Lin Chen adalah pewaris sah dari Keluarga Lin di Ibukota Jingcheng. Namun, karena intrik ibu tirinya dan adik tirinya (Lin Tian), meridiannya dihancurkan, dia dijebak atas kejahatan penggelapan, dan dibuang ke kota kecil Donghai sebagai orang cacat. Tunangannya yang kejam, Ye Mei, akhirnya membunuhnya di gang gelap.
Namun, takdir berkata lain. Lin Chen terbangun 5 tahun di masa lalu, tepat di hari ia dibuang ke Donghai. Kali ini, ia tidak hanya membawa ingatan masa depannya, tetapi jiwanya telah terikat dengan [Sistem Penguasa Urban Tertinggi]. Mulai dari menyembuhkan tubuhnya, membangun kerajaan bisnis, hingga menguasai seni bela diri kuno, Lin Chen bersumpah akan menginjak-injak mereka yang pernah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Kabut Darah di Gunung Barat
Fajar menyingsing di Ibukota Jingcheng, memancarkan semburat jingga kemerahan yang perlahan menyapu kabut pagi. Di kaki Gunung Barat, udara terasa sangat dingin dan mencekam.
Ah Fei, Paman Bai, dan delapan belas Pengawal Naga Hitam telah berbaris memblokir satu-satunya jalan aspal yang menuju ke kompleks pemakaman di puncak gunung. Mereka berdiri tegap seperti patung batu, melarang siapa pun—mulai dari penjaga makam hingga warga sipil yang kebetulan lewat—untuk naik.
Tak lama kemudian, deru mesin mobil mewah memecah kesunyian.
Sebuah iring-iringan tiga mobil Rolls-Royce hitam berhenti tepat di depan barikade Paman Bai. Pintu mobil terbuka, dan keluarga inti Lin—Lin Zheng, Zhao Yuhua, serta Lin Tian—melangkah keluar. Anehnya, mereka bertiga mengenakan pakaian berkabung berwarna hitam legam dengan pita putih di lengan mereka.
Di belakang mereka, dari mobil terakhir, turunlah dua sosok tinggi besar yang sekujur tubuhnya tertutup jubah merah pekat. Wajah mereka tersembunyi di balik tudung, namun dua bilah pedang besar yang dibalut kain perban berdarah tersandang di punggung mereka.
Begitu kedua sosok berjubah merah itu melangkah keluar, Paman Bai yang kini berada di Puncak Tingkat Bumi seketika merasakan napasnya tercekat. Rasa takut primitif merayap di tulang belakangnya.
Tahap Menengah Tingkat Langit! Dua orang sekaligus! batin Paman Bai ngeri. Kekuatan ini sepuluh kali lipat lebih mematikan daripada mendiang Tetua Huang.
"Minggir, anjing tua," ucap Lin Tian kepada Paman Bai dengan senyum arogan yang kembali menghiasi wajahnya. "Kami datang untuk menghadiri pemakaman majikanmu. Jangan sampai kami mengotori jalan ini dengan darahmu sebelum acara utama dimulai."
Mengingat perintah Lin Chen, Paman Bai menahan amarahnya. Ia memberi isyarat kepada Ah Fei, dan barikade itu terbuka, membiarkan kelima orang tersebut berjalan mendaki jalan setapak menuju puncak Gunung Barat.
Di depan makam Shen Yan, Lin Chen duduk bersila di atas batu datar. Matanya terpejam, menikmati embusan angin pagi yang membawa aroma pinus.
Suara langkah kaki yang menginjak dedaunan kering membuatnya perlahan membuka mata.
"Kau datang menepati janji, Lin Zheng," sapa Lin Chen tanpa mengubah posisinya. Tatapannya sangat tenang saat melihat ayah kandungnya, ibu tirinya, dan adik tirinya berdiri dua puluh meter di depannya.
Lin Zheng mendengus dingin. Ia menatap Lin Chen, lalu menatap makam Shen Yan dengan pandangan merendahkan.
"Tentu saja aku datang," jawab Lin Zheng dengan nada sinis. "Kau memberiku waktu tujuh hari untuk berlutut. Sebagai ayah yang baik, aku membawakan pakaian berkabung ini untukmu. Sayang sekali, hari ini bukan aku yang berlutut di makam ibumu... melainkan ibumu yang harus menyaksikan putranya dicincang menjadi tumpukan daging cincang!"
