Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Bercerai Dari Suami Brengsek Jatuh Ke Pelukan Vilain

Transmigrasi: Bercerai Dari Suami Brengsek Jatuh Ke Pelukan Vilain

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jeje Jennifer

Orielle Celeste mati bersama bayi yang tak sempat ia lahirkan. Semua orang mengira wanita lemah yang selalu menangis itu akhirnya menyerah pada hidup. Mereka tidak tahu… Tubuhnya kini dihuni oleh Celeste Seraphina, mantan bodyguard profesional yang cerewet, dan ahli bela diri. Hal pertama yang ia lakukan setelah membuka mata bukanlah menangis. Ia menandatangani surat cerai, menghajar mantan suaminya hingga bersimbah darah, lalu meninggalkan rumah neraka itu tanpa sedikit pun penyesalan. Baginya, perceraian hanyalah awal. Namun, bahkan Celeste tidak menyangka seseorang telah menunggunya. Caspian Orion Devereux. Pria yang dijuluki sebagai villain paling berbahaya. Sosok yang bahkan dunia bawah pun enggan menyentuhnya. Tanpa banyak basa-basi, Caspian meletakkan sebuah kontrak pernikahan di hadapannya. “Menikahlah denganku.” “Sebagai gantinya, aku akan memastikan mantan suamimu… dan siapa pun yang pernah menyakitimu menerima balasan yang setimpal.” Kesepakatan yang terdengar menguntungkan. Sayangnya, bermain-main dengan seorang villain tidak pernah berakhir sederhana. Terlebih ketika pernikahan yang semula hanya sebuah kontrak perlahan berubah menjadi obsesi. Dan sang villain memutuskan bahwa wanita itu… adalah miliknya


Noh yg suka bini yg jijik liat suami pas Transmigrasi nohhhh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Jennifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan

Seluruh atensi dari ratusan pasang mata para pejabat tinggi, pengusaha, dan sosialita papan atas di dalam ruangan itu serempak terpaku ke satu titik—menuju layar LED raksasa berukuran sinematik yang terbentang megah di dinding utama panggung.

Seketika itu juga, bisik-bisik riuh langsung meledak di antara para tamu undangan.

Di layar besar tersebut, terekam rekaman CCTV lawas dan dokumen finansial rahasia yang dibarengi suara percakapan telepon antara Dimas dan ibu Viona. Video itu secara blak-blakan membongkar bagaimana Dimas merampas harta peninggalan orang tua Orielle, konspirasi busuk di balik kecelakaan tragis yang menimpa kedua orang tua Orielle, hingga rekaman mengerikan sesosok pria—kakak laki-laki kandung Orielle yang berusia sebelas tahun lebih tua—yang tampak dikurung dan disekap di dalam sebuah ruangan gelap gulita.

Tidak berhenti sampai di situ, bagian paling mengejutkan muncul ketika klip rekaman memperlihatkan Lucian dan Viona secara kejam memukuli Orielle asli hingga berdarah-darah sampai menyebabkan wanita itu mengalami keguguran. Meskipun wajah Orielle dalam video itu diburamkan demi privasi, narasi suara dan bukti medis yang tertera terlalu telanjang untuk disangkal oleh siapa pun.

Wajah para tamu undangan langsung berubah jijik. Mereka menatap tajam ke arah kelompok Dimas, Viona, dan Lucian yang kini berdiri kaku bagaikan tersambar petir di siang bolong.

Darah Celeste mendidih seketika. Trauma dan amarah murni dari tubuh asli Orielle bergolak hebat, menyatu dengan jiwa bodyguard miliknya yang haus darah.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Celeste bangkit berdiri, melangkah cepat menghampiri Dimas yang masih terduduk di lantai, lalu melayangkan tamparan keras berkali-kali ke wajah pria itu, disusul oleh hantaman telak ke arah istri Dimas yang ikut tersentak kaget.

"Memang bangsat lo, Dimas! Neraka tempat lo!" geram Celeste dengan suara menggelegar, napasnya memburu naik-turun. "Dasar binatang! Lo definisi orang nggak tahu diri dan adab! Dulu waktu lo sama keluarga penjilat lo ini datang ngemis ke bokap gue, dia langsung bantu lo anjir! Dan apa balasannya? Lo semua anjing emang! Dimana abang gue, bajingan?!"

