Indonesia
NovelToon NovelToon
Anakku Hanya Milikku

Anakku Hanya Milikku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:808.6k
Nilai: 5
Nama Author: Redwhite

Di tinggal sang suami dan di usir oleh mertua sungguh malang nasib Salimah.

Dengan tega sang mertua mengusirnya dan sang putra karena merasa Salimah adalah penyebab kecelakan putranya.

Di tengah keterpurukannya, dia juga harus kehilangan anak dalam kandungan.

Triya dan suaminya, Jendral yang dia kira tulus membantu nyatanya juga ingin memanfaatkan dirinya agar mau mengandung anak mereka.

Bagaimana nasib Salimah ketika di minta menjadi rahim pengganti sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Triya sangat gugup mendengar jawaban Salimah. Dalam hati, dia berdoa semoga Salimah setuju dengan permintaannya.

"Maafin aku Ya. Aku—"

Belum selesai Salimah berbicara Triya sudah memotongnya dengan duduk mendekati sahabatnya dan menggenggam tangan Salimah.

"Kami akan berusaha keras mencari keberadaan suamimu Sal. Tolong pikirkan lagi," paksanya.

Jendral yang melihat sikap sang istri hanya bisa menghela napas berat. Mungkin saking frustrasinya membuat nurani Triya tertutup.

Sudah terlihat sekali kalau Salimah menolak usulan sang istri, tapi Triya tetap kekeh membujuk dengan segala janjinya.

"Iya kan Mas? Kalau kamu ngga percaya kita bisa mulai hari ini juga kan ya?" ucapnya tiba-tiba sambil berderai air mata.

Hatinya rapuh, harapan yang sangat besar pada Salimah harus kandas begitu saja. Dia tidak siap. Sejak semalam dia sudah terlaku yakin kalau Salimah pasti akan menyetujui permintaannya.

"Kita tidak bisa memaksa sayang. Salimah pasti punya alasannya sendiri," jawab Jendral menengahi.

Melihat tangisan sang sahabat yang sangat memilukan sedikit membuatnya tak tega. Namun dia bisa apa?

Sejak semalam dia berpikir kalau dia setuju dengan permintaan Salimah maka akan percuma jika dia bisa menemukan suaminya.

Apa yang harus dia jelaskan jika nanti dia sang suami tahu dia sedang mengandung tapi benih dari lelaki lain.

Oleh karena pikiran itu Salimah akhirnya membuat keputusan menolak permintaan Triya.

Lagi pula semalam dia sempat membuka uang pemberian dari Tuti dan keluarganya. Uang sebesar lima ratus ribu memang tidaklah banyak, tapi setidaknya dia bisa menyewa tempat tinggal di pinggiran pasar.

Dia tahu di sana ada kontrakan yang hanya terbuat dari papan kayu, sewanya juga sangat murah. Dia juga berpikir akan mencari pekerjaan di pasar.

Meski mungkin hanya sekedar pelayan toko atau buruh kasar dia merasa lebih berarti dari pada menerima tawaran sahabatnya.

"Kenapa kamu enggak mau membantuku Sal? Kehidupan kamu akan terjamin. Anakmu enggak akan terlunta-lunta, kenapa Sal?" ucapnya tak terima.

"Maafkan aku Ya, rasanya aku benar-benar enggak siap menerima tawaranmu," jawab Salimah jujur.

Tiba-tiba Triya bangkit dan berlari menuju kamarnya. Rasa kecewanya sudah tak terbendung. Dia merasa harapannya musnah.

Setelah ini sudah di pastikan kalau sang mertua akan melancarkan aksinya dengan menghadirkan madu untuknya.

Suara benda berjatuhan membuat Jendral dan Salimah tersentak. Kamar yang tak tertutup sempurna membuat mereka bisa mendengar suara kegaduhan dan teriakan Triya di dalam sana.

Jendral segera bangkit menemui istrinya, sedangkan Salimah hanya bisa berdiri dengan perasaan cemas dan tak enak hati.

Tak lama Jendral keluar dengan wajah letihnya. Dia lantas menatap Salimah. "Sebaiknya kamu segera pergi dari sini. Maaf, bukan maksud mengusir, aku cuma takut kalau Triya masih melihatmu dia akan kembali memaksamu," jelas Jendral.

Salimah merasa sedih mendengar ucapan suami dari sahabatnya. Dia tahu mungkin Triya masih merasa kecewa dengan jawabannya.

Tanpa berpamitan kepada sepasang suami istri itu dia pergi dari rumah Triya bersama Rino.