Zhao Yuhua tertawa mengejek. "Lin Chen, kau terlalu naif. Kau pikir dengan membunuh Tetua Huang dan mengandalkan Jenderal Qin, kau bisa menguasai kami? Kau lupa bahwa fondasi Keluarga Lin bukan berasal dari dunia yang kotor ini!"
Lin Chen bangkit berdiri. Ia menepuk debu dari celananya dengan santai, mengabaikan ocehan mereka. Pandangannya langsung terkunci pada dua sosok berjubah merah yang berdiri diam di belakang Keluarga Lin.
"Utusan dari Sekte Pedang Darah," gumam Lin Chen, matanya sedikit menyipit. "Kalian akhirnya keluar dari lubang kalian."
Kedua sosok itu perlahan melepaskan tudung mereka. Wajah mereka pucat pasi seperti mayat, dengan pupil mata berwarna merah darah. Mereka adalah Xue Yi (Utusan Pertama) dan Xue Er (Utusan Kedua).
"Bocah," suara Xue Yi terdengar seperti dua lempeng besi yang digesekkan. "Aku bisa merasakan fluktuasi Qi-mu. Kau hanya berada di Tahap Awal Tingkat Bumi. Bagaimana serangga sepertimu bisa membunuh Tetua Huang yang berada di Tahap Langit? Kau pasti menggunakan racun atau jebakan murahan."
Xue Er mencabut pedang besar dari punggungnya. Pedang itu tidak memantulkan cahaya matahari, melainkan memancarkan hawa amis darah yang luar biasa pekat.
"Tidak peduli trik apa yang kau gunakan," desis Xue Er. "Di hadapan kekuatan absolut Tahap Menengah Tingkat Langit, semua kelicikanmu tidak akan berguna. Menyerahlah, potong urat nadimu sendiri, dan kami akan membiarkan mayatmu utuh."
Lin Chen memiringkan kepalanya sedikit.
Di kehidupan masa lalunya, ia mungkin akan langsung menerjang maju dan menghancurkan mereka dengan kekuatan murni. Namun, peringatan dari sistem dan rasa sakit di Dantian-nya pasca pertarungan dengan Tetua Huang telah memberinya pelajaran penting. Memaksakan diri melawan dua musuh yang level kultivasinya jauh di atasnya secara frontal adalah tindakan bunuh diri.
Ia harus bermain cerdas.
"Kekuatan absolut?" Lin Chen tersenyum tipis, lalu mengeluarkan satu tangan dari sakunya dan memberi isyarat menantang. "Mari kita lihat seberapa absolut kekuatan dari sekte aliran sesat kalian."
"Mencari mati!" raung Xue Yi.
BUMMM!
Tanah berbatu di bawah kaki Xue Yi meledak. Hanya dalam kedipan mata, tubuh utusan berjubah merah itu telah melesat melampaui kecepatan suara, muncul tepat di atas udara di hadapan Lin Chen!
"Domain Lautan Darah!"
Xue Yi melepaskan Domain Qi-nya. Tidak seperti Domain milik Tetua Huang yang hanya memanipulasi gravitasi, Domain milik Xue Yi ini memancarkan kabut darah kental yang seketika membuat Lin Chen merasa darah di dalam tubuhnya sendiri mendidih dan memberontak ingin keluar dari pori-porinya.
Tekanannya luar biasa berat! batin Lin Chen.
Di saat yang sama, pedang Xue Yi menebas turun dengan kekuatan yang mampu membelah gunung!
Lin Chen memusatkan Qi pada kakinya dan mengaktifkan Langkah Bayangan Naga. Ia melesat mundur secepat kilat.
WUSSH! TRANGG!
Meskipun Lin Chen berhasil menghindari tebasan mematikan itu, ujung gelombang Qi dari pedang Xue Yi masih sempat menggores lengan mantelnya. Kain mantelnya robek, dan sebuah luka sayatan dangkal muncul di lengan bawah Lin Chen, meneteskan darah segar.
Mata Lin Chen sedikit melebar. Tulang Giok Naga-nya yang kebal terhadap serangan fisik rendahan ternyata berhasil ditembus oleh Qi pedang yang setajam ini.
