rahel pada Michael.

"Maka traktir dia makanan yang enak." jawab Michael.

"Lupakan itu! Aku ingin tahu satu hal, Cahaya di transfer ke sekolah ini, apakah itu ada hubungannya denganmu?" tanya Rahel.

"Itu tidak ada hubungannya denganku sama sekali, karena pasti ibuku yang menandatangani surat persetujuan transfer itu." jawab Michael.

"Aku hanya penasaran jika kau yang menginginkan hal itu." ucap Rahel.

"Sejak kapan hal itu menjadi urusan keluargaku? Aku bahkan bertunangan denganmu tanpa aku harus menginginkan hal itu. Cahaya di transfer ke sekolah ini itu tidak ada hubungannya sama sekali denganku." kata Michael.

"Baiklah! Kita sebaiknya hanya bicara tentang kita dari sekarang." ucap Rahel.

"Kita sudah berbicara tentang kita sejak tadi." Jawab Michael dan setelah itu langsung pergi begitu saja dari perpustakaan sekolah meninggalkan Rahel disana.

Cahaya berjalan perlahan-lahan dan keluar dari perpustakaan sekolah tanpa di ketahui dan di lihat Rahel yang sedang kesal di dalam perpustakaan itu.

"Kenapa kau berjalan seperti itu?"

Bersambung...👉

1
Endah Lestary
ini bbf ya
Nenie desu
5 bintang semangat kak
Nenie desu
semangat kak jangan lupa mampir di "Rasa yang terpendam"
Nenie desu
Hai aq mampir kak sudah aq favoritkan
Nenie desu
cahaya jangan terlalu galak
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 👍
Yunia Afida
Semangat terus 💪💪💪💪
Yunia Afida
semangat terus
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
like 👍
Elisabeth Ratna Susanti
selamat tahun Baru 😍 like, like 👍
Yunia Afida
happy new year juga thor dan para readers
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!