Indonesia
NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:557
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

permainan diatas sofa tua

Suasana di dalam ruang tamu kecil itu terasa kian sunyi, hanya menyisakan deru pelan dari kipas angin dinding yang berayun ke kiri dan ke kanan. Vani sudah terkulai pasrah di ujung sofa, tak sadarkan diri sepenuhnya akibat pengaruh cairan maut tersebut. Rico melangkah perlahan, mendekati posisi Ibu Mita yang kepalanya sudah mulai bersandar layu di bantalan kursi.

"Kalau Ibu berkenan... di sini juga ada kamar tamu, Bu. Kasurnya cukup nyaman untuk istirahat," kata Rico menawarkan dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, mencoba memancing sang bos besar agar masuk ke dalam area eksekusi yang sesungguhnya.

Mita yang matanya sudah setengah terpejam, memberikan respons dengan suara yang terdengar lemah dan berat. "Enggak usah... terlalu merepotkanmu co..." gumam Mita, memainkan perannya dengan sangat luar biasa.

"Ah, enggak apa-apa, Bu. Yang lain biasanya kalau main ke sini juga gitu kok kalau kelelahan.

Aman... aman kok di sini," desak Rico lagi, memberikan jaminan keamanan palsu.

Jantungnya berdegup kencang menantikan umpan itu disambar.

Mita perlahan membuka kelopak matanya sedikit, melirik ke arah Vani yang sudah terlelap di sampingnya. Dia sengaja menunda keputusannya, seolah ingin menguji sejauh mana kelicikan karyawan barunya ini bekerja.

"Lalu... asistenku gimana?" tanya Mita, menanti jawaban jujur dari bibir Rico.

Mendengar pertanyaan itu, Rico buru-buru memutar otak agar rencananya memisahkan Mita tidak terganggu.

"Owh... kalau Mbak Vani bisa kita biarkan saja tidur di sofa ini, Bu. Nanti kalau sengaja aku angkat atau aku pindahkan ke kamar sebelah, takutnya malah ngebangunin dia," kata Rico sambil melempar senyuman manis buatan yang tampak sangat perhatian.

Mita menyunggingkan senyuman tipis yang sangat samar di balik wajah lemasnya.

'kamu terlalu licik, Bocah,' batin Mita mencemooh.

Dia kini tahu betul bahwa Rico sengaja ingin mengisolasi dirinya di dalam kamar sepi tanpa ada saksi mata.

Mita mengembuskan napas perlahan, lalu mencoba menegakkan sedikit punggungnya seolah-olah mengumpulkan sisa kesadaran terakhirnya.

"Hm... makasih co. Sepertinya... aku mau pulang saja sekarang. Rasa kantukku sudah tidak tertahankan," kata Mita menolak halus, bersiap memancing gerakan nekat berikutnya dari Rico.

Rico seketika panik mendengar keputusan Mita yang ingin pulang. Rencana besarnya terancam bubar berantakan jika Mita keluar dari rumah ini sekarang.

"Lalu... Mbak Vani gimana, Bu?" tanya Rico terburu-buru, menunjuk sekretaris yang pingsan.

"Beliau kan tidak mungkin bisa menyetir atau berjalan dalam kondisi seperti ini."

"Ya... bangunin..." jawab Mita dengan nada suara yang kian lirih dan serak.

Namun, tepat setelah berkata seperti itu, tubuh Mita tampak kehilangan seluruh kekuatannya. Kepala Mita terkulai lemas ke samping, dan Mita pun mulai merosotkan tubuh anggunnya di atas kursi sofa tua tersebut.

Kedua matanya perlahan mulai terpejam rapat, napasnya diatur teratur, meniru persis kondisi orang yang baru saja kehilangan kesadaran akibat bius dosis tinggi.

Melihat pemandangan di depan matanya di mana gelas es teh manis sudah kosong melompong dan kini tubuh Ibu Mita sudah terkulai tidak berdaya berdampingan dengan Vani.

seluruh kekhawatiran di dada Rico lenyap seketika. Sorot matanya berubah menjadi penuh kemenangan dan nafsu liar yang membara.

"Hehe... akhirnya..." kata Rico dengan suara berbisik yang sarat akan kelicikan, senyuman puas terukir lebar di wajahnya.

Rico melangkah maju , berdiri tepat di hadapan tubuh Mita yang sedang "pingsan".

Dia menggosok kedua telapak tangannya yang dingin karena adrenalin yang memuncak hebat. Rico merasa seluruh dunia dan masa depannya di PT Golden kini sudah berada di dalam genggaman tangannya.

Tanpa membuang waktu lagi, tangannya mulai terulur maju, bersiap menyentuh pundak halus sang bos besar untuk menggendongnya masuk ke dalam kamar tamu, sama sekali tidak menyadari bahwa di balik pintu gerbang rumahnya yang sunyi, mobil sedan mewah Mita beserta para pengawal bertubuh kekar sudah berada di posisi siaga, hanya menanti satu gerakan darinya untuk menghancurkan seluruh hidupnya dalam sekejap mata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!