Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Culunku Ternyata CEO

Suami Culunku Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Tolong...bagi yang hanya penasaran jangan buka bab!!!

Sultan Rafsanjani, CEO muda nan tampan, cerdas serta berasal dari keluarga kaya raya, rela menyamar menjadi pria culun dan menyembunyikan identitasnya demi mengejar gadis pujaannya.

Hingga suatu hari dirinya diminta menjadi kekasih pura-pura oleh gadis tersebut hanya untuk memberikan kado istimewa buat ulangtahun eyangnya.

Bersediakah Sultan atau dia malah memanfaatkan keadaan dan meminta menjadi kekasih sungguhan?

Ataukah justru hal lain tak terduga akan terjadi?


Ikuti kisahnya hanya di sini;

"Suami Culunku Ternyata Sang Pewaris" karya Moms TZ, bukan yang lain!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27.

Suasana menjelang sore, di kantor cabang Rafsanjani, ketegangan masih terus berlanjut di ruangan audit keuangan, terutama di ruang kerja Pak Anton. Kahiyang berusaha fokus dengan pekerjaannya tetapi pikirannya tak sepenuhnya tertuju pada benda pipih persegi di hadapannya. Sesekali netranya melirik ke arah ruangan Pak Anton yang pintunya masih tertutup rapat sejak tadi. Kini, rasa takutnya sudah hilang berganti rasa lega yang perlahan tumbuh. Ia tahu Sultan sedang bergerak, dan apa pun yang dilakukan suaminya, pasti yang terbaik untuknya.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki tegas dan berirama datang mendekat seolah membawa keputusan mutlak.

Pintu ruangan Pak Anton terbuka lebar. Ardan masuk lebih dulu, diikuti dua orang petugas berseragam keamanan khusus kantor pusat. Di belakang mereka, ketua tim audit yang sudah seharian memeriksa dokumen ikut masuk kembali, membawa berkas hasil pemeriksaan yang sudah disegel resmi.

Pak Anton yang sejak tadi duduk lemas di kursinya seketika mendongak. Wajahnya yang sudah pucat pasi kini bertambah pias, seolah darahnya tersedot habis. Dia mengenali Ardan. Pemuda itu adalah tangan kanan orang paling berkuasa di perusahaan induk Rafsanjani, sosok yang hanya turun tangan untuk urusan besar. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Kakinya yang sudah lemas kini gemetar hebat hingga dirinya harus berpegangan kuat pada sisi meja.

Ardan berjalan mendekati meja Pak Anton. Dia tidak mau membuang waktu, langsung meletakkan satu lembar surat berstempel besar kantor pusat di atas meja tersebut.

"Saudara Anton, kami datang membawa keputusan resmi dari manajemen pusat," ucapnya tenang penuh wibawa.

Asisten Sultan itu menatap lurus ke arah pria yang kini sudah nyaris tak berdaya. "Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan tim audit sejak pagi, serta bukti-bukti sah yang telah dikumpulkan, Saudara terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang, manipulasi data keuangan, serta pelanggaran kode etik berat yang merugikan perusahaan." Suaranya terdengar berat tak terbantahkan.

Ardan memberi jeda sejenak, membiarkan kata-kata itu meresap masuk ke dalam diri Pak Anton yang mulai berkeringat dingin.

"Oleh karena itu, terhitung mulai detik ini juga..." Ardan menunjuk surat di meja. "...Saudara Anton Suwarsono diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatan kepala divisi audit keuangan. Segala hak, wewenang, dan akses Saudara di lingkungan perusahaan kami cabut seketika. Dan Saudara akan kami serahkan kepada pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan segala tindak pidana yang telah Saudara lakukan selama menjabat!"

Kalimat itu terdengar begitu tegas, lugas, dan mutlak, terasa seperti palu godam menghantam dada Pak Anton.

"Ti... tidak mungkin... ini salah..." Pak Anton berusaha bicara, suaranya keluar parau dan pecah. Dia berusaha berdiri, tetapi kakinya tak sanggup menopang tubuhnya. "Saya punya banyak koneksi... saya bisa menjelaskan pada Pak Direktur..."

