Indonesia
NovelToon NovelToon
MENANTANG PARA DEWA

MENANTANG PARA DEWA

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​"Jika menyelamatkan dunia harus mengorbankanmu... maka akan kubakar seluruh langit hingga menjadi debu!"

​Lima ratus tahun lalu, Bencana Langit merobek Benua Tianlan. Di tengah reruntuhan yang membara, Mo Xie hanya bisa menyaksikan tangan Chu Yurou—gadis yang dicintainya—hancur memudar menjadi serpihan cahaya. Janji polos masa muda mereka hancur, berganti menjadi dendam yang membakar jiwa.

​Berbekal Pedang Kehampaan yang terlarang dan Inti Es Purba di Dantiannya, Mo Xie bangkit dari abu kehancuran. Bersama Xue Qingyue—Peri Es dari Sekte Es Abadi—ia menelusuri batas dimensi demi mengumpulkan kembali serpihan jiwa yang hilang.

​Bagi para Dewa, ia hanyalah serangga fana yang menantang takdir. Namun bagi Mo Xie, selama jiwanya belum padam, takhta langit adalah sasaran berikutnya.

​"Dunia ini tidak lagi butuh penyelamat. Yang mereka butuhkan... adalah pembalasan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Pulau Terapung di Balik Kabut

​WUUUSH!

​Di atas hamparan kehampaan wilayah timur, sesosok bayangan hitam melesat cepat membelah lautan awan. Hembusan angin kelabu membalut tubuh Mo Xie, menuntun langkahnya menembus atmosfer udara yang kian menebal oleh gumpalan uap putih yang aneh.

​Setelah menempuh perjalanan jarak jauh ribuan mil, pandangan Mo Xie akhirnya tertuju pada gumpalan kabut tebal yang membentang luas di bawah kakinya. Kabut itu berwarna putih keperakan, berputar-putar dalam ritme yang tidak alami, menyelimuti area dalam radius puluhan mil tanpa celah sedikit pun.

​Mo Xie merendahkan ketinggian terbangnya. Tanpa ada ragu di dalam dadanya, ia mengarahkan tubuhnya meluncur masuk menerobos lapisan uap putih tersebut.

​Namun, tepat saat tubuh Mo Xie menyentuh lapisan terluar kabut—

​BOOOOM!

​Sebuah dentuman energi yang teramat sangat padat mendadak meletup di udara!

​Permukaan kabut yang semula tampak lembut bagai uap air seketika mengeras bagaikan dinding. Gelombang kejut tak kasat mata menyambar tubuh Mo Xie dengan hantaman yang begitu dahsyat, memaksa tubuh pemuda itu terpental beberapa meter ke belakang.

​Mo Xie mengepalkan tangannya, menstabilkan kembali posisinya di angkasa. Hembusan angin kelabu di sekeliling kakinya berdenyut halus, menahan momentum dorongan yang menyapu raganya.

​"Ini bukan sekadar kabut biasa..." gumam Mo Xie rendah.

​Dahi Mo Xie berkerut rapat. Sepasang matanya—mata kiri yang bersinar biru gletser redup dan mata kanan dengan pendar merah di sekeliling pupilnya—menatap tertegun ke arah hamparan putih yang bergejolak di bawah kakinya. Melalui penglihatan mata uniknya, ia dapat melihat jutaan benang Qi spiritual berwarna kebiruan berseliweran rapat di balik gumpalan uap tersebut, membentuk jalinan segel yang amat rumit.

​"Ini adalah formasi susunan array tingkat tinggi," desis Mo Xie lagi, menyapu pandangannya ke seluruh sudut pertahanan tak kasat mata itu.

​WUUUSH! WUUUSH! WUUUSH!

​Belum sempat Mo Xie mencerna lebih jauh struktur formasi di hadapannya, desiran angin tajam mendadak memotong udara secara beruntun dari arah dalam kabut.

​Tiga berkas cahaya dengan warna Qi yang terang melesat cepat ke luar dari balik pembatas, membelah awan putih dan secara presisi mengunci posisi melayang Mo Xie dari tiga sudut yang berbeda.

​Pendar cahaya itu memudar, menyisakan tiga sosok praktisi yang kini melayang beberapa langkah tepat di hadapan Mo Xie. Mereka bertiga mengenakan jubah sutra berwarna biru muda yang dihiasi sulaman benang emas berbentuk naga melingkar di bagian dada.

​Di barisan terdepan, berdiri seorang wanita berparas sangat cantik. Rambut hitamnya yang panjang terikat rapi di belakang punggung, sementara sepasang matanya menatap Mo Xie dengan ketajaman yang sarat akan kewaspadaan.

​WUUUSH!

​Gelombang tekanan energi Qi di ranah Awakened tingkat ketiga mendadak meledak dari tubuh wanita tersebut. Hawa keberadaannya menyapu udara, menekan ke arah Mo Xie tanpa menyembunyikan Niat Membunuh yang tipis.

