Indonesia
NovelToon NovelToon
DUDA SEDINGIN SALJU

DUDA SEDINGIN SALJU

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Ibu Pengganti / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:412.9k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Azzahra Arfia gadis sholehah yang menikah dengan duda dingin demi bayi mungil yang mencuri hatinya. Ia berharap hidupnya bersama suami dan anak tirinya kelak akan bahagia.

Tapi siapa sangka sang suami justru membunuh harapannya setelah mengucap janji pernikahan.

" Statusmu memang istri dan ibu dari anakku, tapi kau tidak akan pernah bisa memiliki hati dan cintaku. Karena keduanya hanya akan menjadi milik mendiang istriku selamanya." Ucap Yoga.

Sakit? Tentu saja. Sesak? Apalagi, tapi Ara mencoba tegar menghadapinya.

" Aku tidak berharap apapun dengan pernikahan ini Mas, kecuali membuat putriku bahagia. Walaupun kau merenggut hakku sebagai istrimu tapi aku harap kau tidak akan merenggut hakku sebagai ibu dari anakmu." Sahut Ara.

Yoga selalu menunjukkan sikap dingin dan acuh kepada Ara, namun Ara selalu bersabar menerimanya.

Lalu sampai kapan batas kesabaran yang Ara miliki? Mampukah ia membuat Yoga jatuh cinta padanya?

Dukung kisahnya di sini ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM PERTAMA YANG TERTUNDA

Malam ini Yoga mendekati Ara yang sedang duduk bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya. Ia baru saja menerima telepon dari Rere yang menanyakan tentang kepulangannya.

" Ada apa Mas? Apa Mas membutuhkan sesuatu?" Tanya Ara menatap Yoga. Ia meletakkan ponselnya di atas nakas.

" Aku membutuhkan kamu sayang, aku ingin meminta hakku malam ini." Ucap Yoga merapikan anak rambut Ara. Ia tidak menyangka jika Ara akan terlihat sangat cantik tanpa hijabnya. Kulit seputih susu, hidung mancung dan bibir tipis membuat Ara terlihat begitu sempurna.

" Mas tapi aku.. Aku... " Ucap Ara gugup.

" Tidak perlu gugup sayang, jalani saja dan ikuti nalurimu. Semua tidak seburuk yang kau bayangkan selama ini. Aku bukan pria yang suka bermain kasar, aku akan melakukannya dengan lembut. Dan akan aku pastikan kau tidak akan merasakan sakit. Apa kau mengijinkan aku untuk menyentuhmu malam ini?" Tanya Yoga memastikan.

Ara nampak sedang menimbang nimbang, jujur saja walaupun ia sudah terlihat dewasa tapi dalam hal itu ia sama sekali tidak punya pengalaman ataupun pengetahuan yang berarti. Ingin menolak tapi itu kewajiban yng harus ia jalani. Ingin mengatakan iya tapi ia takut karena kata teman temannya akan terasa sakit.

" Bagaimana hmm?" Tanya Yoga dengan suara seraknya. Sepertinya ia tidak mampu menunggu lebih lama lagi.

Ara menghembuskan nafasnya kasar.

" Bismillah aku siap Mas." Sahut Ara.

" Terima kasih." Ucap Yoga.

" Kita ambil wudhu dulu Mas." Ucap Ara.

" Baiklah." Sahut Yoga.

Mereka menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu lebih dulu sebelum berhubungan. Setelah itu Yoga membaca doa sebelum menyentuh istrinya, hal itu membuat Ara merasa terharu, ia tidak menyangka jika Yoga tahu cara melakukan hubungan dengan baik.

Yoga mendorong pelan tubuh Ara ke atas ranjang. Ia menatap wajah Ara sambil tersenyum. Tidak tahu saja jika. jantung Ara berdetak sangat kencang. Yoga memajukan wajahnya, ia mencium bibir Ara dengan lembut. Sadar Ara tidak meresponnya, ia menggigit pelan bibir bawah Ara sehingga Ara membuka sedikit mulutnya.