Tujuannya adalah pasar, karena di sana ada rumah kontrakan murah yang sesuai dengan keadaannya saat ini.

Dalam perjalanan, Salimah dan Rino memutuskan berhenti di sebuah warung nasi pinggir jalan.

Waktu yang memang sudah siang membuat perut keduanya meminta haknya.

Rino yang pada dasarnya anak penurut dan tak rewel mengenai makanannya, terlihat menikmati makanan pinggir jalan itu.

Sayangnya, karena memang tak terbiasa makan di tempat seperti itu, Salimah tak memerhatikan bawaannya, hingga membuat tangan jahil seseorang berhasil mengambil dompet miliknya.

Salimah belum merasa hingga keduanya selesai makan dan harus membayar, barulah dia kelimpungan mencari uang miliknya.

Sikapnya menjadi perhatian pemilik warung dan para pengunjung.

Seolah paham, sang pemilik warung lantas berkata dengan sedikit ketus.

"Kamu kecopetan ya? Makanya jaga dong barangnya! Udah tau di tempat umum naro barang sembarangan!" gerutu pemilik warung yang merasa kalau dia tak akan mendapatkan bayaran atas makanan yang telah di makan oleh Salimah dan Rino.

"Maafkan saya Bu, saya enggak tau, dari tadi tas saya selalu di samping saya Bu," jelasnya tak enak hati.

Sedangkan Rino, bocah itu sudah ketakutan saat melihat tatapan tak suka dari pemilik warung.

"Ya udah sana Mbak pergi aja, gantian sama yang lain!" usir pemilik warung.

Terpaksa Salimah menggandeng Rino keluar dari dalam warung. Dia bingung harus ke mana lagi.

Uang yang dia miliki dari Tuti telah raib di copet, sedangkan untuk kembali meminta bantuan pada Triya dia merasa sungkan.

Salimah mengajak Rino duduk di sebuah pohon pinggir jalan, dia bingung hendak ke mana sebab tak memiliki uang sedikit pun.

Beruntung ponselnya masih ada dan tak di rampas oleh pemilik warung, bisa lebih buruk lagi keadaannya jika dia juga harus kehilangan benda pintar itu.

"Apa aku jual aja hape ini ya?" monolognya.

Sedang memikirkan apa yang hendak dia lakukan, tiba-tiba ponselnya berdering. Tertera nama Tuti di layar.

"Tuti? Ada apa ya?"

.

.

.

Tbc

1
Baby_Miracles
Ibu jendral sabar banget ngadepin besan sama menantunya. Demi anaknya
Wanita Aries
Kok lngsung tamat
Wanita Aries
Gilaaaa tu org tua si triya pengeretan gk mau rugi
Wanita Aries
Wahh trnyata pembantu 🤣🤣🤣 songong kali kau sriii sama halnya dgn fitria yg hny ank supir tp gk tau diri
Wanita Aries
Buang aja istri dan mertua sialan itu
Wanita Aries
Aslii parah si fitria dan si salma ini agak menggemaskan yaaa oon
Wanita Aries
Mantap thor karyamu gk prnh gagal
Wanita Aries
Kasian udh keguguran harus dipaksa cerai
Nur Syamsi
Curiga ibu Sri falangnya
Nur Syamsi
Ini Fitriya kayaknya maw sama kelakuan mama Afnan yg katanya pembantu dinikahi majikan e malah lupa asal
Nur Syamsi
Dasar mertua serakah giliran menantu dpt musibah angkat tangan ....jdi pelajaran Jendral Tdk usah lagi bantu" tu mertuamu dan keluarganya....
Nur Syamsi
Bilang sja Yudis hp Afnan ketinggalan
Nur Syamsi
Ya syukur ketahuan duluan jdi rencana busuknya gagal dan pastinya Afnan Tdk sudah" lagi untuk menolak ...
Nur Syamsi
Jgn percaya Ama tu ulat Afnan, kamu lebih lama tau bgaimna kelakuan Salimah slama bersamamu
Nur Syamsi
Bagus pak Brata....mnang mulut Bu Sri itu hrs disumpal ..
Nur Syamsi
Dasar, anak tak tahu diri
Nur Syamsi
Menantu Tdk tahu diuntung, Tdk peka
Nur Syamsi
Dasar orang tua serakah, maunya sja enak Tdk memikirkan anak yg selama ini membantunya
Nur Syamsi
Adik angkat Tdk tau diri, ditampung malah ngelunjak, dasar wanita Tdk tau jga perasaan
Nur Syamsi
Fitriah" kan Afnan sudah mengatakan.kpda kamu bhw Dian masih mencintai Salimah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!