Indonesia
NovelToon NovelToon
Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Terjebak dalam novel yang pernah dibacanya, Lina terbangun sebagai pelayan istana di Kerajaan Valdoria sebuah dunia modern yang dipenuhi teknologi canggih namun tetap dikuasai oleh sistem monarki absolut. Sebagai wanita yang sangat mata duitan, tujuan Lina sederhana: kumpulkan uang sebanyak mungkin lalu kabur untuk hidup bebas. Sayangnya, rencana kabur itu terhambat ketika ia terus terseret intrik istana dan berhadapan langsung dengan Putra Mahkota Lucien. Pangeran dingin dan disegani itu secara misterius hanya bisa mendengar isi hati Lina sebuah keanehan khusus yang tidak berlaku pada orang lain. Di saat Lina berakting sopan dan penurut di luar, batinnya terus menggerutu, sibuk menghitung uang, dan merencanakan kabur. Lucien yang lelah dengan kebohongan orang-orang di sekitarnya justru merasa terhibur dengan suara hati Lina yang jujur dan serakah, membuat sang pangeran sengaja mengikat Lina di sisinya agar tak bisa pergi ke mana-mana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Keesokan harinya, sebelum fajar benar-benar menyingsing di Ufuk Timur, penthouse pribadi Lucien sudah sibuk dengan persiapan keberangkatan rahasia.

Eliana berdiri di depan cermin besar, mengamati penampilannya. Ia kini mengenakan pakaian ala penjelajah gunung modern celana kargo tahan air berwarna hijau zaitun, kaus tembus udara berlapis jaket windbreaker cokelat tanah, serta sepatu boots mendaki yang kokoh menyangga pergelangan kakinya. Ransel sedang berisi perlengkapan darurat melingkar rapi di punggungnya.

Di sebelahnya, Lucien tampil sangat berbeda dari balutan jas resminya. Pangeran Mahkota itu mengenakan setelan mendaki serba hitam yang pas di badan, menonjolkan bahunya yang lebar dan tubuh tegapnya. Pakaian sederhana itu sama sekali tidak melunturkan aura keagungan dan ketampanannya.

Kenneth yang berdiri di dekat pintu garasi bawah tanah menatap mereka berdua dengan raut wajah amat cemas dan tidak tenang. Tangannya memegang kunci mobil off-road yang siap mengantar mereka ke kaki gunung.

"Yang Mulia... Eliana... Apakah kalian benar-benar yakin hanya akan pergi berdua saja?" tanya Kenneth dengan nada khawatir yang sangat jelas. "Jalur Pegunungan Ardent terkenal rawan musibah dan cukup terpencil. Setidaknya biarkan saya atau dua prajurit elit mendampingi dari jarak aman."

Eliana memutar tubuhnya, mengacungkan jempol dengan raut wajah penuh percaya diri. "Aman, Kapten Kenneth! Saya yang bakal jadi penunjuk jalannya. Luka di perut saya juga udah nggak kerasa sakit lagi, kok!"

Namun, di balik jawaban vokalnya yang begitu mantap, jeritan batin Eliana meledak gila-gilaan di dalam kepalanya yang mana langsung ditangkap dengan sangat jernih oleh indra pendengaran batin Lucien.

"TENTU SAJA GUE YAKIN, KAPTEN!" jerit Eliana histeris di dalam hatinya, matanya berbinar-binar membayangkan tumpukan uang. "DEMI 100 MILIAR RUPIAH TUNAI BEBAS PAJAK! Siapa juga yang mau nolak?! Boro-boro mendaki gunung, disuruh membelah lautan api juga bakal gue jabanin demi jadi orang kaya di dunia asli! Pokoknya misi ini harus berhasil!"

Lucien yang berdiri tepat di samping Eliana harus berusaha keras menahan kedutan di sudut bibirnya demi menyembunyikan rasa gelinya. Pangeran Mahkota itu melirik gadis di sebelahnya yang tampak begitu terobsesi dengan uang seratus miliar yang selalu ia sebut-sebut.

"Kita pergi berdua agar tidak memancing kecurigaan radar atau mata-mata istana, Kenneth," ujar Lucien tegas, menepuk bahu kapten kepercayaannya itu. "Tetap di kota dan pantau setiap pergerakan Seraphina serta Raja."

"Baik, Yang Mulia. Berhati-hatilah," balas Kenneth akhirnya menyerah dan membungkuk hormat.

Eliana menepuk kedua tangannya penuh semangat. "Sip! Ayok, Pangeran! Kita berangkat sekarang!"

Setelah menempuh perjalanan darat selama tiga jam menggunakan mobil off-road yang dikemudikan Lucien hingga ke batas vegetasi terluar, mereka akhirnya memulai pendakian menyusuri celah Lembah Ardent.

