Semaian Dua Arah Cinta
Mengisahkan seorang gadis cantik berhijab dari Negara Indonesia bernama Nazla Asyifa. Ia melakukan studi tour di Negeri Malaysia, Kuala Lumpur mengenai arkeologi di Islamic Arts Museum Malaysia dan beberapa museum lainnya.
Disana Nazla terpisah dari rombongan tidak tahu arah jalan dan tanpa sengaja bertemu dengan pria duda asal Negeri Malaysia bernama Mohd Aiman Abdullah.
Itulah awal pertemuan mereka berdua ketika Aiman membantu Nazla yang tidak tahu arah jalan pulang.
Apakah akan ada cinta yang tumbuh diantara mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idha_Whaty18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Mila
Selamat membaca 🤗
...🌹🌹---🌹🌹...
Keesokan hari tepatnya di hari libur. Seperti yang telah direncanakan oleh Aiman. Bahwa ia akan membawa keluarga Nasy untuk pergi ke pantai. Dengan menyewa sebuah kendaraan mobil penduduk setempat. Aiman akan menyewa mobil tersebut untuk sehari penuh. Untuk tarif penyewaan Aiman lah yang akan membayar.
Hartono dan Halijah sudah bersiap-siap begitu juga yang lainnya. Aiman melarang untuk membawa bekal apapun. Karena ia tidak ingin membuat Halijah kerepotan. Mengenai makanan sudah pastinya sudah tersedia di sana, salah satu restoran. Ketika semua sudah masuk ke dalam mobil.
Tiba-tiba sebuah mobil taksi berwarna biru berhenti tepat di depan rumah Nasy. Aiman dan Nasy yang duduk di depan saling pandang. Begitu juga dengan yang lainnya turut penasaran. Seseorang keluar dari taksi tersebut yang tidak lain adalah Mila. Aiman dan Nasy sontak kaget akan kedatangan Mila.
"Mila." ucap Aiman.
"Ada apa Nak Aiman? Siapa Mila?" tanya Halijah.
Aiman pun keluar dari mobil berdiri menatap Mila. Nasy keluar juga melihat Mila berjalan mendekati Aiman. Mila tanpa rasa malu akan keberadaan orang-orang disekitar. Ia mencium kedua pipi Aiman.
"Sayang...." ucap Mila.
Aiman gerakan cepat mendorong Mila. Mila menoleh dan menatap sinis ke Nasy. Nasy ditatap menundukkan kepala.
"Awak buat apa kat sini?" tanya Aiman.
"I datang nak jumpa you lah, sampai hati you tak bagi tahu I." jawab Mila.
"Buat apa saya nak bagi tahu you, bukan masalah awak pun." ujar Aiman.
"Of course lah you kena bagi tahu I, sebab I tunang you and I berhak tahu you pergi kat mana." sahut Mila.
"Oh...korang nak pergi mana nih ramai bagai." ucap Mila melihat keluarga Nasy di dalam mobil.
"Jaga sikit perangai tu boleh tak?" tegur Aiman.
Halijah dan Hartono pun keluar dari mobil.
"Oh...oke. Hai... Aunty Uncle. Perkenalkan nama saya Mila A. Dato' Hisyam tunang Aiman daripada Malaysia." ucap Mila memperkenalkan diri.
"Iya...Saya Ibu Nasy dan ini Ayah Nasy. Panggil saja Ibu ya." sahut Halijah.
"Oh Ibu, oke. Ramai-ramai ni nak pergi mana sebenarnya?" tanya Mila.
"Kami diajak Nak Aiman pergi jalan-jalan ke pantai." jawab Halijah.
"Oh pantai. Mesti best kan, dah lama juga tak pergi pantai. Tunggu apa lagi jom lah gerak sekarang." ujar Mila.
"Sayang...Jom lah." ajak Mila.
Aiman tanpa bicara dengan wajah judes langsung membuka pintu mobil. Nasy yang kembali membuka pintu depan. Gerakan cepat Mila menghadangnya.
"Kat depan saya punya, you duduk kat belakang ya. Sebab kat depan tu ada tunang I." ucap Mila.
"Mila." tegur Aiman.
"Apa? Kan betul you memang tunang I." sahut Mila.
Nasy mengalah duduk di bangku belakang. Aiman hanya menoleh dari kaca spion saja. Menoleh tajam ke arah Mila tidak suka. Menjalankan mobil menuju ke pantai terdekat. Dalam perjalanan Mila tidak hentinya berbicara. Sedangkan Aiman hanya terdiam fokus menyetir mobil.
Sesekali ia menoleh ke kaca spion melihat Nasy di belakang. Duduk melamun melihat jalanan melalui kaca mobil. Syifa dan Syaifa yang duduk di belakang juga menampakkan wajah tidak suka terhadap Mila.
