Indonesia
NovelToon NovelToon
Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Kapten Halim, Istrimu Sudah Tiga Tahun "Menjanda"

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikah Kontrak / Kapten
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Aisyah

Dianggap "gadis bangkrut yang beruntung", diperlakukan seperti janda selama tiga tahun pernikahan rahasianya. Tapi begitu Renata melepas cincin dan pergi, topeng demi topeng terbuka: peretas nomor satu, putri hilang konglomerat permata, penyelamat nyawa sang Kapten. Saat semua yang menghinanya bertekuk lutut—Kapten Nathan Halim justru jatuh paling dalam, mengejar istri yang telah ia sia-siakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Bab 35

Duta Permata, Belati Tersembunyi

Seminggu kemudian, nama Renata muncul di layar utama ballroom hotel SCBD.

Permata Abadi secara resmi memperkenalkannya sebagai duta global untuk kampanye baru tentang perempuan yang tetap berdiri setelah krisis.

Keputusan itu tidak datang hanya karena pernikahannya viral. Tim merek melihat rekaman AG2331, cara Renata menangani media, serta hasil lelang Hujan di Bandara. Mereka menginginkan wajah yang memiliki cerita nyata, bukan sekadar pengikut besar.

Tetap saja, lingkaran arisan punya penjelasan sendiri.

Direktur kreatif Permata Abadi sebelumnya menjelaskan proses pemilihan di depan media. Ada riset reputasi, pemeriksaan konflik kontrak, uji kamera, dan wawancara nilai merek. Renata tidak menerima posisi hanya melalui undangan makan malam. Ia mengikuti seluruh tahap dan menandatangani klausul bahwa pekerjaan konsultasi keamanannya tidak boleh dipakai untuk keuntungan merek.

Kampanye juga tidak mengambil kisah Yolanda tanpa izin. Renata menolak ketika tim awal ingin menyebut tempat perawatan ibunya sebagai bagian narasi inspirasi.

“Pekerjaan saya boleh menjadi publik,” katanya waktu itu. “Kesehatan Mama bukan materi promosi.”

Sikap tersebut justru membuat dewan merek memilihnya secara bulat.

“Dari pramugari jadi duta global. Cepat sekali.”

“Pasti ada orang kuat di belakangnya.”

“Nathan atau Xavier?”

Bisikan tersebut menyebar di antara meja tamu. Ponsel mengarah ke panggung, dan tagar kampanye masuk daftar populer sebelum kontrak ditandatangani.

Renata berdiri di samping direktur Permata Abadi mengenakan gaun hitam sederhana. Mual pagi ini sudah mereda, tetapi tubuhnya mudah lelah. Ia menyimpan biskuit tawar di tas dan minum air sedikit-sedikit agar tidak menarik perhatian.

Nathan sedang menerbangkan rute luar kota. Amanda tidak hadir dengan alasan menghindari sorotan setelah pertemuan pribadi mereka. Xavier masih mengurus laporan akhir Maladewa, tetapi Purnama menempatkan seorang petugas keamanan di venue karena Renata baru saja menerima ancaman daring.

Setelah penandatanganan, Renata berbicara singkat.

“Perhiasan sering dianggap hanya simbol kemewahan. Bagi saya, benda yang bertahan lama seharusnya juga mengingatkan siapa pemilik suaranya sendiri.”

Tepuk tangan memenuhi ruangan.

Seorang wartawan bertanya apakah kontrak itu hadiah dari keluarga Halim setelah skandal pernikahan.

Direktur Permata Abadi menjawab sebelum Renata sempat bergerak. “Pembayaran datang dari perusahaan kami, melalui kontrak yang diaudit. Keluarga Halim tidak ikut dalam keputusan.”

Renata menambahkan, “Semua honor masuk rekening profesional saya dan dilaporkan sesuai kewajiban. Kalau ada yang masih ingin menyebut saya menumpang, silakan periksa fakta lebih dulu.”

Potongan jawaban tersebut langsung beredar. Banyak penonton memuji keterusterangannya. Sebagian lain tetap mencari alasan untuk mengatakan seorang perempuan tidak mungkin berhasil tanpa lelaki.

Di bagian belakang, seorang perempuan bernama Jessica tidak ikut bertepuk tangan.

Keluarganya pernah bekerja sama dengan Permata Abadi dan ia berharap dipilih untuk kampanye tersebut. Beberapa minggu terakhir, ia berulang kali mengatakan kepada lingkaran sosial bahwa posisi itu hampir pasti miliknya.

