Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mas Kawin
Beberapa minggu telah berlalu hingga tibalah saat dimana pernikahan antara pangeran ketiga dengan adik tirinya yang bernama Neli Su pun akan segera berlangsung dua hari lagi, semua itu berawal dari ayah murahannya yang akhirnya memutuskan untuk menanyakan kepada anak tirinya itu apakah ingin menikah dengan pangeran ketiga, mendengar pertanyaan itu Neli Su pun langsung menyetujui pernikahan tersebut tanpa berfikir panjang lagi, karena sebelumnya pelayan pribadi pangeran ketiga telah datang menemuinya secara langsung dan menjelaskan kepadanya mengenai gosip yang sedang hangat dikalangan para bangsawan sembari membawa dua kotak hadiah untuknya sebagai bentuk permintaan maaf juga cintanya.
"Ck ck ck, benar-benar ini yang namanya jika sudah berjodoh tak dapat dipisahkan" ucap Elisa Su di dalam hatinya setelah mendapatkan kabar tersebut dari salah satu pengawalnya, lalu dia pun segera meminta Coco untuk menampilkan kediaman jenderal Su karena dia penasaran dengan dekorasi pernikahan adik tirinya itu "Ternyata dekorasi pernikahannya tak semewah yang aku duga" ucap Elisa Su dengan nada mengeluh, mendengar itu Coco pun terbang dan mengelilingi hostnya itu "Tentu saja dizaman ini dekorasi seperti itu sudah termasuk mewah host, host tolong jangan bandingkan dekorasi zaman ini dengan zaman ribuan tahun yang akan datang benar-benar tak dapat dibandingkan" ucap Coco yang tak puas dengan ucapan hostnya itu, mendengar itu Elisa Su pun hanya mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh.
"Sepertinya adik tiriku itu sudah tak tahan untuk masuk ke kediaman pangeran ketiga sebagai permaisuri, makanya dia dan pangeran ketiga menentukan waktu pernikahan tiga minggu lebih awal dari pada pernikahan pangeran ketiga dengan nona kelima kediaman perdana menteri kiri itu, aku benar-benar tak sabar menantikan keributan yang akan terjadi dikediaman pangeran ketiga nantinya, selain itu aku juga tak sabar untuk melihat pangeran ketiga muntah darah hingga pingsan ketika mengetahui jika seluruh mas kawin ibuku tak jatuh ketangan adik tiriku itu, hahaha pasti itu akan menjadi pertunjukan yang sangat menarik apa lagi salah satu alasan pangeran ketiga memilih untuk menikahi adik tiriku itu adalah mas kawin ibuku yang dikuasai oleh ibu tiriku, untungnya aku sudah lebih dulu mengamankan semua mas kawin ibuku, aku yakin pasti ibu tiri dan adik tiriku yang bodoh itu masih belum menyadari hal itu" ucap Elisa Su sembari tertawa jahat ketika mengingat jika semua mas kawin ibunya telah dibawa semua olehnya dan dia pun tak sabar untuk melihat reaksi dari dua orang itu setelah nanti mengetahui kebenarannya.
"Host host, apa yang host katakan benar mereka berdua memang belum mengetahui tentang mas kawin ibu host yang sudah host bawa semuanya dan mereka berdua telah berencana akan mengambil mas kawin milik ibu host malam ini untuk menghindari kecurigaan siapapun, bagaimana host apakah ingin melihatnya langsung atau host ingin melihat video real timenya saja" ucap Coco yang berhasil membuat Elisa Su pun menjadi lebih bersemangat setelah mendengar berita itu "Tentu saja kita harus menyaksikannya secara langsung selain itu aku juga ingin memberikan beberapa pil penambah umur ini untuk ayah murahan itu" ucap Elisa Su, mendengar itu jenderal Su, pangeran mahkota dan Harun Li yang sedang berada dikediaman mereka masing-masing pun memiliki pemahaman yang sama jika malam ini mereka juga akan menyaksikan pertunjukan itu secara langsung bersama dengan Elisa Su, sehingga pangeran mahkota dan Harun Li pun segera mengirimkan pelayan kepercayaan mereka masing-masing untuk pergi ke kediaman jenderal Su untuk mengabari kunjungan mereka malam ini, mendengar laporan itu dari pelayan pribadinya jenderal Su pun sudah memahami maksud keduanya dan hanya bisa menyetujui kedatangan mereka saja, sehingga dia pun memerintahkan para pelayannya menyiapkan jamuan untuk menyambut keduanya nanti malam.
