Indonesia
NovelToon NovelToon
Hanya Istri Sementara

Hanya Istri Sementara

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Rumah Tangga / Obsesi
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi F. Sari

Ainun terpaksa menggantikan kakaknya, Liona, untuk menikah dengan Sagara Jeno Dirgantara. Namun, pernikahan itu justru membuatnya hidup dalam siksaan fisik dan batin.

Saat mengetahui dirinya hamil, Ainun memilih menyembunyikannya. Ia hanya punya satu tujuan: pergi dari Sagara dan membawa anaknya bersamanya.

Ketika Liona kembali, Ainun mengira inilah kesempatan untuk bebas. Namun, ia baru menyadari bahwa sejak awal, Sagara bukan sekadar menginginkannya. Pria itu terobsesi kepadanya.

Akankah Ainun berhasil lepas dari Sagara, atau justru kembali terperangkap dalam obsesinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi F. Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Hari Menjelang Pernikahan

Hari demi hari berlalu sejak Ainun meninggalkan rumah Sagara.

Kehidupannya bersama Laras perlahan mulai menemukan ritme baru. Pagi diisi dengan pekerjaan rumah dan membuat kue, sedangkan sore digunakan untuk beristirahat atau membantu Laras mengurus berbagai keperluan.

Namun, ada satu hal yang terus mengikuti Ainun ke mana pun ia berada.

Berita tentang Sagara dan Liona.

Pernikahan keduanya menjadi perbincangan hangat di berbagai portal berita dan media daring. Hampir setiap hari, wajah Sagara dan Liona muncul di layar ponsel dengan berbagai pemberitaan mengenai persiapan pernikahan mereka.

Semakin hari, berita itu justru semakin ramai.

Hingga tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat.

Kini tinggal dua hari lagi sebelum pernikahan Sagara Jeno Dirgantara dan Liona Sandra digelar.

Pagi itu, Ainun duduk di meja dapur dengan kedua tangan sibuk mengolah adonan kue. Tepung menempel tipis di jemarinya, sementara pandangannya sesekali beralih kepada ponsel yang diletakkan tidak jauh dari tempatnya.

Berita yang sama kembali muncul di layar.

Pernikahan Mewah Sagara Jeno Dirgantara dan Liona Sandra Tinggal Dua Hari Lagi.

Ainun hanya terdiam. Jemarinya terus mengaduk adonan, seolah judul berita itu bukan sesuatu yang perlu dipedulikannya.

“Ainun, kamu nggak bosan mendengar berita itu?” tanya Laras dari samping.

Ainun menghentikan gerakannya sejenak, lalu menoleh.

“Mau bagaimana lagi, Ras?” jawabnya pelan. “Semua platform daring terus memberitakan pernikahan mereka. Berita di televisi juga begitu.”

Laras menghela napas.

“Iya, sih.” Ia menggeleng kecil. “Memang gila banget pria itu.”

Ainun tidak menjawab. Ia kembali memusatkan perhatian pada adonan di hadapannya.

Beberapa saat kemudian, Ainun berdiri dan berjalan menuju lemari. Ia membuka pintunya, lalu memeriksa satu per satu bahan yang tersimpan di dalam.

Tangannya berpindah dari satu rak ke rak lainnya.

“Ras, sepertinya kita harus belanja,” panggil Ainun. “Tepung sama telur sudah hampir habis.”

“Catat saja,” sahut Laras. “Biar aku yang beli.”

Ainun menutup pintu kulkas, kemudian menatap sahabatnya.

“Iya. Tunggu sebentar. Aku catat dulu.”

Ia berjalan menuju meja makan dan mengambil buku catatan beserta pena.

Satu per satu bahan yang hampir habis ditulisnya.

“Tepung terigu protein rendah tujuh kilogram, tepung protein tinggi lima kilogram, telur tiga peti, vanili cair...” gumam Ainun sambil menulis.