Amarah Celeste sudah melewati batas kewarasan. Dengan kekuatan fisik luar biasa yang terlatih dari masa lalunya, ia mencengkeram kerah jas Dimas, mengangkat tubuh gemuk pria paruh baya itu, lalu mencekiknya hingga wajah Dimas membiru dan kehilangan napas.

Tidak ada satu pun orang di disana yang berani maju atau mencibir tindakan beringas Celeste. Mereka tahu persis siapa Caspian Devereux, dan mereka sadar bahwa apa yang dilakukan Om Dimas jauh lebih menjijikkan dari iblis. Caspian memang kejam, tetapi ia tidak pernah mengkhianati orang baik,sebaliknya, keluarga Dimas adalah parasit paling tidak tahu diuntung yang pantas mati.

Melihat kondisi Celeste yang mulai lepas kendali dan dikuasai amarah membabi buta, Caspian langsung melangkah maju. Pria berjas arang itu merengkuh pinggang mungil Celeste dengan erat, lalu menggunakan sebelah tangannya untuk mendorong tubuh Dimas hingga terhempas keras membentur lantai marmer.

"Orielle Celeste Devereux. Sadar sekarang," panggil Caspian dengan suara baritonnya yang tegas namun penuh kelembutan, mengalirkan kehangatan yang langsung menembus kesadaran gadis itu.

Sentuhan dan suara berat itu berhasil menarik Celeste kembali dari jurang kemarahan. Manik mata abu gadis itu berkedip pelan, menatap manik kelam Caspian yang memandangnya.

Dengan napas yang masih tersengal, Celeste mendongak menatap suaminya, air mata kemarahan bergenang di sudut matanya.

"Aku membencimu, Orion" bisik Celeste parau.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah semua selesai, Caspian langsung merengkuh pinggang Celeste dan mereka pergi ke mobil. Begitu pintu tertutup rapat dan kaca gelap terangkat, suasana di dalam kabin langsung berubah berat.

Mesin menyala, mobil melaju meninggalkan Hotel Luxoria. Di luar, dunia masih ramai. Di dalam, hanya ada keheningan yang menekan.

Celeste duduk tegak, tangan mengepal di pangkuannya. Ia menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras, napasnya masih belum stabil. Caspian di sebelahnya tidak langsung berbicara. Ia hanya menatap profil istrinya dalam gelap, menunggu.

Beberapa detik berlalu. Lalu Celeste membuka suara.

“Kamu tahu, Orion”

Caspian menoleh. “Orielle—”

“Diam” Celeste memotong tanpa menoleh. Suaranya rendah, tapi ada getar di ujungnya.

“Kenapa? Kamu tahu kakakku masih hidup. Kamu tahu dari awal. Dan kamu diam saja.”

Ia akhirnya menoleh. Mata abunya basah, tapi bukan karena menangis.

“Aku berdiri di depan layar itu, melihat rekaman kakakku dikurung di ruangan gelap, tanpa tahu apa-apa. Sementara kamu… kamu sudah tahu. Kamu biarkan aku terkejut di depan ratusan orang. Kamu biarkan aku hampir kendali di depan mereka.”

Caspian menarik napas pelan. Rahangnya mengeras. “Aku tidak bermaksud—”

“Karena kamu rasa aku cuma istri kontrak kamu saja?” potong Celeste, suaranya naik satu oktaf. Ia menunjuk wajah Caspian dengan jari telunjuk yang gemetar.

“Makanya aku diperlakukan seperti orang bodoh yang tidak perlu tahu kalau kakakku masih ada? Informasi penting cukup kau simpan sendiri?"

"Kenapa Orion?. Karena aku hanya istri kontrak mu?”

“Orielle,” suara Caspian rendah, dalam, hampir seperti peringatan.

Celeste menatapnya tajam. “Jangan membentakku.”

Caspian menatapnya tetap. “Aku tidak membentakmu, sayang.”

Celeste berdecih, memalingkan wajah.

Sebelum ia sempat menarik napas lagi, tubuhnya sudah ditindih ke sandaran kursi.

Caspian bergerak cepat. Satu lutut menekan di antara paha Celeste, tangan kanannya menahan kedua pergelangan tangan istrinya di atas kepala, sementara tangan kirinya mencengkeram rahang Celeste agar wajahnya tidak bisa berpaling. Caspian menempelkan bibir mereka.

