Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.
Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.
Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...
Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.
ikuti kisah selanjutnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jurang Kalajengking
SRRTTT!!!
Belum selesai mereka mengalami pecah ban depan bagian kanan, kini ban bagian bepakang yang meledak.
Buuuum!
Mobil hitam itu semakin oleng.
"ALLAHUAKBAR!" teriak Rayyan.
Nawang Wulan berusaha banting setir dan dan naik ke atas aspal. Tetapi semua sangat sulit di lakukan.
Kuntilanak kuning yang ikut menahan badan mobil, mendadak ada yang merasakan ada yang merayap masuk ke bagian selangkanya, dan menggigit apa legitnya.
"Aduh, apaaan ini" ia terlonjak kesakitan, dan ternyata Kuntilanak Biru juga mengalami hal yang sama. Gunung kembarnya di gigit sesuatu, sedangkan Sundel Bolong di gigit di bagian luka tepi lubang punggungnya.
Sontak ketiganya langsung melepaskan pegangan pada badan mobil.
Mereka melompat-lompat menahan rasa sakit.
Dan memeriksa binatang apa yang sudah mengacaukan segalanya.
Akan tetapi, keputusan itu berakhir bencana. Dimana mobil yang tadi mereka tahan akhirnya terperosok ke dalam jurang.
Mobil bergulingan, dan membuat Kasih langsung terpental, dan Nawang Wulan tidak dapat menahan keseimbangannya.
WUUUUSSHHH!
BRAAAK!
Bumper terangkut di akar beringin. Mobil menggantung empat puluh lima derajat. Bagian belakang sudah di atas jurang.
"KELUAR!!" teriak Nawang Wulan. Matanya masih hitam legam.
Pintu tidak dapat dibuka. Demit dari luar langsung dorong.
Buto Ijo nahan bemper dari bawah. Urat lehernya keluar. "Tahan... tahan...!"
Kaca jendela pecah.
Kasih yang duduk di jok tengah sisi bagian kanan, orang yang paling dulu terlempar.
BRAK!
Tubuhnya mental ke luar, dan tersangkut di dahan pohon jati. Gaun tidur putihnya mengalami sobek.
"KASIH!" Farhan reflek ingin menyusul.
Tetapi dari kolong mobil, keluar suara yang membuat bulu kuduk meremang.
Krek... krek... krek...
Jumlahnya tidak lagi satu, tetapi ratusan.
Siluman Kalajengking berukuran kecil. Hanya seukuran telapak tangan saja.
Warnanya merah. Ekornya bercahaya hijau. Menandakan jika sengatannya mengandung bisa yang cukup tinggi.
Benar saja, Kuntilanak Kuning mengalami pembengkakan di bagian apemnya. Siluman Kera langsung melotot.
"Sayang... Kenapa itu apem kamu jadi semok?" ucapnya dengan bingung.
Sedangkan Kuntilanak Biru mengalami pembengkakan di bagian dadanya, dan menjadi dua kali lipat tobrut.
Sundel Bolong punggungnya membengkak.
Buto Ijo yang melihat semuanya terkejut.
"Awas! Ada serangan dari Mbah Jati! Ia mengirimkan pasukan Kalajengking untuk menggagalkan ruwatan sengkolo!"
Semua langsung terdiam, dan memasang telinga serta mata untuk membaca arah lawan yang datang.
Tak!
Tiba-tiba saja bibir pocong di sengat, dan langsung bengkak.
Sedangkan pasukan kiriman Mbah Jati. Sudah mulai bergerak.
Mereka naik dari jurang. Memanjat ban. Memanjat pintu.
"FAAAAARHAN!" teriak Nawang Wulan.
Salah satu Kalajengking menggigit pergelangan tangan Farhan.
NGIIIT!
Racun masuk melalui aliran darahnya.
Farhan mendadak mengalami kejang.
"ARGH!"
Lengan kirinya langsung biru kehitaman. Uratnya naik ke leher dan membengkak..
Rayyan mendobrak pintu mobil, dan membawa Farhan keluar. "Lawan! Baca doa!" titahnya.
Farhan mengalami muntah darah berwarna hitam.
Di atas pohon, Kasih teriak. "FARHAN!!"
Tapi dia gak bisa turun. Dahannya tinggi. Kakinya gemetar saat melihat ketinggian.
Ia menangis sesenggukkan. Ia sangat takut hal buruk terjadi pada suaminya.
Selama ini, ia tidak pernah mencintai pria yang menikahinya. Tetapi Farhan... Dia sudah membuat dunianya berubah.
Rasa penyesalan datang dalam dirinya. Ia merasa, jika pembawa sial yang menyebabkan Farhan akan meninggal.
Kuntilanak biru yang mengalami tobrut di bagian dadanya dan Kuntilanak Kuning langsung memanjat.
"Tahan ya Neng," bisik Kuntilanak Biru. Dia menggendong Kasih turun dengan pelan-pelan.
