Indonesia
NovelToon NovelToon
Sepatuku Cintaku

Sepatuku Cintaku

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Erni Handayani

Berawal dari seringnya menginjak sepatu bisa tumbuh benih-benih cinta diantara Agam dan Sheila. Bagaimana bisa hanya karena gara-gara sebuah sepatu bisa membuat mereka jatuh cinta.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Bagaimana mungkin hanya karena sepatu mereka bisa saling jatuh cinta?

Yuk ikuti kisah selengkapnya hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Wawancara Untuk Kedua Kalinya

Beberapa hari kemudian Sheila mendapatkan panggilan dari rumah sakit. Dia diminta datang untuk melakukan wawancara besok pagi. Hal itu sontak membuat Sheila merasa senang.

Kebetulan besok Sheila libur. Itu artinya Sheila bisa datang untuk wawancara. Sheila merasa senang karena akhirnya ia mendapatkan panggilan. Setelah beberapa lama menanti akhirnya Sheila mendapat kabar bahagia.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Sheila sudah bersiap untuk melakukan wawancara. Sheila sengaja datang lebih pagi agar tidak terlambat. Seperti biasa Sheila memakai pakaian hitam putih saat melakukan wawancara.

Sheila pergi menggunakan angkutan umum karena jarak dari rumah menuju rumah sakit memang lumayan jauh. Satu jam kemudian akhirnya Sheila tiba di sebuah gedung rumah sakit.

"Wah rumah sakitnya besar sekali," ujar Sheila saat turun dari angkot. Perlahan tapi pasti Sheila mulai melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit.

Di pintu ada seorang doorman yang me jaga pintu.

"Selamat pagi," sapa nya sambil tersenyum saat Sheila masuk ke dalam.

"Pagi," jawab Sheila sambil membalas senyuman nya.

Merasa bingung harus bertanya pada siapa, akhirnya Sheila menanyakan tempat wawancara kepada doorman tersebut.

"Permisi pak, saya mau tanya sesuatu," ujar Sheila gugup.

"Ada apa nak? Ada yang bisa bapak bantu?" tanya doorman tersebut.

"Saya ingin bertanya, saya mendapatkan telpon untuk wawancara. Kemana saya harus pergi?" tanya Sheila.

"Kamu mau wawancara ya? Kamu bisa pergi ke lantai 2, nanti setelah keluar dari lift kamu jalan ke sebelah kanan sampai menemukan sebuah pintu paling ujung," jelas doorman tersebut.

"Oke pak, terima kasih banyak," ucap Sheila.

Setelah mendapatkan informasi tempat wawancara, Sheila segera bergegas menuju lift yang berada tidak jauh dari hadapannya. Sheila segera masuk dan memijit angka 2 dengan tujuan lantai 2.

Setelah keluar dari lift, Sheila segera bergegas menuju pintu paling ujung.

Tok... tok...

"Permisi," ujar Sheila yang mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Iya ada apa? Mau ketemu siapa?" tanya seseorang saat membukakan pintu.

"Permisi bu, saya kemarin mendapatkan telpon untuk wawancara," jawab Sheila.

"Oiya iya, silahkan masuk. Kamu sudah ditunggu sejak tadi," timpal seseorang itu yang merupakan karyawan HRD.

"Iya bu," jawab Sheila yang segera masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan Sheila segera di wawancara dengan beberapa pertanyaan. Beruntung tidak ada pertanyaan yang sulit. Sheila bisa menjawab pertanyaan dengan begitu mudah.

Cukup lama Sheila melakukan wawancara akhirnya ia di terima bekerja mulai besok.

"Besok kamu mulai bekerja ya," ujar Bu Ani yang merupakan orang bagian HRD.

"Iya bu, terima kasih karena saya sudah diberikan kesempatan untuk bekerja disini," tukas Sheila.

"Sama-sama Sheila, semoga kamu betah bekerja disini ya," timpal Bu Ani.

"Aamiin bu, terima kasih. Kalau begitu saya permisi," pamit Sheila.

"Iya silahkan," ujar Bu Ani.

Dengan penuh semangat Sheila bergegas meninggalkan rumah sakit. Sheila sendiri masih tidak percaya jika akhirnya ia akan melakukan wawancara yang kedua kalinya.

Selain ingin menambah pengalaman, Sheila juga ingin mendapatkan gaji yang lebih dari pekerjaan nya yang sekarang. Sebab menurut Sheila gaji yang sekarang memang cukup kecil.

Sheila berharap dengan bekerja di rumah sakit, ia akan mendapatkan gaji yang lebih dari tempat ia bekerja sebelumnya.

"Aku harap aku betah bekerja disana," gumam batin Sheila.

Sekarang Sheila harus memikirkan cara untuk bisa keluar baik-baik dari toko tempat ia bekerja.

1
Zizi Suartini
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin😅 lope lope dah pokok nya😍
R-Niie
makasih banyak kak 🙏, boleh kak judulnya apa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!