Indonesia
NovelToon NovelToon
Tanah Luka Dan Persahabatan

Tanah Luka Dan Persahabatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:183
Nilai: 5
Nama Author: Dini Sinaga

Kehidupan penduduk Kampung Surya Kencana, dimana sebagai besar penduduknya bekerja sebagai besar petani. Kampung ini kini gersang karena dilanda kekeringan.
Warga Kampung Surya Kencana bersifat, tradisional, sehingga sulit menerima perkembangan terutama dibidang pertanian. Pemerintah baik dari pusat, provinsi, kecamatan hingga Kampung sudah sering mengadakan Penyuluhan Pertanian agar pertanian masyarakat dapat meningkat, namun di tolak oleh sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani.
Seorang pemuda bernama Harjo (pemeran utama) adalah salah seorang dari sedikit petani yang mau mengikuti arahan Penyuluh Pertanian. Dia gigih dan ulet dalam bertani serta cerdas dalam mengembangkan pertanian, sehingga hasil pertanian Harjo menjadi berbanding terbalik dengan hasil pertanian warga Kampung. Hasil pertaniannya melimpah sedang petani lainnya sering terkena hama dan gagal panen.
Banyak penduduk yang mulai tertarik dengan cara bertani Harjo yang terkadang diluar kebiasaan penduduk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Sinaga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Kemarahan Widuri

Widuri, seperti berubah wujud dari wanita penuh kesabaran dan memiliki wajah ayu dan sopan serta lembut tutur katanya. Kini wajahnya sedikit berubah dengan tatapan mata tajam, bak burung garuda mengintai mangsanya.

Slamet merasakan aura yang besar keluar dari dalam diri Widuri, perasaan Slamet mendadak merasa takut dan ciut nyali dalam dirinya.

"Sedari tadi, kau datang dengan tiba-tiba ke dalam warung ku, tanpa basa-basi langsung marah-marah tanpa terlebih dahulu menanyakan peristiwa apa yang sebenarnya telah terjadi di tempat ini. Sekarang malahan hendak menghina Harjo yang sudah menjadi Pahlawan dan penyelamat dari Wati. Hendaknya kamu memperhatikan wajah mu di depan cermin dahulu kalau hendak membandingkan dirimu dengan Harjo. Harjo jauh lebih baik dari kamu, kamu tidak sebanding, mendekati juga tidak. Level mu tidak lebih dari pemuda kampung yang mencoba mendapatkan simpati dengan berbagai cara, namun semuanya itu tidak berguna kalau sifat dan kelakuan mu tidak diubah terlebih dahulu." ceramah singkat Widuri sambil menunjuk-nunjuk ke arah tubuh Slamet, seperti yang telah Slamet lakukan terhadap Harjo sebelumnya.

Slamet sedikit-sedikit mundur secara otomatis dan saat terduduk di bangku panjang yang berada di warung tersebut.

"A... Aku tidak seburuk itu Widuri, a... Aku minta maaf kalau aku telah membuat kamu cemburu, Aku tidak bermaksud begitu." jawab Slamet penuh percaya diri.

"Apa??? Cemburu??? Apakah sudah gIla???" sanggah Widuri, dengan pertanyaan tegas, sebab merasa Slamet telah keterlaluan.

Slamet hanya tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, membenarkan dan meyakinkan ucapannya sebelumnya.

"Simpan saya pikiran gila mu itu, Aku tidak mungkin dan tidak akan pernah menyukai lelaki seperti mu. Lelaki sampah!!!" maki Widuri merasa tidak percaya akan apa yang dipikirkan oleh Slamet.

Sikap tIdak tahu malu dan tidak tahu diri serta muka tebal Slamet ternyata sungguh di luar nalar. Sudah pernah di tolak cintanya. Eh malahan sekarang dia menuduh Widuri menyukainya dan cemburu terhadap Wati. Dasar sikap muka tembok dan muka aspal Slamet sudah tingkat dewa, sungguh tiada tandingannya.

Harjo memberikan sentuhan memberikan kode kepada Wati, sambil berkata pelan,

"Kamu minum dahulu air teh hangatnya, mumpung masih hangat." bisik Harjo di telinga Wati yang masih saja memeluknya dengan erat, seolah-olah tidak ingin kehilangan.

Wati masih belum memberi merespon, sepertinya Wati masih ingin berlama-lama dalam keadaan ini.

Pergerakan tangan Harjo terlihat oleh Slamet, walaupun pergerakan tangannya hanya kecil sekali. Sungguh kalau persoalan begini Slamet cukup ahli.

"Eit..., eit.. Eitss... Jangan curi-curi kesempatan kamu. Kurang ajar!!!" maki Slamet penuh amarah, mengeluarkan aura kebenciannya, mencoba mendekati Harjo dan menarik tubuh Wati, walaupun Widuri dengan sigap menghalangi, namun Slamet berhasil menarik lengan atas Wati.

Wati seperti sudah menduga apa yang akan dilakukan Slamet, segera bangkit dan menatap Slamet dengan mata tajam dan berkata dengan suara penuh aura amarah,

"Tidak di alam bawah sadar atau mimpi, di alam nyata juga kau mengganggu ku. Dasar lelaki berengsek...!" tutur Wati dipenuhi aura kebencian.

Walaupun mulai tersentak, sebab sudah dua kali Slamet di tolak dan di hina wanita dalam waktu beberapa menit saja.

Banyak gadis desa dan para ibu-ibu mendatangi warung Widuri saat ini, mereka mendengar kabar ada seorang guru muda bernama Wati yang diketahui berparas cantik, ramah dan baik hati itu, saat ini berada di warung ini dalam keadaan pingsan dan belum sadarkan diri. Mereka sangat ingin mengetahui keadaan dan kejadian apa yang melatarbelakangi peristiwa itu.