"Sayang... Sebenarnya kan lepas tahu you kat Indonesia. I langsung order tiket tau, esoknya I terus packing and pukul sepuluh on the way." ujar Mila.
"Cam mana awak tahu I ada kat sini?" tanya Aiman pura-pura tahu.
"I tahu sebab terdengar cakap Shiha kat office you." jawab Mila.
"Buat apa you kat office I?" tanya Aiman lagi.
"Nak jumpa Shiha lah, tanya pasal bila you balik kat Malaysia." jawab Mila.
"Kenapa you cakap, you ada kerja kat luar?" tanya Mila.
"It's not your problem." jawab Aiman pelan.
"Bukan masalah I you cakap, you tahu tak I ni macam orang gila tahu tak. Sebab you tak bagi tahu I and realitynya you pergi kat rumah Nasy." ucap Mila pelan juga.
"I pergi sebab budak-budak." ujar Aiman.
"Budak-budak lagi. Kenapa you kena ikut je kata budak-budak? Lama-lama diorang tu akan manja tau, semua kena ikut semua kena buat." ucap Mila.
"Diorang tu anak-anak saya tau, ikatan kami lebih kuat. Lain dengan awak, bila-bila masa saya boleh putuskan. And awak tak tahu perkara sebenar baik awak diam je, jaga perangai awak tu." ucap Aiman membuat Mila langsung terdiam.
...🌹🌹---🌹🌹...
Mobil yang dikendarai oleh Aiman telah tiba di Pantai Ancol. Aiman turun dari mobil begitu juga yang lainnya. Mila dengan gerakan yang cepat merangkul tangan Aiman. Aiman merasa risih mencoba melepaskan tangan Mila. Tapi tetap saja Mila memegang tangan Aiman dengan erat.
Nasy merangkul tangan Syifa dan Syaifa. Ia hanya menatap Aiman dan Mila yang sudah jalan lebih dulu. Sedangkan Naila jalan beriringan dengan Halijah dan Hartono ikut menjadi risih melihat Mila yang berlebihan. Naila menghampiri dan membisikkan sesuatu ke Nasy.
"Kak...tunangan Cik Aiman sangat berlebihan sekali ya? Cantik tapi tingkahnya seperti ulat bulu." ujar Naila.
"Hush...kamu jangan bicara seperti itu, bagaimana pun Cik Mila adalah tunangan Cik Aiman." sahut Nasy.
Halijah dan Hartono berada di depan jalan lebih dulu. Naila, Nasy, Syifa, dan Syaifa berada di belakang sambil mengobrol.
"Tingkahnya itu loh seperti ada yang mau merebut Cik Aiman saja. Kok bisa ya Cik Aiman memiliki tunangan seperti itu." ucap Naila.
Naila beralih bertanya ke Syifa dan Syaifa.
"Syifa...Syaifa...memangnya kalian mau punya calon Mama seperti itu?" tanya Naila ke Syifa dan Syaifa.
"Tak nak lah, Aunty Mila tu tak sayang kitorang. Dia nakkan Papa je, faktanya sampai tadi tak tegur kitorang pun." ucap Syifa.
"Aa...sempat larang Papa bagi apa-apa kat kitorang pula. Tak nak punya Mama cam Aunty Mila. Kitorang naknya cam Akak Nasy yang sayang kitorang." ucap Syaifa.
"Betul tu, Akak Nasy nak tak jadi Mama kitorang?" tanya Syifa.
"Syifa...Calon Mama kalian itu sudah ada yaitu Cik Mila. Bagaimana pun Cik Mila adalah tunangan Papa kalian. Jadi otomatis Cik Mila akan menjadi Mama kalian. Maaf ya Akak tidak bisa, tapi Akak bisa menjadi Kakak kalian berdua." jelas Nasy.
"Tapi kitorang tak nak panggil Akak dengan Kakak. Hm...kitorang panggil Mama boleh tak. Takkan Akak tak nak, panggilan je kot." ucap Syifa.
Nasy menghentikan langkahnya dan berjongkok ke Syifa dan Syaifa.
"Syifa...dengar sini baik-baik. Boleh saja kalian memanggil Akak dengan sebutan Mama tapi tolong hargai Cik Mila juga ya. Ia pasti marah kalau kalian panggil Akak dengan Mama. Jadi panggil Akak saja ya sayang." ucap Nasy.
"Oke." jawab Syifa dan Syaifa serentak.
Naila, Nasy, Syifa, dan Syaifa menyusul Aiman yang sudah masuk ke Pantai Ancol.
...Bersambung.......
Jangan lupa like, vote, follow, komentar, dan subscribe ya readers semua 🤗
Baca juga yang tidak kalah seru
✅ Takdir Tak Sejalan
Follow me : @Idha_whaty18
Add Friend : IW Dulhadi
thor kemana udah lma banget 😍