Indonesia
NovelToon NovelToon
Cokelat Susu

Cokelat Susu

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:804.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Chika cha

Cover by me

Aidan Putra Bimantara—polisi muda berpangkat Ipda, hidupnya lurus dan rapi kayak barisan upacara. Sementara Yura Khalisa, tetangganya sekaligus mahasiswi tingkat akhir, yang sudah akrab dengan kalimat "Proposal kamu direvisi ya, Dek" dari dosen pembimbing yang sepertinya kurang kerjaan.

Mereka ini sebenarnya sudah seperti keluarga. Aidan menganggap Yura itu adik, dan Yura juga menganggap Aidan itu kakak. Pokoknya zona nyamanlah.

Tapi entah karena semesta lagi iseng atau mereka lagi sial, sebuah insiden tolol membuat mereka harus menikah dan tinggal serumah. Iya, satu atap. Satu kamar. Satu kasur, eh?.

Yang bikin tambah absurd, Aidan sampai harus melangkahi dua kakak laki-lakinya yang masih betah menjomblo. Bayangkan, bukan cuma melangkahi... ini mah loncat jauh ke babak yang belum waktunya!

Dan begitulah, dimulailah kisah rumah tangga Aidan dan Yura, dua orang yang niatnya cuma bertetangga, eh malah jadi teman hidup.

Mau tau kelanjutan ceritanya klik di bawah ini👇🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasutri Ajaib: Antara Boboiboy dan Papa Zola

Jam 11 malam kedua pasutri itu baru memasuki rumah. Aidan langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena begitu pulang kerja ia langsung ke rumah orangtuanya yang mengajaknya makan malam bersama jadi tidak sempat membersihkan tubuhnya.

Begitu juga Yura setelah tadi sempat sikat gigi dan mencuci wajah di kamar mandi yang berada dekat dapur, lantas Yura langsung berpindah kelantai atas menuju kamar.

Jujur saja mata Yura sudah sangat mengantuk dan mulai melambai-lambai ingin di pejamkan. Menyadari Aidan masih di dalam kamar mandi Yura dengan segera mengganti pakaiannya dengan piyama tidur agar lebih nyaman saat tidur.

Ceklek!

Suara pintu kamar mandi terbuka menampilkan Aidan yang baru selesai mandi, sudah lengkap dengan pakaiannya sedang mengusap-usap rambut basahnya dengan handuk kecil.

Syukurnya Aidan keluar di saat yang tepat, saat Yura sudah selesai mengenakan pakaiannya jika tidak bisa malu setengah mati Yura pastinya karena tadi sempat menanggalkan seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan dalam saja sebelum menggantinya dengan piyama.

Lantas Yura langsung naik ke atas ranjang, dan di susul oleh Aidan.

"Jangan rebahan dulu bang. Tu rambut masih basah. Keringin dulu entar kepalanya pusing." ucap Yura perhatian saat melihat Aidan yang sudah akan mulai rebahan namun urung karena ucapan Yura.

"Tapi mata gue udah sepet banget cel. Mau tidur." akunya jujur. Yura yang tadinya sudah akan memejamkan mata langsung bangkit dari tempat tidur berjalan ke arah meja rias mengambil hairdryer membawanya ke ranjang dan mencolokkannya ke saklar yang ada di sebelah ranjangnya.

"Sini, gue bantu keringin." ujar gadis itu berinisiatif.

Di tawari begitu Aidan langsung saja mendekat. Kapan lagi coba melihat Yura mau jadi babu dengan sukarela.

"Duduk di bawah." titah Yura menyuruh Aidan lesehan di lantai samping ranjang, semetara Yura sendiri duduk di atas ranjang agar ia lebih muda mengeringkan rambut sang suami.

"Ini di biasakan kalau habis mandi keringin dulu rambutnya sampai kering sebelum tidur. Nanti kepala abang jadi sakit, kan gue juga yang repot." nasihat Yura yang terdengar sedikit mengomel namun masih tetap mengeringkan rambut sang suami.

Aidan berdecak "wajar lah gue ngerepotin Lo, kan Lo bini gue."

Benar juga si, tapi kan gak gitu konsepnya. Yura ini udah repot di buat proposal penelitiannya jangan di buat repot juga nanti dengan Aidan yang malah sakit.

"Eh, cel. Besok malam Lo datang ke acara si Revan?" tanya Aidan menikmati sentuhan Yura yang sedang bergerak mengeringkan rambut di atas kepalanya.

