Setiap wanita berharap akan menjadi satu satu nya istri bagi suami nya.Namun apa daya jika ternyata dirinya di khianati oleh pria yang begitu di cintai.
Rayana,seorang istri yang berharap cinta dari suami nya namun apa?Hanya penderitaan yang terus dia dapatkan.
Mampukah Rayana menjalani pernikahan nya sampai akhir?
ikuti terus kisah Rahana dalam Air mata pembasuh luka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sry Sry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33.Rudi misterius
Jam yang melingkar di tangan Yana sudah menunjukkan pukul lima lebih tiga puluh menit.Itu artinya sudah hampir setangah jam Yana menunggu di depan Caffe namun tidak satu pun kendaraan yang bisa di tumpangi oleh Yana yang bisa membawanya pulang.
Tadi pagi dia memang meminta kang ojek untuk menjemputnya pukul lima tapi sampai sekarang Yana belum melihat kedatangan nya.Yana masih bsrpikir positif mungkin kang ojek itu masih mengantar pelanggannya yang lain.Yana memutuskan untuk menunggu sebentar lagi siapa tahu nanti tukang ojek nya akan datang.
Hufftt
Yana menghembuskan nafasnya pelan.Sudah menunggu hampir satu jam tapi tukang ojek juga belum datang dan memang benar kata Rudi kemarin jika disini jarang ada angkutan umum yang lewat karena rata rata mereka punya kendaraan pribadi.
Tinn
Yana menoleh saat ada suara klakson dan suara sepeda motor yang berhenti tepat di depan nya"Masih disini?"Tanya Rudi.
Yana bingun,bukan kah Rudi tadi sudah pulanv bahkan dia yang duluan keluar dari caffe saat pulang dan sekarang pria irit bicara itu ada di depan nya.
"Belom,kayak nya tukang ojek langganan ku telat atau mungkin dia lupa ya."Yana menjawab tapi dia juga seakan bergumam pada diri sendiri.Yana jadi kesal dengan Bayu yang telah membuang ponselnya hingga dia sulit menghubungi siapa pun.
"Mau nunggu sampe kapan?"Tanya Rudi,bahkan mimik wajah Rudi juga tetap sama tidak tahu senang atau sedih hanya jika marah besar barulah terlihat karena rahan Rudi mengeras.
Yana melihat jam nya lagi,sudah hampir magrib tapi dia maish disini.Yana juga tidak tahu apakah Bayu ada di rumah atau tidak,apakah Bayu kepikiran buat menjemput dia tau tidak Yana juga tidak tahu.
"Naik!"Perintah Rudi tegas.
Yana melihat ke arah Rudi lalu menggeleng"Gak usah takut,biar aku antar pulang kalau suami kamu nanyak bilang aja aku ojek atau apalah.Kamu bisa bayar aku sekalian kalau perlu!"Kali ini entah kenapa Rudi bicara sedikit panjang,tapi ide Rudi seperti nya boleh juga dengan begitu Yana tidak akan terlalu sungkan jika Rudi mengantarnya pulang dan tidak merasa bersalah karena toh Rudi di bayar sama aja kan kayak naik ojek.
Yana mengangguk"Ya udah tapi beneran aku bakal bayar kamu!"Jawab Yana meraih helm yang di sodorkan Rudi.Kalau di lihat lihat Rudi ternyata tampan juga hanya saja wajah nya yang datar membuat dia sedikit berjarak dengan karyawan lain tidak seperti Niko yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja,anak nya kocak.
"Udah!"Tanya Rudi saat merasakan motor nya bertambah beban nya.
"Iya !"Keduanya kini melaju di atas jalanan yang mulai sepi,karena waktu magrib telah tiba.Sama seperti kemarin baik Rudi atau pun Yana sama sama diam dan tidak bicara apa apa.
"Mau di turunin dimana?Tiba tiba Rudi membuka obrolan karena rumah Yana sudha hampir dekat.
"Kayaknya di depan rumah juga gak papa deh.Kan aku bayar kamu jadi suamiku gak akan marah sama aku nanti!"Jawab Yana tanpa sadar.
Rudi menyeringai"Jadi bener kemarin suami kamu marah dan mukul kamu kan?"Tebak Rudi membuat Yana terdiam menundukkan kepala.Mau mengelak juga percuma Rudi tetap tidak percaya.
Rudi pun kembali menutup mulutnya tidak mengatakan apa apa lagi.Dia sudah mendapat jawaban yang dia inginkan.
