Di luar pagar sekolah, Affan dan Monisha adalah sepasang suami istri karena perjodohan wasiat keluarga.
Di dalam kelas, mereka adalah dua kutub yang berpura-pura tidak kenal. Affan si ketua OSIS yang harus menjaga reputasinya, sementara Mona hanya ingin lulus dengan tenang.
Mereka sepakat merahasiakan pernikahan ini rapat-rapat. Namun, menyembunyikan status pernikahan di lingkungan SMA tidaklah mudah. Hanya dalam waktu satu minggu, kecemburuan merusak segalanya. Kecurigaan teman-teman, teror dari siswa yang menyukai Mona, hingga kecerobohan mereka sendiri meledakkan rahasia besar tersebut ke seluruh sekolah.
Kini, mereka harus menghadapi konsekuensi sosial, aturan ketat sekolah, di atas perasaan sayang yang sudah tumbuh di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monisha Affan 05.
Mereka yang memasak untuk orang tua justru masakan itu dimakan oleh pasangan nya sendiri. Dimana Mona merasa kalau ia lagi makan garam karena asinnya telor ceplok buatan Affan, sedangkan Affan merasa sedang memakan kumpulan karet karena mie instan yang di rebus oleh Mona belum sepenuhnya matang.
Di balik semua penderitaan itu, mereka diberi makanan ayam KFC setelah orang tua puas memberi mereka pelajaran. Diminta masak makanan yang enak malah dikasih mie instan dan telor ceplok. Sudah gitu, telornya gosong pula.
Hingga kedua orang tua mereka kembali pulang ke rumah masing-masing selepas maghrib.
Dan kini keadaan rumah hanya ada kedua pasutri itu sampai jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Mereka akan tidur di kamar yang berbeda sesuai peraturan yang sudah dibuat. Sementara saat selesai nyuci piring sehabis makan malam, Mona langsung melangkah masuk ke dalam kamar untuk bersantai sembari bermain game lalu melihat idol kesayangan nya, Carmen.
Tapi belum sempat sampai kamar, Affan mencegahnya dari depan yang semena-mena mengatakan, "Mana hp kamu? sini saya tahan semalaman."
Praktis, mata Mona langsung membola. "Di perjanjian pernikahan yang tertulis jelas enggak ada yang melarang bermain hp saat dirumah!"
"Ini peraturan lisan dari saya, tujuannya biar kamu disiplin waktu tidur, saya paling tidak suka lihat orang gak disiplin waktu" Tegas Affan.
Mona langsung menyembunyikan hp yang berada di tangan ke dalam saku celana belakang. Alih-alih merasa segan, justru Affan mengungkung tubuh Mona untuk mengambil hp itu dari saku belakang.
Praktis, dipeluk Affan secara tiba-tiba membuat ada semburat warna merah di pipi gadis itu. Apa lagi Mona merasa pantat nya di pegang oleh pria itu. "Jangan mesum anjir!"
Amukan Mona sayangnya dicuekin oleh Affan yang semena-mena masuk ke dalam kamar setelah menyita hp istrinya.
Sedangkan Mona yang biasa tidur tengah malam karena larut main hp kini mendadak tidur jam kurang dari jam sebelas malam karena jenuh.
**
Jam lima pagi.
Alarm telah berbunyi di kedua hp yang ada di atas nakas dalam kamar Affan, justru yang bangun malah penghuni kamar sebelah.
Mona mengambil kesempatan itu, untuk melakukan satu hal sebelum Affan bangun.
Karena jadwal ngawur masak kemarin yang isinya terlihat nama Mona semua, pagi ini saat Affan hendak masuk kamar mandi, ia di tahan oleh Mona sembari menyerahkan jadwal mandi terbaru yang sudah Mona buat barusan.
Di jadwal mandi terbaru itu tertulis hari senin sampai jumat isinya nama Monisha semua, sedangkan nama Affan terlihat muncul di bawah hari sabtu dan minggu— dimana hari sabtu dan minggu adalah hari libur sekolah.
