AJAK TEMANMU UNTUK MEMBACA
Memperhatikan perkembangan lembaran-lembaran nilai akademis kuliah. Tertidur lelap lalu kembali terbangun pukul 12.10 . Mengambil minum air mineral dan duduk di tempat belajar dengan lampu remang-remang sedikit menulis uneg-uneg di hati mengenai pengamatan yang sedang terlintas.
Ila dengan Pancaran sinerginya...
Merasa ada orang yang berlalu dan mengintip naskah ini.
"Hah... Siapa itu? " catatan ini adalah poin rahasia yang harus bisa disembunyikan sebagai cadangan, agar orangpun tak benar-benar yakin mengenal, apalagi merebut. Ketegangan di tempat duduk dengan suhu yang seperti ini bisa membuat leher terasa tercekik.
Abrisam bersih keras menghentikan Iblis berkuasa diatas tanah bumi... tapi seberapa kuatkah dia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamu Ke_35 Para Pemimpin
Rakyatnya berkerumun mampu membaca pesan-pesan lama yang tersirat. "Seasik itu ya... Ngelihat mereka berkumpul" dihunian yang super megah. Abrisam meyakinkan diri dengan kelelahan yang didapat "Nice, ini tidak akan mengecewakan" berjalan santai bersama rombongan.
Perbedaan kasih dan sayang yang berkebalikan, orang kaya terkesan hanya pamer dan orang miskin terkesan banyak berhutang. "Ayo" dan membuntuti Abrisam. Sungguh penyambutan yang memukau, seperti hendak menampilkan diri dihadapan sultan negeri.
Karena mental Abrisam gak mati, dia masih tetap slow tanpa gugup. "Kenapaya orang-orang" dengan irama musik yang mendebarkan, Ila akan terus bergumam dipanggil-panggil pun tak merespon.
Hati memiliki kecondongan jadi mungkin ada diantara mereka yang tidak suka dengan cara kehadiran yang sedemikian rupa. Wajarlah, nyatanya Ila dan Abrisam juga belum tentu menyukai semuanya "Gunakan feelingmu" ujar Abrisam ambil meja tamu yang tersedia.
Pernah berpikir tentang makanan "Apa yang kamu suka?" alih Ila. Teman Abrisam yang mengundang juga jadi merasa termotivasi dengan kelancaran proses yang diatur. Pencahayaan terang yang tidak menyilaukan dan sajian makanan hits yang terbaru.
Memilih diam saja Ila tak berkutik, apalagi yang tampil dihadapannya adalah para ratu dan raja golongan orang yang mulia. Norak dikit sih Ila, tapi tak perlu terlalu keras untuk jadi berbeda dengan rakyat biasa. Menjadi diri sendiri meski orang lain tak mau seperti itu, yang membuat mereka bisa mengingat sosok Ila yang apa adanya.
"Dimataku para pemimpin itu akan tumbuh semakin kuat karena ada unsur kecintaan dari rakyat" begitulah pendapat versi Ila yang ditentang oleh teman Abrisam "Hanya memang sedang akan dibentuk menjadi yang terbaik" yang mendampingi Abrisam agar moment kali ini bisa jadi pengalaman dan pelajaran.
"Cinta!" Lenggokan tangan Abrisam membuat suhu ruangan meningkat hangat. Seperti mau dijemput kedua orang tua sendiri diatas panggung dan bikin deg deg an. Terlebih saat MC menyebutnya sebagai one of most popular person padahal kan bukan lawak.
Takkan menjadi background pekerjaan yang memalukan selama memiliki pemahaman yang tinggi bukan yang dangkal. Mendeskripsikan banyak hal yang mungkin bisa dimanfaatkan dan berekspresi dengan layak.
Pernah ada pengalaman debat saat manggung tapi kali ini tidak akan terjadi dengan materi ringan. Sumpah males banget berada dilingkup pemerintahan terus ada orang Ngotot dengan satu arah pandangan saja, tidak terbuka.
Salah paham pula nanti kalo diajak mendalami cerita yang alurnya kemana-mana. Saat ini, Abrisam sedang berada di fase tak ingin bermasalah dengan siapapun. Sudah sepantasnya ikhlas itu lebih baik.
Banyak menyakiti hanya akan menimbulkan kebungkaman, satu sama lain diam tak mau bicara. Bukan perlahan kekecewaan itu akan menghilang. Tanpa diperpanjang orang hidup pasti pernah mendapati rasa sakitnya.
Dari paras pasangan pengantin yang sangat cantik dan tampan, seolah sudah mengenalnya sejak dulu.
***
Wanita dari pihak pengantin pun menghampiri dan menyampaikan penilaiannya "Sambutan yang tidak membosankan" cukup tegas Ila rasa memang dia memiliki aura Ratu. Sedangkan Abrisam yang tak sengaja cuek bilang "Ia hanya melestarikan diri untuk tak mengharap kasih sayang yang berlebih, mengingat rakyatnya yang berkekurangan" terdengar jelas ditelinga Ila.
Kaya banget "Ngaku aja Mas pingin kenalan" sindir Ila tapi temannya yang ngejawab "Harus itu!" kan memang dia yang ngebayarin. "Kalian pasti akan merindukan suasana ini kembali" tambahnya mengajak bertemu.
Adalah kesiapan menolong atau keputusan memperbaiki bisnis, "Kamu tahu arahnya" oleh sebab itu Abrisam menyebut temannya sebagai petunjuk jalan. "Mengagumkan" dan giliran Ila yang cuek, berfikir dan menganalisa formula yang berputar disekitarnya.
Orang-orang beradegan seperti apapun ini merupakan hot career bagi Abrisam. Ada juga yang diam-diam memotret bahasa cinta Ila dan Abrisama pengantin muda yang asik berpacaran, sambil berpura-pura menanyakan kabar.
Yang membawa Abrisam menuju impiannya, "Sampai menginap!" Abrisam kaget mendengar salam yang disampaikan temannya itu. Disisi lain Ila memperlihatkan gelagat kecemburuannya "Lihat! She is so cute girl" sungguh malang si Ila.
Cerdas sekali ruangan ini cukup besar, dan sampai berasa sepi pun keduanya masih dibiarkan. "Kamu dimana, kirimkan pesan lagi padaku" Abrisam tak menyadari itu waktunya melakukan hal lain.
Banyak bagian yang harus diperhatikan, lalu mengambil alih posisi jabatan juga hal lebih dipermudah untuk sementara ini. "Kira-kira kekacauan apa yang telah terjadi?" sikap Abrisam mulai dimengerti Ila.
Kesalahan kebanyakan dari posting foto di situs kepemerintahan Ila sempat mengeceknya sebentar. "Dia mendapatkan banyak gangguan" Ila keceplosan dan orang yang disampingnya bisa mendengar.
Yang ditunggu-tunghu seseorang memberi tahu dan menggiring menuju kamar tamu yang lebih nyaman. Saat itulah berpapasan dengan gadis-gadis yang bulshit omongannya sedangkan mereka adalah yang terpandang.
Bisa bikin ngakak tapi terharu juga agak nahan nangis...
jangan patah semangat