Keinna Ayudia, seorang gadis yatim piatu yang berusaha berjuang untuk menjalani kerasnya kehidupan semenjak ditinggal pergi oleh ayahnya, sebagai gadis tertua dari tiga bersaudara, Keinna memiliki tanggung jawab untuk menafkahi kedua adik tirinya,
Ibu tirinya? wanita yang ia sebut ibu sambung itu justru pergi entah kemana ...,
Dalam kekalutan hatinya karena harus mencari nafkah, gadis berparas ayu itu justru harus bertemu dengan Tuan Rionard pria arogan yang super menyebalkan namun justru meminta Keinna dengan paksa untuk menjadi kekasih palsu nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JackRow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saudara Lily
"Jadi kau benar-benar mengenal pria itu Lily?"
"I-iya Nona! dia memang saudara saya, tapi saya sungguh kecewa pada mereka." Lily berucap sendu dengan menundukkan kepala.
"Mereka? apa kau memiliki saudara lain selain pria yang hampir menghajar mu tadi?" Cedrick yang semula diam akhirnya turut bersuara sembari memantik lighter untuk menyalakan nikotin.
"Itu benar Tuan, dan saya membenci mereka."
"Lily ..., diriku juga memiliki dua saudara, dan kami bertiga terkadang juga sering beradu mulut. Tapi hal itu wajar terjadi di-"
"Tidak Nona!" Lily memotong perkataan Keinna dan menampilkan wajah sendu nya sebelum akhirnya kembali berbicara.
"Kedua kakak saya ..., mereka memiliki perilaku menyimpang! hal itu yang membuat saya ingin selalu kabur dari rumah setiap kali kakak perempuan saya kembali pulang ke apartemen."
"Perilaku menyimpang?" Keinna kembali membenahi posisi duduknya dan menatap Lily dengan penuh perhatian.
"Saya pernah memergoki mereka berhubungan badan saat saya pulang kuliah. Saya takut! jika suatu saat Mathias juga akan memaksa saya untuk melakukan hal keji itu." Lily berucap terbata suaranya semakin melemah hingga buliran air mata akhirnya terjun membasahi pipinya.
"Apa kedua orang tuamu membiarkan nya begitu saja?" Cedrick kembali melontarkan pertanyaan dan menatap Lily dengan wajah datarnya.
"Kami bertiga telah menjadi yatim piatu semenjak kami masih kecil. Kak FE selalu berkata bahwa saya ini anak pembawa sial. Entah apa maksudnya."
Suara Lily nampak tersendat,
Sementara Keinna dan Cedrick, keduanya juga saling melempar pandangan sendu dalam diam.
"Lily ..., apa ada tempat lain yang menjadi tujuan mu?" Keinna berujar lembut sembari mengusap perlahan punggung gadis asing yang kini terisak disampingnya.
"Saya ... saya sungguh tidak tahu harus kemana Nona! saya bingung sekarang, jika saya tinggal di asrama, Mathias pasti akan membuat keributan dan memaksa saya untuk kembali pulang.
Bagaimana ini? apa diriku bisa membantu nya? Edmund? dia pasti bisa membantu ku ...,
"Tenang lah Lily, aku mungkin bisa membantu mu! tapi mungkin aku tak bisa menemani mu ...,"
"Benarkah? apa Nona akan membantu saya untuk melarikan diri dari Mathias?"
"Tidak Lily! aku mungkin akan berbicara dengan sahabat ku untuk supaya kau bisa mendapatkan tempat tinggal untuk sementara, hanya sampai dirimu siap untuk kembali menghadapi kedua kakak mu."
Perkataan lembut dari Keinna
seketika membuat Lily menampilkan senyum cerah di wajahnya, gadis itu pun tak segan untuk memeluk tubuh Keinna.
Apalagi yang akan dilakukan oleh Keinna? kenapa dia suka sekali ikut campur dengan kesedihan orang lain?
Cedrick membuang nafas kasar, pria tampan pemilik rahang tegas itu hanya memperhatikan kedua orang gadis yang nampak saling tersenyum dihadapannya.
Keinna nampak mengutak-atik ponselnya sebelum akhirnya ia menampilkan senyum tipis di wajahnya.
Tak berselang lama,
Wajah Cedrick kembali nampak masam karena mendapati kendaraan Audi Rs6 milik pria yang selalu ia anggap culun karena mengenakan kacamata.
"Maaf karena menggangu pekerjaan mu Edmund! tapi aku sungguh membutuhkan bantuan mu," Keinna seketika menghampiri Edmund dengan senyum manis di wajahnya.
"Tak apa Kei! aku juga sedang dalam waktu senggang, jadi dia yang bernama Lily?"
Edmund kembali mengalihkan pandangannya dan menatap seorang gadis yang turut berdiri dibelakang tubuh Keinna.
"Benar Ed, aku sungguh akan sangat berterima kasih jika kau bersedia menampung nya untuk sementara waktu. Aku akan menceritakan semuanya nanti."
"Tak apa! biar diriku yang mengurus nya untuk mu! kau bisa kembali bekerja sekarang." Edmund tersenyum dan kembali menatap Keinna dengan penuh kebahagiaan.
"Terima kasih Tuan Beruang!"
"Jangan memanggilku seperti itu Kei! kau membuatku semakin tak bisa melupakan masa kecil kita."
Pria berkacamata itu kembali terkekeh dan sepintas melirik Cedrick yang semakin tak bersuara dengan wajah masam yang tak berkesudahan.
"Lily ..., ikutlah dengan Edmund! kau tenang saja sahabat ku ini! dia sungguh pria yang baik, aku jamin dia tak akan menyakitimu." Keinna menggenggam tangan Lily dengan senyuman.
"Baiklah Nona! diriku sungguh tak akan melupakan kebaikan mu,"
"Jangan sungkan! aku juga memiliki seorang adik perempuan, jadi kau bisa menganggap ku sebagai saudari mu mulai sekarang, hmmm?"
"Terima kasih kak Keinna! terima kasih!" Lily kembali melonjak kegirangan dan kembali memeluk erat tubuh Keinna.
Dia selalu berhasil memenangkan hati siapapun dengan begitu mudah,
Cedrick termenung, pria itu lagi-lagi hanya mampu mengagumi kepribadian Keinna dalam diam.
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
.