Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

‎Nara berdiri diam setelah dia turun dari taksi. Matanya menangkap sebuah plang besar bertuliskan APOTEK di hadapannya. Tanpa pikir panjang lagi dia langsung berjalan masuk ke dalam sana.

‎‎"Permisi..." sapanya pelan pada apoteker. "Saya mau beli obat pelancar haid sama obat kb."

‎‎Wanita muda yang berjaga di apotek itu menyiapkan pesanannya. Nara membayar dengan terburu-buru, lalu memasukkan bungkusan obat itu ke dalam tasnya, seolah itu adalah barang berharga yang harus disembunyikan.

‎‎Nara keluar dari apotek, bernapas sedikit lega. Dia berniat segera mencari taksi lagi untuk pergi dari tempat itu secepat mungkin. Namun baru saja dia melangkahkan kakinya beberapa langkah, sebuah tangan kuat mencengkeram pergelangan tangannya dengan kasar, menariknya paksa ke arah mobil hitam yang terparkir di sisi jalan.

‎‎Punggung Nara menghantam sisi mobil dengan keras. Napasnya tercekat saat melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang. Rendra.

‎‎Wajah pria itu gelap. Matanya memancarkan amarah yang luar biasa, napasnya memburu, dan rahangnya terkatup rapat hingga otot-otot wajahnya menegang.

‎‎"Ren... kamu ngapain di sini?!" Nara panik, berusaha melepaskan tangannya namun cengkeraman Rendra terlalu kuat. "Kamu... kamu mengikutiku?!"

‎‎"Jawab aku, Nara!!" bentak Rendra rendah, suaranya menggetarkan hati. Tangannya yang lain dengan kasar merogoh tas tangan Nara, menarik keluar bungkusan obat yang baru saja dibelinya itu.

‎‎Mata Rendra menyapu tulisan pada kemasan obat itu, dan setiap kata yang dibacanya membuat tatapannya semakin mengerikan.

‎‎Obat Pelancar Haid... ‎Kontrasepsi Or@l...

‎‎"Jadi ini rencana kamu?!" Rendra berdecak marah, dia meremas kemasan obat itu hingga hancur di tangannya. "Kamu membeli ini semua karena kamu takut hamil? Kamu takut kalau anakku tumbuh di dalam perut kamu?!"

‎‎"Ren, lepaskan! Ini urusanku!" teriak Nara memberanikan diri, "Kamu pikir aku mau hamil di saat keadaan seperti ini?! Aku tidak mau punya anak yang tidak jelas ayahnya! Aku tidak mau punya anak hasil dosa!"

‎‎"DOSA?!"

‎‎Rendra mendorong tubuh Nara kembali ke sisi mobilnya, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan. Napasnya panas dan memburu.

‎‎"Jangan pernah bicara seperti itu lagi!" desis Rendra tajam. "Bagiku, anak dari kita itu adalah harapan, Nara! Bukan dosa! Itu bukti kalau kamu milikku sepenuhnya!"

‎‎"Tapi aku tidak mau!" bentak Nara, air mata mulai menetes di pipinya. "Aku takut, Ren! Kalau aku hamil sekarang, semuanya akan hancur! Aku minta kamu mengerti..."

‎‎"TAPI AKU TIDAK MAU MENGERTI!" potong Rendra keras. Matanya menatap tajam ke arah obat-obatan di tangannya, lalu dengan gerakan cepat dia melemparkan seluruh obat itu ke aspal hingga tablet-tablet itu berhamburan keluar, berserakan di aspal kotor, terinjak oleh sepatu Rendra hingga hancur berkeping-keping.

‎‎"JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK MENGHALANGIKU, NARA!" bentak Rendra lagi tepat di depan wajah Nara, suaranya penuh ancaman dan posesif. "Kamu milikku, Nara. Tubuhmu, rahimmu, semuanya milikku. Kalau aku mau kamu hamil, kamu akan hamil. Dan tidak ada obat di dunia ini yang bisa menghentikan keinginanku!"

‎‎Nara gemetar, ketakutan melihat sisi gelap Rendra yang selama ini tersembunyi. Matanya menatap tajam Rendra, berusaha menunjukkan ketegasan meski tubuhnya gemetar tak berdaya di cengkeraman pria itu.