Setelah selesai, ia membuka dompet dan mengambil beberapa lembar uang. Uang tersebut kemudian diselipkannya di antara lembaran catatan yang baru saja dibuat.

Laras mengambil catatan itu.

“Belinya di langganan kita, kan?”

Ainun mengangguk. “Iya. Kalau tutup, beli saja di pasar rakyat.”

“Oke.”

Laras memasukkan catatan dan uang tersebut ke dalam tasnya.

“Aku berangkat, Ai. Assalamu'alaikum.”

“Wa'alaikumussalam.”

Laras berbalik dan berjalan menuju pintu.

Ainun hanya berdiri di tempatnya. Tatapannya mengikuti punggung Laras hingga wanita itu menghilang di balik pintu.

Klik.

Pintu kembali tertutup. Rumah itu mendadak terasa lebih sunyi.

Ainun mengembuskan napas pelan, kemudian kembali duduk di kursinya. Tangannya meraih ponsel yang sejak tadi tergeletak di atas meja.

Layar kembali menyala.

Berita tentang pernikahan Sagara dan Liona masih memenuhi halaman utama.

Ainun menatapnya beberapa detik. Jarinya kemudian menggeser layar ke atas.

Tidak tahu mengapa, tetapi setiap kali melihat nama pria itu, ada sesuatu yang terasa berat di dalam dadanya.

Ainun mengunci layar ponselnya.

Kali ini, ia memilih kembali mengurus adonan di hadapannya.

Sementara itu, di tempat lain, rumah keluarga Abimana dipenuhi berbagai kiriman. Gaun, aksesori, hingga perhiasan yang sebelumnya hanya bisa ia lihat melalui katalog kini mulai memenuhi kamarnya.

Di dalam kamar, Liona berdiri di hadapan sebuah kotak besar yang baru saja dibuka.

Matanya langsung berbinar ketika melihat benda yang berada di dalamnya.

Mahkota Cambridge Lover's Knot.

“Cantik sekali...” gumamnya.

Dengan hati-hati, Liona mengangkat mahkota tersebut. Jemarinya menyusuri setiap detail hiasan sebelum ia memasangnya di atas kepala.

Setelah merasa posisinya sudah tepat, Liona berjalan menuju cermin.

Langkahnya terhenti tepat di hadapan pantulan dirinya sendiri.

Mahkota itu berkilauan di bawah cahaya lampu kamar. Rambut yang ditata rapi membuat Liona tersenyum puas.

Ia memiringkan kepala ke kanan dan kiri.

“Benar-benar seperti seorang putri.”

Senyumnya semakin lebar.

Pandangan Liona kemudian beralih kepada gaun yang tergantung di dekat lemari. Gaun itu dirancang khusus oleh desainer ternama untuk hari pernikahannya dengan Sagara.

Ia membayangkan bagaimana dirinya nanti berjalan menuju altar dengan gaun tersebut.

‘Sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Sagara.’

Jantungnya berdebar membayangkan hari itu.

Liona kemudian meraih ponsel yang tergeletak di atas meja rias. Ia membuka kamera, lalu mengarahkan lensa ke cermin.

Satu foto diambil.

Liona memeriksanya beberapa detik sebelum tersenyum puas.

Ia segera membuka media sosial miliknya dan mengunggah foto tersebut.

Jemarinya mengetik sebuah keterangan di bawah foto.

‘Terima kasih, Bebe. Mahkotanya sangat indah. Nggak sabar menunggu hari itu tiba.’

Liona menekan tombol unggah.

Tidak sampai beberapa detik, berbagai notifikasi mulai bermunculan.

Ia tersenyum sambil membaca beberapa komentar yang masuk.

Liona kembali menatap pantulan dirinya di cermin.

“Mereka harus tahu kalau aku wanita paling beruntung yang akan menjadi Nyonya Sagara.”

Tangannya menyentuh mahkota di kepalanya.

Senyum puas kembali terukir di bibirnya.

Namun, di tengah hiruk-pikuk persiapan tersebut, Sagara justru masih tenggelam dalam pekerjaannya.

