Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:693
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telah Usai

“Aru, Maaf aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini”

Again?

Hening seketika menghinggapi meja mereka. Terdiam, mencerna apa yang sedang terjadi, bukan. Ini hanya berlaku untuk gadis ini. Arunika Binar Senja, atau mungkin Senja sudah tidak kaget lagi?

Helaan nafas terdengar jelas berasal dari gadis manis itu “Oke! Terima kasih atas lima bulan ini, Kamal. Sampaikan maaf-ku kepada kedua orang tuamu”

“kamu tidak menanyakan alasan aku mengakhiri hubungan kita, Aru?”

Senja dapat melihat tatapan tak terima Kamal yang tepat di depannya, sangat jelas. Tapi apa yang diharapkan? “dari awal aku sudah menebak hal ini akan terjadi, Kamal. Dan aku menerima semua alasan di balik pemutusan hubungan ini tanpa meminta penjelasan lebih”

Kamal menggeleng kepala tak percaya, sebenarnya apa yang ada dipikiran mantan tunangannya ini? “Aru, kalua seandainya saja kamu mau menikah cepat, hubungan kita ngga bakal berakhir! Orang tua ku sudah sangat ingin melihat aku menikah!”

“Dan aku bukan orang yang tepat untuk kamu minta! Aku terikat kontrak, Kamal! Sejak awal kamu datang ke rumahku, aku sudah menjelaskan semuanya dan kamu tidak masalah akan itu!”

“Apa aku terlihat tidak bisa membiayai hidupmu? Kamu resign, biar aku yang kerja. Kita bisa seperti itu!” Senja menatap Kamal serius, apakah masalah ini harus di bahas lagi? Tidakkah mengerti Pria ini?

“sepertinya kamu tidak mengerti juga, Kamal. Benar, hubungan kita selesai sampai sini. Semoga kau mendapatkan pendamping yang lebih baik dariku. Aku pamit” Tanpa menunggu persetujuan Kamal, Senja meraih tas nya dan segera pergi dari Cafe tempat bertemu mereka. Tidak menoleh sedikitpun kebelakang saat Kamal terus memanggil Namanya.

“Aru, tunggu aku belum selesai bicara!” Rupanya laki-laki ini tidak menyerah juga, sampai rela mengejarnya yang sudah di parkiran.

Dengan malas Senja berbalik menghadap mantan tunangannya “apa lagi, Kamal? Mau aku jelaskan bagaimana pun kamu ngga bakalan ngerti!”

“Permintaan resign sebegitu susahnya kah kamu buat lakukan? Ini demi kebaikan hubungan kita juga!”

“susah!” sambar Senja “aku bukan orang yang gila akan jabatan, tapi aku menghargai hasil kerja kerasku bisa sampai diposisi ini. Dan itu ngga mudah! Kamal… kamu ngga akan ngerti! Bukankah kamu sudah memutuskan hubungan ini? Kenapa masih kekeh buat aku resign?” ah menghadapi orang seperti Kamal bikin habis kesabaran.

Kamal tertawa sumbang “jadi kamu tetap memilih kerjaanmu itu? Oh atau sejak awal kamu memang tidak pernah menganggap serius hubungan ini?

“iya” jawab Senja tanpa ragu. Hal itu justru menambah tawa Kamal semakin kencang, seakan menertawakan kebodohannya selama ini. Oh come on, sakit? Pasti, marah? Jangan di tanya lagi. Ingin rasanya melampiaskan amarah ini, tapi kepada siapa? Senja? Jangankan menyentuh, sekedar menatap wajah manis milik gadis itu saja sudah sangat amat sakit.

Ia sangat mencintai Senja, itu sebabnya ia mengikatnya dalam hubungan tunangan. Tapi siapa sangka berujung sia-sia seperti ini. Memperjuangkan Senja sama halnya memupus harapan orang tua nya yang meminta ia segera menikah.