​"Siapa kau?!" seru wanita itu dengan suara jernih yang bernada dingin. Matanya menyipit, meneliti jubah hitam bersulam perak serta sepasang warna mata unik yang dimiliki pemuda di hadapannya. "Berani-beraninya kau mencoba menerobos masuk ke dalam wilayah terlarang ini!"

​Mo Xie tetap berdiri tenang di posisinya. Tidak ada sedikit pun riak ketakutan di wajahnya saat menghadapi tekanan ranah Awakened tingkat ketiga tersebut.

​"Mo Xie... dari Sekte Es Abadi," sahut Mo Xie datar. Suaranya jernih dan stabil, memecah ketegangan yang membeku di udara.

​Mendengar nama sekte penguasa benteng utara disebut, mata wanita itu seketika tertuju pada lambang krisan es bersulam benang perak di dada kiri jubah Mo Xie. Ketegangan pada bahunya sempat mengendur selama setengah tarikan nafas, namun kecurigaan yang jauh lebih pekat mendadak kembali merayapi raut wajah cantiknya saat ia mencium riak energi di sekitar tubuh Mo Xie.

​Sekte Es Abadi adalah penguasa teragung dari Dao Es Murni. Setiap murid maupun Tetua dari sekte tersebut selalu memancarkan hawa keberadaan yang dingin, murni, dan membekukan. Namun pemuda di hadapannya ini... hawa keberadaan yang memancar dari raganya terasa teramat sangat aneh, samar, dan membawa riak kekacauan yang gelap.

​"Jangan asal bicara!" bentak wanita. "Aku tidak akan bisa kau tipu hanya karena jubah yang kau kenakan! Sekte Es Abadi tidak pernah memiliki praktisi dengan riak energi aneh seperti milikmu! Sebutkan dari mana asalmu yang sebenarnya!"

​Mo Xie menatap wanita itu tanpa berkedip. "Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Aku berasal dari Sekte Es Abadi."

​Salah seorang praktisi pria di belakang wanita itu mendadak melayang mendekat, membisikkan beberapa patah kata dengan raut wajah tegang di telinga sang Kultivator wanita.

​Seketika itu juga, tatapan wanita berjubah biru muda itu berubah menjadi semakin dingin dan berbahaya.

​"Lakukan!" perintah wanita itu tajam.

​WUUUSH! WUUUSH!

​Dua praktisi di belakangnya melesat cepat bagaikan kilatan cahaya biru. Dalam sekejap mata, mereka berdua telah mengambil posisi di sisi kiri dan kanan Mo Xie, mengurung pergerakannya secara mutlak di tengah angkasa.

​Dahi Mo Xie berkerut semakin rapat. Tangannya yang terbalut kain hitam di balik lengan jubah mengencang halus.

​Tiba-tiba, seulas menyeringai dingin terukir di bibir wanita cantik itu.

​"Formasi Kabut Tiga Arah!" teriaknya.

​Secara serempak, ketiga praktisi tersebut mengangkat telapak tangan kanan mereka ke udara. Pendar Qi kebiruan meledak dari jemari mereka, memicu reaksi berantai pada kabut formasi di bawah kaki mereka.

​SRAAAAK!

​Gumpalan kabut tebal mendadak memadat secara drastis, menjelma menjadi tiga helai tali uap keperakan yang melesat cepat bagaikan ular. Tali-tali kabut itu melilit erat kedua lengan, pinggang, serta pergelangan kaki Mo Xie, mengunci sirkulasi energinya dan menahannya mengambang kaku di udara.

​Mo Xie menunduk sekilas, menatap tali-tali kabut yang mencengkeram raganya. Ekpresi wajahnya tetap tenang tanpa gejolak emosi yang berarti.

​"Oh... jadi seperti ini bentuk sambutan yang diberikan oleh tuan rumah kepada utusan resmi Sekte Es Abadi?" ucap Mo Xie, suaranya terdengar datar dengan sedikit nada sindiran yang dingin.

​"Kau masih berani mengatasnamakan Sekte Es Abadi di hadapanku?!" desis wanita itu tajam, melangkah satu depak di udara mendekati Mo Xie. "Di dalam lingkup Formasi Kabut Tiga Arah ini, kami bisa membunuhmu dalam sekali sentakan tangan! Cepat katakan dari mana asalmu yang sebenarnya, dan apa tujuanmu mendatangi tempat ini!"

​Mo Xie menghela napas pendek. Ia menyadari sepenuhnya bahwa memberikan penjelasan verbal hanya akan menjadi hal yang sia-sia di hadapan kecurigaan berlebihan ketiga orang ini.

​Di dalam Dantian baru milik Mo Xie, Hukum Chaos yang bersemayam dalam keheningan mendadak berdenyut halus.

​WUUUSH!

