Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Mati konyol tersedak bakso akibat mencak-mencak membaca novel dark romance, Ceisya malah bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran malang yang tak dianggap. Di hari pernikahannya, sang mafia kejam—Sylus Blackwood, The Apex Sovereign penguasa Manhattan sekaligus The Crimson King bermata merah di dunia bawah Brooklyn—malah mangkir dan hanya mengirim seekor anjing berjas untuk mewakilinya.

Alih-alih menangis, jiwa mafia asli Ceisya bangkit. Ia mempermalukan keluarga toksiknya, menikahkan anjing utusan Sylus dengan anjing lain, lalu kabur usai menghajar para pengawal dengan keahlian bela dirinya.

Aksi ugal-ugalan itu justru memicu obsesi liar sang raja mafia. Di tengah kerasnya jalanan New York, perburuan maut pun dimulai, mengubah sang penguasa dingin menjadi pecandu abadi di bawah kaki istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Satu Tahun, Bianca yang Masih Koma, dan Amukan Sang Raja Merah

​Ciuman itu menuntut, beringas, dan begitu memabukkan. Bibir Sylus melumat bibir Ceisya tanpa memberi celah sedikit pun untuk bernapas, seolah pria itu ingin menyegel seluruh keberanian, perlawanan, dan jiwa pemberontak gadis di dalam satu rengguhan yang meremukkan pertahanan. Namun, alih-alih melemah, terbuai, atau menyerah pada keadaan, jiwa mantan pemimpin mafia sejati yang mengalir di dalam tubuh Ceisya langsung berontak dengan keganasan ganda.

​Bugh!

​Dengan sisa tenaga cadangan dan perhitungan sudut kepala yang sangat pas, Ceisya menghantamkan dahinya telak ke arah pelipis Sylus dengan keras.

​Sylus mendengus tertahan akibat hantaman tak terduga itu. Keterkejutan sesaat membuat cengkeraman tangan besinya yang mengunci pergelangan tangan gadis itu sedikit mengendur. Kesempatan emas sepersekian detik tersebut sama sekali tidak disia-siakan oleh Ceisya. Dalam gerakan kilat, ia menginjak sepatu bot kulit mahalnya sekuat tenaga, melayangkan sikutan tajam ke arah ulu hati, lalu melompat mundur sejauh dua meter sambil menyeka bibirnya yang basah dan sedikit bengkak menggunakan punggung tangan.

​Napasnya memburu naik-turun, sementara sepasang manik mata hijau terangnya memelotot tajam penuh ancaman kematian.

​"Jangan kurang ajar, ya, Raja Iblis! Kalau lu berani nyentuh gue lebih jauh dari batas ini, tangan busuk lu bakal gue patahkan sebelum sempat nyentuh pinggang gue!" desis Ceisya tajam, suaranya bergetar bukan karena rasa takut, melainkan oleh kemarahan membara yang siap meledak.

​Alih-alih merasa tersinggung atau murka karena diserang secara fisik oleh seorang wanita, sudut bibir Sylus justru semakin terangkat lebar, membentuk sebuah smirk penuh kemenangan yang mengerikan. Manik mata merah menyala bagai delima itu menatap lekat-lekat wajah Ceisya yang kini telah bersih sepenuhnya dari bedak menor dan dempul tebal—memamerkan kecantikan alami luar biasa memukau dengan balutan gaun pengantin putih megah yang menjuntai di atas aspal basah. Pemandangan itu justru membuat gairah di dalam dada sang raja mafia semakin membuncah liar tak terkendali.

​"Hebat... luar biasa hebat," suara serak Sylus terdengar rendah, sarat akan ketertarikan gelap yang mematikan. "Kau benar-benar berhasil memancing seluruh sisi gelapku keluar dari sarangnya, Ceisya."

​"Dih, najis! Siapa juga dari tadi yang mau memancing monster mesum kayak lu?!" potong Ceisya cepat dengan nada suara ketus, mendengus sinis sambil merapikan jaket kulitnya. Ia melotot tajam, lalu mendadak teringat pada satu hal krusial yang menyelamatkan kewarasannya. "Lagian, lu lupa sama perjanjian kontrak pernikahan suci kita, hah?! Jangan sok akrab jadi suami idaman kalau status kita dari awal cuma sebatas surat hitam di atas putih!"

