Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Polos Tuan Garra

Istri Polos Tuan Garra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Bad Boy
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Tubuh Elisa bergetar hebat di ambang pintu kamar hotel. Di depannya, seorang pria berdiri tegap menatapnya dingin. Asing. Berbahaya dan malam ini, pria itulah yang memegang nyawa ibunya.

Satu malam. Jika Elisa berhasil memuaskan pria itu, ibunya tetap hidup. Jika ia gagal, selang dan alat-alat medis ibunya akan dicabut.

Elisa tidak punya pilihan. Gadis lugu yang bahkan belum pernah pacaran itu harus menukar kesuciannya demi napas ibunya.

"Mandilah. Aku benci menyentuh perempuan kotor!"

Suara itu dingin, menghina, menusuk sampai tulang.

Demi selamatkan ibunya, Elisa terpaksa melakukan ini, hanya satu malam. Tak disangka pria itu menagihnya seumur hidup. Karena pria itu tidak hanya menginginkan tubuhnya. Dia menginginkan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu Yang Tak Bisa Dibeli Dengan Uang

♥️♥️♥️

Elisa kembali menjalani hidupnya seperti semula, atau setidaknya mencoba. Untuk urusan rumah sakit, Tante Rita ternyata menepati janji. Uang muka yang ia janjikan malam itu sudah ia transfer sebelum Elisa dikirim ke hotel. Jadi untuk seminggu ini, tagihan Ibu Utami aman.

Pagi kuliah, siang sampai malam ia menjaga ibunya di Rumah Sakit. Ia menyuapi, memijat kaki ibunya, bercerita tentang kejadian apa saja yang dilalui hari itu. Untuk sesaat, dia melupakan kejadian malam itu.

"Bu ... cepat sehat ya. Biar bisa pulang. Sepi di rumah tidak ada ibu ... Lisa juga kangen masakan ibu," gumam Elisa saat malam menjaga ibunya. Sendirian, hanya berdua saja dengan ibunya.

Saat itu, ibunya tertidur lelap.

Bu Utami sempat membaik. Bahkan sudah bisa tertawa kecil melihat tingkah polos Elisa.

"Kamu sekarang sudah dewasa ... mandiri. Maaf ya, Lisa ... ibu jadi beban untuk mu."

Lisa menggeleng cepat. "Bu.. jangan ngomong begitu. Ibu bukan beban, tetap di sisi Lisa. Temani Lisa ... Lisa kan cuma punya ibu," ucapnya sendu.

Bu Utami menatap putrinya dengan tatapan sedih. Entah seberat apa beban yang dipikul sang anak. Biaya perawatan pasti banyak.

"Ibu harus sembuh, jangan mikirin yang nggak ... nggak."

Bu Utami mengangguk pelan. Elisa tersenyum di depan sang ibu, seolah semuanya baik-baik saja, ia telah menyembunyikan semua cerita tentang kamar 4208.

Pagi itu Elisa dibuat panik.

Senin pagi, 04.12 WIB.

Detak jantung di monitor melambat. Dokter dan perawat berlarian masuk.

Elisa hanya bisa berdiri di sudut ruangan, memanggil ibunya berulang-ulang.

"Bu... Ibu... jangan tinggalin Lisa... Bu..."

Pukul 04.27, dokter menatap Elisa dengan tatapan yang sudah ia takutkan sejak dua minggu lalu.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, Mbak Elisa. Ibu sudah tidak sakit lagi."

Dunia Elisa runtuh untuk kedua kalinya.

Pengorbanan, rasa malu, malam di hotel itu, semua yang ia lakukan demi melihat ibunya sembuh, ternyata sia-sia. Ibunya tetap pergi.

(Tidak adil ... ini tidak adil!)

Elisa berjalan lambat mendekati ranjang, terlihat wajah ibunya yang sudah pucat. Air matanya tumpah tanpa suara tangis di bibirnya. Matanya nanar, merah, air terus menetes tanpa bisa ditahan.

