Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah

"Tadinya aku tidak mau ikut campur urusan rumah tanggamu, tapi aku tak tega. Apalagi kamu orang baik dan dulu selalu bantu aku kalau kesulitan," ucap Isti yang sebenarnya merasa bersalah telah memberikan kabar buruk ini pada Aruna.

"Sebenarnya aku sudah tahu kalau Mas Kafka selingkuh," ucap Aruna sambil menghela nafasnya kasar.

Apa?

Isti terkejut mendengar pengakuan dari Aruna. Isti sampai menggelengkan kepalanya tak percaya. Jika memang sudah tahu selingkuh, mengapa Aruna masih bertahan? Apa karena anak? Aruna tidak terkejut sama sekali dengan perselingkuhan itu karena pagi tadi sudah mengetahuinya. Hanya saja Aruna terkejut karena mereka mengincar rumah yang dibangunnya dan milik Ibu Salma.

Aruna tak menyangka kalau Kafka bisa sepicik itu. Jika mengambil rumah yang dibangunnya, masih wajar karena tanahnya pun warisan dari orangtua Kafka. Namun mengincar rumah milik Ibu Salma yang masih hidup, itu keterlaluan. Jika sudah meninggal, ya itu wajar karena Ibu Salma tidak tinggal di sana lagi. Namun ini masih hidup dan ingin diambil alih. Aruna sudah tidak lagi mengenal sosok suaminya yang sayang pada orangtuanya. Aruna kini tahu bahwa suaminya menjadi sosok yang serakah hanya demi harta.

"Kenapa kamu tidak bercerai saja? Seharusnya kamu tuh buang itu suami tukang selingkuh," gerutu Isti yang kesal dengan Aruna.

"Aku baru tahu dia selingkuh itu tadi pagi, Isti. Yang aku kecewa bukan selingkuhnya, tapi itu lho mereka mengincar rumah mertuaku. Padahal Ibu mertuaku masih hidup," ucap Aruna mengatakan kekecewaannya.

"Mungkin biar mereka nggak perlu mengeluarkan uang untuk beli rumah," ucap Isti menanggapi.

"Tapi emang kurang ajar itu dua orang. Kita olesin sambel ke muka mereka berdua kaya yang lagi viral itu aja gimana?" lanjutnya memberikan saran.

"Jangan dong. Nanti malah dilaporkan polisi," ucap Aruna sambil terkekeh pelan.

Isti tertawa mendengar tanggapan Aruna. Keduanya ngobrol santai tanpa membahas mengenai rumah tangga Aruna. Perempuan itu tampaknya sangat malas membahas tentang Kafka. Isti juga menawarkan Aruna untuk bekerja di pabrik miliknya sebagai seorang akuntan. Aruna akan mempertimbangkannya karena harus minta ijin dulu pada Nasya dan Ibu Salma. Aruna harus memastikan bahwa Nasya dalam keadaan baik-baik saja saat ditinggal bekerja.

"Tolong kirimkan rekaman ini ke nomorku ya, Isti. Aku baru kumpulkan bukti untuk perceraianku nanti," ucap Aruna sebelum pulang ke rumahnya.

"Beres. Pokoknya kamu harus balas dulu itu perbuatan si Kafka dan pacarnya. Jangan diam saja," ucap Isti dengan menggebu-gebu.

"Pasti. Biar mereka kena getahnya dulu baru aku hempaskan," ucap Aruna sambil tertawa.

"Oh ya... Terimakasih oleh-olehnya untuk Aruna dan Ibuku," lanjutnya.

Isti tersenyum kemudian memeluk Aruna untuk memberinya semangat saat akan pulang. Isti yakin kalau Aruna akan kuat menghadapi masalah ini. Isti salut dengan Aruna yang tak memusuhi Ibu Salma. Padahal anaknya sudah sangat jahat pada Aruna. Beruntung juga mertuanya itu baik sehingga Aruna sudah menganggapnya sebagai Ibu sendiri. Isti tadi membelikan makanan dan cemilan untuk Nasya juga Ibu Salma. Isti tidak membiarkan Aruna membayar traktirannya hari ini karena melihat penampilan temannya.

"Padahal dulu wajah Aruna tuh paling cantik sekampus. Malah setelah menikah, jadi begini. Bikin aku berpikir kalau menikah di jaman sekarang itu kurang worth it," gumam Isti setelah melihat Aruna pergi.