Di ruang kerja yang luas, pria itu duduk di balik meja dengan tatapan tertuju pada layar monitor. Jemarinya sesekali bergerak di atas papan ketik, menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum tuntas.

Klek.

Suara pintu terbuka membuat Sagara menghentikan gerakannya. Tatapannya segera beralih ke arah pintu.

Liam masuk sambil membawa beberapa dokumen.

“Ada apa?” tanya Sagara tanpa mengalihkan pandangan terlalu lama.

Liam berjalan mendekat dan berhenti di depan meja.

“Beberapa platform daring dan media cetak meminta biaya tambahan, Pak.”

Sagara terdiam sejenak. Ia membuka laci meja, lalu mengambil beberapa lembar foto Liona yang sudah disiapkan sebelumnya.

Foto-foto itu disodorkannya kepada Liam.

“Cetak sebanyak-banyaknya,” ucap Sagara tenang. “Lalu undang para wartawan untuk datang ke acara pernikahan ini.”

Liam mengambil foto-foto tersebut. Keningnya sedikit berkerut.

“Saya mengerti maksud Anda, Pak Sagara. Tapi bukankah langkah itu cukup berisiko?”

Sagara menyandarkan tubuhnya pada kursi.

“Sudah saya pikirkan risikonya, Liam.”

Tatapannya mengeras ketika mengingat kejadian beberapa waktu lalu.

“Ini karena wanita itu terus mengusikku. Dia bahkan berani membebaskan Ainun dari kamarnya.”

Jemarinya mengetuk permukaan meja sekali.

“Kalau dia ingin bermain seperti itu, aku akan membalasnya dengan sesuatu yang jauh lebih besar.”

Liam mengangguk pelan. “Baik, Pak. Saya mengerti.”

“Kembalilah bekerja,” ujar Sagara. “Lakukan semua yang mereka minta.”

“Baik, Pak Sagara.”

Liam berbalik. Suara langkahnya perlahan menjauh sebelum pintu kembali tertutup.

Klek.

Keheningan kembali memenuhi ruangan.

Sagara menyandarkan punggungnya pada kursi selama beberapa saat. Kemudian, ia bangkit dan berjalan menuju jendela besar di belakang meja kerjanya.

Dari sana, gedung-gedung tinggi terlihat memenuhi pandangan.

“Jangan salahkan aku, Liona,” gumamnya pelan.

Klek.

Suara pintu kembali terdengar. Sagara melihat pantulan samar seseorang dari kaca jendela.

Ayahnya.

“Kenapa kamu masih bekerja?” tanya Bastian dari belakang. “Bukankah seharusnya kamu di rumah untuk mempersiapkan diri?”

Sagara tersenyum miring. Tangannya terangkat untuk melonggarkan dasi yang terasa menyesakkan leher.

Ia kemudian berbalik.

“Bukankah kalau aku hanya berdiam diri di rumah, sama saja aku tidak berguna?” balasnya. “Lagipula, semuanya sudah selesai.”

Bastian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Setelah pernikahan selesai, kamu harus menceraikan Ainun,” katanya tegas. “Jangan sampai orang-orang menganggap Liona sebagai orang ketiga dalam pernikahan kalian.”

Sagara tidak langsung menjawab.

“Tujuan Ayah datang ke sini sebenarnya apa?” tanyanya justru.

“Memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.”

Sagara mengembuskan napas pelan. Ia berbalik kembali menghadap jendela.

Pantulan wajahnya terlihat samar pada kaca.

‘Bercerai?’ sudut bibirnya terangkat tipis. ‘Konyol. Itu tidak akan terjadi.’

Tatapannya kembali mengarah pada gedung-gedung di kejauhan.

‘Aku justru punya rencana lain.’

Tangannya mengepal perlahan di sisi tubuh.

‘Tunggu saja sampai semuanya selesai. Setelah itu, aku akan kembali fokus mencari Ainun, wanitaku.’