​Alis tajam Sylus sedikit berkerut, menatap gadis di hadapannya dengan tatapan menyelidik penuh tanda tanya. "Perjanjian kontrak apa yang kau maksud?"

​"Iya! Kontrak pernikahan satu tahun!" seru Ceisya tanpa rasa gentar sedikit pun, menegakkan dagunya menantang.

​Di dalam rongga kepalanya, potongan memori serta ingatan asli milik si figuran berputar sangat terang. Perjanjian konyol dan picik antara keluarga toksiknya yang tamak dan sindikat Blackwood telah diketok palu: pernikahan paksa ini mutlak hanya berjalan selama satu tahun lamanya, yaitu sampai kakak kesayangan mereka, Bianca, sadar sepenuhnya dari koma panjang di rumah sakit. Tepat setelah satu tahun berlalu dan Bianca pulih, ia dan Sylus diwajibkan resmi bercerai. Sebagai kompensasi atas status "istri bayangan" yang telah dicemarkan, Ceisya si figuran berhak mengantongi uang tutup mulut sebesar 5 miliar tunai untuk diusir begitu saja dari kehidupan mereka.

​Bagi Ceisya sang transmigrator, angka 5 miliar adalah tiket emas mutlak untuk modal pensiun dini, kabur lintas negara, ganti identitas, dan hidup kaya raya tanpa pernah harus berurusan lagi dengan pria psikopat di hadapannya ini.

​"Kita ini cuma nikah kontrak, Bos Besar!" lanjut Ceisya dengan nada menasihati anak kecil yang lambat menangkap pelajaran. "Lu cuma perlu nunggu waktu setahun sampai si Bianca sadar dari komanya dan kondisi kesehatannya benar-benar pulih—yang menurut prediksi dokter rumah sakit emang pas setahun dari sekarang—terus kita langsung cerai secara resmi di hadapan hukum. Sesuai perjanjian tertulis, gue dapat uang 5 miliar buat modal hidup, dan lu bebas lanjut bucin setengah mati sama Bianca! Jadi, berhenti pasang muka posesif murahan kayak orang kesurupan, karena gue tahu bucin lu bukan buat gue tapi Bianca!"

​Mendengar kata "cerai" dan "uang 5 miliar" meluncur begitu santai, tanpa beban, dan tanpa rasa takut dari bibir mungil Ceisya, manik mata merah menyala Sylus mendadak membara semakin pekat, memancarkan gelombang bahaya murni yang siap meremukkan apa saja. Pria itu melangkah maju perlahan tanpa suara, sementara aura dominasinya menekan hebat atmosfer malam pelabuhan.

​"Cerai?" bisik Sylus dingin bagai es tepat di depan wajah Ceisya, tangannya yang besar terulur mencengkeram dagu porselen gadis itu dengan lembut namun mutlak, tidak memberi ruang untuk menghindar. "Kau pikir hidupku, darahku, dan singgasanaku adalah permainan kontrak murahan, hamba bayaran, atau sandiwara sirkus di atas panggung, Ratu kecilku? Sejak detik pertama kau menginjakkan kaki di altar dan menghancurkan acara suciku dengan anjing peliharaan itu, tidak pernah ada kata cerai di dalam kamus hidupku. Kau sudah dengan sukarela masuk ke dalam kandang singa paling berbahaya, dan jangan pernah bermimpi bisa melangkah keluar dari sini hidup-hidup."

​Tak berselang lama setelah ucapan mutlak itu dilontarkan, deru puluhan mobil lapis baja hitam berlogo tengkorak perak milik pengawal elit Blackwood tiba-tiba berdatangan mengepung total seluruh area dermaga pelabuhan. Di barisan paling belakang, sebuah mobil sedan mewah milik keluarga kandung Ceisya turut diseret paksa oleh anak buah Sylus sebagai bentuk "hadiah penyambutan" atas kekacauan yang mereka perbuat.