Ardan tersenyum tipis, senyum yang dingin dan merendahkan. "Justru kami yang dikirimkan langsung oleh pimpinan tertinggi, Saudara Anton. Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Semua jejak perbuatan Saudara sudah tertulis rapi di sini. Hukum dan aturan perusahaan sudah bicara."

Ardan memberi isyarat kecil dengan kepalanya ke arah dua petugas di belakangnya. "Amankan dia! Pastikan dia tidak membawa apa pun keluar dari ruangan ini!"

Tanpa basa-basi, kedua petugas itu melangkah maju. Mereka mendekat ke sisi Pak Anton. Dengan gerakan cepat dan terkontrol, tangan kanan dan kiri Pak Anton ditarik ke belakang punggung. Suara klik terdengar jelas saat borgol terpasang rapat di kedua pergelangan tangannya. Kakinya yang lemas dan tubuhnya gemetaran, kini harus ditopang oleh kedua petugas tersebut agar tetap berdiri.

Napas Pak Anton tersengal berat. Pria itu menoleh ke kiri dan kanan, mencari jalan keluar yang tak ada lagi. Ucapan Kahiyang kembali terngiang-ngiang di telinganya. Saat itu juga, kesombongannya runtuh total. Dia baru sadar, telah berurusan dengan orang yang kekuasaannya jauh di atasnya. Dan seseorang itu sedang menjatuhkannya. Kini dia menggali kuburannya sendiri hanya karena merendahkan wanita itu.

"Jalan...!" perintah Ardan singkat.

Mereka pun berjalan keluar ruangan berurutan. Di depan, Ardan dan ketua tim audit membawa berkas bukti. Di tengah, Pak Anton berjalan gontai, tangan terikat di belakang, wajahnya tertunduk dalam, diapit rapat oleh kedua petugas yang mengawasi ketat.

Semua staf divisi audit keuangan serentak diam mematung. Aktivitas kerja terhenti seketika. Mata mereka semua tertuju pada satu sosok yang kemarin masih bersikap pongah dan bertindak semena-mena, kini berjalan tertunduk layaknya seorang penjahat yang tertangkap basah. Tak ada suara bisikan atau komentar, hanya ada keheningan yang berat bercampur rasa takjub.

Saat rombongan itu melewati meja Kahiyang, langkah Pak Anton sedikit melambat. Dia mengangkat wajahnya sekilas, menatap ke arah wanita itu. Mata mereka berserobok, tetapi tatapan Kahiyang sangat tenang, tidak ada rasa kasihan, tak jua ada rasa dendam. Hanya pandangan yang seolah berkata: 'Sudah kubilang, jangan ganggu aku.'

Pak Anton memejamkan mata, lalu kembali menunduk lebih dalam. Dirinya sadar, perbuatan buruknya kepada Kahiyang hanyalah satu dari sekian banyak dosa yang menghancurkannya hari ini.

Setelah rombongan itu hilang menuju lobi keluar, barulah suasana perlahan mulai bergerak kembali.

Selbi yang duduk di samping Kahiyang masih menutup mulutnya dengan tangan, tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ia menoleh cepat ke arah Kahiyang, matanya terbelalak besar.

"Ayang... ka... kamu lihat itu, kan? Ya, Tuhan, akhirnya beneran terjadi, Pak Anton beneran jatuh sehancur itu..." bisik Selbi dengan suara bergetar, keringat dingin menetes di pelipisnya. "Siapa ya, yang sekuat itu, memprosesnya dengan cepat dan bersih banget sampai nggak ada yang bisa bela dia sedikit pun..."

Kahiyang menghela napas panjang, ia menatap ke arah pintu keluar yang sudah kosong, lalu tersenyum tipis ke arah Selbi.

"Siapa pun itu, Sel. Yang jelas... keadilan itu ada. Dan kalau kamu berada di pihak yang benar, kamu pasti akan dilindungi."

