Indonesia
NovelToon NovelToon
Kehangatan Di Ujung Senja

Kehangatan Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Bagi Senja Kala, pernikahan ini adalah jembatan menuju kebebasan. Bagi Alfa, pernikahan ini adalah keterpaksaan saat kekasihnya, Dila, berjuang melawan maut.

​Terjebak dalam sangkar baru, Senja memilih mencintai dalam diam dan merawat Dila tanpa dendam. Namun ketika pengorbanan terbesarnya diberikan secara rahasia dan Senja memilih menghilang, Alfa baru menyadari fakta yang menghancurkannya, wanita yang ia abaikan adalah rumah yang selama ini ia cari.

Akankah Alfa bisa menemukan Senja?

Apa Senja bersedia memaafkan dan memberi kesempatan Alfa jika mereka bertemu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Prasetya

Kabar tentang Alfa yang masih menjalin hubungan dengan Dila tentu saja tidak butuh waktu lama untuk sampai ke telinga Prasetya Anjasmara.

Jaringan mata-mata dan pengawasan ketat yang dipasang oleh penguasa Anjasmara Group itu bekerja dengan sangat sigap. Pagi itu juga, sebuah panggilan telepon bersifat instruksi mutlak dilayangkan ke ponsel Senja, memintanya untuk segera menghadap di kediaman utama Anjasmara.

Senja melangkah menyusuri lorong berlantai marmer murni menuju ruang kerja Papanya. Suasana rumah masa kecilnya itu tidak pernah berubah, dingin, megah, dan mencekam.

Begitu pintu kayu jati berukir itu dibuka, bau aroma kayu cendana dan cerutu mahal langsung menyambut indra penciumannya.

Di balik meja kerja raksasa, Prasetya Anjasmara berdiri membelakangi pintu, menatap keluar jendela tinggi yang menampilkan pekarangan rumah yang luas.

"Papa memanggilku?" Tanya Senja dengan suara tenang dan teratur.

Prasetya memutar tubuhnya. Wajah paruh baya itu tampak mengeras dengan urat-urat di pelipis yang menegang. Sorot matanya memancarkan amarah yang tertahan.

"Kamu ini benar-benar tidak becus, Senja!" Bentak Prasetya langsung menyambar tanpa basa-basi. Suara beratnya memantul keras di dinding ruangan.

"Papa membesarkanmu dengan segala fasilitas, membentukmu agar menjadi wanita sempurna, tapi memikat hati suamimu sendiri saja kamu tidak mampu!"

Senja tetap berdiri tegak dengan posisi tangan terlipat anggun di depan tubuhnya. Tidak ada getaran ketakutan di wajahnya, ia sudah terlalu terbiasa menghadapi ledakan emosi Papanya sejak kecil.

"Apa maksud Papa?" Tanya Senja perlahan.

"Jangan berakting bodoh di depan Papa!" Prasetya menggebrak meja kerjanya dengan telapak tangan, menimbulkan suara dentuman keras.

"Alfa masih berhubungan dengan wanita dari masa lalunya itu! Dia bahkan mendampingi wanita itu di rumah sakit! Bagaimana bisa kamu membiarkan suamimu berkeliaran menemui wanita lain sementara kamu resmi menjadi istrinya?!"

Senja menghela napas tipis, mencoba memberikan penjelasan rasional.

"Mas Alfa berhubungan dengannya hanya sampai wanita itu mendapatkan donor ginjal, Pa. Keadaan wanita itu sedang kritis dan...."

"Tutup mulutmu!" Potong Prasetya murka, menunjuk wajah Senja dengan jarinya.

"Kamu terlalu lemah dan naif, Senja! Jangan membawa alasan kemanusiaan di dalam persaingan kekuasaan dan martabat keluarga! Kamu pikir posisi sebagai istri sah itu cukup untuk mengamankan posisimu?!"

Prasetya melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga aura intimidasinya terasa begitu menghimpit.

"Dengar baik-baik, Senja. Posisimu saat ini memang istri resmi dari Alfa Arghantara. Tapi kalau kamu tidak bisa memiliki hati pria itu sepenuhnya, posisimu sangat terancam! Jika wanita itu sembuh dan Alfa memilih kembali padanya, atau jika Arghantara mencari celah untuk mendepakmu, posisimu akan direbut oleh orang lain! Kamu akan menjadi produk gagal dari keluarga Anjasmara!"

Kata-kata Papanya menusuk tepat di bagian terdingin dalam benak Senja. Produk gagal. Istilah yang selalu dipakai Papanya setiap kali Senja dianggap tidak mencapai standar kesempurnaan yang ditetapkan.

Senja menundukkan kepalanya sedikit, mengulas senyum patuh yang amat halus untuk meredam kemarahan Prasetya.

"Baik, Pa. Aku mengerti" Sahut Senja pelan dengan nada teratur.

