Indonesia
NovelToon NovelToon
One Night Stand With My CEO

One Night Stand With My CEO

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Mafia / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / CEO / Tamat
Popularitas:25.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dhea Novita

[TERBIT NOVEL]

Demi sebuah kontrak kerjasama mereka harus mendapatkan tanda tangan pria tua menyebalkan. Selain menyebalkan pria tua itupun berpikiran kotor, ia memasukkan obat pada minuman Alicia, melihat ada yang janggal Richard berusaha menemukan celah keluar agar mereka berdua bisa segera terlepas dari perangkap pria tua itu.

Namun tak disangka, malam itu pun menjadi cinta satu malam yang susah dilupakan oleh Richard, malam terindah yang pernah ia dapati bersama perempuan yang belum pernah ia pikirkan sebelumnya.

Disetiap pertemuannya dengan Alicia pun membuat Richard selalu menginginkannya lagi dan lagi. "Kau milikku, dan kau tidak akan pernah bisa lepas dariku!"

CEO Series #1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal?

[Ma. Aku pulang duluan, ada sesuatu yang penting] Richard memberikan pesan singkat dan langsung berjalan dengan gagahnya keluar dari restoran. Ia harus menyiapkan segala sesuatu untuk malam yang indah ini.

°°°

Richard keluar dari kamar mandi dengan jubah handuk berwarna hitamnya. Ia melirik sekilas selembar cek yang Alicia minta, bibirnya tersenyum miring, kini hanya beberapa menit lagi semua yang sudah lama ia bayangkan akan terwujud.

Richard mengeluarkan wine terbaik dan menyimpan 2 gelas flute di mini bar nya. Ia benar-benar sudah mempersiapkan ini semua dengan sesempurna mungkin. Hanya menunggu orang suruhannya datang membawa Alicia dengan pakaian yang ia pesan dan Richard akan membebaskan rasa penasarannya.

Suara bel membuat hati Richard bertambah semangat, ia berjalan dan membuka pintu apartemen. Alicia berdiri dengan jaket tebal yang membungkus tubuhnya.

"Ayo masuk." Alicia masuk dengan perlahan, ia memperhatikan apartemen milik Richard. Sangat berbeda jauh dengan miliknya. Jika dari penilaian, apartemen nya di beri nilai 1 dan apartemen milik Richard diberi nilai 100. Tirai tipis yang menutup jendela besar sedikit memperlihatkan bayangan yang ada dibaliknya, Alicia yakin ada pemandangan kota yang indah jika tirai itu di buka.

"Kita duduk terlebih dahulu." Richard merangkul bahu Alicia dan mendudukkan pada kursi bar, mereka berhadapan, Richard menuangkan cairan bening dari botol ke dua gelas diatas meja bar.

"Ini bisa membantu mu relax dan menghangat mu." Alicia yang baru menyadari Richard hanya mengenakan jubah handuk bertambah gugup. Perlahan ia mengambil gelas itu dan meminumnya. Rasa panas menjalar ke tenggorokan nya.

"Kau sangat cantik." Richard menyelipkan rambut Alicia kebelakang telinga wanita itu, wajahnya benar-benar cantik yang natural.

"Bisa kah kita melakukan nya sekarang?" Tanya Alicia. Ia ingin segera kembali dan membayar Rumah sakit agar mamahnya bisa dipindahkan keruang inap yang layak. Ia juga tak ingin lama-lama berduaan dengan Richard, ia takut terpesona dan terperangkap oleh sosok tampan dihadapannya. Perlakuan Richard selama ini saja sudah membuatnya luluh, jika bukan karena bayangan iblis itu sudah pasti Alicia akan dengan senang hati memberikan tubuhnya.

"Ya. Aku pun sudah tidak sabar Alicia." Bisik Richard, wajah pria itu mendekat dan menyusuri halus leher Alicia.

"Aku suka wangi mu." Bisikan itu sangat lembut ditelinga Alicia. Ia memejamkan matanya dan mulai mengikuti nalurinya, berusaha tenang dan menikmati semuanya.

Alicia membuka matanya saat Richard menjauhkan wajahnya. Pria itu berdiri dan menarik halus tangan Alicia, mengiringnya kesebuah ranjang besar dan mewah.

Alicia berdiri menatap ranjang itu dengan perasaan ngilu, jika ini atas dasar suka sama suka mungkin akan lebih baik, namun ini semua hanyalah atas dasar Alicia menjual dirinya sendiri pada Richard. Pria itu kini dibelakangnya, membuka jaket tebal Alicia dan menjatuhkannya kesembarang tempat. Kini Alicia hanya memakai baju tidur tipis berwarna hitam, sangat cocok untuk kulitnya yang putih.

