"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berangkat ke Bandung
Tak banyak baju yang ku bawa— beberapa keperluan mandi takutnya tidak ada disediakan di sana .
mobil mulai memasuki pedesaan sinyal internet mulai ber-hilangan ,Sebenarnya ada rasa takut juga sih misalnya ada hantu aku sampai maghrib .Desa ini benar-benar sangat sepi dingin dan dikelilingi perkebunan. Keterbelakangan dan kekosongan Kampung inilah yang menjadi subjek pekerjaan kami beberapa waktu ke depan.
Satu rumah dengan 4 kamar ,isi oleh empat wanita dan dua pria .tak usah takut kalau untuk hal ini sebab rumah yang di depan dan di samping juga merupakan pekerja yang lain .
Malamnya kami berkumpul membicarakan tentang bagaimana pekerjaanmu berlangsung oleh ketua 1 ,dia tinggi gagah dan memang layaknya seorang pria proyek .dan aku merupakan sekretaris pribadinya yang akan mengurus segala persyaratan pencatatan yang terjadi di lapangan ,untuk 2 jam pertama obrolan masih seputaran tentang pekerjaan .ketika jam berlanjut mereka mulai membicarakan tentang pribadi mereka tapi tetap dengan konsep pekerjaan ,aku memilih untuk undur diri meninggalkan mereka masih lanjut berbicara sampai larut malam .di kamar pertama aku dan temanku satu lagi akan tidur bersama ,kamu sudah memisahkan barang-barang pribadi Kami mencegah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi ,
Cukup lama mereka berbicara sampai aku yang terlelap terbangun ,terganggu dengan goyangan tempat tidur kayu yang kamu tempati .dari jendela aku mengintip masih ada beberapa laki-laki yang lanjut mengatur pekerjaan untuk besok .berhubung proyek besok dimulai jam 10.00 pagi aku sudah bangun jam 08.00 ,Mandi masak buat keperluanku sendiri aku sudah aman sih .jadi ,tas bekal dan satu botol berisi satu setengah liter air menjadi isi tas ransel Hitamku ,tak lupa Skin Care untuk mengatasi kulit gosong juga aku bawa-bawa ke mana-mana .kalau di kantor aku pakai hak tinggi atau flat shoes kalau di sini sepatu dompa namanya.
adaptasi yang baik banget ,bukan hanya tentang kemeja celana jeans dan sepatu Dompak tetapi juga perjalanan dibaliknya .Untungnya aku mendapatkan sopir berstatus bos membawaku langsung kepada proyek kami.
Gambar mobil melaju ,denah-denah pekerjaan sudah mulai terbaca .di mana proyek kami bekerjasama dengan pemerintah ,untuk Membangun fasilitas desa seperti kali ini jaringan dan itu adalah bagian kami.
Ketika mobil mendekati desa yang cukup ramai jaringanku timbul cukup baik .pesan terkirim dari Kak Reno pukul 11 malam kalau dia sedang di pelabuhan ,baru bisa aku balas pagi ini di jam 12.00 siang . Sudah mulai bertentangan dengan waktu kan, "suami kamu ke pelaut ?" Ia kepo dengan gambar kak Reno, habisnya sih laki-laki ganteng ku kirim kabar lewat gambar.
"Selingkuh dulu" aku mengirim gambar kami berdua di dalam mobil.
"selingkuhanmu miskin !!!kelihatan rambutnya gondrong nggak terus ,mandiin kek ." bejir kata gue tea, kak Reno ngeselin banget.
"Tapi banyak duitnya." diakhiri emoji senyum, Pak Iqbal namanya mulai memperhatikan senyuman ku, ia berhenti mengajakku ngobrol dan fokus pada jalan.
Benar saja proyek yang dikerjakan Pak Iqbal amat sangat sulit dan rumit ,capek banget rasanya malam masuk-masuk ke dalam hutan ,kami dengan beberapa orang mulai mendisiplinkan satu tanah untuk dibangun menjadi Tower ,aku tak cukup handal di bidang ini jadi banyak hal yang positif daripada menjadi simpang siur
Kami nggak cukup lama kok di dalamnya hanya sampai jam 07.00 malam ,dia pulang dengan keadaan gelap .memang hanya sekedar mematok-matokan tanah ,tapi itu ditempuh dengan berjalan kaki cuy .dan Tasku juga yang tadinya hanya membawa keperluan pribadiku ,berisi buku-buku yang harus ku upload ke dalam jurnal .mau mati rasanya ,tapi batin kuat ku selalu mengatakan ini proses adaptasi namanya.