1
Rahmawati Amma
wah klu benar jadi nikah sama si faizan kayanya aku mundur bacanya maksud hati ingin kasih koin tapi klu gini ceritanya aku mundur aja deh bacanya caow aku masih berharap chong ma balikan( SAGAR) 😭😤
Silvi Febiola: maaf ya kak, sudah ngecewain.
total 1 replies
Rahmawati Amma
weh thor chong ma mana harusnya kan udah bebas balikan sama chong ma aja kayanya ngak suka aku dengan faiz 😡😤 tapi chong ma nya udah berubah lebih baik benar2 baik dari sebelumnya hidup chong ma (sagara)si liam ibaratnya lee jaha kan kaki tangan chong ma ngak kala sadis wa ha..ha...ha. 🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
fiks sagara kaya leluhurnya chong ma sadis tapi melindungi org terkasih sama chong ma sama2 sadis tdk pandang jenis kelamin mau perempuan mau laki klu ada yg gangu atau deketin babat abis tapi saya suka thor itu si sagaranya jangan terlalu sadis thor kaya chong ma aja ama mohyong sadis banget 😭😭😭😭
Linda: kalau saran saya jgn buat pisah sagara dgn ainun buat lah sagara sadar
total 1 replies
Linda
kalau saran saya ainun dn sagara jgn buat pisah bagi sagara sadar dan biar nanti dia hidup bahagia dgn keluarganya, dan laras dgn pak faisan
falea sezi
😒 bapak sama anak sama bejatnya g rela q si bangke ini ama ainun
falea sezi
😒laki bangke
Rahmawati Amma
kaya leluhurnya cheon ma sadis babget😭
falea sezi
moga bisa pergi. laki menjijikkan
Rahmawati Amma
aku meng hargai karyamu thor tapi terlalu kelam kapan bahagianya klu begini ceritanya 😭😭😭
Rahmawati Amma
kenapa terlalu drak thor😭😭😭
Rahmawati Amma
oh... ternyata mas saganya🤭🤭🤭
falea sezi
bkin ainun cerai Thor 🤣🤣 laki menjijikkan hukum itu ya di hukum cambuk bukan hukum ngeweee😒
falea sezi
🤣🤣 kn emank bejat g akan bisa berubah
Datu Zahra
apaansih Sagara, jijik banget.
Datu Zahra
kebanyakan pelakor, Liona belom beres, nongol Alif. terlalu ruet
Ais
sebenarnya saraga sm bapaknya ini sm"hyper kayaknya jijik tp kok ditiduri jg perempuan yg udah nyakitin istrinya aku pikir alif pelacur ini bakalan disiksa dlm artian disiksa bnr bkn disiksa dlm tanda kutip trus laras lihat kejadiannya apakah laras jg bakalan jd mangsa sagara berikutnya kasihan ainun kata aku seh smoga ainun cepat tau jd bs kabur sm anaknya jng smp rantai setan ini jg mengikat prilaku aksara anak ainun mau sebaik apa ibunya klo bapaknya hyper dan iblis anak jg pst akan kebawa namanya buah ngak akan jatuh jauh dr pohonnya
merry
jgn bgtt ainum sm bu Lina sm dm disiksa,, trss di selingkuh in lgg,, cb mrk bersatu hancurin ank Bpk iblis itu,, bastian tdrin mantan mantu ya eee anky selingkuh dgn alif ud gk bs dijadiin suami itu,, curi kek yang bu Lina trs pergi keluar negeri gt
dika edsel: klo bisa ainun dibuat mati aja...sad ending lbh baik..,ini novel bner2 di luar logika org waras
total 2 replies
Ila Latifah
jangan sampai ainin menderita lagi hara2 si alif bkin ulah. kasian bu lina. mamamnya sagara
Ila Latifah
masih 1 tipe. banyak tokoh jahatnya
Ila Latifah
menjijikan. dimakan bapaknya untuk dimikahi anaknya. anak tiri?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!