Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily yang telah melahirkan bocah laki-laki yang pintar tak mengingat Leon. Akankah keduanya dapat kembali bersatu lagi untuk merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Diharapkan tidak menabung bab. Terima kasih 🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Dua hari setelah Caroline dan Belinda ke Marrow, Emily akhirnya pindah ke apartemennya Leon. Mereka akan memulai kehidupan baru lagi pasca kejadian beberapa tahun lalu.

Zayn begitu senang dapat bertemu dan tinggal bersama kedua orang tuanya secara utuh. Ia tak hentinya tersenyum dan bercerita panjang lebar mengenai isi hatinya.

"Kapan kau mulai bekerja?" tanya Emily ketika ia dan suaminya berada di kamar.

"Kemungkinan besok dan lusa aku mau mencari apartemen yang lebih besar agar muat untuk kita berempat," jawab Leon.

"Kenapa kita tidak balik lagi saja ke Marrow?" tanya Emily memberikan usulan.

"Aku belum siap, Emily. Anak buah Anggoro pasti masih mengincar aku," jawab Leon lagi.

"Bukankah dia di penjara?" tanya Emily.

"Ya, tapi dia tidak membiarkan aku bebas," jawab Leon.

"Aku akan membantumu untuk melawan mereka!" janji Emily.

Leon tertawa kecil.

"Aku serius Leon. Terkadang aku masih sering latihan beladiri dan menembak," kata Emily.

"Makanya, kau memilih menembakku bukan di tempat yang fatal!" terka Leon.

"Waktu itu aku hanya asal saja. Aku senang aku tidak membuatmu mati," ujar Emily.

"Bagaimana jika aku mati?" tanya Leon.

"Aku akan menjadi orang yang paling menyesal," jawab Emily menundukkan wajahnya.

Leon tersenyum, ia mengangkat dagu istrinya dengan jari telunjuknya. "Semua telah berlalu, jangan mengingatnya lagi!" ia lalu memberikan kecupan singkat di bibir istrinya.

Emily yang sangat merindukannya mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya dan menariknya hingga sedikit menunduk. Emily membalas kecupan Leon dengan ciuman yang lebih dalam.

Leon melingkari tangannya di pinggang istrinya dan menikmati sentuhan yang diberikan wanita yang sangat dirindukannya itu.

Took...took..

Ciuman keduanya terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu, Emily melepaskan tautan bibirnya dan mengelapnya dengan jemarinya dengan cepat. Ia memperbaiki posisi dirinya dan pakaiannya. Melihatnya begitu membuat Leon mengulum senyum.

Emily merapikan rambutnya dengan jemarinya, lalu ia bergegas membuka pintu kamar. "Ada apa, Bu?"

"Ayo makan siang!" ajak Jenni.

"Sebentar lagi aku dan Leon menyusul!" kata Emily.

"Baiklah!" Jenni kemudian berlalu.

Emily menghampiri suaminya dan berkata, "Mereka sudah menunggu kita!"

Leon bukannya bergegas keluar, ia malah menarik pinggang Emily dan mengecup bibirnya.

Emily mendorong tubuh Leon, "Aku tidak mau Zayn yang datang ke sini."

-

Keduanya lalu keluar dari kamar dan bergabung dengan lainnya di ruang makan.

"Leon, Emily, besok sore kami akan kembali ke Marrow," kata Rachel.

"Kenapa cepat sekali, Ma?" tanya Emily.

"Pekerjaan di Marrow sudah menunggu kami," jawab Rachel.

"Kami harap kalian juga dapat kembali lagi ke sana," sahut Frans.

"Cepat atau lambat kami juga akan balik ke Marrow," kata Leon.

"Kalian berdua harus saling melindungi!" nasehat Rachel.

Leon dan Emily mengangguk mengiyakan.

-

Malam harinya, Leon dan Emily sudah berada di atas ranjang. Ini hari pertama mereka satu ranjang setelah insiden beberapa tahun lalu.

"Aku tak menyangka akhirnya kita bisa bertemu dan bersatu lagi!" ucap Leon menatap istrinya di sampingnya.

"Aku juga. Aku merasa sangat bahagia!" Emily membalas tatapan suaminya.

"Apa kau merindukan bercinta denganku?" goda Leon.

Emily malah tertawa rendah.

"Apa kau tidak merindukannya?" tanya Leon.

"Aku sangat merindukannya. Tapi, di sini sangat sempit bukan seperti istanamu yang dulu. Aku tak mau mereka terbangun hanya mendengar suara jeritanku," jawab Emily tersenyum.

"Kita bisa melakukannya tanpa suara," kata Leon.

Emily kembali tertawa.

"Ayo kita coba!" Leon dengan cepat berpindah posisi. Sekarang dirinya sudah berada di atas tubuh istrinya.

"Kau belum terlalu sehat!" kata Emily.

"Aku pasti semakin sehat setelah kita melakukannya!" Leon lalu membenamkan wajahnya di leher istrinya.

Took..

"Ibu, Ayah, aku mau tidur bersama kalian!" teriak Zayn dari balik pintu.

Emily lantas mendorong tubuh suaminya dan bangkit duduk. "Zayn!" gumamnya panik. Ia kemudian mengarahkan pandangannya kepada suaminya yang berada di sampingnya

Leon menghela napas pasrah.

Emily bergegas turun dari ranjang dan membuka pintunya.

Zayn berdiri di depan kamar dan bertanya meminta izin, "Apa aku boleh tidur bersama kalian?"

Emily tersenyum lalu mengangguk mengiyakan.

"Terima kasih, Bu!" Zayn memeluk Emily sejenak. Lalu berlari masuk dan naik ke atas ranjang.

Leon tak dapat menolak kehadiran putranya yang ingin tidur bersama.

"Ayah, ayo bacakan sebuah cerita untuk aku!" pinta Zayn.

"Baiklah!" kata Leon tersenyum.

1
Ariany Sudjana
jangan-jangan Emily ini anak kandungnya Margareth ya? tapi kok bodohnya kebangetan yah, mau melawan Jason begitu saja, tanpa perhitungan
Ariany Sudjana
Emily ini bodoh, mau tanya ke Jason, apa dia yang membakar tokonya? kalaupun benar Jason pelakunya, mana ada pelaku yang mau langsung mrngaku? pantas saja Emily jadi sasaran empuk Jason dll, bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
sudah jelas Jason dan Belinda dalangnya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Leon sudah melewati masa kritisnya dan sudah bangun dari koma
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily dan sekarang Leon kamu tembak? kamu bodoh Emily, kamu sudah termakan omongan iblis di sekeliling kamu, dan sekarang kamu siap-siap kehilangan Leon, dan itu papa kandungnya Zayn
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily, kasihan Zayn ga bisa bersama papa kandungnya, karena hasutan belinda cs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!