Bertemu kembali dengan cinta pertama setelah menjanda. Dahulu Isabel menyukai seorang pria yang sangat digemari oleh para wanita di sekolah. Pemuda ini merupakan anak basket dan ketua osis yang aktif berorganisasi. Dia mendekati pria bernama Ednan itu sebagai seorang penggemar dan terus mengejarnya hingga sang pria luluh.
Hingga sebuah tragedi menimpa Isabel sehingga dia sedikit trauma pada pria. Dia hampir saja diperkosa oleh teman satu sekolahnya. Ednan yang begitu marah memukul pria itu hingga hampir mati. Setelahnya Ednan tidak pernah terlihat lagi di sekolah.
Dua puluh tujuh tahun berlalu tanpa kabar dari Ednan. Isabel yang sudah menjadi janda kembali bertemu dengan Ednan di sebuah kursus melukis. Apa yang akan terjadi dengan mereka setelahnya? Dan sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu antara mereka? ikuti kisah Ednan dan Isabel ya❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 : Jadian
Setelah keluar dari kelas Isabel mencari keberadaan Ednan di penjuru sekolah. Gadis itu melihat ke UKS, lapangan, bahkan kamar mandi pria tapi tidak menemukannya.
Sesuatu terlintas di kepala Isabel saat sudah bingung. Atap sekolah, ntah bagaimana tempat itu terlintas di kepalanya. Dia segera berlari ke atap sekolah dengan tergesa-gesa.
Benar saja saat tiba di atap Isabel mendengar percakapan dua orang. Salah satunya adalah suara yang ia kenal, tak lain itu adalah Ednan. Isabel mengintip satu orang lain yang bersuara wanita. Orang yang berbicara dengan Ednan adalah Windria. Isabel segera menguping pembicaraan mereka.
"Aku gak bisa Win, cinta tidak bisa dipaksa" ujar Ednan terdengar dari balik tembok.
"Tolong Nan, sampai kamu punya pacar saja, kalau kamu sudah menemukan wanita yang kamu sukai kita bisa putus" ujar Windria lagi.
"Nanti apa kata anak-anak Win, kamu gatau gosip tentang kita sudah menyebar" ujar Ednan resah.
"Aku gak peduli, aku hanya peduli dengan perasaanku padamu" ujar Windria.
"Itu hanya obsesi mu Win, kamu tidak boleh seperti itu, kamu harus bersama orang yang menyukaimu juga" ujar Ednan lagi.
"Aku tidak perduli, kamu harus memikirkan ini, aku akan tanya lagi besok sampai kamu mau menjawab ini" ujar Windria pergi hendak turun dari atap.
Mendengar langkah kaki mendekat, Isabel segera bersembunyi agar tidak terlihat. Setelah memastikan Windria sudah turun, Isabel kembali melihat ke arah Ednan.
Pria itu menangis, saat Windria ada dia tidak meneteskan air mata sedikitpun. Ketika wanita tadi sudah pergi air matanya menetes berjatuhan. Melihat hal itu Isabel menjadi iba dan turut prihatin.
"Ednan" panggil Isabel.
"Sabel" ujar Ednan terkejut dia segera menghapus air matanya.
"Kenapa kamu di sini?" tanya Ednan lagi.
"Aku kebetulan ingin melihat langit yang indah dari atap, tapi aku tidak sengaja mendengar sesuatu" ujar Isabel berbohong.
"Kamu mendengar semuanya?" tany Ednan.
"Iya" jawab Isabel.
"Kamu tidak akan memberitahukan ke yang lain kan?" tanya Ednan takut.
"Wah saat seperti ini hal itu yang kamu takutkan, harusnya kamu memikirkan dirimu terlebih dahulu" ujar Isabel.
"Aku tidak apa-apa" ujar Ednan.
"Itu pemaksaan Nan, tidak ada cinta seperti itu" ujar Isabel geram.
"Kamu tidak tahu Windria orang seperti apa, dia nekatan, bahkan saat kami SMP dia pernah hampir mati karena meminum racun" ujar Ednan.
"Ha? kenapa begitu?" tanya Isabel kaget.
"Karena aku tidak mau satu SMA dengannya" ujar Ednan.
"Berarti kalian satu SMA saat ini karena ancaman Windria?" tanya Isabel.
Ednan mengangguk dan tertunduk lirih. Dia sungguh tidak tahu lagi harus berbuat apa pada Windria. Gadis itu adalah teman kecilnya dan tumbuh besar bersamanya. Dalam kehidupannya sudah penuh dengan penderitaan, oleh sebab itu Ednan tidak kuasa membiarkan nya melakukan hal nekat.
"Dia sudah seperti psikopat" ujar Isabel merasa ngeri.
"Aku harus bagaimana, dia merasa hanya aku satu-satunya orang yang baik padanya" ujar Ednan.
"Kalau begitu kamu jangan baik padanya" ujar Isabel tegas.
"Sudah, tetapi dia akan melakukan hal-hal nekat saat itu terjadi" jawab Ednan frustasi.
"Wah wanita gila, benar-benar gila" jawab Isabel.
"Aku harus bagaimana" ujar Ednan lagi.
"Ayo kita kencan" ujar Isabel tiba-tiba.
"Ha? maksud nya?" tanya Ednan.
"Pura-pura saja, aku tadi dengar Windria memohon untuk jadi pacarmu sampai kamu menemukan wanita yang kamu sukai, kamu bisa pura-pura menyukaiku" ujar Isabel.
"Kamu yakin cara ini akan berhasil?" tanya Ednan.
"Aku yakin seratus persen, tapi kamu harus bisa berpura-pura jadi pacarku, jangan sampai ketahuan karena kamu tidak bisa berakting" ujar Isabel lagi.
"Baiklah, ini bisa di coba" ujar Ednan akhirnya setuju.
"Baiklah mulai sekarang kamu jadi pacarku" ujar Isabel.
"Iya" jawab Ednan.
"Hei, orang tidak akan percaya kalau kamu berbicara dingin denganku, dimana mana lelaki sangat lembut pada pacarnya" jawab Isabel lagi.
"Baiklah bawel, kita kan belum di depan orang" ujar Ednan lagi.
"Kan agar kamu terbiasa" ujar Isabel.
Mereka akhirnya sepakat menjadi pacar kontrak demi menolong Ednan dari jeratan Windria. Mereka membuat rencana agar berita mereka jadian menyebar di seluruh penjuru sekolah.
"Ayo kita kembali ke kelas, orang pertama yang harus tau adalah Helma" ujar Isabel.
"Baiklah, apa perlu kita beri tahu Helma bahwa kita hanya pura-pura?" ujar Ednan.
"Kalau Helma tidak apa-apa, dia teman baikku, tapi jangan sampai yang lain tahu" ujar Isabel.
"Itu tidak adil, hanya teman baikmu yang mengetahui rahasia kita, aku juga akan memilih satu orang teman baikku untuk berbagi rahasia" ujar Ednan.
"Kamu yakin teman mu bisa jaga rahasia? siapa? Chiko?" Isabel lagi.
"Tentu saja Chiko bisa menjaga rahasia, walaupun dia menyebalkan tetapi dia dapat dipercaya" jawab Ednan.
"Baiklah sepakat, hanya kita berempat yang akan tahu semua ini" ujar Isabel.