"Aku akan berusaha untuk mendapatkan hati Mas Alfa."

Jawaban itu meluncur mulus dari bibirnya semata-mata hanya demi menyanggah cecaran Papanya agar pembicaraan ini segera berakhir. Namun di dalam hatinya yang paling dalam, Senja justru mencibir ucapannya sendiri.

"Berusaha mendapatkan hati Mas Alfa...?" Batin Senja lirih saat melangkah keluar dari ruangan tersebut.

"Untuk apa aku berusaha keras memperebutkan sesuatu yang sudah jelas bukan milikku? Hati pria itu sepenuhnya sudah terkunci untuk Dila. Mengejar hati yang terikat pada orang lain hanya tindakan bodoh yang melukai harga diriku sendiri"

Bagi Senja, pernikahan ini sejak awal adalah transaksi bisnis dan pemenuhan ekspektasi keluarga. Ia tidak pernah berencana untuk jatuh cinta, apalagi mengemis kasih sayang dari seorang pria yang pikirannya selalu tertuju pada wanita lain.

Senja segera pergi dari rumah kedua orang tuanya dan memilih untuk langsung kembali ke kantor Anjasmara Group. Rasa lelah mental akibat konfrontasi dengan Papanya membuat Senja hanya ingin mengurung diri di dalam ruang kerjanya yang tenang dan berkutat dengan tumpukan berkas proyek.

Namun, saat Senja mendorong pintu kaca ruang kerjanya yang megah di lantai atas, sosok yang tak terduga sudah berada di dalam.

Alfa sedang berdiri di dekat meja kerja Senja seraya memegang sebuah dokumen. Begitu mendengar pintu terbuka, Alfa langsung menoleh. Raut khawatir dan bingung tercetak jelas di wajah tampan pria itu.

"Senja?" Panggil Alfa seraya melangkah cepat mendekatinya.

"Kamu dari mana saja sejak tadi? Aku mencarimu ke seluruh area gedung, bahkan menanyakan pada sekretarismu tapi dia bilang kamu pergi tanpa mengabari."

Senja meletakkan tas tangannya di atas sofa, lalu merapikan blazer hitam yang mengenakan tubuhnya.

"Aku baru saja pulang, Mas."

"Pulang?" Alfa terkejut. Alis tebalnya bertaut erat.

"Pulang ke rumah orang tuamu? Kenapa kamu pulang tanpa mengajakku?"

Senja berjalan menuju meja kerjanya dan menduduki kursi kebesarannya.

"Aku tidak ingin merepotkanmu, Mas. Lagipula tadi kamu sedang ada jadwal rapat penting dengan tim direksi, kan?"

Alfa menghela napas pendek, melangkah mendekati meja kerja Senja dan menyandarkan pinggulnya di tepi meja.

"Tapi setidaknya kamu bisa memberitahuku, Senja. Kalau kamu mau pulang ke rumah Papa Prasetya, aku bisa membatalkan atau mengundur rapat itu untuk mengantarmu. Kita ini suami istri, tidak enak dilihat orang tua kalau kamu datang sendirian."

Senja mendongak, menatap mata Alfa yang terpancar kejujuran dan rasa sungkan yang besar. Senja tahu persis, jika Alfa tahu apa yang terjadi di rumah Anjasmara tadi, pria itu pasti akan merasa sangat bersalah dan semakin tertekan.

"Ada perlu apa kamu tiba-tiba pulang ke rumah?" Tanya Alfa lagi, menatap Senja dengan intensitas yang dalam.

"Apakah ada masalah penting?"

Senja mengulas senyuman santunnya yang sempurna, sebuah topeng yang selalu ia pakai dengan sangat mahir untuk menyembunyikan segala kegetiran batinnya.

"Tidak ada apa-apa, Mas" Jawab Senja santai, nadanya begitu ringan seolah tak terjadi hal besar beberapa jam lalu.

"Aku hanya merindukan kedua orang tuaku saja, jadi aku menyempatkan diri untuk singgah sebentar."

"Benar hanya itu? Papa tidak menanyakan hal yang aneh-aneh?" Alfa memastikan lagi, masih merasa ada yang ganjil dari kepergian Senja yang mendadak.

"Sama sekali tidak" Sahut Senja dengan kebohongan yang amat rapi.

"Hanya pembicaraan keluarga biasa. Menurutku... apa yang dibicarakan Papaku tadi tidak penting untuk dibicarakan padamu."

Alfa memperhatikan wajah Senja sejenak. Meski Senja tersenyum dan tampak sangat tenang, Alfa bisa merasakan ada benteng kaca yang sangat tebal dan tidak menembus di antara mereka. Senja selalu memikul segalanya sendirian, tidak pernah menuntut, dan tidak pernah membiarkan Alfa masuk terlalu jauh ke dalam dunianya.

"Baiklah kalau begitu" Ujar Alfa akhirnya dengan nada lega bercampur sedikit penyesalan.

