Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Gadis Absurd Penakluk Pewaris Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Komedi / Misteri / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Alea hidup dalam realitas kemiskinan mulai dari tagihan listrik dan kontrakan yang menunggak memaksanya berjuang keras banting tulang demi memenuhi kebutuhannya sendri.

Di sisi lain, Arka Adiwangsa hidup dalam kemewahan namun dibayangi darah, pengkhianatan, dan rahasia gelap keluarganya.

Hingga pertemuan tak terduga di tepi jembatan malam itu menjadi titik balik yang mengubah segalanya.

Dua dunia yang bertolak belakang pun berbenturan: Alea perlahan terseret ke dalam pusaran bahaya dunia mafia, sementara logika absurd gadis itu tanpa sadar menundukkan sisi gelap di dalam diri Arka.

Ketika nyawa dan uang receh dipertaruhkan di meja yang sama, akankah sang pewaris takhta akhirnya luluh dan menaklukkan hati Alea? Atau justru mereka harus kembali melangkah di jalan masing-masing?

Kisah mereka lebih dari sekadar pertemuan dua dunia yang tak seharusnya bersentuhan. Penasaran? Langsung baca saja ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Pintu kaca Kafe Sudut Temu terdorong terbuka. Lonceng berbunyi pelan, seolah berpamitan pada Alea yang melangkah keluar menghirup udara malam Jakarta yang penuh polisi namun terasa melegakan.

​Di tepi trotoar, di bawah pendar temaram lampu jalan yang kekuningan, Arka bersandar santai pada motor sport hitam legamnya. Pemuda itu mengenakan kaos hitam polos yang melekat pas di tubuh atletisnya, dipadukan dengan jaket kulit yang tak pernah absen memancarkan aura bad boy kasta atas.

​Bagi orang yang berlalu-lalang, Arka tampak seperti model majalah pria yang sedang menunggu jadwal pemotretan. Namun bagi Alea, pria itu tampak seperti mesin ATM berjalan yang baru saja menyembunyikan informasi penting dari manajernya.

​Begitu Alea mendekat, Arka menegakkan tubuhnya, menyodorkan helm full-face ke arah gadis itu.

​Namun, alih-alih mengambil helm tersebut, Alea justru bersedekap dada, menatap Arka dengan sebelah alis terangkat tinggi dan wajah menuntut.

​"Ada revisi kontrak kerja malam ini, Bos," ucap Alea tanpa basa-basi, menolak memakai helmnya.

​Tangan Arka yang melayang di udara terhenti. Ia perlahan menurunkan helm itu, menatap Alea dengan sorot mata geli yang tersembunyi di balik wajah datarnya.

​"Revisi? Bukankah tarif 'Pacar Pura-pura' baru saja lo susun drafnya tadi pagi?"

​"Itu draf sebelum gue tahu medan perangnya, Bos!" Alea mendengkus, melangkah maju satu langkah.

"Barusan, ada rombongan sales gosip, si Vanessa dan kawan-kawan mampir ke kafe. Dan gue baru dikasih tahu kalau acara makan malam besok itu ternyata acara peresmian perjodohan lo sama si Clarissa putri konglomerat itu kan!"

​Arka membeku sesaat. Rahangnya seketika mengeras. Ayahnya ternyata benar-benar bergerak cepat. Menyebarkan gosip ke lingkaran sekolah bahkan sebelum hari H adalah cara Hartawan untuk mengunci pergerakan Arka dan mempermalukan Alea secara psikologis.

​"Alea, gue bisa jelasin. Itu tidak seperti—"

​"Bos, lo dengerin gue dulu!" potong Alea cepat, menudingkan telunjuknya ke dada Arka.

​"Kalau besok gue disuruh datang ke acara resmi perjodohan lo, berarti status pekerjaan gue besok bukan cuma sekadar pacar pura-pura atau manajer pribadi. Gue ini secara teknis ditugaskan buat jadi Pelakor Jalur VIP! Perusak Hubungan Orang kasta VVIP!"

​Mata Alea membelalak dramatis, merincikan risiko pekerjaannya dengan kalkulasi brutal.

​"Lo tau kan risiko jadi antagonis di sinetron konglomerat?! Kalau tiba-tiba nyokapnya Clarissa ngamuk terus nyiram gue pakai air mineral atau ditampar pakai cek satu miliar sih, gue terima dengan ikhlas. Tapi kalau resikonya dijambak ibu-ibu arisan sosialita itu nggak di-cover sama BPJS! Jadi hazard pay (upah bahaya) gue harus naik tiga kali lipat!" cerocos Alea penuh drama.

​Alih-alih merasa panik atau terpojok karena rahasia perjodohannya terbongkar, Arka justru memalingkan wajahnya ke samping, menekan bibirnya kuat-kuat. Bahunya bergetar pelan.

​Untuk kesekian kalinya dalam minggu ini, Alea berhasil mengubah ancaman konspirasi kelas atas yang mematikan menjadi perhitungan asuransi tenaga kerja.

