Lanjutan dari cerita Naina si Gadis Panti.
Langit merupakan anak lelaki yang di adopsi oleh Kinan, mertua Naina. Jatuh cinta pada gadis kecil yang merupakan adik asuh Naina.
Meski usia mereka yang terbilang muda, namun perasaan yang mereka miliki benar-benar murni. Dan mungkin, tidak selalu menceritakan tentang Yura dan Langit. Karena seperti biasa, akan ada kasus yang harus di selesaikan. Tapi, kisah cinta manis mereka berjalan di antara orang-orang yang mencintai dan menyayangi mereka berdua.
Semoga suka yaaaa, sama karyaku yang ke-11 ini🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keributan
Sedangkan di daerah tempat Baskoro, ibu dan keponakannya tinggal. Datang Dina dengan kondisi yang menyedihkan, ia pergi ke rumah Guntur. Karena ingin meminta maaf dan juga meminta rujuk padan Guntur, karena saat ia ke rumah sakit. Ternyata putrinya sudah keluar, sejak kemarin malam.
Karena ia sudah merasa lelah, ia memilih pulang ke kontrakan kecil yang ia sewa. Dan kini menyusul pulang, tanpa tau kemana mantan suami dan putrinya pulang.
'Bukannya itu si Dina, ngapain lagi dia kesini?'
'Ga tau, mau ngemis minta rujuk kali ma Baskoro.'
'Haduuuhhh.. mana mau dia rujuk ma si Dina, penyebab ibunya meninggalkan Dina. Yang ada benci liat mukanya...'
'Kalo aku di posisi Baskoro, udah aku cekik itu si Dina.'
'Aku laporin ke kantor polisi, biar ngebusuk aja di sana.'
Dina yang tidak mendengar kasak kusuk tersebut, terus mengetuk pintu rumah Baskoro.
"Heh DINA!!! Ngapain lagi kamu ke sini, masih punya muka kamu nemuin Baskoro?" tanya tetangganya
"Emang kenapa? Aku kan istrinya, masalahnya di mana kalo aku nemuin suami sendiri." terdengar tawa dari para tetangganya
"Jangan pura-pura amnesia neng, warga sini mah udah tau. Kalo kamu itu udah di cerei secara agama sama Baskoro, laganya masih istri. Malu dong..." jawab tetangganya
DEG
Wajah Dina memucat, bagaimana bisa semua tetangga pada tau. Para pria memilih pulang terlebih dahulu, ga ada yang bisa melawan mulut para emak-emak. Lebih baik mundur, daripada kena semprot.
"Kaget ya kita tau, kita baru pulang dari pemakaman bu Lastri dan nak Guntur. Di sana orang di pihak Baskoro, mengatakan kalo kalian itu sudah bercerai."
"Apalagi penyebabnya, karena kamu yang menyebabkan bu Lastri tiada."
"Kamu kok bisa sejahat itu sih mantan mertuamu, padahal kan almarhumah ga pernah ganggu rumah tangga kamu Din."
"Jangan di jelasin, percuma di jelasin juga. Dia mah serakah, baskoro buta kayanya waktu nikahin dia."
"Dimana mereka memakamkan kedua orang itu?" tanya Dina, tanpa memperdulikan ucapan tetangganya
"Dih, emang dasar ga tau malu. Dimana-mana hatiku senang, dah ah jeng, saya pamit. Gedek saya liat mukanya"
"Sama, saya juga pamit, belum masak di rumah."
Para tetangga meninggalkan Dina, tanpa ada yang mau menjawab pertanyaannya. Ia mengepalkan kedua tangannya, karena kesal. Ia pun menarik rambut, tetangga yang paling akhir meninggalkannya karena ia yang paling dekat.
"AAAAAAA" teriak tetangga kesakitan, membuat tetangga lainnya kembali menengok dan terkejut.
"ASTAGHFIRULLAH, DINA LEPAS. HEH!!!" bentak seseorang emak, yang langsung berlari kembali dan mencoba melepas genggaman tangan Dina di rambut temannya itu. Di susul tetangga yang lainnya, bahkan bapak-bapak pun kini ikut mendekat dan membantu.
"NGGAK AKAN AKU LEPASIN, KALO KALIAN NGGAK KASIH TAU DIMANA MEREKA MEMAKAMKAN KEDUA ORANG ITU!!" jawab Dina tak kalah berteriak
"Dasar sinting, kedua orang itu mantan mertua dan juga cucunya. Ucapkan yang benar bila berbicara, sebut nama mereka." ucap yang di jambak, tak peduli bila ia sedang kesakitan.
"AAAAA" Dina semakin keras menariknya
Karena gemas, ibu-ibu yang memegang tangan Dina pun, memilih untuk menggigiti tangan Dina.
"AAAAAAA" cekalannya terlepas, Dina menjerit kesakitan.