"Coco bagaimana apakah penyamaranku sudah sempurna" ucap Elisa Su yang kini telah berpakaian serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya bahkan juga wajah cantiknya, melihat penampilan hostnya Coco pun segera menganggukkan kepalanya "Sangat sempurna host bahkan ayah murahan host pun tidak akan mungkin bisa mengenali host lagi" ucap Coco dengan penuh keyakinan, setelah mendengar itu Elisa su pun segera melompati tembok yang ada di belakang kediamannya lalu langsung ke atap paviliun yang merupakan kamar milik ayah murahannya itu, dengan menggunakan ilmu beladirinya yang sangat tinggi tak perlu waktu lama kini dia pun telah berada di atap paviliun milik ibunya dan sengaja membuka satu genteng untuk menyaksikan pertunjukan yang sebentar lagi akan berlangsung, sedangkan jenderal Su kini telah duduk bersama dengan pangeran mahkota juga Harun Li di halaman paviliun yang tepat berada di samping paviliun istrinya agar memudahkan mereka untuk ikut serta menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh dua orang yang tak tau diri itu.
"Datang datang datang, akhirnya mereka datang jiga" ucap Elisa Su setelah melihat orang yang ditunggunya akhirnya datang juga, mendengar ucapan Elisa Su ketiga orang yang ada di halaman paviliun jenderal Su pun diam-diam ikut melihat dua orang yang terlihat sedang masuk kedalam paviliun milik mendiang istri sah jenderal Su secara sembunyi-sembunyi, melihat itu ketiganya pun segera berjalan mendekat ke arah paviliun itu untuk menyaksikan kejadian tersebut.
Setelah sampai di dalam paviliun istri sah jenderal Su, Neli Su dan ibunya pun segera masuk ke dalam setelah memastikan tak ada orang yang melihat mereka lalu dengan segera keduanya pun berjalan ke arah dimana mas kawin milik istri sah jenderal Su pun berada "Ibu kemana semua mas kawin itu, bukankah semuanya ada disini, apakah mungkin anak sialan itu membawa pergi semuanya" ucap Neli Su dengan wajah yang frustasi karena semua mahar itu telah lenyap dari pandangannya bukan hanya itu saja semua barang berharga yang berada diruangan itu pun juga ikut hilang tanpa tersisa satu pun, mendengar ucapan anaknya Ira Su pun ikut terkejut "Tidak mungkin, ini tidak mungkin bagaimana bisa mas kawin sebanyak itu bisa hilang begitu saja, selain itu aku juga sudah memastikan jika anak sialan itu hanya membawa beberapa perhiasan saja, apakah jangan-jangan semua mas kawin itu sudah diambil oleh tuan" ucap Ira Su yang berhasil membuat keduanya pun semakin merasa frustasi.
"Lalu bagaimana ini bu, tidak mungkin aku hanya membawa mas kawin sesedikit itu untuk masuk ke kediaman pangeran ketiga, meskipun pangeran ketiga tidak akan mengantakan apapun karena mencintaiku tapi wanita-wanita bangsawan lain pasti akan merendahkan aku dan memandang remeh aku" ucap Neli Su sembari menggigit kuku tangannya karena merasa sangat khawatir dengan penilaian orang lain terhadapnya, mendengar ucapan anaknya itu Ira Su pun segera berjalan ke arah anaknya itu untuk menenangkannya "Tenanglah ibu masih punya beberapa harta berharga walaupun tidak sebanyak mas kawin itu tapi itu akan sangat cukup menjaga harga dirimu nantinya" ucap Ira Su yang berencana akan menyerahkan seluruh harta benda yang dimilikinya kepada anaknya itu dan hanya meninggalkan satu toko untuk dirinya sendiri, mendengar itu Neli Su pun menjadi sedikit rileks dan langsung memeluk ibunya dengan penuh kasih "Terimakasih ibu aku pasti akan membalas semua pengorbanan ibu" ucap Neli Su sehingga membuat Elisa Su pun berdecak kesal "Ck dasar wanita bodoh, jangankan untuk membalas semua pengorbanan ibumu itu dengan cinta buta mu kepada pangeran ketiga aku yakin cepat atau lambat kau pun akan kehilangan semua harta itu" ucap Elisa Su yang merasa puas setelah melihat wajah kecewa dan frustasi keduanya karena tak mendapatkan apa yang mereka inginkan, setelah itu dia pun segera menyusup ke kamar tidur ayahnya lalu meletakkan satu botol yang berisi lima butir pil penambah umur di atas meja yang terletak disamping tempat tidur ayahnya yang murahan itu "Semoga saja ayah murahan itu tidak membuat aku kecewa dengan kematiannya yang sangat cepat karena aku masih berharap dia dapat menyaksikan secara langsung kehancuran istri dan anak tirinya itu" ucap Elisa Su dengan wajah datarnya lalu segera pergi dari tempat itu, tiga orang yang mendengar ucapan Elisa Su pun hanya dapat terdiam terpaku karena tak tau harus mengatakan apa, diam-diam pangeran mahkota dan Harun Li pun menatap penuh simpati ke arah jenderal Su melihat itu jenderal Su pun menjadi marah dan mengusir keduanya keluar dari kediamannya.