“Baik, jika itu jawabannya, Aru” Kamal menunduk, suaranya getar “Maaf, aku tidak bisa memperjuangkan hubungan kita lebih lama lagi, tapi satu yang harus kamu ketahui. Sampai detik ini dan sampai kapanpun, aku akan tetap mencintaimu! Lebih besar dari rasa cinta ku kepada diriku sendiri” Senja tersentak kala melihat mata merah Kamal yang mengangkat wajah demi melihat dirinya.

Tangan Kamal terangkat, ingin menyentuh pipi milik Senja. “silahkan lanjutkan Karier mu, raihlah mimpimu, maaf aku bukan orang yang bisa menemani mu” tangan itu terhempas kebawah, gagal menyentuh seperti keinginannya “di kehidupan selanjutnya, semoga kita dipertemukan sebagai pasangan yang diridhoi dan menjadi pasangan sampai akhir, Arunika Binar Senja, aku mencintaimu”

Kamal berbalik berlalu dari hadapan Senja, cukup sampai sini kisah mereka. Ikhlas menerima adalah jalan terbaik untuk dilakukan sekarang, ini adalah keputusannya.

“Kamal!” Langkah kaki itu terhenti spontan “terima kasih, terima kasih kamu telah mau mengerti dan tidak memaksa hubungan kita. Semoga kamu mendapatkan yang terbaik, pantas berdiri di sampingmu, menemani dan menjadi pendamping seumur hidupmu, Kamal. Doaku untukmu”

“Kembali kasih, doa yang sama untukmu dari ku, Aru”

Selesai, hubungan lima bulan itu telah selesai sekarang. Mereka Kembali menjadi dua manusia yang tak punya status spesial lagi. Kembali melanjutkan hidup di jalan tersendiri. Dan mungkin dengan pasangan masing-masing juga?

***

Senja memasuki rumah yang telah ia tempati sedari kecil, di ruang tamu rupanya kedua orang tuanya sedang berkumpul. Melihat Ayah dan Bunda mengingatkannya dengan hubungan ia dan Kamal yang telah usai. Sanggup kah dia memberitahu informasi ini kepada mereka? Sanggupkah Senja Kembali menciptakan ke kecewaan di wajah mereka?

“kak Senja kenapa melamun depan pintu? Kesambet ntar” itu, adek Senja. Karena teguran dari Gahez, adek bungsu Senja. membuat kedua orang tua nya menyadari keberadaan nya.

“lohh Senja, tumben senyap masuk rumah? Biasa juga teriak teriak” ah, benar juga apa kata Bundanya.

Senja mendelik “dih, bukannya syukur aku diam ngga bikin telinga ibu sakit, malah di gituin. Teriak bentar aku” balas Senja kesal. Dengan sengaja menghentak-hentakkan kaki saat jalan adalah cara Senja menyampaikan kepada orang rumah bahwa ia kesal.

“dari mana, kok baru sampai rumah?” Pertanyaan Ayah membuat Senja terpaku. Haruskah ia memberitahu sekarang?

“habis ketemu Kamal” sudahlah, semakin di tutupin pasti akan ketahuan juga.

“kenapa? Ada masalah?” tanya Ayah lagi. Bapak bapak tuh memang punya indra keenam kah? Atau cenayang? Tau aja gitu. Dengan sedikit menarik kaki nya yang terasa berat, Senja mendekati kedua orang tuanya.

“Yah, Bun. Ada yang mau Senja katakan” suasana hening, tak ada yang bicara. Namun gagal saat sang Bunda nyeletuk tiba-tiba.

“hayoo, bicara apa? Habis beli jajan kan kamu? Jajan sembarangan lagi”

“ihh, apasi kok jajan!” berengut Senja, Bundanya ini hatters dia paling pertama, number One! kalau soal jajan. Semua jajan yang pernah dia bawa pulang kerumah dengan maksud ingin berbagi pasti mendapatkan komentar negatif dari sang Bunda. Tapi tetap juga di makan sambil ngeroasting. Kan aneh.

“terus apa? Tumben juga-“

“Senja dan Kamal putus!” potong Senja cepat.

“YaAllah Senja… lagi? Astagfirullah” Bunda mendadak mempercepat zikirnya. Kagetkah? Nadanya prustasi banget gitu.