Ciuman itu dalam, panas, dan penuh rasa frustrasi. Caspian mengulum bibir bawah Celeste, menggigit pelan hingga terasa sedikit perih, lalu menyusupkan lidahnya tanpa ragu, menghisap napas dan amarah istrinya sekaligus.

Celeste menggeliat. Kedua tangannya yang tertahan mencoba mendorong dada Caspian. “Lepas… mmph—lepas, Caspian!”

Pria itu tidak bergeser. Ia malah semakin merapatkan tubuh mereka. Dada bidangnya menekan dada Celeste yang terbalut gaun hitam, pinggangnya menekan ke bawah hingga Celeste merasakan kerasnya tubuh pria itu menekan di antara pahanya.

Napas Caspian terasa hangat dan berat di kulit wajah Celeste, sementara ciumannya semakin dalam.

Celeste memukul bahu Caspian dengan tinju kecil, tapi dorongannya semakin melemah. Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya jatuh di sudut matanya. Bukan hanya karena amarah. Ada rasa sakit yang lebih dalam—rasa dikhianati oleh orang yang seharusnya sudah mulai ia percayai.

Caspian merasakan basah di pipinya. Ia melepaskan ciuman itu perlahan, hanya untuk menempelkan dahi di dahi Celeste. Napas mereka sama-sama memburu.

“Aku diam,” bisiknya serak, “karena aku ingin memastikan dulu lokasi kakakmu aman sebelum memberitahumu. Aku hanya memastikannya dalam keadaan baik ketika kalian bertemu. Aku tidak mau melihatmu hancur saat melihat keadaan nya dulu”

Celeste masih mendorong dadanya, tapi dorongannya sudah tidak ada tenaga.

Caspian menatap Celeste lama. Dahi mereka masih saling menempel, napas masih memburu. Celeste tidak menjawab.

Ia hanya memalingkan wajah, bibirnya mengatup rapat, matanya basah tapi penuh penolakan.

“Orielle…” Tidak ada jawaban.

Caspian menghela napas pelan, lalu melepaskan cengkeraman di pergelangan tangan istrinya. Ia duduk kembali di sebelahnya, tapi tangannya tetap memegang pinggang Celeste seolah takut wanita itu akan menjauh sepenuhnya.

Celeste tidak mendorongnya lagi. Ia juga tidak mendekat. Hanya duduk diam, menatap keluar jendela gelap, rahangnya mengeras.

Mobil terus melaju. Bukan ke arah mansion utama Devereux.

Mereka kembali ke mansion pribadi Caspian. Pintu mobil dibuka. Caspian turun duluan, lalu mengulurkan tangan. Celeste mengabaikannya. Ia turun sendiri, langkahnya kaku, tanpa menoleh.

Xanderion sudah menunggu di anak tangga dengan wajah datar. “Tuan, ada beberapa dokumen mendesak dari cabang Negara K yang perlu tanda tangan segera. Juga laporan terkait pergerakan keluarga Dimas setelah insiden tadi.”

Caspian mengangguk singkat. Matanya sempat melirik ke arah Celeste yang sudah melangkah masuk ke lobi tanpa menunggu.

“Tunggu di ruang kerja,” perintahnya pada Xanderion. “Aku menyusul.”

Celeste berjalan menyusuri koridor lantai bawah, melewati ruang tamu, perpustakaan, hingga berhenti di depan salah satu kamar tamu yang jarang dipakai. Pintu kayu itu terbuka. Ia masuk, lalu menutupnya pelan.

Klik.

Kunci diputar dari dalam.

Di luar, Caspian yang baru saja melangkah menuju ruang kerja sempat berhenti sejenak. Ia menatap ke arah koridor lantai bawah, rahangnya mengeras. Tapi Xanderion sudah menunggu dengan setumpuk dokumen di tangan.

Caspian menghela napas pelan, lalu berbalik.

Di dalam kamar tamu yang sunyi, Celeste menyandarkan punggungnya ke pintu yang terkunci. Ia menutup mata, tangan mengepal di sisi tubuh. Napasnya masih bergetar. Amarah, kecewa, dan rasa sakit bercampur jadi satu di dadanya.

Caspian menghabiskan hampir satu jam di ruang kerja.