Yoga menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Ara, ia mengekspos setiap inchi mulut Ara. Suara decapan memenuhi kamar mereka. Ara memejamkan matanya menikmati sensasi indah yang Yoga ciptakan untuknya.

Ciuman Yoga turun ke leher Ara, ia memainkan lidahnya di sana sambil sesekali menyesapnya hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana.

" Shh Massss."

Tangan Yoga mulai bergerilya kemana mana. Ia meremas gundukan kembar milik Ara membuat sang empu mendesih merasakan sensasi yang luar biasa. Waktu terus berlalu dan Yoga terus memainkan perannya dengan sangat baik. Hingga tanpa mereka sadari kini keduanya sama sama polos tanpa sehelai benang pun.

" Aku datang sayang." Bisik Yoga di balas anggukkan kepala oleh Ara.

Dengan pelan tapi pasti Yoga menuntun senjatanya menuju goa milik Ara. Ara mencengkeram sprei dengan kuat saat merasakan sesak menghantam bagian bawahnya. Namun itu hanya bertahan selama beberapa saat saja, karena setelah itu ia merasakan kenikm@t@n yang luar biasa. Yoga benar benar berhasil membuatnya terlena.

Yoga memacu tubuhnya di atas tubuh Ara dengan pelan. Suara des@h@n dan er@ng@n memenuhi kamar Ara. Keduanya sama sama terlena dan saling menikmati indahnya surga dunia menuju puncak nirwana.

Setelah hampir satu jam lamanya, mereka berhasil menyelesaikan permainannya setelah sama sama mencapai puncak nirwana. Yoga merasa sangat bahagia bisa menjadikan Ara miliknya sepenuhnya malam ini.

" Terima kasih sayang telah menjaganya untukku." Ucap Yoga mencium kening Ara.

" Sama sama Mas." Sahut Ara.

Yoga merebahkan tubuhnya di samping Ara. Ia memeluk Ara dari belakang di balik selimutnya.

" Semoga segera hadir Yoga junior di sini sayang." Ucap Yoga mengelus perut Ara.

" Amin, semoga saja Mas. Aku sudah siap menjadi ibu dari kedua anakku nanti." Sahut Ara.

" Terima kasih sayang, aku mencintaimu." Ucap Yoga.

" Aku juga." Sahut Ara.

Yoga memeluk Ara dengan perasaan bahagia. Keduanya terlelap menuju alam mimpi karena lelah.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Pagi ini Dean sedang latihan berjalan dengan di bantu oleh Riani di taman rumah sakit. Riani berdiri di depan Dean sambil menyatukan tangan keduanya.

" Ayo Dok coba melangkah sekarang." Ucap Riani.

Dean mulai melangkahkan kakinya yang tidak sakit, lalu ia mencoba melangkahkan kakinya yang sulit di gerakkan. Tiba tiba...

" Awh."

Brugh....

Keduanya jatuh di atas rerumputan dengan posisi Dean menindih tubuh Riani. Riani membulatkan matanya saat bibirnya Dean menyatu dengan bibirnya.

Deg... Deg... Deg...

Jantung keduanya berdetak sangat kencang. Bahkan mungkin mereka bisa mendengar detak jantung satu sama lain.

" Ya Tuhan cantiknya Riani, membuat hatiku berdesir hebat." Ujar Dean dalam hati.

" Diamlah kau jantung! Jangan berdetak sekeras ini! Bisa bisa dokter Dean mendengarnya, kan aku jadi malu kalau sampai dia tahu jantungkh berdebar saat berada di dekatnya. Kenapa mesti jatuh segala sih, mana sialnya dengan posisi intim seperti ini." Gerutu Riani dalam hati.

Sadar mereka menjadi sorotan para pengunjung yang lewat, Riani langsung beranjak sambil mendorong tubuh Dean dengan kuat membuat Dean jatuh terduduk.

" Awh." Pekik Dean.

" Ah maaf Dok! Maafkan saya!" Ucap Riani.