Kini foto Renata memenuhi seluruh ballroom.

Jessica menunggu di dekat toilet perempuan.

“Pidatomu bagus,” katanya ketika Renata keluar. “Siapa yang menulis?”

“Saya sendiri.”

“Tentu.” Jessica tersenyum tipis. “Perempuan seperti kamu naik lewat ranjang siapa?”

Renata berhenti.

“Kamu harus lebih spesifik,” katanya. “Daftar lelaki yang kalian tuduh membantuku berubah setiap minggu.”

“Jangan pura-pura bersih. Kamu hanya pramugari dari keluarga bangkrut.”

“Dan kamu tetap kalah dari pramugari keluarga bangkrut.”

Dua tamu yang baru masuk mendengar kalimat tersebut. Salah satunya menahan tawa.

Wajah Jessica memerah. “Posisi itu seharusnya milikku.”

“Bicarakan dengan dewan merek. Bukan dengan saya di depan wastafel.”

Renata meninggalkannya.

Acara berlanjut dengan pemotretan dan sesi media. Menjelang akhir, koordinator meminta Renata melewati jalur belakang agar tidak dikerumuni tamu. Petugas keamanan Purnama berjalan beberapa meter di belakang sambil memeriksa pintu keluar.

Di dekat tangga darurat, Jessica muncul lagi.

“Kita belum selesai.”

“Saya sudah selesai.”

Renata berbalik menuju koridor utama. Sebuah gerakan mendadak datang dari belakang.

Naluri membuatnya bergeser. Tubuhnya kehilangan keseimbangan di tepi anak tangga, tetapi tangan kanan berhasil menangkap pegangan besi.

Lututnya membentur sisi tangga.

Tangan kirinya langsung melindungi perut.

Petugas keamanan berlari dan menahan Jessica sebelum perempuan itu mendekat lagi.

“Lepaskan aku!”

Renata berdiri perlahan. Lututnya perih, tetapi tidak ada nyeri di perut atau perdarahan.

“Bu Renata, jangan bergerak dulu,” kata petugas.

“Panggil tim medis acara.”

Jessica meronta. “Dia sendiri yang terpeleset! Aku bahkan nggak menyentuhnya.”

Kamera keamanan berada di sudut atas tangga. Lampu indikatornya menyala.

Renata menatapnya. “Bagus. Kita nggak perlu berdebat.”

Petugas venue datang bersama tim medis. Luka lutut Renata dibersihkan, dan ia menolak kembali ke panggung sampai kondisi diperiksa. Ia tidak memberi tahu mereka tentang kehamilan, tetapi setelah masuk ruang privat, Renata menghubungi kliniknya.

Dokter menyarankan pemeriksaan segera jika ada nyeri perut, perdarahan, pusing berat, atau kekhawatiran lain. Karena benturan hanya mengenai lutut dan gejala tidak muncul, Renata tetap diminta beristirahat serta datang lebih cepat jika kondisi berubah.

Ia mengikuti saran itu. Kegiatan sisa dibatalkan.

Tania datang ke hotel sebelum mobil berangkat. Begitu pintu ruang medis tertutup, ia memeriksa wajah Renata dengan panik.

“Kita ke klinik sekarang.”

“Dokter bilang pantau gejala.”

“Aku nggak peduli. Kamu hampir jatuh dari tangga.”

Renata akhirnya setuju menjalani pemeriksaan tambahan. Di klinik, tenaga medis menilai luka lutut, tekanan darah, serta keluhan perut. Tidak ditemukan tanda darurat, tetapi kontrol kehamilan tetap dijadwalkan dan Renata diminta tidak bekerja berat selama beberapa hari.

Baru setelah mendengar penjelasan tersebut dari dokter, tangan Tania berhenti gemetar.

“Nathan harus tahu kamu hampir kehilangan anaknya,” katanya di parkiran.

“Bukan sekarang.”

“Sampai kapan?”

“Sampai aku aman untuk pergi.”

Tania ingin membantah, tetapi melihat rasa takut di wajah sahabatnya membuat ia menelan kata-kata.

Di lorong, Jessica terus mengatakan Renata sengaja membuatnya terlihat bersalah. Petugas mengantarnya ke ruang keamanan untuk dimintai keterangan, bukan membiarkannya pulang begitu saja.