​Arka kembali menatap Alea. Pendar kelam di matanya kini bercampur dengan kehangatan yang membuat aura berbahayanya terasa begitu memabukkan. Ia melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka hingga ujung sepatu sneakers butut Alea nyaris bersentuhan dengan sepatu bot kulitnya.

​"Gue jamin nggak akan ada adegan, penyiraman, Jambakkan, ataupun tamparan cek satu miliar, Alea," ucap Arka dengan suara bariton yang rendah, mengunci tatapan gadis itu.

"Karena gue akan nelindungi Lo. Dan gue juga nggak akan menikah dengan wanita yang nggak gue inginkan. Dan lo datang bukan sebagai perusak!"

​Tangan besar Arka terangkat, memakaikan helm ke kepala Alea dengan gerakan yang tak terduga sangat lembut, lalu mengunci tali pengamannya di bawah dagu gadis itu hingga terdengar bunyi,

klik!

​"Tapi sebagai ratu gue," bisik Arka tepat di depan kaca helm yang masih terbuka, membuat napas Alea tertahan di tenggorokan.

"Dan kita akan menghancurkan rencana pesta konyol yang di buat Hartawan sampai rata dengan tanah. Sepakat?"

​Dari balik helm yang kebesaran itu, Alea mengerjap kaku. Otaknya mendadak mengalami error sistem parah. Serangan pesona alpha male dari jarak sepuluh sentimeter ini benar-benar tidak ada di dalam Standard Operating Procedure manajer pribadi mana pun.

​"S-sepakat!" sahut Alea akhirnya, suaranya sedikit mencicit sebelum ia buru-buru berdehem memulihkan wibawanya.

"Asal jamuannya enak dan rate gue dibayar, gue siap jadi villain paling badass besok malam! Ayo buruan balik, gue mau maskeran pakai tomat sisa dapur biar besok muka gue nggak kebanting banget sama lampu chandelier!"

​Arka terkekeh, sebuah suara yang terdengar seperti musik malam di telinga Alea. Pemuda itu naik ke motornya, membiarkan Alea memanjat jok belakang dan mencengkeram ujung jaket kulitnya.

​Malam itu, motor sport dengan warna hitam pekat tersebut membelah Jakarta, membawa mereka menuju persiapan pertempuran yang sesungguhnya.

___________________

​Keesokan Malamnya...

​Pukul 18:30 WIB. Setengah jam sebelum jamuan makan malam keluarga Adiwangsa dan Suryanegara dimulai.

​Di dalam penthouse mewah yang sepi, Arka berdiri di depan jendela kaca raksasa yang menampilkan kelap-kelip lampu kota. Malam ini, ia tidak terlihat seperti anak SMA yang hobi membolos, apalagi pangeran jalanan.

​Arka mengenakan setelan jas bespoke tiga potong (three-piece suit) berwarna hitam pekat yang dirancang khusus untuknya. Kemeja putih di dalamnya dikancingkan rapi, dipadukan dengan dasi sutra gelap. Rambut hitamnya ditata sempurna, mengekspos garis rahangnya yang tegas. Malam ini, ia sepenuhnya menjelma menjadi Tuan Muda sesungguhnya.

Arka menoleh cepat saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat. ​Alea melangkah keluar dari kamarnya dengan sedikit ragu-ragu karena belum terbiasa memakai sepatu hak tinggi berdesain minimalis berwarna perak yang baru saja diantarkan oleh staf butik siang tadi.

​Gaun silk-satin berwarna midnight blue itu kini melekat sempurna di tubuhnya, kontras dengan kulitnya yang cerah. Rambut panjangnya yang biasanya dikuncir asal, kini ditata elegan dengan sanggul rendah modern, menyisakan beberapa helai yang jatuh membingkai wajahnya. Riasan make-up tipis yang menonjolkan mata bulat dan bibir merah mudanya membuat gadis pekerja keras itu terlihat seperti putri bangsawan yang kehilangan kerajaannya.

​"Bos," panggil Alea, berdiri canggung sambil memegangi tas kecil (clutch) seolah itu adalah bom waktu.

"Jujur sama gue. Ini belahan roknya nggak ketinggian, kan? Soalnya kalau gue harus lari gara-gara dikejar bodyguard bokap lo, gue takut kesrimpet."

​Arka tidak langsung menjawab. Matanya menyusuri sosok Alea dalam diam. Ia telah melihat ribuan wanita cantik di lingkaran elite, namun tidak ada satu pun yang berhasil membuat jantungnya berdetak sekeras ini hanya dengan berdiri diam.

​"Sempurna," hanya kata itu yang akhirnya keluar dari bibir Arka.

​Pemuda itu berjalan mendekati Alea. Ia tidak menawarkan kata-kata romantis yang klise. Sebaliknya, Arka menekuk lengan kanannya di depan dada, memberikan isyarat agar gadis itu menggandengnya.