Riani membantu menyelonjorkan kedua kaki Dean.

" Shh sakit Riani." Rintih Dean memijat kakinya yang sakit.

" Sini saya pijat Dok." Ucap Riani memijat kaki Dean dengan pelan.

" Shhh... Pelan pelan Riani! Ini sangat sakit." Ujar Dean meringis kesakitan.

" Ini sudah pelan Dok." Sahut Riani.

Riani kembali fokus pada pijatannya. Ia merasa ada yang aneh di sini. Tiba tiba ia menatap tajam ke arah Dean membuat Dean mengerutkan keningnya.

" Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Dean.

" Aku merasa tidak ada perubahan pada kaki anda Dokter Dean, seharusnya kaki anda bisa cepat pulih. Apalagi saya memilihkan obat yang paling baik dan manjur. Apa anda tidak meminum obatnya selama ini?" Selidik Riani menatap Dean.

" Ehh... Aku.. Aku meminumnya setiap hari sesuai anjuran. Bukankah kau sendiri juga tahu kalau aku selalu meminum obatnya?" Ucap Dean balik bertanya.

Riani nampak menganggukkan kepalanya. Dean tersenyum melihat itu semua, ia menatap wajah Riani yang nampak sangat cantik.

" Apa sudah tidak sakit lagi Dok?" Tanya Riani menatap Dean.

Untuk sesaat mata mereka saling beradu, Riani segera membuang pandangannya ke segala arah.

" Silahkan berdiri Dok! Kita coba lagi." Ujar Riani mengulurkan tangannya.

Riani membantu Dean berdiri, Dean kembali melangkahkan kakinya depan pelan. Dengan bantuan Riani, Dean bisa berjalan selangkah demi selangkah walaupun hanya tiga langkah saja.

" Aku tidak sanggup lagi Riani, kakiku masih terasa sangat sakit." Ujar Dean.

" Baiklah kita sudahi sampai di sini, besok kita bisa mulai lagi." Sahut Riani.

Dean kembali duduk di kursi rodanya. Riani mendorong kursi roda kembali ke kamarnya.

" Sebentar Dok saya ganti dulu spreinya." Ucap Riani.

Deg...

Jantung Dean berdetak sangat kencang.

" Tidak usah di ganti, itu masih bersih." Ucap Dean.

" Tidak apa apa Dok." Sahut Riani mengganti sprei Dean dengan yang baru.

Tiba tiba...

Klutik...

Beberapa butir obat jatuh ke lantai, Dean memejamkan matanya sedangkan Riani melongo. Ia mengambil obat obat tersebut lalu menelitinya. Ia menatap Dean dengan tajam.

" Apa ini Dok?" Tanya Riani.

" Maafkan aku!" Ucap Dean.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Riani pergi meninggalkan Dean. Ia merasa kesal karena Dean telah mempermainkannya.

" Astaga salah lagi.. Sial!!!" Umpat Dean.

TBC.....

