sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26 kejujuran Zaki pada Aira
Setelah Zaki berkata yang menyakiti hati Aira. Kini ia jauh lebih banyak diam dan murung. Hari ini Zaki telah di perbolehkan pulang oleh dokter. Pagi-pagi sekali Aira sudah mengurus administrasi biaya rumah sakit.
Setelah selesai Aira kembali keruangan Zaki.
Pagi ini Zaki merasa sangat lapar. Ia pun melirik istrinya itu. Aira yang menyadari dengan cepat ia meraih tas Selempang kecil miliknya.
Ia pun mengeluarkan ponselnya dan mencari restoran yang menyajikan makanan yang sehat.
" Mas, kamu lapar ya kamu mau makan apa biar sini aku pesan sarapan buat kamu, ucap Aira dengan nada biasa - biasa saja" .
"Apa aja yang penting bisa ganjal perut pagi ini" .
"Yaudah kalau gitu aku pesan bubur ayam komplit . Mudah-mudahan saja kamu suka" , ucap Aira dengan nada santai.
Tak menunggu lama akhirnya pesanan Aira pun tiba. Seorang kurir menyerahkan paperbag pada Aira.
"Terimakasih mas, iya mbak sama-sama saya permisi dulu" .
Kurir itu pun berlalu.
Aira pun menyajikan bubur ayam pada mangkok yang telah disediakan. Tak menunggu lama bubur ayam pun siap. Aira pun memberikan bubur itu pada Zaki.
Zaki menerima pemberian Aira tapi ia merasa kesulitan untuk menyuap makanan. Aira pun mengambil mangkok yang berada di tangan Zaki.
Sini biar aku bantu. Zaki pun menurut aja apa yang Aira lakukan terhadap dirinya.
Pada saat menyuapi suaminya mata mereka saling beradu. Zaki melihat di wajah teduh itu ada ribuan luka di matanya.
"Maafkan aku" , hanya satu kata yang keluar dari mulut Zaki.
Air mata Aira menetes di pipinya yang putih.
" Seharusnya aku tidak melimpahkan emosiku padamu. Tapi apakah kamu tidak berpikir untuk kembali pada Ridwan" .
"Habiskan lah sarapanmu setelah ini kita pulang. Dan aku sudah berbicara sama dokter Adrian dan kamu sudah di perbolehkan pulang" .
"Aira, kamu marah ya sama aku ? Aku tahu aku salah aku tidak ingin kamu bersedih karena aku . Walaupun aku dalam keadaan sakit tapi aku berbuat seperti itu hatiku terasa sakit Aira" .
"Tolong lah Aira aku ingin kamu bahagia walaupun bukan dengan aku" .
"Mas, udah ngomongnya, aku udah dengar semua tentang jalan pikiran kamu yang membuat aku terluka. Kamu sadar gak aku ini manusia bukan barang yang bisa kamu oper sana sini".
" Kalau kamu begini terus aku akan pergi selamanya dari hidupmu tanpa harus kembali pada siapapun".
Mendengar ucapan Aira membuat Zaki merasa sangat bersalah. Karena telah menyakiti perasaannya.
"Zaki hanya diam seribu bahasa. Aira yang ia kenal selama ini begitu lembut ceria kini penuh luka.
"Aira, aku minta maaf, sejujurnya aku tidak mau kamu pergi dari hidupku. Kamu itu duniaku. Tapi dengan keadaan aku yang sekarang aku takut Aira" .
Mendengar pernyataan Zaki membuat Aira meneteskan airmatanya.
" Mas, apapun yang terjadi dalam hidup kita itu ujian buat kita. Buruk bagi kita tapi belum tentu buruk baik bagi kita tapi belum baik. Kita jalani aja seperti air yang mengalir".
" Kita serahkan kepada yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Begitu juga tentang hubungan kita. Semua yang kita impikan kadang menuju jalannya membuat kita untuk menempuh jalan yang lain untuk meraihnya".
Mendengar kata-kata Aira yang menyejukkan hati membuat Zaki sadar bahwa ia sangat beruntung bisa memiliki Aira.
" Terimakasih sayang, aku janji aku akan memberikan yang terbaik untukmu. Sekali lagi maafkan aku".
Aira hanya menganggukkan kepalanya. Zaki merasa sangat bahagia. Karena saat ini ia telah memenangkan mendapatkan hati Aira. Zaki pun mencium tangan Aira dengan lembut.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