(Bu ... lalu dengan siapa lagi aku hidup? Bu .. . ibu janji kan. Temani Lisa ... Bu ... bangun ... ayo bangun Bu. Lisa tidak punya siapa-siapa lagi)

Lisa memeluk jenasah sang ibu, tubuhnya bergetar menahan tangisnya. Salah satu perawat mengusap punggungnya.

"Yang sabar ya, Mbak."

(Sabar? Sejak kecil aku kehilangan sosok bapak. Sekarang .... ibu satu-satunya juga diambil. Aku benar-benar harus bersabar seperti apa?)

Elisa mulai tenang, tapi tatapannya kosong.

Pemakaman itu sepi. Hanya ada Elisa, beberapa tetangga kos, dan Susan, satu-satunya teman kampusnya yang memeluknya erat.

"Yang sabar ya, Lis... Ibu kamu sudah tenang di sana."

Elisa menatap sekilas temannya, lalu wajahnya kembali murung. Tatapan kosong, seperti raga tanpa nyawa.

Beberapa waktu setelah balik dari pemakaman.

Tinggal Elisa sendiri sekarang. Benar-benar sendiri di kos sempit itu. Tidak ada lagi aroma harum masakan sederhana ibu. Tidak ada lagi yang melipat baju di depan TV. Tidak ada lagi pelukan hangat untuknya. Lisa terdiam, memeluk foto ibunya di Hp sampai tertidur dengan air mata yang telah mengering di pipinya.

Di sisi lain kota.

Sudah satu bulan.

Apartemen Luxury The Regent, lantai 42.

Anggara berdiri di tempat yang sama seperti malam itu, menatap kota. Tapi pikirannya tidak lagi tentang pekerjaan.

Gadis dengan wajah tanpa make-up, yang meringkuk ketakutan sambil memegang kerah bath robe itu, terus terngiang di kepalanya.

Biasanya, setelah transaksi selesai, semuanya selesai. Tidak ada nama, tidak ada ingatan. Tapi Elisa berbeda. Ia memberikan kesan yang tidak bisa Anggara hapus.

"Alex."

"Ya, Pak Garra?"

"Gadis yang malam itu ... Elisa."

Alex mengangguk. "Saya sudah cari, Pak. Sesuai instruksi Bapak, saya sudah ke alamat kos yang diberikan Rita. Kosnya sudah kosong. Nomornya tidak aktif. Kampusnya, katanya dia cuti setelah ibunya meninggal."

Anggara mengepalkan tangannya pelan di balik kaca.

Ibunya meninggal? Jadi gadis itu sekarang sendirian?

"Terus cari," ucap Anggara pelan tapi tegas. "Lewat Rita kalau perlu. Tanya teman kampusnya. Bayar berapa pun."

"Baik, Pak..."

Untuk pertama kalinya dalam hidup Anggara, yang selalu bisa mendapatkan apa pun dengan uang, ia merasa ada satu orang yang tidak bisa ia beli, dan karena itu, ia tidak bisa berhenti mencarinya.

♥️♥️♥️

Tinggalkan komen BESTie...