​Hanya dengan satu sentakan kehendak yang sangat singkat, pendar energi kelabu pekat meluap keluar dari pori-pori kulit Mo Xie. Energi kekacauan yang berdiri di atas Hukum Alam biasa itu merembes cepat, menyentuh tali-tali kabut formasi yang melilit tubuhnya.

​CRASH! CRASH! CRASH!

​Sifat destruktif dan korosif dari Hukum Chaos seketika mengikis dan merusak struktur benang-benang Qi pada formasi tersebut. Dalam hitungan waktu tak sampai satu tarikan napas, tiga tali kabut padat yang mengunci tubuh Mo Xie hancur meledak menjadi serpihan uap tak berguna di udara!

​"Apa?!"

​Ketiga praktisi berjubah biru muda itu terperanjat hebat! Mata wanita berparas cantik itu membelalak lebar, melangkah mundur satu depak di udara karena terkejut yang tak terbayangkan.

​Bagaimana mungkin seorang praktisi di ranah Awakened tingkat awal sanggup menghancurkan kuncian Formasi Kabut Tiga Arah secara instan tanpa perlu mengayunkan senjata atau menggunakan tekniknya?

​Sebelum ketiganya sempat mengambil posisi bertarung kembali dalam kepanikan, Mo Xie menggerakkan tangan kirinya. Dari balik jubah hitamnya, ia menarik keluar sebuah gulungan kulit kayu tua yang terikat tali hitam— yang di berikan Tetua Aula Misi—lalu melemparnya santai ke arah wanita tersebut.

​WUSH!

​Wanita itu Reflex menangkap gulungan kulit kayu di udara. Matanya yang tajam dengan cepat membukanya, membaca aksara segel dan stempel resmi milik Sekte Es Abadi yang terukir di atas perkamen tersebut.

​Saat matanya menyelesaikan kalimat terakhir, tekanan Qi spiritual di ranah Awakened tingkat ketiga milik wanita itu seketika meredup dan ditarik kembali secara bertahap ke dalam raganya. Ketegangan yang mengeras pada wajah cantiknya perlahan-lahan mengendur, digantikan oleh binar pemahaman dan sedikit rasa malu atas kelancangannya.

​Ia merapatkan kembali gulungan tersebut, menangkupkan kedua tangannya di depan dada sembari membungkukkan kepalanya sedikit ke arah Mo Xie.

​"Mohon maafkan kesalahpahaman dan sikap lancang kami ini," ucap wanita itu, nada suaranya kini melunak dan penuh dengan rasa hormat yang sepantasnya.

​"Aku Su Mei, dari Paviliun Qianlong," lanjut wanita itu menyebutkan nama dan saktenya secara resmi.

​Mo Xie hanya mengangguk pelan. Ia tidak berniat memperpanjang masalah atau membesar-besarkan tindakan gegabah mereka. "Tidak masalah."

​Su Mei yang melihat Mo Xie tidak mempermasalahkan hal tersebut mendesah lega di dalam hatinya. Ia tidak membuang waktu lebih lama untuk berbasa-basi yang tidak perlu. Ia membalikkan tubuhnya yang anggun di udara, membiarkan jubah biru muda bersulam emasnya berkibar ditiup hembusan angin hangat.

​"Sebaiknya kau ikut denganku sekarang. Pemimpin kami telah menunggumu," ujar Su Mei.

​Mo Xie mengangguk pelan. Tanpa perlu mengajukan pertanyaan yang berbelit-belit, ia mengalirkan angin kelabu di kakinya, melayang menyusul langkah Su Mei dan dua orang lain nya.

​Su Mei mengangkat tangan kanannya, membentuk sebuah segel sederhana di udara.

​WUUUUUSH!

​Gumpalan kabut tebal yang sebelumnya mengeras bagai dinding mendadak terbelah secara mulus, memberikan sebuah celah lorong kosong yang aman untuk mereka lewati.

​Saat Mo Xie melangkah melintasi ambang batas formasi tersebut, terpaan angin hangat yang kaya akan aroma tanah dan dedaunan segar menyapu wajahnya secara mendadak.

​Ketika mata nya terbuka—

​Pandangan yang terbentang di hadapan Mo Xie seketika membuat matanya menyipit pelan.

​Apa yang ada di balik formasi ini bukanlah reruntuhan hancur, tanah tandus, atau kawah berlumpur seperti di perbatasan selatan. Sebaliknya, sebuah pemandangan yang teramat sangat indah dan asri membentang megah di bawah naungan langit biru yang jernih.

​Hamparan ladang rumput hijau, sungai-sungai berair bening yang mengalir tenang, serta deretan bangunan-bangunan kayu yang tersusun rapi bagaikan kota impian yang terisolasi dari kiamat dunia luar.

1
Septiana Athorid
Bagus dan menarik
Day Chuk
Novel yang Rekomen
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Pena Quality
keren
Kausafiksi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi
best
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!