Seorang tamu merekam teriakannya. Dalam hitungan menit, video perempuan yang tadi menuduh Renata naik lewat orang kuat berubah menjadi bahan pembicaraan di Instagram.

Namun Renata tidak merasa menang.

Di dalam mobil, ia menutup pintu dan meletakkan kedua tangan di perut. Jemarinya dingin.

“Kamu baik-baik saja,” bisiknya, meski belum ada siapa pun yang bisa menjawab.

Untuk pertama kalinya, kehamilan bukan hanya rahasia atau rencana. Ada ketakutan nyata bahwa seseorang dapat merenggutnya dalam satu gerakan ceroboh.

Petugas keamanan menyerahkan salinan laporan kejadian. “Rekaman venue sedang diamankan. Tadi ada permintaan penghapusan dari akun staf yang seharusnya tidak bertugas.”

Renata mengangkat wajah. “Jangan sentuh rekaman asli. Minta manajemen hotel membuat salinan forensik dan catat siapa yang mengakses.”

“Sudah kami minta.”

Petugas itu juga menjelaskan bahwa Jessica belum ditahan karena pemeriksaan awal masih berlangsung, tetapi ia dilarang mendekati Renata di area acara. Permata Abadi menyiapkan laporan resmi dan menawarkan pendampingan hukum.

Renata menerima perlindungan, bukan balas dendam. Ia meminta semua saksi mencatat apa yang benar-benar dilihat, tanpa menyamakan dugaan dengan fakta.

“Kalau rekaman membuktikan dorongan, proseskan. Kalau tidak, jangan mengarang untuk membelaku.”

Petugas keamanan mengangguk. “Kamera merekam sudut yang cukup jelas.”

“Berarti biarkan bukti bicara.”

Malam itu, dari Puri Teratai, Renata masuk ke portal bukti yang diberikan resmi oleh manajemen hotel. Berkas tangga darurat sedang disalin ke penyimpanan aman. Log menunjukkan seseorang mencoba menghapus potongan beberapa menit setelah Jessica dibawa pergi.

Percobaan itu gagal karena sistem cadangan menyimpan versi terpisah.

Renata melihat garis pemuatan bergerak sampai selesai.

Ia tersenyum dingin.

Ponselnya menunjukkan dua panggilan tak terjawab dari Nathan yang baru mendarat. Renata belum siap menjelaskan lutut diperban atau alasan tangannya terus melindungi perut. Ia membalik ponsel, memastikan salinan rekaman tersimpan, lalu mengirim seluruh paket kepada pengacara Permata Abadi.

Nathan kembali terlambat mengetahui ia berada dalam bahaya. Kali ini, Renata tidak menunggu kedatangannya untuk menyelamatkan diri.

Namun kali ini, bukti sudah berdiri di sisinya sendiri.

“Mau menghapus?” bisiknya. “Aku JK, Sayang.”

1
Siti Kamisah Hasnul
Ya Allah sedihnya
Bulan-³
yuk mulai dari awal dengan lebih baik lagi
yuqana
berhasil bikin aku nangis bombay kak, 😭😭😭😭
tri septi
oh, Tante Sisca yang tantenya Nathan sering merendahkan Rena 😣 bisa ada kemungkinan kaitan dengan Cheryl ga? kok ada nyangkut angkasa juga🤔
tri septi
Tante Sisca siapa lagi ya.....🤔 apa harus scroll ke atas🤔🤭😄
Siti Kamisah Hasnul
😍
tri septi
keras kepala 😔
tri septi
penyesalan pada akhirnya 🌧️🌧️🌧️
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
kasihan opa, nama basar keluarga disalah gunakan anaknya dijadikan tameng untuk menutupi kejahatan mereka
tri septi
semangat thor💪
tri septi
mengapa Cheryl kekeh merebut Nathan dan niat menjadi pelakor ? apakah ada keturunan ?😣🤔🤔
tri septi
Cheryl, bisa2nya mengaku-ngaku karya orang lain , oh malunya....😄😄😄😄 🤭
tri septi
lanjut thor 👍💪
tri septi
jadi belibet ya 🤭😄
tri septi
apa itu 🤭
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
banyak kasus dan nama yang perlu pembaca cari sendiri hubungannya
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
jangan terlalu memaksa,, turutilah keinginan Rena
Siti Kamisah Hasnul
lanjutttt.....serruuuuu👍
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
Nathan gak sabaran
𝐙⃝🦜M⃟3💋eRo
wowww bom update
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!