Wanita yang tadi di jambak rambutnya, membalas jambakan Dina tadi.
"AAAAAAA... SAKIT BR*NGSEK" kembali Dina berteriak seraya memaki
"LU PIKIR, WAKTU LU JAMBAK GUE KAGAK SAKIT HAH?! DASAR SINTING!!" jawab wanita yang di jambak Dina
"AKUKAN TADI NANYA DIMANA SUAMIKU MEMAKAMKAN MEREKA, TAPI KALIAN TIDAK ADA YANG MENJAWAB!!" ucap Dina
"Emangnya kalo lu tau di makam kan di mana, mau apa hah? Baskoro ga akan ngijinin lu deket-deket makam ibunya, apalagi lu salah satu penyebab perginya ibu Baskoro. Sadar diri lu, lu tuh mantan. Jangan terus bilang suamiku... suamiku mulu, risih gue dengernya."
"Terserah gue dong, mulut mulut gue. Aaaaa.... lepppassss... lagian apa hak lu larang-larang gue manggil Baskoro suami, suka lo ma suami gue Tania." balas Dina, wanita itu tersenyum smirk. Memang ada sedikit rasa tertarik, tapi hanya sekedar mengagumi.
"Kalo iya kenapa? Gue bakalan daftar jadi calon bininya yang baru, Raisa pasti butuh sosok ibu." jawab Tania
DEG
Dina menggelengkan kepalanya, Tania melepas jambakannya dan mendorong Dina. Hampir saja, Dina terjatuh, kalo remnya tidak pakem. HAHAHA
"Apa yang lu ucapin bener, gue emang suka ma mantan laki lu. Laki lu ga bakalan nolak gue, apalagi gue masih segelan." ucap Tania lagi, Dina kembali menggelengkan kepalanya.
"NGGAK, NGGAK ADA YANG BOLEH SAMA BASKORO SELAIN GUE!!! CUMA GUE ISTRI SATU-SATUNYA!!!" teriak Dina, ia pun berlari pergi
"Dih, stresss" ucap Tania, ia pun mengusap kepalanya yang terasa sakit.
"Tan, kamu beneran mau daftar jadi calon istri Bastian?" tanya wanita gemuk itu
"Ya nggaklah, terus calon laki gua mau di kemanain? Gue mah cuma kagum aja ma Bastian, berharap calon laki gue juga kaya dia. Bertanggung jawab sama keluarganya, walau tanpa ia tau. Kalo ibunya di perlakukan tidak sepatutnya, sama si tyrex itu." jawab Tania
"Kirain, kaget gue. Lu pan bentar lagi nikah, cuma itungan 2 minggu lagi. Tapi gue Aamiin nin, doa lu. Baskoro emang dasarnya baik, cuma sial aja dia dapetin rubah." ucap tetangganya yang lain, Tania pun terkekeh
"Aww... sakit njir, jambakannya keras juga. Emang dasar tyrex." mereka pun tertawa
"Ya udah ke rumah gue dulu, gue kompres pala lu pake es." Tania mengangguk
.
.
"Nggak, pokonya Baskoro tidak boleh menikah dengan siapapun selain aku." gumam Dina sepanjang jalan, ia menggigiti kuku jarinya.
"Emang apa bagusnya si Tania, goyangan di atas ranjang juga pasti kalah. Dia mah ga ada pengalaman, ga kaya gue." Dina yang tidak pernah keluar rumah, tidak tau berita mengenai pernikahan Tania. Karena undangannya juga, memang belum ia sebar.
"Dimana mereka memakamkan nenek tua itu? Ahh.. pasti di deket mertua gue yang laki. Semoga mereka belum kembali, pasti belum. Karena rumahnya juga dalam keadaan kosong tadi, kalo gitu gue susul aja ke sana." Dina pun segera memberhentikan sebuah angkutan umum yang bertujuan ke TPU.
Selang beberapa menit Dina pergi, datanglah Baskoro yang di antar oleh Key. Baskoro kembali ke rumah, untuk mengambil bajunya dan juga putrinya,
Keadaan sudah sepi, karena warga sudah masuk ke rumah mereka masing-masing. Baskoro mengajak Key untuk masuk dan menunggunya di dalam, karena ia juga harus membereskan baju yang tidak sedikit. Meski Baskoro hanya di minta mengambil baju Raisa sedikit saja, karena Naina dan dan yang lain akan membelikannya.
Raisa yang seusia dengan Naomi, membuat semua orang gemas padanya. Baskoro sangat bersyukur dengan hal tersebut, meski ia kehilangan ibu dan keponakannya. Ia masih di berikan kesempatan oleh Allah, dengan di pertemukannya dia dengan orang-orang yang menyayangi putrinya.
...****************...
Jangan lupa like, komen, gift dan vote nya🥰🥰
...Happy Reading All🥰🥰🥰...