Richard bersorak dalam hati, melihat tampilan Alicia dari belakang saja langsung membuatnya bangkit, ia berjalan dan mulai menelusuri bahu terbuka wanita itu, bibirnya menyapu kulit mulus Alicia. Richard memeluk Alicia dari belakang.

"Kau bisa merasakannya bangun Alicia." Bisikan itu membuat wajah Alicia bersemu merah. Ia tau apa yang di maksud.

Mereka kini berhadapan, Richard dengan perlahan mendorong lembut tubuh Alicia, setelah Alicia berlentang di ranjangnya, Richard menindih tubuh Alicia. Bibir mereka saling bertaut, Alicia berusaha sebisa mungkin membalasnya.

Tangan Richard mulai menjelajahi tubuh Alicia, suara memburu Alicia mulai terdengar saat Richard memainkan gundukan kenyal itu, Richard tau Alicia mulai memanas. Ia melepaskan tali jubah dan semakin memberikan sensasi indah pada Alicia.

Setelah dirasa cukup untuk sebuah pemanasan, Richard mengarahkan dirinya pada Alicia. Menatap sekilas wajah Alicia, wanita itu mengangguk dan mengigit bibir bawahnya sendiri, ia menahan sesuatu yang ia pernah rasakan dulu, ia takut rasanya semenyakitkan dulu.

Richard mendekatkan wajahnya, Alicia tau Richard akan memasukinya dan itu membuat Alicia sedikit memalingkan wajahnya.

"Pulang lah."

Apa! Alicia langsung menatap Richard tak percaya, mereka baru pemanasan, bahkan Richard pun belum terlalu lama menyentuh nya.

Tanpa disangka lagi, Richard mencium kening Alicia.

"Terimakasih untuk malam ini, pulang lah, temani ibu mu. Kita masih punya banyak waktu."

"Tapi.." Alicia menggantung ucapannya. Richard turun dari tubuhnya dan mengikatkan kembali jubah handuknya.

"Ambil cek itu. Aku sedang berbaik hati." Richard berjalan menuju mini bar, ia meneguk minuman itu. Richard tak bisa menahan rasa iba nya melihat wajah Alicia, wanita itu membutuhkan uang untuk ibunya, dan ia malah menahan Alicia disini.

"Apa kau serius?" Alicia kini sudah mengenakan jaket tebal itu lagi. Richard mengangguk.

"Aku akan menagihnya dimalam yang lain." Seru Richard. Sedikit senyuman Alicia terlihat diwajah cantik itu.

"Terimakasih, aku akan menepati janji ku. Kapan pun kau mau aku siap." Alicia menundukkan wajahnya dan benar-benar berterima kasih.

"Turun lah ke bawah, akan ada yang mengantarkan mu nanti." Lagi-lagi Alicia menganggukan kepalanya. Ia seperti nya akan mulai jatuh cinta dengan pria dermawan ini.

°°°

guys maaf ya segini dulu. next part aku usahin dipanjangin lagi part nya🥺🥺.

1
rahmawaty
cantikkk sekali mobilnya
rahmawaty
ulalalaa nya kurang hottt thor😅😅
JR Rhna
🤣🤣🤣
Arfano Mauza
pling suka sama cewe bebas tp tau batas👍👍👍
Gktau
Luar biasa
Elly Rasmanawati
/Rose//Rose//Rose/....neh bunga dariku biar othor tambah cemungut...
Elly Rasmanawati
Luar biasa
Patimahhh 123
udah bolak balik tapi tetep sukaaa
Yuni Sufriati
Luar biasa
Neno Arya
happy ending
Neno Arya
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Neno Arya
USA tamat ya Thor
Neno Arya
apapon keadaanya
Neno Arya
nama nya besan ya hr's baik lah..!!
Neno Arya
itulah sifat manusia gk suka liat org LA in bahagia
Neno Arya
iri ya Felly sama Alicia
Neno Arya
seru Justin Dan Jessy
Neno Arya
trs lab berkarys nukha
Neno Arya
APA kira Jessy akan bertemu dgn Justin ya..!!asyik dong
Neno Arya
walau sikon TDK baik alhamdullillah Alicia bs bertemu dgn ayah kandung nya..biar lah marten memetik. buah Dr hasil perbuatanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!