"Hahaha! Lihat! Dia terluka hanya dengan satu tebasan!" Lin Tian bersorak kegirangan dari kejauhan, menunjuk ke arah darah yang menetes dari lengan Lin Chen. "Kakakku tersayang ternyata hanya gertakan sambal!"
Xue Yi mendarat dengan senyum meremehkan. "Ternyata fisikmu sedikit lebih keras dari baja. Pantas saja kau bisa bertahan. Tapi seberapa lama kau bisa menghindar?"
Xue Er tidak tinggal diam. Ia ikut melesat maju, mengapit Lin Chen dari sisi kanan sementara Xue Yi menyerang dari sisi kiri. Dua ahli Tahap Menengah Tingkat Langit menyerang secara bersamaan, menciptakan jaring kematian berwarna merah darah yang mengunci semua rute pelarian Lin Chen.
Lin Chen dipaksa untuk terus mundur dan bertahan. Ia tidak menggunakan Seni Pedang Roh secara frontal karena ia tahu, tanpa persiapan, serangan itu akan menguras Qi-nya dan belum tentu bisa membunuh dua musuh sekaligus.
Kondisi Lin Chen tampak semakin terdesak. Napasnya mulai memburu, dan kabut darah dari Domain kedua Utusan itu terus menguras staminanya.
Lin Zheng tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan itu. "Ini yang kau sebut pembalasan dendam, Lin Chen?! Kau bahkan tidak bisa membalas satu pun serangan mereka! Berlututlah di makam ibumu dan memohon ampun padaku!"
Lin Chen melompat mundur sejauh sepuluh meter, mendarat di dekat sebuah batu nisan yang kosong. Ia mengusap darah di lengannya, lalu menatap Keluarga Lin dan kedua utusan itu.
Anehnya, meskipun ia tampak tersudut, tidak ada sedikit pun kepanikan di mata pemuda itu. Sebaliknya, senyum tiran yang membekukan darah perlahan terlukis di bibirnya.
"Ternyata... Tahap Menengah Tingkat Langit dari Dunia Tersembunyi hanya sebatas ini," ucap Lin Chen pelan.
"Banyak bicara saat ajal sudah di depan mata!" Xue Yi meraung, mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. "Xue Er, gunakan Tebasan Pemutus Jiwa! Kita cincang dia sekarang!"
Kedua utusan itu memusatkan seluruh energi Tahap Langit mereka ke dalam pedang, bersiap melepaskan teknik pamungkas yang akan meratakan seluruh area pemakaman itu.
Namun, tepat sebelum mereka mengayunkan pedang...
Lin Chen mengangkat kaki kanannya, dan menghentakkannya ke tanah dengan satu ritme khusus.
"Cukup bermain-mainnya," bisik Lin Chen. "Formasi Penekan Langit... Bangkit!"
ZRRRIIIINGGG!!!
Tiba-tiba, delapan pilar cahaya emas meledak dari dalam tanah di sekeliling area pertarungan, persis di titik-titik tempat Lin Chen menyembunyikan bendera formasi semalam!
Pilar-pilar cahaya itu saling terhubung di udara, membentuk sebuah kubah jaring emas raksasa berlambang Ba Gua yang langsung mengurung Xue Yi, Xue Er, dan Keluarga Lin di dalamnya.
"A-Apa ini?!" Xue Er terkesiap saat ia merasakan energi emas itu menyapu tubuhnya.
Seketika, Domain Lautan Darah kebanggaan mereka hancur berkeping-keping! Tidak hanya itu, Xue Yi dan Xue Er merasakan Dantian mereka seolah ditekan oleh beban seberat gunung. Aliran Qi mereka tersendat hebat, dan level kultivasi mereka anjlok paksa dari Tahap Menengah Tingkat Langit... jatuh menjadi setara dengan Tahap Awal Tingkat Langit yang lemah!
"Formasi Kuno?! Bagaimana bocah sekuler ini bisa memasang Formasi Kuno tingkat tinggi?!" Xue Yi berteriak panik, mencoba memobilisasi Qi-nya namun gagal. 30% dari kekuatan total mereka telah disegel secara absolut oleh formasi yang dibeli dari sistem tersebut.
Lin Zheng dan Lin Tian yang tidak memiliki kultivasi langsung jatuh tersungkur ke tanah, tubuh mereka gemetar hebat karena tidak kuat menahan tekanan gravitasi dari dalam formasi pelindung tersebut.
