Dijamin no plagiat, InsyaAllah ayuk buruan singgah di novel pertama aku😁👇
Teana adalah seorang gadis cantik berusia 18 tahun, dan dia di kenal sebagai gadis bar bar, karna keberanianya dan hoby nya yang mengikuti balapan liar.
Namun saat ia telah lulus SMA ia harus menikah dengan pria yang berada jauh dia atas nya dan berusia 30tahun.Alasan karna wasiat mendiang papa nya yang mengharuskan dia menikah dengan anak teman papa nya, namun bukan itu alasan Teana menerima perjodohan nya melainkan karna ancaman dari Exel.
Exel adalah seorang pria berusia 30tahun dan dikenal dengan sikap nya yang dingin dan juga kejam, Namun karna ketampanan yang ia miliki banyak wanita yang tergila gila karna dirinya. Tak sembarangan orang tau identitas aslinya adalah ketua mafia. Orang orang hanya tau bahwa dia adalah seorang CEO yang terkenal di manca Negara.
Dan karna haus akan dendam masa lalu ia akan memanfaatkan perjodohan yang ditentukan ibu nya untuk dirinya, ia akan melampiaskan dendam nya pada Teana. Entah dendam apa yang dimaksud Oleh Exel.
yuk buruan cek dan simak cerita kelanjutan dari kedua nya. akan kah mereka bertahan di pernikahanya
ayukk singgah di novel aku ya☺😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cetrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
happy reading
...****************...
...----------------...
"gue dimana nih, arghh.. (memegang kepala nya yang terasa pusing) sakit bener kepala gue" gumam nya, lalu Teana beranjak dari tempat tidurnya.
Teana berjalan ke arah balkon, lalu melihat keluar betapa terkejut nya Teana bahwa ia sekarang berada di tengah tengah hutan, yang membuat Teana aneh kenapa ada rumah semewah ini di hutan?.
"ini gue dimana cobak, di hutan tapi di kota apa, gue tinggal sama siapa, jauh amat Exel ngirim gue ke hutan, aduh kepala gue pusing" gumam Teana dengan segala tanda tanya.
Teana mulai pelan pelan menyusuri rumah megah dan mewah ini, ia keluar dari kamar lalu ia mulai berjalan seperti orang linglung, berjalan menuruni anak tangga lihat sana lihat sini tidak ada tanda tanda orang lain di sini.
"gue sendiri nih... " ucap nya pada diri nya sendiri.
"beneran ini gue sendiri"
"woiii... ada orang gak" teriakan Teana menggema di seluruh penjuru ruangan rumah.
"Hahaha... akhirnya gue sendirian juga" Teana berjalan ke arah sofa lalu duduk sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
Teana tidak merasakan sama sekali bahwa sebenarnya ia sedang di awasi oleh seseorang, yaitu Exel.
Exel memperhatikan tingkah laku Teana dari layar laptop nya, ia memantau dari cctv, sambil menikmati wine dan rokok yang ada di selip jarinya.
" shitt...gadis ini kenapa selalu berada di fikiran ku saat aku tidak sehari melihatnya"kesalnya pada dirinya sendiri.
"tidak... tidak... tidak akan aku biarkan ada perasaan diantara aku dan gadis sialan ini"
"okey,,, Exel fokus pada tujuan mu untuk memberikan hukuman pada gadis ini karna sudah beraninya membantah seorang Exel" ucapnya tersenyum miring.
Teana berjalan kearah samping rumah dan membuka pintu kaca transparan itu, ia berjalan mendekati kolam renang yang nampaknya segar jika berenang di sore hari seperti ini fikirnya.
Namun ia memutuskan untuk tidak berenang akan tetapi ia memasukan kedua kaki nya ke dalam kolam sedangkan dirinya duduk di pinggiranya, Duduk termenung sambil mengenang dimana masa masa ia dulu dan para saudara nya saat bersama.
Dan teringat akan bunda dan kak Rafa nya yang sekarang sedang di rawat di rumah sakit, hatinya sebenarnya sangat hancur saat bunda dan salah satu kakanya terkapar di rumah sakit.