"Tapi lain kali, tolong beri tahu aku ya? Jangan pergi sendirian seperti ini lagi."

"Iya, Mas. Terima kasih atas perhatianmu" Balas Senja lembut.

Alfa mengangguk pelan lalu berpamitan untuk kembali ke ruang kerjanya sendiri. Begitu pintu ruang kerja tertutup rapat dan menyisakan Senja seorang diri di dalam ruangan yang luas itu, senyuman di bibir Senja perlahan-lahan memudar.

Ia menyandarkan punggungnya pada kursi kerja berbahan kulit empuk, menatap langit-langit ruangan dengan helaan napas panjang. Di antara cengkeraman ketamakan Papanya dan kepedulian bersyarat dari Alfa, Senja sadar bahwa ia sedang berdiri di atas papan catur yang berbahaya. Dan satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan tetap menjaga hatinya agar tidak pernah terlibat terlalu dalam.

1
Nar Sih
sperti nya kmu mulai jatuh cinta dgn alfa senja
Nar Sih
dari perhatiaan alfa ke senja seperti psng suami istri yang saling mencintai pdhl ...mungkin hnya sbts tangung jwb alfa
Ari Atik
pengen nya alfa merasa kehilangan senja..
biar dia tau perasaan .yg sesungguhnya ...
juwita
kasihan senja jatuh cinta sm suami sendiri tp di hatinya ada cwek lain😭😭😭
mery harwati
Ada kopi online bwt author agar membuka rahasia, apakah orang tua Senja tau bahwa Alfa masih berhubungan dengan Dila meski Alfa sudah menikah sah dengan Senja
Karena bisa jadi nanti pelarian Senja dalam pernikahan ada campur tangan orang tua Senja karena Senja diabaikan oleh Alfa
Agnezz: makanya Senja dan Alfa harus tahan2 diri aja dulu Suatu saat mereka jadi pimpinan dan pemilik perusahaan. Ayah2 mereka sudah tertalu tua dan sakit2an, suatu saat akan menyerahkan perusahaan pada mereka
total 3 replies
mery harwati
Sebentar² aq jadi berpikir tentang pernikahan antara Senja & Alfa memang sudah disetujui oleh kedua orang tua mereka, tapi soal Alfa yang masih merawat Dila & "menelantarkan" Senja sebagai istri sah, diketahui tidak oleh orang tua Senja? Sebab selama episode ini hanya ayah Alfa yang keras menentang hubungan Alfa & Dila, andaikan orang tua Senja bahwa Alfa punya kekasih Dila & tetep menjodohkan Senja dengan Alfa, brati memang Senja benar² sendiri hidupnya ditengah kemewahan, tapi seandainya orang tua Senja tak tau bahwa Alfa masih berhubungan dengan Dila dan Alfa menyakiti Senja, waahh harusnya orang tua Senja menyembunyikan Senja dari Alfa & keluarganya 🤔💪
Agnezz: mungkin karena Senja mulai jatuh cinta pada Alfa dan dalam pandangan Senja, hati.Alfa sudah terkunci pada Dila. Tujuan awal.Senja mau menikah adalah pernikahannya menjadi jembatan menuju kebebasannya. Senja audah bosan terlalu dituntut dan disetir ayahnya. yah memang Senja KESEPIAN. orang tuanya hanya menjadikan Senja sebagai alat.
total 3 replies
Agnezz
Alfa emang cowok yg penuh kasih sayang dan perhatian. Dia tidak bisa berdiam diri kalo orang lain sakit. Pantas sangat mengkhawatirkan Dila karena dia sepeduli itu.Hati2 Senja jangan sampai jatuh cinta.
Agnezz
Untung yg jadi istri Senja, coba kalo wanita lain yg gak terima Alfa masih berhubungan dan memikirkan Dila. bisa dibejek-bejek kamu Alfa.
Agnezz
"Jangan merasa sendirian lagi Senja" berati Alfa paham kalo Senja kesepian.
" Selama kita bersama, aku akan selalu ada disini menemanimu." Jangan terlalu umbar janji Alfa. saat masih bersama sebagai suami istri, dihatimu masih ada Dila.
Hanima
lanjuttt
Cahaya
senja😍
Cahaya
lanjutttt
Hanima
Lari lah jauh2 senja
Inara Khimar
saran ku lari senja lari yang jauh
Ikaaa1605
😍
Cahaya
masihh spi ini blm pada hadir
Sastri Dalila
🤗
Nar Sih
semoga badai nya cpt pergi dan kalian sgra kmbli sampai daratan lgi
Umfaiq
baru kali ni ada CEO bodoh ga ketulungan
Ass Yfa
dan Senjapun tak ada dlm masadepan Alfa..sesakit itu yg Senja...tak ada deorangpun yg tulus menyanyangimu..bahkan suami sendiri😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!