"Gak tau, mau datang males gak terlalu akrab juga sama Revan. Tapi kalau gak datang gak enak dia yang undang langsung."

Aidan menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Yura "ya udah gini aja besok kalau gue pulang cepet Lo pergi bareng gue aja. Kalau pulang cepet ya. Kalau gak ya gak usah pergi, awas aja Lo kalau pergi tanpa gue."

"Iya."

"Eh, tapi gue heran cel, sejak kapan Lo berteman sama Revan? Bukannya temannya Revan itu gue? Lo sama Dendy yang udah kenal lama aja gak gitu banget." Yura hanya menyimak.

"Ada hubungan apa Lo sama Revan?" tanyanya pada akhirnya.

"Gak ada hubungan apa-apa. Temen juga gak." jawab Yura kelewat santai. Benarkan? Mereka tidak seakrab itu untuk di katakan teman.

"Kok gitu?" alis Aidan langsung berkerut.

"Ya karena kami memang gak seakrab itu."

Aidan nampak mengangguk-anggukkan kepalanya "Tapi menurut gue Revan suka deh sama Lo."

Yura menghentikan kegiatannya tertegun sejenak, memperhatikan raut wajah Aidan yang nampak biasa saja saat menanyakan hal itu. N"terserah dia aja, toh dia yang punya rasa bukan gue."

"Yakin lo gak ada rasa sama dia? Secara kan dia belasteran. Tampang tampang cocok untuk memperbaiki keturunan karena ganteng juga. Tapi masih gantengan gue sih."

Yura menjambak rambut Aidan gemas "pede Lo tuh bang kelewatan."

"Lah tapi bener kan?"

"Revan memang ganteng, tapi dia bukan selera gue." jawab Yura jujur, lanjut mengeringkan rambut Aidan.

Aidan langsung mendongakkan kepalanya menatap Yura dari bawah "jadi selera Lo yang kayak gimana?"

Tatapan mereka malah bertemu, Yura juga merasa detak jantungnya mulai tidak karuan. Kilas balik tentang momen first kissnya tadi pagi yang cukup panas itu melintas di benaknya begitu saja. Membuat pipinya malah merah merona. Dengan cepat Yura membuang tatapannya jika tidak akan ada entok nyosor jilid 2.

Bohong jika Yura tidak suka jika di cium Aidan, buktinya tadi pagi ia juga menikmati itu. Tapi Yura ingin melakukan itu jika Aidan sudah memiliki perasaan padanya. Jangankan cium, Aidan minta lebih juga akan Yura kasih.

"U-udah selesai. Yuk tidur, gue ngantuk." buru-buru Yura mencabut kabel hairdryer setelah di rasa rambut Aidan sudah kering. Ia langsung saja membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.

"Hih, pertanyaan gue belum Lo jawab boncel." protes Aidan seraya berjalan memutar ranjang dan duduk di atas ranjang.

"Selera gue yang kayak bang Abri" jawabnya di dari dalam selimut. Benarkan, wanita waras manapun juga akan selera dengan pria seperti kakak iparnya itu. Ganteng, tinggi, manis, humble, ramah, murah senyum, pengertian, rajin ibadah pokoknya Abri itu tipe cowok green flag. Kelakuannya jauh beda sekali dengan Aidan yang super duper nyebelin bin ngeselin.

Gemas, Aidan menendang bokong Yura dengan tidak santai, membuat Yura mengeluh kesakitan.

"Aduh! Kok gue di tendang sih?!" langsung saja Yura menyingkap selimut yang sudah menutup sampai wajah dan menatap tajam Aidan yang kini memasang wajah tak suka.

Tak suka dengan apa? Entahlah.

"Gak sekalian aja Lo nikahnya sama Bang Abri" sewotnya.

"Maunya gitu, tapi sayangnya gue terjebak sama lo" jawab Yura sekenanya.

"Oh, jadi Lo nyesel terjebak sama gue?" tanyanya terdengar kesal.

Yura langsung terduduk "Pakek nanya lagi ya iya lah!" jawabnya sedikit ngegas.

Seketika mata Aidan mendelik sempurna.

"Emang Lo gak gitu juga?" tanya Yura.

"Gak."

"Bohong, semantara di awal aja Lo ngebet nolak di nikahkan sama gue."

"Ya kan itu waktu masih awal-awal. Ya kali, gue dengan senang hati di nikahkan sama cewek boncel jelmaan botol Yakult kayak Lo."