1
Mia Camelia
komunikasi nya parah banget nih mereka berdua, lost connect🤣🤣🤣
rini ningsih
Hahaha... Kepedean banget si gara... kalo aku sih maluuuu ya... 🤭
vita
bikin kesel sm anggara
Mita Paramita
kasian Elisa hidup nya tertekan gak bahagia padahal blom jadi istri tuan gara😭🫡🫡
ken darsihk
Benar benar arogan sungguh malang nasib nya Elisa 😠😠😠
ken darsihk
Eeetttt si Gara bikin ilfil
Bukan nya minta maaf ini koq malah semakin semena mena yak
Maya's ❤️
next kak sept ❤️
Kar Genjreng
perdamaian perdamaian 2X banyak yang suka damai perang Barra makin ramai,,,MBG. memang kelewatan ngomong nya nyeplos,,,nglarani ati gemes
tenin ki loe,,,,jangan di hina kan Loe tau lagi hamil muda hormon ambur adul jangan selalu nya menyamakan wanita di masa lalu nya yang lihat duit loe ijo mirip
kolor ijo,,, Anissa beda paham salah haduhhh mumet mumet,, bolak balik di kandani ga mudeng mudeng,,😇😇😇😇lope yuuuuuu sekebon bunga' buat,,, BESTie. Sept iki wis Oktober 🤣🤣
Sri Rahayu
kalian berdua nih berantem mlulu...yg satu egois yg satu keras kepala .... coba Elisa mikir cari cara gmn supaya si Gara2 melunak hatinya...lanjut Thorr😘😘😘
Bu Yudi Wahono
idih siapa juga yang buka hadiahmu tuan gara🤣
Sept September: selain sombong amat, dia juga kepedean 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
jgn mau tunduk sama si Gara2 hanya karena hadiah...ntar kamu di paksa2 lg ma dia Elisa....lanjut Thorr😘😘😘
Sept September: g ada makan siang gratis ya kak 🤭😄😄😄😄
total 1 replies
Kar Genjreng
masyaallah ga perlu bilang terimakasih,,,lah wong di buka juga ga lah,,ga nafsu jare rayuan ne ga mempan,,,di kira Elisa di samakan dengan Wanita nya terdahulu,,,ga muna ya El tetapi mending di culke bebas meh ketemu konco,,,mangan cilor,,bakso lah ini
di kurung emang manuk Podang aiiiss,,,MBG parah Mas Bro Gara ga ngenai odol usus bukan Pepsodent,,,Mas Bro pisan kolo bikin ketawa Elisa jangan cuma di takuti 😂 ya emang fasilitas dan segala di penuhi Mergo GEMBOL Anaknya saja ,,,
cuma coba yen ga Gung karuan,,,Elisa dah
gadis gini saja di suruh tanda tangan dan Kamu juga usul kalau yang tidak sesuai,,,loh ko enak sing karep sopo Yo ga Elisa,,, jangan mau ya siap perang tak ewangi wis GE endang,,,jaluk rujak jingur
apel malang sing lagi metik tapi kudu moro kapok koen Mas Bro Gara,,
Kar Genjreng: bene ramai enek manuk e
total 4 replies
Maya's ❤️
krawus boleh kak sept si garra yg suka nyari gara² ini 🙄😤
Sept September: Monggo dikrawus gawe parut 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ryuka
haduuhhhh anggaraaaa 🤭🤭🤭🤭🤭
Sri Rahayu
batal kabur donk Elisa, kasihan jg kl Susan Dimas dan Pengacara digigit doberman si Gara2... Tuan sama Guk2nya sama2 menyeramkan 😡😡😡...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Elisa berhasil kabur 😘😘😘
Kar Genjreng
Astaga 🤣 si Doberman mburu huk huk,,belum saatnya kabur Elisa tunggu pada lengah. kasih saja obat pencahar,,,biar pada kebirit birit berebut toilet,,, begitu lagi pada sibuk nah baru deh Kamu kabur,,,kemana kaburnya kira kira di lacak semua sama si Mas Bro Gara 🏃🏃makanya mau ngajak nikah kontrakan sarate Ra kiro kiro memberatkan Elisia yg
Kar Genjreng: 🤣🤣🤣🤣mentolo yo
total 2 replies
ken darsihk
Kapan yak hati si Anggara bisa melunakkk , setiap dia nongol koq aqoh ikutan spaneng yak
Bu Yudi Wahono
kak sept paling takut d8kejar anjing
Sept September: wkwkkwkwkwl🤣 aku dikejar soang kakkkkk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Eka ELissa
aduh Elisa.....bhya...tau....mna kmu lgi hamil...🤦
Sept September: kahanan .... daripada digigit 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!