Sedangkan di bawah, masih terjadi perang.
Nawang Wulan sendiri sudah berdiri di kap mobil. Rambutnya terurai dan berkibar oleh angin.
Dari tubuhnya keluar cahaya berwarna putih. "KALIAN MAU MATI?!" suara geraman yang menggetarkan malam kelam.
Dedaunan kering berterbangan, dan berusaha menyapu para pasukan Kalajengking yang datang menyerang.
Akan tetapi, cengkraman mereka lebih kuat, dan terus saja merangkak naik.
Salah satu kalajengking berhasil memanjat badan mobil. Setiap gerakannya, membuat kap mobil mengalami retakan halus.
Ratusan Kalajengking datang menyerang.
Nawang Wulan menggenggam pedang di tangannya, dan ia memutar tubuhnya.
WUUUUSSH!
Angin dari sabetan pedangnya, membuat beberapa Kalajengking meledak.
DOR! DOR! DOR!
Asap hitam mengepul di kegelapan malam.
Akan tetapi, Kalajengking semakin banyak yang datang. Dari bawah jurang. Dari pohon. Dan juga dari tanah.
Siluman Kera yang pinggangnya mengalami retak mencoba tetap maju.
Ia mengayunkan tombaknya, dan mengalami patah si bagian ujungnya.
Tak putus asa, ia menggunakan tangan. menghajar satu persatu para Siluman Kalajengking.
Sedangkan Pocong melompat-lompat. Kain kafannya ia pakai buat menjerat.
Wewe Gombel menyapu Kalajengking dengan menggunakan sapu lidi yang memancarkan api.
Tiba-tiba Kalajengking terbakar. Bau sangit langsung menyebar.
Anehnya, jumlahnya gak habis-habis.
Buto Ijo berteriak ke Nawang Wulan.
"Wulan! Ini gak ada habisnya! Pasti ada induknya!"
Nawang Wulan menoleh ke jurang.
Di dasar jurang, terlihat sesuatu yang mengambang.
Itu adalah Iblis Kalajengking Induk. Dimana induk Jantannya yang bersarang di ukurannya sepuluh kali lebih besar dari yang tadi menyerang mereka.
Ekornya ada tiga. Di punggungnya duduk sesosok makhluk berpakaian hitam.
Sosok itu adalah Mbah Jati. Ia mengenakan ikat kepala yang sama warna dengan pakaiannya. Keris di tangan di genggamnya dengan erat.
Mbah Jati mengangkat keris. Senyumnya terlihat sinis.
Di tempat lain, Rayyan sedang berusaha untuk menyelamatkan puteranya.
Telapak kaki Rayyan menghangat. Sesuatu yang mirip dengan akar mulai berkedip dan dengan perlahan memancarkan cahaya terang.
Cahaya tersebut langsung menjalar dan sampai ketelapak tangannya.
Ia menempelkan telapak tangannya ke dada Farhan.
Akan tetapi, tiba-tiba saja...
Wuuuusssh!
Sebilah keris melesat dan menyasar kepala Rayyan.
"RUWATAN KALIAN GAGAL DI SINI!" suara Mbah Jati terdengar cukup lantang.
Nawang Wulan yang melihatnya langsung melesat, dan...
Craaaassh!
Ujung kerus mengenai lengan kanannya.
Nawang Wulan terdiam sejenak. Lalu diam untuk menetralkan racunnya.
Lengannya langsung membengkak, tetapi ia cukup kuat untuk menahannya.
Sedangkan Farhan tampak sangat sesak, sebab ia adalah darah manusia murni, hanya saja ia memiliki sedikit kekuatan karena merupakan titisan dari Eyang Getih.
Rayyan dengan cepat menempelkan tangannya, dan mengobati luka Rayyan.
DUUAAAR!
Petir hitam menyambar cukup kuat, dan menghantam badan mobil.
Mobil yang tadinya nyangkut.Tiba-tiba...
KRAAAAK!
Akarnya berderit, dan hendak putus.
Mobil mulai kehilangan keseimbangannya, dan akar yang menjadi penahan terputus... kemudian oleng.
"RAYAAN!!" Nawang Wulan langsung melompat.
Rayyan narik Farhan yang udah setengah sadar. Mereka berdua bergulingan menghindari mobil yang hampir menimpa mereka, dan jatuh berbarengan dengan mobil.
Nawang Wulan langsung terjun. Ia melesat untuk mengejar dua pria yang ia cintai.
Di tengah udara dia menangkap Rayyan dan Farhan sekaligus.
BUUUK!
Mereka bertiga mendarat di tanah lumpur dasar jurang.
Tubuhnya sebesar rumah pihak pengembang? 🤭
Ohya Kak.. si Gita dan suaminya, orang yang pertama kali bawa Kasih ke panti asuhan ketika Kasih masih bayi, kok nggak di munculin sih..
Apa dia mereka beda kota dengan tempat tinggal Kasih.. 😌