Dokumen demi dokumen ia tanda tangani dengan wajah datar, sementara Xanderion berdiri di sisi meja, sesekali melaporkan perkembangan terbaru. Tapi konsentrasi Caspian tidak sepenuhnya di sana. Matanya sesekali melayang ke arah jam di dinding, rahangnya mengeras setiap kali ia teringat perkataan istrinya dan ekspresi Celeste di mobil tadi.

Begitu dokumen terakhir ditutup, Caspian langsung berdiri.

“Cukup untuk malam ini,” katanya singkat pada Xanderion. “Kau boleh pergi.”

Ia keluar dari ruang kerja tanpa menunggu jawaban. Langkahnya cepat menyusuri koridor lantai atas, turun ke lobi, memeriksa ruang tamu utama, ruang makan, bahkan perpustakaan kecil. Kosong.

Wajah Caspian semakin gelap. Ia baru saja akan naik kembali ke lantai atas ketika Serena muncul dari arah dapur dengan nampan teh di tangan. Gadis itu terkejut melihat ekspresi majikannya.

“Tuan Caspian… mencari Nyonya?”

“Di mana dia.”

Serena menelan ludah. “Di… kamar tamu lantai bawah, Tuan. Pintunya terkunci dari dalam sejak tadi.”

Caspian tidak menjawab. Ia langsung berbalik, langkahnya semakin cepat. Serena buru-buru menyusul dari belakang, khawatir.

Begitu tiba di depan kamar tamu, Caspian mengeluarkan kunci master dari saku dalam jasnya. Klik. Pintu terbuka.

Di dalam, lampu tidur masih menyala redup. Celeste berbaring miring di ranjang, membelakangi pintu, tubuhnya terbalut selimut hingga dada. Ia tidak bergerak saat mendengar pintu terbuka, seolah sudah tahu siapa yang datang.

Caspian masuk, menutup pintu di belakangnya, lalu mengunci kembali.

Tanpa mengatakan apa-apa, ia berjalan mendekat, duduk di tepi ranjang, dan dalam satu gerakan menarik tubuh Celeste ke dalam pangkuannya.

Celeste tersentak. Tubuhnya kaku sejenak, tapi tidak melawan. Dia lelah menangis tadi.

Caspian mendekapnya erat, satu tangan di pinggang, tangan lainnya di punggung. Ia menunduk, membenamkan wajah di ceruk leher Celeste sejenak, menghirup aroma tubuh istrinya yang sudah menjadi harum kesukaan nya.

“Maaf,” bisiknya serak. “Aku tidak bermaksud begitu, sayang. Aku cuma mau memastikan kakakmu baik-baik saja saat kamu menemuinya. Aku tidak mau kamu melihatnya dalam keadaan yang lebih buruk.”

1
khemjira
kak lnjt pliss, demi aku😔🤣
aku
suara batinmu merubah bayangan melowku cel 😌😌 wasemm tenan 🤣🤣
aku
adik lacknat 🤣🤣
Muft Smoker
waaaah caelan ,, garcep juga niih ,,
Muft Smoker
aduuuh di lempar kmn cele ,,
aq bantu cari yx ,, trus bakal aq rawat baik2 seperti aq merawat ank2 ku,, 🤭🤭🤭🤭🤭
aku
btw kau lempar ke jalan mana td? kucari gk ktemu 😁 sp tau bisa buat byr utang gt 😃🤣🤣
khemjira
cie Caelan udh berani kokop Serena🤣🤣
khemjira
aku kan, kak?☺🤭🤭🤭🤭🤭
khemjira
Mau kasian tp ini Caspian, spa suruh mulut ada tpi tdk di pke🤭
khemjira
HUHUUUUUUU HAMILLL
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
Muft Smoker
kenapa cuma 1x sih di bogem ny ,,
khemjira
puas bngt guwehhh Caspian di bogem🤣
khemjira
CANTIK DAN HAMIL, KAN? ☺
aku
waduhh
khemjira
makin seruuuuuuu
Muft Smoker
kasih hadiah Selamat dtg dlu caelan ,, biar si Caspian gx bakal lgi ,,
khemjira
kak, req Caelan bogem Caspian☺🤣
Muft Smoker
bikin cele menghilang juga kak je ,,
biar tau rasa tu si kucing garong ,,
kalang kabut ,, kalang kabut deh tuh,,
khemjira
aku sllu baca ulang smua novel kamu dri awal kak klo kamu blm up😔
Jennifer: Yeh blng aja klo mau double😏🤸‍♀️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!