"Jangan semena-mena buat jadwal!" Protes Affan tak terima.
"Emang kamu gak semena-mena buat jadwal masak yang semuanya tercantum nama saya hah?" Protes balik Mona. Lalu tanpa rasa bersalah, gadis itu masuk ke dalam kamar mandi, "Saya akan mandi lebih dulu, patuhi peraturan terbaru!"
"Mona!" Affan terlambat mencegah karena Mona sudah dulu mengunci pintu kamar mandi.
**
Mona datang ke sekolah kurang dari lima belas menit naik ojol tanpa menaruh curiga pada teman di sekolah, ini sesuai perjanjian yang sudah dibuat. Mereka di sekolah akan bersikap asing dan menjadi musuh.
Mona yang biasa datang terlambat membuat anggota OSIS yang berjaga mulai keheranan. Tapi ada juga anggota yang senang kalau gadis yang sering berurusan dengan mereka sudah taubat.
Mona melambaikan tangan lalu menyapa anggota OSIS yang berjaga, seolah-olah mereka semua sudah menjadi teman Mona karena seringnya berinteraksi.
Mona sudah berada di dalam kelas dengan tampang paling bahagia, mengingat jam tujuh kurang lima menit Affan belum terlihat di dalam kelas.
Sedangkan Affan sendiri datang ke gerbang sekolah di jam tujuh kurang tiga menit, hingga membuat anggota OSIS menaruh curiga pada Affan saat meminta maaf atas keterlambatan nya. Yang niatnya Affan akan menjadi bagian untuk membantu guru BK untuk mendisiplinkan murid yang memakai perhiasan mencolok, justru Affan terang-terangan memakai cincin pernikahan di jari manisnya.
Secara, Affan melepas cincin itu dengan dalih kalau semalam sempat meminjam cincin papa nya, namun dengan alibinya sampai sekarang belum sempat di kembalikan ke papa. Hingga Mona yang datang lebih awal dan Affan pertama kali datang terlambat selama menjabat jadi ketua OSIS, lalu dengan kelupaan nya membawa cincin pernikahan. Sudah cukup membuat anggota OSIS lain menaruh curiga pada sang ketua.
Tiga menit berikutnya, Affan disuruh masuk ke dalam kelas setelah diizinkan oleh guru BK untuk tidak ikut mengawal razia barang berharga di sekolah.
Saat sampai dalam kelas, Affan menaruh kunci motor yang disatukan dengan kunci rumah di atas meja belajar. Namun pergerakan Affan tak sengaja di perhatikan oleh Andin, sahabat Mona di sekolah.
Awal mula baik-baik saja, namun setelah Mona mengeluarkan buku tulis rupanya kunci dengan gantungan Doraemon yang sama dengan Affan justru terselip di buku pelajaran saat hendak dikeluarkan.
Bruk!
Saat buku itu sudah diletakan di atas meja, justru gantungan kunci itu ikut menepi tanpa permisi di atas meja belajar. Membuat Andin yang duduk di samping Mona menoleh.
"Mona, kok gantungan kunci kamu samaan si dengan Affan?" Tanya Andin penasaran.
Mata Mona agak membulat. "Saya gak tahu kalau misalnya Affan bakal beli juga anjir menjijikan! Soalnya gantungan ini tuh lagi ngetrend tau." Kata nya penuh dusta.
"Masa sih? Beli dimana? Saya juga mau dong kalau lagi ngetrend" Andin percaya dengan ucapan Mona.
"Di toko online, kamu cari aja yang best seller"
"Yaudah nanti saya bakal cari deh"
Pada akhirnya Mona bisa melepas nafas lega walau tatapan Affan menyorot tajam ke arah nya.
......................
...****************...
To be continue .
jujur aja mona sm sahabatnya
klo sudah menikah sm afan