Kahiyang tidak menjelaskan lebih jauh. Di dalam hatinya, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Sultan. Suaminya melakukan ini semua dengan sangat elegan, tetapi tetap berada di jalur yang benar. Tidak ada kekerasan, tak ada pula keributan, tetapi menjatuhkan karena bukti nyata. Sultan benar-benar menjaga nama baiknya dan menghancurkan ancaman itu sampai ke akar-akarnya.

Tak lama kemudian, pesan masuk ke ponselnya, pesan yang membuat hatinya sejuk seketika.

"Semua sudah selesai, istriku. Aku sudah menunggu di depan gerbang, pulanglah."

Kahiyang tersenyum lebar, matanya berkaca-kaca karena rasa haru dan bahagia. Ia segera membereskan barang-barangnya dengan hati yang ringan.

"Sel, aku pulang duluan, ya," pamitnya pelan pada temannya.

Selbi mengangguk masih dengan wajah takjub. "Iya, Ay. Hati-hati, ya. Sampai ketemu besok dalam suasana yang damai."

"Insya Allah," jawab Kahiyang mantap.

Ia lalu bergegas keluar dari gedung kantor, tak ingin suaminya menunggu lama. Udara sore itu terasa sangat segar, di pinggir jalan mobil hitam Sultan sudah terparkir seperti biasa. Begitu ia masuk ke dalam mobil dan baru saja duduk, tubuhnya langsung ditarik Sultan ke dalam pelukan hangat.

"Makasih banyak ya, Raf," ucap Kahiyang lirih di dada suaminya, matanya basah.

Sultan mengecup pucuk kepala wanita yang sangat dicintainya itu dengan perasaan membuncah.

"Apa pun kulakukan demi kamu, Ayangku. Ingat satu hal; dunia ini boleh berjalan dengan aturannya, tapi bagiku... aturan tertinggiku adalah melindungimu. Siapa pun yang berani menyakitimu atau sekadar membuatmu terancam pasti akan kuhancurkan. Karena kamu bukan wanita biasa. Kamu istriku, milikku yang paling berharga."

Mobil itu pun melaju pergi meninggalkan kantor cabang. membawa Kahiyang menuju kebahagiaan dan rasa aman yang mutlak.

1
Aditya hp/ bunda Lia
mantaaap ... makanya cuci tuh otak kamu Anton biar bersih dari pikiran dan niat2 busuk
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya kebusukan anton sdh terbongkar ,dan siap,,nyeselll kmu anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pastinya
total 1 replies
Nar Sih
kebohongan mu yg mungkin kmu seorang koruptor pasti sgra terbongkar anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Esther
Banyak laporan palsu ya Pak Anton ?
Siap2 saja sebentar lagi akan kehilangan jabatan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
siap,,dgn nasib mu yg bkln hancur anton🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Esther
Anton cari mati, tuh kamu sudah ditandai sama Rafa bos mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tul tul tul
total 1 replies
Patrick Khan
nunggu besok ya anton di lempar🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
Patrick Khan
siap2 kau anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap siap ng ndi?
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ditendang keluar anton,sdh berani megoda istri bos🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
cari mati si Anton
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
👍👍 moomz
Nar Sih
ahir nya sdh jls sdh terungkap
Oma Gavin
waduh anton kamu cari mati hbs ini kamu langsung dipecat
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa dia oma😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor makin seruu dan bikin penasaran....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar ya mbak, ini lagi nulis🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
ketinggalan 3 bab ... biasa ada kerjaan dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah🫰
total 3 replies
Patrick Khan
nah kan kayang tau jg😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biarinlah tahu. 😂
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
😂😂😂
ayang baru sadar kalo Rafa itu CEO, kamu aja shock apalagi nanti keluarga besar mu,🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ah, betul betul betul😂
total 1 replies
Nar Sih
lha baru nyadar ayang😂😂klau suami mu ceo ,buruan kejar tanya yg sebnr nya biar gk kmu gk bingung
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener😂
total 1 replies
Nar Sih
pasti suami mu sng dgn servis mu ayang ,jdi tmbh syg nih sultan dgn istri cantik nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm🫰
total 1 replies
Esther
Ikuti sana suamimu Kahiyang biar sama2 terkejut😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!