Ayah menghela nafas sembari mendongak keatas menatap kearah pelafon rumah. Melihat itu, Senja semakin tidak tenang. Seharusnya jangan sekarang. Haruskah ia menyesal sekarang?

“alasan apa lagi sekarang, Senja? Kamal tidak mungkin mutusin tanpa alasan yang jelas! Atau alasannya sama seperti yang lalu-lalu? Kontrak kerja Senja?” tepat sekali tebakan Bundanya itu. Atau karena sudah bosan ya? Senja hanya dapat menganggukkan kepala membenarkan.

“YaAllah, Bunda kan sudah bilang. Resign aja cari kerjaan lain. Lagian aneh banget tempat kerja kamu, kok ngelarang karyawannya Nikah!” apa sekarang Ibunya akan membenci tempat kerjanya sekarang juga? Tapi apa pendapat Ayah?

“Pak, Senja mohon. Jika ada lamaran yang datang bilang jika Senja tidak bisa menerima nya. Senja cape”

Berkali kali merasakan gagalan bukan suatu hal yang mudah buat Senja. Ia tak ingin di cap sebagai perempuan yang mempermainkan hubungan dan laki-laki. Dan sekarang, entah apa lagi yang akan diceritakan oleh tetangga dan orang orang yang tak suka dengannya tentang ini.

“ya sudah, Ayah akan lakukan seperti yang Senja mau. Tapi Bapak tak janji, karena mereka suka maksa” syukurlah Ayah tidak memaksa untuk dia menjelaskan.

Mendengar hal itu membuat sang Bunda segera melayangkan protes kepada suaminya “Ayah! Kok di turutin sih kemauan anaknya? Gagal nikah lagi loh dia, yah!”

Ayah hanya menatap tenang Bunda, lalu beralih ke Senja “bearti bukan jodoh, Bunda. Biar Ayah marah tidak akan merubah semuanya. Ini keputusan Senja, kita hanya cukup mendukungnya, ya?” Ayahnya ini sangat jarang sekali mengkomeni kehidupan anak-anaknya. Sampai sekarangpun beliau hanya mendukung penuh keinginan anaknya dari pada mengekang dan memaksa. Senja sangat merasa bersyukur mempunyai Ayah seperti ini.

“Selalu seperti itu, Senja anak gadis, Ayah! Mau di cap apa dia sama orang luar kalau harus nunggu kontrak kerjanya?” sangking emosinya Bunda, ia sampai tak sadar sudah membentak Ayah, bahkan berdiri bentuk pelampiasan emosinya.

“Senja, masuk kamar!” pinta Ayah tegas

“tapi-“

“masuk, Senja!” sekali lagi Ayah berucap tegas tak terbantahkan.

Dengan Langkah lunglai sesekali menengok kebelakang dimana terlihat Ayah dan Bunda bicara sangat serius, tak terdengar. Mereka berucap pelan.

Apakah ia membuat kedua orang tuanya berantem? Masalah ini sampai bikin mereka berantem? Senja tidak pernah memikirkan hal sampai sejauh ini. Karena sebelumnya orang tuanya cukup fair saja atas keputusannya. Atau mungkin ini sudah batas nya? Benarkan, semua punya titik Batasan.

Senja menutup pelan pintu kamarnya. Menghempaskan tubuh begitu saja di atas Kasur. Kembali menerawang kejadian hari ini ‘Ya Allah, jika ini memang jalanku tolong kuatkan lah aku menjalaninya’

Sakit sekali, bohong jika dia tak memiliki rasa dengan Kamal. Ah pria itu berhasil mencuri hatinya dalam kurun waktu lima bulan ini, Hebat sekali. sayang, bukan jodoh saja. Astagfirullah!

“mikirin apa sih, Senja…”

Deringan hp Senja menyadarkannya. Rekan kerja yang menelpon. Okee singkirkan semua masalah pribadi. Mari tenggelam dalam kerjaan!

“halo”

“Malam, Mba Aru”

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!