Sekarang gantian mata Yura yang mendelik sempurna tidak suka dengan julukan yang diberikan Aidan "Enak aja Lo sama-samain gue sama botol Yakult. Dasar indomilk kadaluarsa!" melayangkan bantal guling menghantam tubuh Aidan menyalurkan rasa kesalnya.

Begitu juga Aidan, ia juga memukul tubuh Yura dengan bantal diiringi gelak tawa.

"Rasain nih serangan gue!" ucap Yura melayangkan bantal guling nya.

"Serangan halilintar!" ucap Aidan cosplay menjadi boboiboy.

"Dih sok jadi Boboiboy loh hah?! Nih makan timpukan bantal kebenaran..." Yura malah ngikut cosplay jadi papa Zola.

Katanya tadi pada ngantuk😒

Akhirnya benar-benar terjadi perang di atas ranjang yang benar-benar perang.

Ah, dah lah. Gak tau lagi liat kelakuan 2 pasutri ini.

......Indomilk kyut😚......

1
Rika
bagus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Tegang... tegang... tegang.... butuh air nih, air mana air Thor??? huuuhhh (sambil tarik nafas panjang)
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Yura... lagi hamil kok ya masih belum bisa mengerem dan memfilter omongan nya sih... apalagi sama suami lho, jangan terlalu kasar ya Yura kalau ngomong 🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Ya Allah, kenapa aku bacanya sambil ketawa-ketawa sih ini? 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Hubungan sesama jenis bagaimana maksudnya Thor... 🤔🤔🤔
Chika cha: OMG baru sadar kak😰😰
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Nyosor kayak Bebek apa soang Thor 🤭🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋: Alah alah... 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Anaknya papa Saga yang paling sableng ya Aidan ini 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Thor, aku akhirnya kesini... sambil nunggu mas Kadewa lanjut 🤭😍😍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋: iya nih, nunggu Kadewa muncul lagi sambil baca yang lain dulu😄👍
total 2 replies
Nurlaili Fajri
suka banget sama semua karyanya Thor, semua ceritanya menarik, punya karakter yang berbeda dari autor yang lain. semangat terus ya semoga karya" kakak diterima oleh para pecinta novel 👍
UMI TTS
🤣
UMI TTS
mantap😍
UMI TTS
mantap
Melda Herawaty
bagus banget ceritanya thor dr sekian byk novel kubaca, ini cerita beda dgn yg lain, seruu,kocak, ceritanya seperti asli kejadian didepan mata. bagus dh aku lgs suka begitu baca sinopsisnya trus lanjut dh smpe selesai. pokoknya 👍👍👍
Melda Herawaty
bagus aku suka ceritanya thor😍
suka bgt sm Aidan dan yura
Melda Herawaty
suka bgt tulisan mu thor
Melda Herawaty
wkwkwwk seru bgt 👍👍
Sulfia Nuriawati
dugong pny upil udah d cek blm 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jᴀᴍɪʟᴀʜ: ‎Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Bercerita tentang Lucyana yang dikhianati oleh masa lalu, lalu terjebak dalam pernikahan mendadak dengan Sadewa—seseorang yang jauh lebih muda dengan luka sendiri yang membuatnya trauma.
‎Bisakah keduanya bertahan? Ataukah cinta mereka akan menyerah pada masa lalu yang menghantui?
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Terimakasih💕
total 1 replies
Yati Ruhwiyati
Maaf tor,biasanya mahasiswa magang dulu baru sidang. Anak saya juga begitu,setahu saya. ini kok sidang dulu baru magang,lagipula magang tuh dipertengahan semester,setelah magang lanjut KKN. baru nyusun skripsi 🙏
Chika cha: maaf ya kak kalau salah. maklum gak sarjana gak tau tahapnya gimana, masih amatiran🙏
total 1 replies
Ghiffari Zaka
habiiiiiiiiis....duh di kasih part tambahan pun ttp kurang aja,emang AQ tamak Thor,maunya lagi dan LG.tp itu tandanya karya author war biasa,semangat thooooooooorrrr💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Chika cha: jangan lupa follow ya kak 😊
total 1 replies
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah....clear ceritanya Aidan dan Yura....,tp AQ yg sedih Thor,karena pisah ma mereka,makasih jg Thor yg udah menumpahkan segala upaya buat menghadirkan cerita yg luar biasa buat AQ khususnya semoga author senantiasa di beri kemudahan dan kesuksesan dlm karya2 selanjutnya,AQ tunggu cerita lainnya ya Thor selain bang argantara yg ganteng,semoga di cerita selanjutkan yg tentunya dlm balutan seragam jg AQ bs pantengin trs💪💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!