Kabut tipis menyelimuti pepohonan pinus yang menjulang tinggi, dan suara gemericik air sungai terdengar samar-samar di kejauhan. Jalur setapak yang dipandu oleh sistem kucing imut (yang terus berlari-lari kecil di depan Eliana tanpa terlihat oleh Lucien) ternyata cukup bersahabat.

Namun, baru tiga puluh menit berjalan kaki, sifat asli Eliana yang tidak bisa diam mulai kumat. Untuk membunuh kekakuan dan keheningan hutan, Eliana mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan konyol kepada Pangeran Mahkota yang berjalan santai di sampingnya.

"Pangeran..." panggil Eliana, melompati sebuah akar pohon besar dengan lincah.

"Hmm?" sahut Lucien pendek, meliriknya pelan.

"Kalau nanti Pangeran udah jadi Raja Valdoria yang sah dan super kaya raya... kira-kira Pangeran bakal tetap suka makan sup kentang yang suka saya bikin di penthouse gak?" tanya Eliana dengan polosnya.

Lucien menyunggingkan senyum tipis. "Kenapa bertanya seperti itu? Masakanmu tidak ada hubungannya dengan jabatanku."

"Ya kan siapa tahu!" celoteh Eliana lagi, tangannya mengayun-ayunkan ranting kayu kecil yang ia temukan di jalan. "Nanti kan koki istana ada ratusan, masakannya daging kaviare atau steak emas. Mana level lagi makan sup buatan mantan pelayan."

"Padahal kalau gue balik ke dunia asli membawa 100 miliar, gue bakal beli restoran bintang lima sendiri, anjay!" tambah batin Eliana girang.

Lucien menghembuskan napas pelan, mengamati cara jalan Eliana yang santai. "Selama kau yang memasaknya, aku akan tetap memakannya."

Eliana tersentak pelan, pipinya mendadak terasa hangat mendapat jawaban yang cukup manis itu. Namun, ia buru-buru mengalihkan pembicaraan dengan pertanyaan yang lebih konyol.

"Eh, Pangeran! Satu lagi!" seru Eliana menunjuk ke atas pohon. "Kalau misal di tengah gunung begini tiba-tiba kita ketemu beruang raksasa yang bisa bahasa manusia, Pangeran bakal ngajak dia negosiasi politik atau langsung ditusuk pakai pedang?"

Lucien menghentikan langkahnya sejenak, menatap Eliana dengan raut wajah heran sekaligus terhibur oleh imajinasi liar gadis itu.

"Aku akan melemparmu ke beruang itu sebagai umpan agar aku punya waktu untuk mencabut pedang," balas Lucien datar dengan kilatan usil di matanya.

"IH! TEGANYA!" pekik Eliana berpura-pura terkejut sambil menutupi dadanya. "Pangeran jahat banget! Pelayan setia kayak saya malah mau dijadiin camilan beruang!"

"Dasar pangeran dingin tengil!" umpat Eliana dalam hati, menyipitkan mata. "Awas aja nanti kalau ketemu pengawasnya, gak bakal gue kasih bagian dari 100 miliar gue!"

Mendengar gerutuan batin Eliana, tawa rendah yang amat renyah dan jarang terdengar akhirnya lolos dari tenggorokan Lucien, menggema halus di antara pepohonan Pegunungan Ardent.

1
Hadi Mulyono
cerita menarik tp endingnya kaya blm selesai menggantung ..p
Hadi Mulyono
terharu
Hadi Mulyono
ternyata begitu rencana lucian kirain di pesta bareng rosaline
Hadi Mulyono
hello ...kan pangeran mati ..author jd ikut amnesia
Anonim
Selama lanjutnya
Diah Al Khalifi
kepd an🤣🤭😅
Anne
eliana,jantung aman???
Azura75
Pepet trs Lucien, jgn kasih kendor.... 🤣🤣
aku
gimana???? kan pangeran MATI ditusuk. kok malah pasangan??
aku
ke'PD'annya level dewa ya bun 🤣🤣
Azizah
semangat terus kak author, ku tunggu up nya😘😘
Anne
kopi thor... biar tmbh semangat up... 🙏😍
Uthie
Lanjut menyimak 👍😁
Uthie
Pas.. lagi seneng cerita yg soal bisa membaca Pikiran 😁👍👍👍
Noveni Lawasti Munte
kurang jeli nih si pangeran mahkota masa ga da pengawal bayangan untuk eliana🙄
Inez Putri
gmn nasibnya alianaa... smga slmat
JasmineA
mereka keluar istana terus adik nya Lucien si Althea gi mana? masa ditinggal sm predator sih...kasian pasti dia depresi gara2 kakak nya meninggoy
Nyai mardianti
ka aku Suka bangat sama novel kaka yg satu ini apakah ini masih on going
Retno Isma
ini kerjaan modern kan. kenapa ga pake lampu aja. masih pake obor Kya jaman purba.
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!