Berbenah diri ,istirahat .dan terlelap sampai besok pagi ,besok pagi dengan aktivitas yang berbeda .kami kembali melakukan pematokan tanah tapi tidak di hutan-hutan lagi ,melainkan di tanah warga yang sudah kami beli atau isinya sudah kami miliki .
Kuku panjangku mulai ber-kelupas ,warna ungu Tak lagi indah.Apa Karena airnya juga ya ,di sini tuh dingin banget benar-benar sejuk tanpa menggunakan AC .
Hari kedua ini jauh lebih terasa sakit,capek banget rasanya. Kak Reno rela menghubungi ku menggunakan panggilan telepon supaya tidak terhalang sinyal hilang.
"Ngantuk banget... ternyata kerja dilapangan enggak enak." Langsung lapor ke pusat nya dong.
"Kalau panggilan video ku tunjukkin sesuatu."
"Apa? Kau mau kenalin aku sama selingkuhan mu?"
"Bukann ihhh apaan sihh, ini kuku aku rusak! " Rengek ku, ngerasa jijik sih sebenarnya cuman kesempatan bermanja kapan lagi ku dapati.
Padahal dipikir secara logika tinggal cat ulang selesai Lo Adri enggak perlu di jadikan topik pembahasan,aneh! Dia cerita keseharian nya, panjang kali lebar pembahasan seputaran dunia kerja.
Enggak banyak obrolan lagi, setelah nya kami tertidur. Lama gak bersua lewat telepon pun jadilah, obrolan berlanjut kala kami sama-sama berangkat bekerja.
Panggilan berakhir sehubungan jaringan hilang, Lanjut menyelesaikan tugas-tugas harian. Bahkan 1 gambar susah dikirim untuk sekedar bertukar kabar.
'Kirim alamat mu Nang, nanti kalau ada waktu mau main kesana.' lah malah duluan masuk pesan kak Reno ketimbang balasan dari ku.
Alamat manual, tanpa maps ku kirim sebagai penanda. Entah panggilan apa aja diberikan kak Reno untuk ku.
'Lumayan asri tempatnya,enak sekalian berlibur nanti.'
Kok bisa sihh untuk kirim gambar aja susah banget, entah apalah perkara masalah jaringan ini.
"Nanti kita ke proyek ya Dri, pulang agak sore nih kamu."
"Proyek?"
"Iya ada Paman ku disana cuman ya udah paman jauh gitu, enggak ngerti juga silsilah keluarga ke dia gimana."
"Boleh pak"
Menyelesaikan pekerjaan lebih awal dong, lumayan enggak pulang malam lagi. Dan berhubung proyek perumahan pasti akan ke desa yang lebih maju. Betulkan.
Akhirnya Qris ku berguna kembali Tuhan, buat up di grup untuk siapapun nanti yang mau titip perlengkapan.Lumayan fee jastip untuk beli pelembab wajah, Aku dan bos bersiap meninggalkan tempat ketika menjelang sore. Tugas ku dialihkan kepada teman lain untuk beberapa waktu ke depan.
"dibawain apa ya kira-kira ?"
"Bawain buah aja pak, sekaligus roti. Gak apa-apa nanti saya temanin belanja."
anggukan kepalanya tanda setuju ,dan siap mengeluarkan dana .Aku cukup diberi waktu untuk berbelanja kebutuhan pribadiku dan juga oleh-oleh yang akan kami bawa untuk paman atasanku.
Alasan dia Kenapa membawaku bukan karena mau dipertunjukkan kepada salah satu keluarganya ,melainkan aku pergi dan
wajib bersama dengan dia .
Kami memasuki wilayah konstruksi ,menemui seorang salah satu kontraktor tua tak lain dan Tak asing adalah bapak bang Dean. Untuk halaman pertama dia tidak mengenaliku berhubung juga tampilannya tidak meyakinkan Mungkin dia lupa-lupa ingat akan aku .untungnya menyebut siapa namaku