​Begitu pintu mobil dibuka paksa oleh pengawal, ayah serta ibu tiri Ceisya terperangah hebat hingga mulut mereka menganga lebar. Sementara itu, Bianca masih terbaring lemah di atas brankar rumah sakit khusus yang dibawa serta dalam pengawalan ketat—gadis itu masih terlelap dalam koma panjangnya, belum menunjukkan tanda-tanda siuman sedikit pun sesuai prediksi dokter yang menyatakan butuh waktu satu tahun penuh.

​Keluarga toksik itu menatap syok dalam kebisuan total saat melihat sosok Ceisya yang berdiri berdampingan dengan sang raja mafia. Riasan menor, tumpukan bedak dempul putih setebal tembok, dan kesan norak yang selama ini sengaja dipakaikan untuk merusak penampilannya telah lenyap tak bersisa. Yang berdiri di bawah sorot lampu pelabuhan kini adalah seorang gadis berwajah porselen dengan kecantikan luar biasa memukau.

​Sylus dengan gerakan posesif merengkuh pinggang ramping Ceisya erat-erat ke dalam dekapannya di hadapan mereka semua, lalu mendekatkan bibirnya tepat ke daun telinga sang gadis.

​"Sekarang kita resmi menikah, Sayang," bisik Sylus serak sambil mengulum lembut daun telinga Ceisya, membuat sekujur tubuh gadis itu bergetar hebat.

​Beberapa jam kemudian, di dalam kemegahan ruangan penthouse pribadi milik Sylus yang mendominasi puncak gedung pencakar langit Manhattan, bayangan surat perjanjian kontrak bernilai 5 miliar itu berputar sangat jelas di dalam kepala Ceisya saat ia berdiri sendiri di depan cermin dinding berlapis emas berukuran raksasa.

​Di atas kertas hitam di atas putih yang sah secara hukum dunia bawah, kesepakatan mutlak itu telah diketok palu: pernikahan ini hanya berjalan selama satu tahun, menunggu sampai Bianca benar-benar siuman dari komanya. Tepat setelah itu, ia dan Sylus akan resmi bercerai, dan Ceisya akan mengantongi uang tutup mulut senilai 5 miliar untuk melarikan diri selamanya.

​Bagi Ceisya, angka 5 miliar adalah tiket emas penyelamatan nyawa untuk kabur ke belahan bumi lain dan pensiun dengan tenang.

​Namun, lamunannya buyar seketika saat ia mendongak, menatap pantulan visual dirinya sendiri di dalam cermin. Di balik balutan gaun pengantin putih megah bergaya kerajaan Eropa, wajah aslinya terekspos tanpa celah. Kulit putih porselen bercahaya halus, hidung mancung proporsional, serta manik mata hijau terang yang memancarkan pesona luar biasa imut sekaligus mematikan.

​Ceisya mengerjap pelan, lalu tiba-tiba bergidik ngeri saat bayangan tatapan mata merah pria di pelabuhan tadi kembali berkelebat di benaknya.

​"Kok si Sylus jadi mendadak bergairah banget sih sama gue?" gumam Ceisya ngeri setengah mati, meraba kedua pipinya sendiri di depan cermin dengan panik. "Mata merah menyala kayak delima tadi... Astaga, sorot matanya keliatan banget kaya predator hyper tingkat tinggi yang siap menelan mangsa bulat-bulat! Kalau gue sampai khilaf nerima dia malam ini, tubuh gue bisa-bisa habis dilumat dalam semalam!"

​Gadis itu menggeleng kuat-kuat, buru-buru menyusun rencana pelarian darurat di dalam kepalanya. "Pokoknya, taktik paling aman adalah gue harus pura-pura setuju jalanin nikah kontrak ini sambil nunggu si Bianca sadar setahun lagi demi mengamankan duit 5 miliar itu. Tapi begitu uangnya cair dan situasi aman, gue bakal kabur bawa duitnya, lompat negara, dan bye-bye selamanya dari kejaran mafia gila ini! Enggak, buat jaga-jaga gue harus siapin rencana darurat sekarang juga..."

​Cklek!

​Suara gagang pintu kamar ganti yang ditekan dari luar tiba-tiba menghentikan monolog internalnya. Pintu terbuka lebar dengan perlahan.