Di tengah kepanikan musuh-musuhnya, Lin Chen berdiri tegak.
Berkat perlindungan dari Formasi Penekan Langit, konsumsi Qi Lin Chen kini berkurang drastis. Giok Penelan Surga di dalam tubuhnya beresonansi dengan formasi, memompa energi tanpa batas. Luka sayatan di lengannya menutup seketika.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya, membentuk postur dua jari pedang. Kali ini, tanpa ragu, cahaya putih yang luar biasa menyilaukan meledak dari ujung jarinya.
"Kalian terlalu mengandalkan level kultivasi, hingga kalian lupa bahwa seekor naga tetaplah naga, bahkan saat ia sedang tertidur," ucap Lin Chen sedingin es.
"Seni Pedang Roh Pembelah Langit: Bentuk Ketiga... Pemutus Ruang!"
Lin Chen mengayunkan jarinya.
SYUUTT!
Sebilah pedang Qi raksasa berwarna putih bersih melesat membelah udara. Kecepatannya jauh melampaui tebasan Xue Yi sebelumnya.
Karena kultivasi mereka ditekan oleh formasi, Xue Er tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menghindar. Ia hanya bisa menyilangkan pedang besarnya di depan dada untuk menangkis.
KRAAAK! CLANG!
Pedang baja berdarah kebanggaan Sekte Pedang Darah itu... patah menjadi dua seperti biskuit rapuh!
Pedang Qi Lin Chen terus melaju tanpa hambatan, dan...
CRASSH!
"UAAAAAARRRGGGHH!!!"
Tebasan itu memutuskan lengan kanan Xue Er hingga sebatas bahu! Lengan yang masih memegang sisa gagang pedang itu terlempar ke udara, menyemburkan hujan darah segar yang membasahi tanah makam.
Hanya dengan satu serangan balik, situasi berbalik 180 derajat!
Xue Er jatuh berlutut sambil memegangi bahunya yang buntung, menjerit kesakitan dengan suara yang tidak menyerupai manusia.
Xue Yi menatap rekannya dengan horor yang luar biasa. Arogansi mereka sebagai ahli dari Dunia Tersembunyi hancur berkeping-keping. Pemuda ini... dengan bantuan formasi mengerikan itu... benar-benar bisa membantai mereka!
"T-Tidak mungkin... T-Tolong kami, Utusan!" Lin Tian merangkak di tanah, menangis tersedu-sedu melihat dua dewa pelindungnya dikalahkan dengan begitu mudah.
Lin Chen melangkah maju perlahan, pedang rohnya masih berdengung haus darah di ujung jarinya. Ia menatap Xue Yi yang kini mundur ketakutan.
"Bagaimana?" Lin Chen memiringkan kepalanya. "Apakah kalian masih ingin menanyakan dari mana serangga sepertiku mendapatkan kekuatan ini?"
Menyadari kematian sudah berada di depan mata, mata Xue Yi berubah menjadi segelap jurang neraka. Ia menatap Xue Er yang sedang sekarat, lalu mengambil keputusan yang sangat gila.
"Xue Er... maafkan aku. Demi Sekte kita... pinjamkan sisa nyawamu padaku!" raung Xue Yi.
Xue Yi tiba-tiba melesat bukan ke arah Lin Chen, melainkan ke arah Xue Er! Ia menusukkan tangannya tepat ke jantung rekannya sendiri yang sedang terluka parah itu!
Xue Er membelalakkan matanya tak percaya. "K-Kakak Yi... kau..."
"Seni Terlarang Pengorbanan Darah: Iblis Asura!"
Xue Yi menyerap seluruh darah esensi dan sisa Qi dari jantung Xue Er, mengorbankan nyawa rekannya untuk menembus paksa segel dari Formasi Penekan Langit!
Seketika, tubuh Xue Yi membengkak mengerikan. Urat-urat merah menonjol di wajahnya, dan auranya meledak jauh melampaui Tahap Menengah Tingkat Langit, nyaris menyentuh Tahap Akhir! Langit di atas Gunung Barat seketika tertutup mendung merah berdarah.
Lin Chen menghentikan langkahnya, matanya memancarkan keseriusan mutlak.