Tangannya mengepal kuat, mata Teana mulai mengembun, cepat cepat ia hentikan kesedihan nya, ia tidak mau terlihat seperti gadis lemah.
"gak,, gue gak boleh nangis, menangis itu bukan sifat gue,"
"gue yakin kakak gue yang lainnya pasti bisa menangani bunda dan kak Rafa"
"gak mungkin gue paksa diri gue buat lepas dari genggaman Exel yang ada nanti malah makin ribet masalah nya"
"gue harus pura pura nurut aja sama tu orang biar gue bisa lolos dari gengamannya, nanti baru deh gue cari cara saat tu orang uda mulai sedikit percaya sama gue" gumam nya.
"gue yakin banget gue gak sendiri disini"lirih nya sambil melirik kanan kiri.
" gue yakin banget, pasti ada seseorang yang ngawasin gue, atau mungkin bisa jadi pria itu sendiri yang sedang mantau gue dari cctv "perkiraan nya.
Selang beberapa menit, tiba tiba ada suara langkah kaki seseorang mendekati kearah Teana, Teana sudah merasakan seseorang itu semakin mendekat, ia bukan takut tapi malah bersikap santai, karna ia sudah menduga tidak mungkin dirinya tidak di awasi oleh seseorang.
" aku membawa mu kemari bukan untuk bersantai, dasar gadis tidak tau diri" ucap Exel dengan suara bariton nya.
"sudah kuduga pasti dia" lirih Teana tersenyum miring.
...****************...
...----------------...
"gue heran deh al, Teana kemana ya kok tiba tiba ngilang gitu dari apartemen gue" ucap Qilla pada Aldo yang sedang duduk disebelah nya sambil fokus ke layar laptop.
"Mana gue tau Qil, lo telfon coba" ucap Aldo pura pura acuh.
"apa jangan jangan suami nya uda tau keberadaan Teana, terus di susul paksa" gumam Qilla dengan segala perkiraan nya.
"woi,, kenapa lo bengong, entar lalat pada singgah tu di mulut lo" ucap Aldo sambil terkekeh geli melihat Qilla yang bengong dengan mulut yang Terbuka.
Qilla langsung cepat cepat menutup mulut nya dan langsung cemberut menatap Aldo.
"apaan si lo Al" kesal nya.
"loh gue kan bener haha... air liur lo hampir aja netes" tawa candaan Aldo, membuat beberapa pengunjung disitu pasti beranggapan jika mereka sepasang kekasih yang mesra.
"lo parah banget si Al, ngeledekin gue tuh lo liat tuh di gigi lo ada cabe hahaha" ucap Qilla dengan tawaan nya.
Aldo buru buru mengambil ponsel nya lalu membuka aplikasi kamera sebagai pengganti kaca, lalu ia melihat di layar ponsel nya tidak ada sedikit pun kotoran di gigi Aldo baru sadar bahwa diriri di bohongin, di ambil nya tisu lalu ia bentuk seperti bolah lalu di lemparkan ke arah Qilla yang sedang menertawakan nya.
"woi... ahh lo ni jangan ngelempar dong, oh gue juga bisa awas aja lo" ucap Qilla bergantian menyerang Aldo.
Saat mereka sedang bercandaan tiba tiba ponsel Qilla berdering, alhasil mengalihkan perhatian mereka, Qilla segera mengambil ponselnya yang terletak diatas meja.
"assalamu'alaikum dek, hallo ada apa" ucap Qilla memulai obrolan setelah tau siapa yang menelfon.
"kakak lagi dimana dan ngapain? "
"kakak lagi buat tugas kampus di cafe sama kak Aldo, emang ada apa hmm? " tanya Qilla.
"......... "
"maksud kamu apaan Dion" raut wajah Qill berubah menjadi serius.
".......... "
"kakak pulang sekarang" ucap Qilla tegesa gesa lalu mematikan ponsel, sambil menyusun semua barang barang nya.
"lo kenapa, Qilla? kok buru buru gitu? " tanya Aldo heran.