​Sylus Blackwood melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah tenang namun memancarkan dominasi mutlak. Kemeja hitam berkerah terbuka dengan setelan jas formal mahal melekat sempurna di tubuh atletisnya. Namun, begitu sepasang manik mata merah menyala milik sang raja mafia itu menangkap sosok Ceisya yang berdiri terpaku di depan cermin dengan gaun pengantin putih, langkah kaki Sylus mendadak terhenti total.

​Pria itu bagaikan disambar petir murni di siang bolong.

​Bayangan samar tentang Bianca—yang saat ini bahkan masih terbaring koma di rumah sakit—musnah terbakar tak bersisa dalam pecahan detik. Seluruh akal sehat, memori, mata, dan kesadaran Sylus kini sepenuhnya dibajak secara paksa oleh satu pemandangan mutlak di hadapannya: wajah manis tanpa cela, bibir merah alami yang tampak begitu menggoda, serta aroma tubuh harum khas mawar segar bercampur vanila lembut yang menguar dari kulit Ceisya.

​Rasa terpesona yang luar biasa hebat dan brutal langsung menghantam dada dingin sang raja mafia, memicu gelombang gairah liar yang mendidih tak terkendali di dalam pembuluh darahnya. Sosok gadis di depannya bukan lagi sekadar figuran atau alat perjanjian menunggu orang koma; ia adalah candu paling mematikan yang merusak seluruh kewarasan mutlak seorang penguasa dunia hitam.

​Sylus melangkah mendekat tanpa suara, bagaikan seekor macan kumbang kelaparan yang mengurung mangsanya di dalam sudut gelap. Manik mata merahnya menatap tajam gaun pengantin yang membungkus lekuk tubuh ramping Ceisya, lalu naik perlahan mengunci manik mata hijau gadis itu dengan tatapan posesif yang siap membunuh siapa saja.

​Jantung Ceisya seketika mencelos jatuh ke dasar perutnya. Ia bisa merasakan bahaya murni merayap naik dari ujung kaki hingga ubun-ubun saat melihat cara pria itu menatapnya—tatapan seorang predator yang siap menerkam tanpa ampun.

​"Kau..." suara serak Sylus mengalun rendah, nyaris seperti bisikan mematikan yang menggetarkan seluruh molekul udara di dalam ruangan. Pria itu kini berdiri tepat di belakangnya, napas panasnya menerpa tengkuk Ceisya. "...kau bukan sekadar istri kontrak, Ceisya. Mulai detik ini, dan selamanya... bahkan jika Bianca siuman, kau adalah satu-satunya candu abadi yang menghancurkan seluruh duniaku."

1
Nycthophile
👣👣
CaH KangKung,
mantap
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣....🌹🌹
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah hadir kembali baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
namice: 😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Andrea
sok jual mahal Ceisya padahal hati berbunga2🤭
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Fahreziy
👣👣👣
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Andrea
😂😂😂
namice: 😘😘😘😍, terimakasih banyak ya kak sudah datang baca novel ku lagi, love you sehektar untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
toxic thor..😁
namice: 😁😁, iya salah ya kak😁😁, terimakasih banyak ya kak Infonya dan sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Cty Badria
ngak cocok tuk visual cowokny hrs berbadan tinggi besar berotot
Andrea: kayak mafia meksiko gtu ya😁😁
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku aku akan update setiap pagi kak dan setiap hari aku usahakan doubel up😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Wahyuningsih
yaaah thor ketangkapnya kok cpt amat gk serulah thor, thor buat gk gamoang sylus mndptkn cesya enak aja suapa suruh memprmalukan cesya gk banget thor
namice: 😁😁, emang sengaja kak yang ini karena kedepannya ujian mereka banyak kak, jadi permintaan seseorang pembaca ingin pasangan bucin, prianya bucin kak.. jadi mau gak mau ceisya dan Sylus menikah dulu dan Sylus mendapatkan ceisya😁
total 1 replies
°RhaiKen™
hiii...ikutan merinding disko kak 🤭🤭
namice: 🤣😁😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
horeeee👏👏👏👏👏karya baru lgi...💞💞💞
namice: 😍😍😘😘😘, love you sehektr untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 8 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
penasaran Thor buruan di selesaikan agar aku bisa membacanya
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!