"Jangan samakan kehidupan Aruna denganmu nanti. Takdir tak ada yang tahu," lanjutnya mencoba mengubah cara pandangnya sendiri.

***

Ibu...

"Anak Ibu sudah pulang mengaji rupanya," Aruna langsung menggendong Nasya untuk masuk ke dalam rumah Ibu Salma.

"Baru pulang, Nak?" tanya Ibu Salma yang langsung keluar saat mendengar seruan Nasya.

"Iya, Bu. Alhamdulillah Aruna ditawari kerjaan sama teman, tapi belum aku terima. Tunggu Nasya siap dulu buat ditinggal saat siang sampai sore," ucap Aruna langsung mencium tangan Ibu Salma.

Sedangkan Nasya sudah diturunkan di atas tikar depan TV. Aruna memberikan makanan yang tadi diberi oleh Isti. Nasya terlihat sangat bahagia karena ada es krim dan ayam goreng juga. Aruna membawa Ibu Salma duduk dengannya. Ia ingin menanyakan perihal sertifikat rumah yang ditempatinya. Ia ingin memastikan tentang rumah yang tadi dibahas oleh Kafka.

"Ibu, apa benar rumah yang Aruna tempati sekarang itu sudah atas nama Aruna?" tanyanya pada Ibu Salma.

"Bukan maksud Aruna ingin menguasai rumah itu. Ibu jangan berpikiran buruk dulu," ucap Aruna saat melihat Ibu Salma tengah menatapnya intens.

"Mau kamu kuasai juga tidak apa, Aruna. Rumah itu sudah atas namamu, dari tanah sampai bangunannya. Ibu yang mengurus semuanya setelah Kafka berubah sikapnya. Sertifikatnya ada di tangan Ibu," ucap Ibu Salma sambil menggenggam tangan Aruna.

"Terimakasih, Bu. Terimakasih sudah memikirkan Aruna dan Nasya," Ibu Salma langsung memeluk Aruna saat menantunya itu menangis.

"Tidak perlu berterimakasih. Ini semua hadiah karena kebaikanmu pada Ibu," ucap Ibu Salma sambil menepuk bahu menantunya.

Aruna segera melepas pelukannya dari Ibu Salma agar Nasya tidak curiga kalau Ibunya sedang menangis. Aruna pun segera mengambil ponselnya dan memberitahu tentang maksud tujuan dia menanyakan rumah. Aruna memutar ulang rekaman suara yang dikirimkan oleh Isti. Ibu Salma menutup mulutnya tak percaya mendengar ucapan anaknya.

"Kurang ajar itu si Kafka. Dia mau mengambil alih rumahmu dan milik Ibu. Dia itu maunya apa? Padahal dulu dia yang bilang sendiri kalau tidak butuh warisan dari orangtuanya. Dia bisa cari uang sendiri karena warisannya diminta untuk diwariskan kepada cucu saja," ucap Ibu Salma dengan nada amarahnya.

"Ya rumahnya ini juga nanti tak kasihkan cucu dong. Astaga... Sampai dia selingkuh juga lho, Aruna. Ibu malu punya anak seperti Kafka. Rasanya Ibu tidak ada lagi punya muka di depanmu," lanjutnya yang saat ini menangis tergugu di depan Aruna.

"Nenek kenapa menangis? Nenek lapar atau Nasya nakal?" tanya Nasya tiba-tiba langsung mendekati Ibu Salma dan Aruna.

Aruna merasa bersalah karena malah tak sengaja membongkar perselingkuhan Kafka dengan Silvy kepada Ibu Salma. Wanita paruh baya itu pasti akan merasa sangat bersalah pada menantu dan cucunya. Namun semua sudah terlanjur. Setidaknya saat nanti bercerai, Aruna tak lagi perlu menjelaskan alasannya kepada Ibu Salma.

"Enggak. Nenek menangis karena terharu dan bahagia. Nenek senang masih punya Aruna dan Nasya," ucap Ibu Salma yang langsung meminta Nasya mendekat.

"Kita harus saling jaga, apapun yang terjadi." ucap Aruna sambil tersenyum.

"Ya, kita adalah perempuan-perempuan yang kuat. Tidak boleh ditindas oleh siapapun, terutama dari anak Nenek." ucap Ibu Salma yang akan membalas kelakuan anaknya agar otaknya kembali lurus.

Semangat... Nasya akan jadi pahlawannya Ibu dan Nenek,

Hahaha...

1
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
E F
lanjuttt thor💪😍
smangattt hempasssss cpttttt😄💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!