Hal ini sering terjadi di kampung Surya Kencana, kabar berita cepat menyebar. Untuk peristiwa saat ini, mereka mengetahuinya dari para lelaki suami dan kerabat mereka yang melihat kejadian tersebut.

Mereka mendengar ucapan keras dan tajam dari Wati kepada Slamet. Namun mereka memakluminya, sebab Slamet sudah sering sekali membuat sensasi berita, apalagi di bidang percintaan, Slamet itu sudah membuat belasan mungkin puluhan gadis kampung menolak cintanya dan di gosipkan menyukai Slamet. Walaupun mereka tidak mengetahui siapa penyebar beritanya, tetapi kecurigaan mereka... sih, Slamet yang menyebarkannya.

Sinta, seorang gadis muda berparas cantik, berkulit sawo matang, bertinggi 155 cm adalah gadis yang pernah menolak cinta Slamet maju lebih depan ke arah Slamet lalu berbicara,

"Sudahlah, kalau kamu belum berubah dari sikapmu, seperti yang pernah kau lakukan dahulu kepada ku, jangan harap ada wanita yang menyukai mu, kamu hanya buang-buang waktu saja. Sebab tIngkahmu itu menjijikkan!" tutur Sinta.

Sinta segera mendekat kepada Wati, lalu berkata.

"Sabar, Bu. Dia itu memang lelaki seperti itu. Agak kurang waras. Aku saja pernah mencoba menerimanya, namun setelah ku coba, ternyata dia bukan tipe lelaki baik, suka ingkar janji dan melirik gadis-gadis lain, serta pelit dan pemalas. Aku sudah capek dibuatnya." tutur Sinta mencoba menenangkan Wati yang masih terlihat emosi.

Beberapa gadis yang lain membenarkan apa yang di ucapkan Sinta.

"Benar... Benar, sekali."

"Benar, jangan mau terganggu atau terhasut Slamet, di bukan lelaki baik."

"Aku saja pernah di ajaknya berjalan-jalan berduaan, makan dan minum di pasar, eh pas mau bayar, dia tidak membawa uang. Aku dibuatnya malu sekali sebab aku juga tidak membawa uang. Lelaki gila itu." tutur gadis lainnya.

"Iya, benar. Aku juga pernah begitu, tetapi beruntungnya Aku membawa uang. Masakan aku yang diajak, malahan aku yang bayari. Lelaki Ngak Modal. Setelah kU bayar segera aku minta putus..." Ungkap gadis yang berada di antara ibu-ibu yang berkerumun.

Harjo mendengar banyak perkataan mencibir Slamet, merasa sedikit terkejut, karena dirinya tidak tahu sama sekali. Hanya Moko saja yang pernah mengatakan hal itu, sewaktu berjumpa di jalan, setelah Moko melihat Slamet terjatuh di jalan dan terkena kotoran kambing.

Slamet yang merasa terpojok pun, tidak ingin kehilangan mukanya segera berbicara,

"Benar... Benar kan Widuri, Aku tidak berbohong kepada kamu. Lihat, buktinya. Mereka semua itu adalah mantan ku, jadi itu bukti bahwa banyak gadis yang menyukai ku, walaupun mereka sudah putus hubungan dengan ku. Tetapi mereka pernah merasakan kehangatan cinta dari ku, bukan seperti Harjo sahabat ku ini. Tidak pernah berpacaran. Siapa coba yang menyukai, apalagi mencintainya? Tidak..."

Belum selesai Slamet berbicara, Wati dan Widuri serentak berbicara,

"Kau..." dengan penuh aura emosi, namun karena mendengar dua suara, mereka berdua menghentikan perkataannya dan perlahan-lahan saling berpandangan, merasa sedikit malu, karena mereka merasa seperti ditelanjangi rahasia hatinya.

Di dalam hatinya mereka merasa saling curiga satu dengan yang lainnya.

Warga kampung dan Slamet serta Pak Mulya merasa terkejut melihat tingkah laku kedua wanita cantik itu.

Berbagai dugaan terbentuk dalam pikiran mereka. Pertanyaan besar menguasai benak mereka.

Tiba-tiba Sinta berbicara,

"Saya, saya yang menyukai Harjo. Saya, saya yang bersedia menikah dengannya. Asal kamu tahu saja. Kapan pun Harjo mau, Aku besedia menikah dengannya." tutur Sinta berterus terang.

"Apa?" Ucap Slamet refleks, sebab Sinta wanita yang cukup cantik dan salah satu wanita yang masih dijadikannya pilihan utama setelah Wati, Sari dan Widuri.

"Tidak... Tidak mungkin, kau pasti hanya bercanda saja. Kau pasti masih mencintai Ku. Kau hanya berbicara sembarangan saja kan?" tanya Slamet tIdak percaya dengan perkataan Sinta yang baru saja didengarnya.

"Kenapa, memangnya kenapa kalau Aku mencintainya, toh aku tidak merugikan orang lain. Lagi pula, Harjo...

Apakah rahasia dari Sari?

Bagaimana dengan perasaan Wati dan Widuri?

Akankah Slamet menyerah?

Bagaimana Kisah selanjutnya?

1
Dini
okey bagus
👍
Dini
💪baru setiap harinya

yuk diikutin dan di like
Dini
bagus, cara bercerita yang berbeda
tema yang baru
Zidan
GG bang bagus , saling folow yuk jangan lupa baca novel ku juga kalau boleh 🙏
Zidan
GG bang saling folow yuk bang
Dini: 🙏ok sudah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!