1
Sri Agustin
lho anak cowok nya kan 2
VANESHA ANDRIANI: he he author lupa.. makasih suportnya
total 1 replies
Khairul Azam
pasangan ygbudah meningal itu hanya cukup didoakan biar dilapangkan kuburnya. hnya orang tolol aja klo seperti yoga ini
VANESHA ANDRIANI: hhhhh jitak aja kepalanya.. makasih suportnya
total 1 replies
cleo_aay
boleh ga mampol si yogaa,, gemessss
VANESHA ANDRIANI: boleh banget yg penting jangan nampol author
total 1 replies
Hawa Umaternate
TDK setuju lebih baik kembali pada yoga
Kasmiwati P Yusuf
tor,sedih aku arany lemah..dia seorg dokter tp bodoh gt ya dgn alasan menurt agama istri hrus patuh ini itu..bosan aku bacanya
VANESHA ANDRIANI: hhhh kalau bosan berhenti dulu, besok baca lagi... atau baca cerita author yang lain masih banyak lhoh... maksih suportnya
total 1 replies
Kasmiwati P Yusuf
wahhh..lgsg ni tor crta ..suka aku g byk drama dlu...
VANESHA ANDRIANI: makasih suportnya
total 1 replies
Nurul Aeni
berarti Ara punya 2 baby yaaa thoorr & ini anak ke-3 nyaa??
VANESHA ANDRIANI: iya bener
total 1 replies
Nurul Aeni
tiba2 hanya ngeprank yaa thoorr🤣🤣
VANESHA ANDRIANI: Hu hu hu makasih suportnya
total 1 replies
Nurul Aeni
jgn pertemukan Ara dg yoga thoorr,,biarin tuuh si yoga tersiksa🤣🤣.buat yoga menderita dulu thooorr
VANESHA ANDRIANI: udah end itu hhhh makasih suportnya
total 1 replies
Siti Juaningsih
Luar biasa
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih
total 1 replies
sari emilia
yg pasti ara gatel...kl aku sdh d hina lk2 itu...sampai kpn pun aku tdk mau..bnr kt ayah nya meding menuntut ilmu jd org hebat...jujur dl aku pernah suka dgn sorg cowo n cowo itu pun ternyata menyukai tmn ku...dia kr aku tdk tau...stlh bbrp wktu dia datang pd org tua ku melamar ku,tp krn rs sakit yg pernah dia toreh kn aku menolak lamaranya..meski org tua ku menyayangkn penolakn ku krn dia pri tanpan n mapan,tp ht ku terlanjur sakit...
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih suportnya
total 1 replies
Heryta Herman
terima kasih thor...
tapi kisah ara melahirkan jadi 2x ya thor..
yg1,baby Arham...
2,baby Gara..
jadi anak" Ara ada 3 thor...
Nurul Aeni: harusnya cucu ke-2 laki2 donk thoorr,yg pertama kan Arham ini yg ke-2 gara.jd 3 donk thoorr sama Rere,aq nya yg ngelag/authornyaa niihh yg ngelag jg🤭
total 1 replies
Heryta Herman
waaah...jodoh instant itu ga enak juga ya...bnyk kebohongan di dlmnya
lelaki klo sdh berani bohong dari awal,ke dpnnya pasti akan ada kebohongan" lain menyusul...
nasibmu lah bastian...siapa suruh berbohong...
Heryta Herman
klo memang jodoh,tak kan kemana putri.. jalani aja dulu...
Heryta Herman
jodoh instant put...ga perlu susah"cari..jodohmu dtng sendiri/Chuckle/
VANESHA ANDRIANI: kayak mie ya hhh
total 1 replies
Heryta Herman
baby boy yoga dan ara..
klo cewek YORA
klo cowok GARA..
lanjut....
Heryta Herman
si pelakor blm jera rupanya..dini menggunakan si azam untuk kepentingannya sendiri..
panggilan apa yg pantas untuk dini si pelakor uler keket kegatelan ini??
Heryta Herman
cemburu boleh,tapi jngn berlebihan...apalagi kamu sdh pernah berbuat kesalahan,yoga..dan minta peluang kedua..
ingat yoga,jaga sikapmu...
Heryta Herman
sabar ara...yg namanya.pelakor memang ga ada akhlak,ga punya otak,mikir pake dengkul...yg namanya pelakor itu urat malunya udah putus..
maaf thor...ikut emosi..jadi yaaa begitu deh...
Heryta Herman
yoga,kau tdk perlu mengumbar janji dan kata" manis pada istrimu..buktikan saja klo kau memang sdh berubah dan mencintai istrimu dgn tulus.. tdk ada alasan untukmu membuka celah untuk pelakor masuk dlm kehidupan rmh tanggamu...sekali lagi kau berbuat kesalahan,di pastikan klo Ara akan benar" pergi jauh meninggalkanmu dan rere...
wanita" ular keket kegatelan sprti dini akan sllu mencari celah untuk menghancurkan rmh tangga orang lain..waspada yoga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!