Indonesia
NovelToon NovelToon
SETELAH KITA MEMILIH

SETELAH KITA MEMILIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:714
Nilai: 5
Nama Author: yavarnie

Pernikahan Ardan dan Naresa dimulai dengan duka.

Namun, rumah tangga yang mereka bangun perlahan kembali diuji oleh cinta lama yang seharusnya telah menjadi masa lalu, serta cinta dari seseorang yang seharusnya tidak mencintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yavarnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Boleh, ya?

“Maaf, ya kak. Aku pulangnya kemaleman.”

Kata Naresa begitu menutup pintu kamar. Tatapannya langsung jatuh pada sang suami yang berada di atas kasur dengan laptop di pangkuannya. Kacamata bertengger di wajah Ardan, sementara suara ketukan jemarinya di atas keyboard memenuhi kamar. Ardan sama sekali tidak menoleh.

Melihat itu, tanpa sadar bibir Naresa mengerucut ke depan. Namun, ia tidak langsung menghampiri suaminya. Naresa hanya menyimpan tasnya, kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian terlebih dahulu.

Setelah beberapa menit kemudian, Naresa keluar dari kamar mandi dan mendapati Ardan masih dalam posisi yang sama. Ia pun mendekati ranjang, lalu berdiri di sisi suaminya.

“Kayaknya sibuk banget.”

Kedua tangan Naresa terulur ke pundak Ardan. Mata Naresa menatap laptop itu sebelum jemarinya memijat pelan, seolah sedang berusaha menarik perhatian suaminya yang sejak tadi memilih tidak menoleh. Namun, Ardan tetap tidak merespons.

Cup!

Naresa mencium pipi suaminya sekilas.

Kecupan kecil itu seketika membuat Ardan membeku. Jemarinya yang tadi menari di atas keyboard berhenti. Beberapa detik kemudian, Ardan menoleh kepada istrinya dengan seringai nakal yang seolah sudah Naresa kenal.

Menyadari tatapan suaminya, Naresa langsung menjauh ke sisi ranjang lain. Ia merebahkan tubuh di atas kasur, tepat di samping Ardan, lalu menarik selimut hingga menutupi seluruhnya tubuhnya.

Melihat itu Ardan hanya tersenyum kecil. Ia langsung menyimpan laptopnya di atas meja di samping ranjang, seolah sejak awal memang tidak ada lagi hal yang lebih penting daripada perempuan yang sedang bersembunyi di balik selimut itu.

Ia kemudian mendekati Naresa dan memeluk tubuh istrinya dari belakang.

Tubuh Naresa sempat tersentak ketika pelukan Ardan mengurungnya begitu erat. “Aku belum siap kak…” cicitnya pelan.

“Emangnya aku mau ngapain?” Ardan terkekeh pelan di belakangnya. “Cuma mau sayang-sayang sama istri aku aja. Nggak boleh, kah?”

Naresa masih diam.

“Sayang…” panggil Ardan lembut sambil mencoba menarik selimut dari kepala istrinya. “buka dong selimutnya. Nanti sesek, loh, napas kamu.”

Naresa justru semakin mempertahankan selimutnya ketika Ardan mulai menariknya.

“Kak!”

Sentak Naresa langsung berbalik begitu selimut itu akhirnya berhasil ditarik. Ia menatap suaminya dengan tajam, meski tatapan tersebut tidak cukup untuk membuat senyum Ardan menghilang.

Cup!

Ardan justru mencium balik pipi Naresa sekilas. Setelahnya, ia mengusap-usap rambut Naresa dengan lembut. Jemarinya bergerak perlahan di antara helai rambut sang istri, sementara tatapan Ardan tidak beralih dari wajahnya.

Tatapan selembut itu justru membuat Naresa salah tingkah. Matanya berkeliaran ke segala arah, menghindari tatapan suaminya.

“Capek, gak?” Ardan akhirnya bertanya setelah beberapa saat. Suaranya lembut, seolah seluruh perhatian Ardan kini benar-benar hanya tertuju pada Naresa.

“Lihat aku, sayang.” Tangan Ardan terangkat untuk menangkup pipi Naresa. Dengan lembut, ia mengarahkan wajah istrinya agar kembali menatapnya.

“Enggak,” jawab Naresa pelan.

Ardan kembali mendekat dan mencium pipi Naresa. Kali ini kecupannya sedikit lebih lama. Tidak terburu-buru, seolah Ardan memang hanya ingin menikmati kehangatan istrinya setelah seharian mereka terpisah. Sebuah kecupan basah menyentuh pipi Naresa sebelum Ardan kembali menjauh dan menatapnya.

“Sayang…” Suara Ardan terdengar serak.

Tatapannya mulai berubah, semakin dalam dan sulit dihindari. Kepala Ardan kemudian bergerak menelusup ke lekuk leher istrinya. Kecupan basah kembali terasa di kulit Naresa, dingin dan perlahan, membuat tubuhnya tanpa sadar menegang.

Naresa menatap wajah suaminya yang berada begitu dekat. Mendengar napas Ardan yang perlahan semakin berat, ia berusaha mengeluarkan tangannya dari balik selimut. Begitu berhasil, Naresa mengangkat tangannya dan mendorong bahu Ardan pelan. “Kak…”

Ardan berhenti. Ia mengangkat kepalanya hingga wajah mereka kembali berhadapan. Kening keduanya saling menyatu. Napas mereka beradu begitu dekat, sementara tangan Ardan masih mengelus lembut pipi istrinya.

“Boleh, ya?” Suara Ardan benar-benar terdengar berat.

“Maaf…” Hanya itu yang bisa Naresa katakan. Ekspresinya jelas menunjukkan rasa tidak enak hati.

Mendengar jawaban itu, Ardan terdiam sejenak. Raut kecewa sempat terlihat jelas di wajahnya sebelum akhirnya ia mundur. “Gapapa.” Tidak ada kemarahan dalam suaranya.

Tanpa mengatakan apa pun lagi, Ardan beranjak dari kasur. “Aku ambil minum dulu di bawah,” katanya tanpa berbalik.

1
tak tahu
kale bawelnya minta ampun
tak tahu
modus?
tak tahu
aku pun begitu tau, kek GK enggeh sama lingkungan sekitar
tak tahu
kale jailnya minta ampun
tak tahu
gila sih, si Ardan kuat bener nahannya 🤣
Yavarnie: Ardan kan laki-laki Sholeh 🤭
total 1 replies
tak tahu
giliran sama orang gaenakan, sama istri seenaknya🙄
Yavarnie: kebanyakan gitu, tapi Ardan enggak kok😍
total 1 replies
tak tahu
hati seorang istri itu luas bgt
Yavarnie: seluas samudera
total 1 replies
tak tahu
nah iya aku pun penasaran, why?
tak tahu
hah? serius?
tak tahu
bener
Yavarnie
apakah Ardan ingin mempunyai istri 2👀
tak tahu
ini mah kesukaan nya si ardan🤭
tak tahu
si Ardan tuh manja bgt ya sis
tak tahu
pewaris pun ada enak gak enaknya ya
tak tahu
ya jangan dibiarin atuh
tak tahu
mantan atlet gak tuh? wkwk🤣🤣
tak tahu
nah bener tuh, bisa sendiri kerjain sendiri
tak tahu
suami kalo di minta tolong emang suka dinanti nantikan
tak tahu
strong women njh ceritanya
tak tahu
ayok kak semangat terus💪 lanjutin ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!