Bagi Alexavier Barrack,jatuh cinta itu sangat sulit ,bagi nya cinta adalah nomor sekian dalam hidup nya .
mafia berdarah dingin dan datar ini kerap kali hanya menjadi kan wanita sebagai simpanan ataupun teman semalam nya saja.
lalu bagaimana jika Mafia kejam ini tiba-tiba bertemu dengan gadis menyebalkan dan Bar-bar yang selalu menolak nya?
akan kah seorang Mafia ini bisa membuat gadis tersebut jatuh hati pada nya?
Saksikan kisah nya yaa...
Jgn lupa Follow IG Othor .: Edeline_malika22
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAP_S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Oh God,Come on sayang kenapa?" Tanya Vier dengan nada kecemasan yang benar-benar membuat nya bingung harus berbuat apa.
Vier dengan cepat mengambil ponsel nya dan menghubungi tim dokter nya," Kemarilah dalam 10 menit atau 5 menit dari sekarang,istri ku sakit !" Teriak Vier lalu mematikan sambungan telepon nya sepihak.
Vier menatap Serry dengan kekhawatiran yang mendalam, tak mampu menyembunyikannya dari wajahnya. Sementara itu, Malaikha mengawasi semuanya dari kejauhan, tersenyum penuh kemenangan dan kepuasan. Ekspresi wajah Malaikha yang mengejek jelas menunjukkan bahwa kondisi tersiksa Serry saat ini adalah hasil dari ulah licik."Hidupmu akan sengsara," gumam Malaikha dengan suara penuh rasa bangga.
"Aku mau ke kamar." Ujar Serry sambil menangis terisak-isak.
Vier pun langsung membawa Serry , menggedong istri kesayangan nya itu untuk ke kamar,didalam dekapan Vier diri nya memeluk erat tubuh suami nya sambil menangis.
Sesampai nya dikamar,Serry pun terus menerus menangis terisak-isak,dan itu membuat Vier panik." Apa yang kau rasakan,katakan." Ujar Vier kembali.
Namun Serry enggan menjawabnya, membuat Vier langsung menghubungi dokter kembali,setelah sambungan telepon terhubung Vier langsung dengan tidak jelas nya marah-marah pada dokter nya.
Setelah marah-marah Vier kembali mendekati istri nya dan mengelus elus perut rata istri nya yang masih saja di pegangi oleh Serry sambil menangis.
"Aku akan memecat seluruh koki di Mansion ini!" Ketus Vier sambil memeluk kelapa Serry dan memejamkan kepala nya.
"Lama sekali,ayo kita ke rumah sakit,lelet sekali dokter itu !" Ketus Vier lalu hendak menggendong istri nya,dan bertepatan itu Dokter memasuki kamar tersebut.
"Lama sekali kau b-ajingan!" Ketus Vier meletakkan istri nya dan dengan gerakan cepat Vier mengayunkan kaki nya ke arah dokter tersebut.
Serry yang melihat tingkah Vier hanya bisa menggeleng kan kepala nya." Keluar lah Vier,biar dia memeriksa ku." Ujar Serry dengan lembut.
Sontak perkataan Serry membuat Vier melebar kan mata nya dan menatap heran ke arah Serry, bagaimana mungkin diri nya akan meninggal kan Serry dan dokter itu sendirian?
"Tidak ! "Ketus Vier dengan cepat.
Serry hanya membuang kasar napas nya dan kemudian menyuruh dokter memeriksa diri nya,dokter tersebut pun mengerut kan kening nya,lalu menatap Serry yang tengah mengedipkan mata nya sebelah.
"Aku baru saja makan dengan suami ku,namun perut ku tiba-tiba sangat sakit ketika kami tengah menonton." Ucap Serry masih memegangi perut nya.
Seakan mengerti akan apa yang diisyaratkan Serry ,dokter tersebut mengangguk kan kepala nya,setelah nya diri nya melihat ke arah Vier dan membuang kasar napas nya.
"Keracunan makanan,mungkin dia memakan makanan yang salah,entah itu makanan basi atau memang sengaja di racuni." Ujar dokter tersebut dengan santai.
Seketika Vier langsung mengepalkan tangannya dan menatap Serry dengan tatapan mata elang nya.lalu Vier mengangguk kan kepala nya." Apa berbahaya?" Tanya Vier dengan datar.
Dokter tersebut menggeleng kan kepala nya," aku akan meresepkan obat ,kau bisa membeli nya,dia akan baik-baik saja setelah istirahat dan meminum obat." Ujar Dokter tersebut.