​"Dengerin gue baik-baik, Alea," ucap Arka dengan nada yang sangat serius, auranya memancar penuh perlindungan.

"Malam ini, di dalam restoran itu, lo akan berhadapan dengan orang-orang paling manipulatif dan merendahkan di negeri ini. Apa pun yang mereka katakan, apa pun yang mereka tawarkan, jangan pernah lepasin genggaman lo dari lengan gue. Paham?"

​Merasakan aura dingin dan berbahaya dari Arka yang malam ini terasa berbeda dari biasanya, insting bertahan hidup Alea menyala. Ia menyelipkan lengannya ke lengan Arka, menggenggam kain jas mahal itu dengan erat.

​Alih-alih gemetar ketakutan, Alea justru menarik napas panjang dan menegakkan bahunya. Mental baja yang ditempa dari kerasnya jalanan membuatnya mengukir senyum miring yang tak kalah angkuh dari para sosialita.

​"Tenang aja, Bos. Selama lo ingat bayar invoice gue besok pagi, jangankan keluarga konglomerat, malaikat maut aja bakal gue tawar harganya!" balas Alea mantap.

​Bersambung...

1
Umi Zein
awas ya Al di iming2i uang 1M kamu tergiur aku suruh malaikat mau bawa kamu gak perlu tawar2 lagi🤣🤣🤣
Umi Zein
astagaa Al uangmu skrng udh bnyak, lagian mnta bayarin nyalon ke Arka, kan dia yg mau ngajak kamu ke pestanya 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣
Umi Zein
makanya Loe mikir dl klo mau lawan Alea. bukan untung malah buntung loe 🤣🤣🤣
Umi Zein
mantaaaap Alea👍🏻👍🏻👍🏻😀
neny
kek mana sih makan Wagyu itu,,aku juga penasaran Alea,,slnya dompet ku suka menjerit klau dengr kata Wagyu,, apalagi yg unlimited 🤣🤣
neny
wkwkwk,,emng bs ya Alea nawar ke malaikat maut,,serem iih kata2 nya,,yg ada sebelum kamu ngomong malaikat maut udh nyabut nyawa km duluan🤣🤣🤣
neny
yes,,makan malam gratis plus dapat bayaran yg memuaskan 🤣🤣
neny
wkwkwk,,dmn ada gaun butik makan nambah jd sobek🤣🤣,,ada2 ajh Alea mah,,lucu banget sih km😍
neny
yes,,aq dukung rencana mu arka,,biar papa mu malu udh merencanakan lamaran itu buat mempermalukan alea,dan biar Clarissa jg gk kepedean sm km,,biar di lawan sm si bar bar alea🤣🤣
neny
is apa sih hartawan ini,,Alea kan GK tau siapa arka sebenarnya,,GK perduli dia mah,,yg tertarik kan arka,,Alea mah nganggap nya bos besar,,yg sayang klau di lepas,,lagian ngapain nyuci otak arka,,mending nyuci baju🤣🤣
neny: 😄😄😄😄😄
total 2 replies
Umi Zein
kenapa Al?! jantung nya msh aman kaan dibaperin bos' Arka 🤣🤣🤣
Umi Zein
dasar Alea pikirane, gak uang ya makanan. dah lah Al sekarep mu 😂😂
riniandara: /Grievance//Grin/
total 1 replies
Umi Zein
Alea di lawan soal harga jasa dirinya. ooh no 🤣🤣🤣
Umi Zein
ya ampun Al yaa kalii sekelas Arka nyuruh jaga katering hajatan 🤦🏻‍♀️🤣🤣
riniandara: otak Alea gak nyampe mikir panjang kak/CoolGuy//Facepalm/
total 1 replies
Umi Zein
yakin pak tua Alea bakalan pergi?!😏 yakin banget Loe! belum tau aja Alea bar2 mah bukan pacarnya Arka jdi kyanya dia gak akan perduli tuh sma stts hubungan Arka 🤣🤣🤣
riniandara: yupz ketebak banget ya wataknya alea hehe
total 2 replies
Umi Zein
wkwk Kaka othor bisa aja ngasih nama2 turunan pemaran tokohnya. Hartawan punya Suryanegara 🤣🤣🤣
riniandara: biar beda dari yang lain kak /Shhh/
total 1 replies
neny
itu 2 sales suruhan nya hartawan,atau cecunguk nya Kevin,,lemah banget,,GK ada gerakan taktis untuk menangkal serangan Alea,,secara kan anak buah nya hartawan dr kelompok elite
Dewi kunti
memalukan🙈
Dewi kunti
Alexa sp lagi ini thooor
riniandara: Alea kak salah ketik maaf ya
total 1 replies
Umi Zein
dasar sodara tiri gak tau diri. pake fasilitas tuan muda tp seolah2 dia yg punya kuasa... ngaca woiii Klevon🙄😠 hrsnya elu tuh sungkem sm Arka 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!