Yana melihat jalan yang di lewatinya,jika malam hari pasti jalanan menuju ke rumah nya semakin sepi agak ngeri jika besok Yana harus pulang malam hari.
Yana tiba di depan rumah,keadaan rumahnya masih sepi bahkan lampu juga belum menyala mungkin Bayu belum pulang."Nih..!"Yana menyerahkan selembar uang pada Rudi.
Rudi menatap uang yang di sodorkan Yana padanya belum berniat mengambil uang itu.Ekor matanya melirik ke arah rumah Yana yang gelap,sudut bibir Rudi tertarik ke atas dia bisa melihat jika ada seseorang yang sedang melihat ke arah mereka dan Rudi yakin jika itu adalah sosok suami Yana.
"Apa kurang?"Tanya Yana bingung.
Rudi tersenyum lalu menggelang.Yana sampai heran ternyata Rudi bisa senyum juga dan senyum Rudi juga manis."Enggak kok.Ini cukup!"Jawab Rudi menerima uang yang disodorkan Yana padanya lalu memasukkan nya ke dalam kantong dengan asal.
Yana menyerahkan helm yang di kenakan nya pada Rudi kemudian mengucapkan terimakasih sebelum Rudi melajukan kembali sepeda motornya.
Di sudut jalan sepeda motor Rudi berhenti,Pria itu menatap kembali ke arah rumah Yana sementara Yana sudah tidak terlihat lagi.Rudi menyeringai tatapn pria itu menjadi aneh entah apa yang sedang di rencanakan Rudi sebenarnya.Tak lama Rudi kembali melajukan sepeda motornya meninggalkan kawasan rumah Yana.
Yana membuka pintu rumah nya lalu menyalakan lampu.
"Astaga..!"Yana memekik seraya memegangi dadanya yang berdebar kencang.Jantung nya hampir melompat keluar dan darah nya juga berdesir dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Mas Bayu..!"Yana masih merasa tubuh nya lemas karena Bayu ternyata ada di rumah dalam kegelapan."Kenapa gak nyalaim lampu kalau mas ada di rumah?"Tanya Yana menutup kembali pintu rumahnya.
"Sengaja biar tahu tingkah kamu sama lelaki itu!"Sarkas Bayu.Mengambil langkah tapi bukan mendekati Yana melainkan duduk di sofa dengan kaki yang langsung di naikkan ke meja.
Yana menghembuskan nafasnya pelan."Dia ojek mas.Mas lihat kan tadi Yana ngasih ongkos ke dia.Yana gak akam macam macam mas!"Yana tak ingin ada pertengkaran lagi yang berujung dia yang di pukuli.
"Bagus kalau kamu tahu.Tapi jika mau selingkuh jangan tanggung tanggung ya!Aku bisa carikan laki laki kaya buat kamu jadi sekalian kita bisa dapat uang banyak!"Kata Bayu dengan posisi sama tapi tatapan matanya tajam melihat Yana.
Yana mengeryit mendengar ucapan Bayu yang merendahkan nya.Tentu hatinya sakit secara tidak langsung Bayu ingin menjual tubuhnya."Kok kamu ngomong nya gitu sih mas.Kan aku udah bilang aku gak selingkuh!Jangan nuduh yang bukan bukan,lagi pula kalau mas gak mau aku di bonceng sama laki laki lain mas jemput aku lah.Besok juga aku pulang malam,gak mungkin aku jalan pulangnya kalau mas gak ijinin aku pulang di antar orang!"Entahlah kepala Yana rasanya mau pecah,tubuh jha benar benar lelah.Caffe rame walau dapat bonus tetap saja dia butuh istirahat dan suaminya selalu cari alasan agar mereka bertengkar.
Terdengar suara tepukan tangan ternyata itu Bayu."Wah..wah..hebat ya!Baru bisa kerja dua hari sudah berani melawan.Gimana ya kalau wanita tua tak berguna yang sedang di rumah sakit karena keserempet motor itu mati?"Tanya Bayu dengan seringaian di bibir nya.
Bersambung
knp gkd org yg menolongnya.
Yana SDH disakiti, disiksa Sm swminya.
masa skrg hrs menderita LG SM Rudi.
kpn bebas & bahagianya??
ayo dong Thor. ..
berikan kebahagiaan bwt Yana.
& bebaskan kk'nya Yana jg irma
org yg ada TDK bersalah.
biar Rudi ketemu SM org yg LBH berkuasa , yg akan bisa melindungi Yana