‎‎"Aku tidak ingin hamil anak siapapun!" ucap Nara lagi dengan tegas. "Kamu dengar dengan jelas kan, Ren?! Aku tidak mau! Tidak mau hamil anak kamu, tidak mau hamil anak Arga! Aku tidak mau punya anak dari kalian berdua!" suaranya bergetar hebat, campuran antara rasa takut, marah, dan keputusasaan yang memuncak.

‎‎Wajah Rendra berubah datar. Sangat datar. Tapi justru ketenangan itulah yang jauh lebih menakutkan daripada amarah yang meledak-ledak. Tatapannya meredup, berubah menjadi gelap dan dingin, seakan ada api yang padam dan berubah menjadi es yang membekukan.

‎‎Cengkeraman tangan Rendra di pergelangan tangan Nara semakin kuat, hingga terasa sakit dan membuat Nara meringis.

‎‎"Kamu bilang apa? Tidak mau anak siapapun?" suara Rendra pelan, serak, namun setiap katanya terdengar berat seperti batu karang. "Jadi kamu anggap hubungan kita selama ini apa? Hanya main-main? Hanya pelarian sesaat? Aku serius denganmu, Nara. Aku akan bertanggung jawab!"

‎‎"Ini bukan soal tanggung jawab!" Nara menangis, air matanya mengalir deras membasahi pipi. "Ini soal hidupku! Papaku punya riwayat sakit jantung, jika dia mendengar Mas Arga berselingkuh saja mungkin dia tidak akan sanggup dan sakitnya akan kambuh, apalagi jika papa sampai tahu aku memiliki hubungan gelap denganmu!"

‎‎"Aku mohon mengertilah, Ren. Aku bisa kehilangan kalian berdua dari hidupku, tapi aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku jika sampai terjadi sesuatu dengan papaku," wajahnya tertunduk dalam-dalam, penuh dengan keputusasaan.

‎‎Rendra menatap Nara lama, lalu tiba-tiba menarik tubuh wanita itu masuk ke dalam pelukannya yang erat. Dia menekan wajah Nara tepat di dada bidangnya, seakan ingin menyatukan getaran mereka berdua.

‎‎"Shhh... sudah. Sudah..." suara Rendra berubah drastis, kembali menjadi suara yang lembut, parau, dan penuh penyesalan. Tangannya mengusap punggung Nara naik turun dengan penuh kasih sayang.

‎‎"Maafkan aku... maafkan aku ya..." bisik Rendra tepat di telinga Nara. "Aku kehilangan kendali. Aku takut kalau kamu benar-benar minum obat itu, kamu akan menjauh dariku. Aku takut kehilangan kamu, Nara."

‎‎Nara diam di dalam pelukannya, air matanya terus mengalir membasahi kemeja Rendra, tapi tubuhnya yang semula menolak perlahan mulai lemas. Rasa bencinya, rasa takutnya, bercampur menjadi satu dengan rasa nyaman yang aneh yang hanya bisa diberikan oleh pelukan pria ini.

‎‎"Kamu tahu kan betapa aku mencintaimu? Lebih dari siapapun," lanjut Rendra lembut, kali ini tangannya beralih mengusap pipi Nara dan mengusap air mata disana dengan ibu jarinya. "Aku tidak mau memaksamu, tapi aku juga tidak mau berbagi. Dan soal papa kamu, kita bicarakan pelan-pelan ya hubungan kita ini pada mereka."

‎"Aku tahu ini tidak mudah, Nara. Tapi percayalah padaku. Akan aku pastikan segalanya berjalan sesuai keinginan kita." Rendra mengecup kening Nara lama, menenangkan gejolak yang ada di dalam diri wanita itu.

‎‎Nara tak menjawab, tangannya perlahan melingkar di pinggang Rendra, mencengkram erat bagian belakang jas yang dikenakan oleh pria itu. Saat ini, dia benar-benar tidak bisa berfikir dengan jernih.

‎Tanpa mereka sadari, seseorang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan. Zoya duduk di dalam mobilnya dengan wajah bingung dan penasaran. Rendra yang biasanya dia kenal dingin dan susah didekati wanita, kini justru sedang berpelukan dengan seorang wanita di pinggiran jalan.

‎‎"Siapa wanita yang bersama Rendra itu? Apa aku kenal?"

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!