"emhhh... gak papa kok, gue balik dulu ya Al" ucap Qilla berbohong.
"serius lo? perlu gue antar gak, biar cepet " tawar Aldo.
"uda gak usah Al, gue bisa sendiri kok hehe.. mending lo tolong lanjutin materi nya entar jangan lupa lo kirim ke email gue ya, oke bye see you" ucap Qilla berlalu pergi.
"kenapa si tuh anak, (menatap punggung Qilla yang sudah mulai tidak keliatan lagi) eh tadi kata Qilla Si Teana tiba tiba ngilang ah mending gue cari tau dulu deh, khawatir gue" ucap Aldo, menatap layar laptop nya.
"liat aja kalau sampai nenek lampir itu menyakiti adek gue atau yang lainnya gue bakal gak segan segan untuk melukai lo balik" gumam Qilla, saat ini Qilla tengah berada di taksi menuju mansion Egi.
...****************...
...----------------...
Alasan pria berusia 30 tahun ini untuk membawa Teana ke rumah nya yang berada di tengah tengah hutan bukan hanya karna sebuah hukuman melainkan mansion utama nya telah di serang oleh musuhnya saat Exel berada di luar bersama Teana waktu dirinya membawa Teana ke markas nya.
Bahkan para maid dan anak buahnya sebagian kehilangan nyawa, fikiran nya berkata tidak peduli pada gadis ini jika ia tertangkap oleh musuhnya, namun beda dengan hati nya yang berkata harus menjaga gadis ini.
Exel mengikuti hatinya meskipun fikiranya selalu berlawanan, tapi ia berfikir bahwa ini adakah cara yang tepat untuk membuat derita gadis ini, ia tidak mau seperti orang ketakutan jika gadis ini kenapa kenapa.
"jadi gue cuman tinggal berdua disini sama lo? " tanya Teana dengan minuman dingin di tangan kirinya.
"bukan berarti hidup kamu bakalan enak setelah saya asingkan disini"ucap datar Exel membuat Teana mendengus kesal.
" lo... lo tuh bisa gak si ha? sekali aja jangan terus terusan ngancam gue"ucap Tea pada Exel, dan saat ini tatapan mereka tanpa sengaja bertabrakan.
Dan apalagi jarak di antara mereka hanya sejengkal, Teana masih bisa merasakan hembusan nafas Exel dan begitu pun dengan Exel, mereka sama sama saling memandang hingga akhirnya Exel mendekati Teana mengkis jarak di antara mereka.
Exel membuat tubuh Teana terjontak kebelakang alhasil tembok menjadi jalan buntu bagi Teana, tidak ada lagi yang bisa ia perbuat atau meloloskan diri dari perlakuan Exel sekarang terhadap nya.
Exel menarik pinggang Teana ke dalam pelukannya, dan menatap lekat lekat wajah Teana membuat Teana gugup tidak menntu.
"a... apa apaan si lo, minggir " protes Teana tidak ingin menatap mata Exel terlalu dalam jadi dirinya memutuskan kontak mata mereka.
"kamu tadi bilang, jangan selalu mengancam ku, hmmm" ucap Exel berseringai.
cup... satu kecupan di pipi bulat Teana dari Exel. Entah mengapa dirinya sangat tidak fokus terhadap pipi buat Teana membuat dirinya beralasan mencium Teana karna hukuman.
"apaan si lo" protes Teana akibat perilakuan Exel tadi, ia tidak suka situasi ini, dan sekarang jantung nya deg degan.
Exel balik lagi ke aslinya, ia mulai mencengkram rahang pipi Teana, sorot mata Exel tiba tiba memerah tanda bahwa ia sedang menahan amarah.
"arggh.. shhh" ringisan Teana.
"jika kau membantah perkataan ku sekali lagi, aku tidak akan segan lagi untuk membunuh satu persatu kakak kakakmu" ucap Exel lalu ia melepaskan cengkraman nya dan berlalu pergi meninggalkan Teana.
...****************...
...----------------...
...----------------...
maaf ya kalau gaje,🙏😁jangan lupa like vote dan komen nya😊