Vier mengangguk lalu dengan datar dia mengantar dokter tersebut ke pintu kamar Serry ." Kekasih mu..."
"Mantan !" Ketus Vier memotong dengan ucapan dokter sekaligus teman nya itu.
"Menarik, pelihara saja kedua nya." Ujar dokter tersebut lalu berlalu meninggalkan Tempat tersebut.
Vier hanya diam dan memutar mata nya jengah,setelah nya diri nya pun melihat Malaikha yang tengah berjalan mengejar dokter tersebut,Vier yang curiga langsung mengikuti mereka.
"Bagaimana kondisi nya?" Tanya Malaikha dengan lembut mencari informasi tentang Serry yang tengah baru saja di periksa.
Dokter tersebut menatap Malaikha." Tidak ada masalah serius,hanya saja mungkin ada seseorang yang sengaja mengerjai nya." Ujar nya dengan datar menatap wajah Malaikha.
Sontak saja apa yang dikatakan oleh dokter tersebut membuat Malaikha mengepal kan tangan nya." Kau menuduh ku?" Tanya Malaikha dengan ketus.
"Aku tidak menyebut diri mu,mengapa kau merasa?" Ketus Dokter tersebut lalu berlalu meninggalkan Mansion tersebut dengan cepat.
Vier yang mendengar hal tersebut lebih memilih menemui istri nya lebih dulu, memastikan kesehatan dan kondisi sang istri .
"Kau dari mana?" Tanya Serry sambil berjalan mendekati Vier dan menutup pintu kamar mereka,lalu mengunci nya.
Vier mengerutkan keningnya,mengapa istri nya seperti tidak merasakan kesakitan dalam bentuk apapun,padahal sebelum nya Serry sangat kesakitan.
Serry melingkar kan tangan nya ke leher suami nya lalu tersenyum manis ke arah Vier ." Aku baik-baik saja." Ucap Serry dengan lembut sambil tersenyum.
Vier mengerutkan keningnya lalu menyoroti gestur tubuh sang istri yang dirasanya sangat mencurigakan." Kau berbohong?"Tanya Vier dengan pelan dan juga datar.
Serry mengangguk kan kepala nya," kau tidak melihat bagaimana aku panik?" Tanya Vier kembali sambil terus menatap wajah Serry.
Serry memanyunkan bibir nya dan memeluk Vier dengan lembut."aku melihat nya meletakkan sesuatu di makanan ku,lalu demi membuat nya senang dan merasa menang,aku bersandiwara,Jika kau tidak percaya,kau bisa melihat melalui CCTV,namun lihat yang di bagian sudut kiri,karena jika kau melihat di CCTV bagian sudut kanan,dia sudah merusak nya." Ucap Serry lalu melerai pelukan nya.
"Kenapa tidak mengatakan nya,aku akan memberikan pelajaran pada wanita itu !" Ketus Vier dengan aura dingin nya.
Serry menganggukkan kepalanya." Tidak,jangan,biarkan dia merasa menang lebih dulu,agar kita bisa mengumpulkan bukti-bukti dan tiba waktu nya Bom waktu akan meledak dengan sangat kuat untuk diri nya." Ucap Serry dengan tersenyum memandangi wajah Vier.
Vier menatap Serry." Kau seperti mafia." Ucap Vier dengan datar.
"Love me please, Mr.mafia." ujar Serry menggoda Vier.
Vier tersenyum." Sudah Baby." Ucap Vier lalu melu-mat bibir istri nya dengan lembut.
Cium-an Vier semakin menuntut,pria tampan itu perlahan-lahan membawa istri nya menuju ranjang mereka,setelah nya Vier menjatuhkan tubuh mereka dan terus menikmati suguhan di depan nya.
Serry pun membalas setiap lum-atan Vier dengan terus menerus memejamkan mata nya,setelah nya tangan Vier turun,yang tadi nya berada di leher Istri nya,sekarang berada di bagian dada Serry.
Serry membiarkan Vier melakukan apa yang ingin pria itu lakukan ,dengan perlahan mengerti seakan mendapatkan lampu hijau,Vier membuka kancing dress bagian belakang Istri nya,menurunkan hingga ke bawah pinggang,lalu membuka bagian atas nya.
Serry meremas rambut Vier memejam kan mata nya menikmati sentuhan bibir dan tangan Vier pada bagian diri nya, sungguh Serry rusak mampu berkata-kata akan apa yang Vier lakukan.
"Ale.."
***