Indonesia
NovelToon NovelToon
When I Meet You

When I Meet You

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Anak Genius / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: Authorfii

Genre: Young Adult-Romance

Disclaimer: 100% fiction, sensitive topic, smoking area, alcohol area, intimate skin contact, kissing scene, etc.

Blurb: Semua berawal dari kecerobohan Nayanika Zora Anjani yang tak lihat-lihat jalanan, ia nyaris menjadi korban kecelakaan mobil. Tapi lewat kejadian itu, membuatnya bertemu dengan Kaivan Pradipta—seorang duda kaya raya nan tampan yang mempunyai seorang anak perempuan yang mengidap penyakit autoimun lupus.

"Saat bertemu dengan kamu, ada perasaan berdesir yang tak bisa saya jelaskan saat itu juga. Tapi satu yang saya sadari, hanya kamu yang bisa membuat perasaan saya berdesir begitu saja. Naya ... kalau saya bilang, saya suka sama kamu, apa kamu percaya?" Selama hidup 25 tahun ini, Naya tak pernah mendapati pernyataan cinta se mendebarkan ini. Bagaimana dia yang ditatap dengan penuh cinta, pun dengan tangan yang sudah digenggam lembut.

"J-jangan jatuh cinta sama saya, Pak. Saya bagaikan langit dan bumi kalau sama Bapak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Authorfii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6 : Mandi Bareng?

Pagi pukul 07.00 WIB, Naya sudah bangun dan mempersiapkan perlengkapan pakaian untuk Nayra. Gadis yang memakai piyama bermotif Doraemon itu sempat melirik presensi Nayra yang masih tertidur pulas di dengan selimut tersampir di tubuhnya yang mungil.

Melihat bagaimana wajah Nayra yang sangat damai saat tidur, Naya mengulas senyum. Terpikat dengan wajah lucu nan imut yang dimiliki oleh Nayra. Pun hidung mancung dan bola mata yang sepenuhnya berwarna coklat hazelnut, membuat siapa pun akan menyukai Nayra.

Usai menyiapkan pakaian Nayra, Naya melangkahkan kaki menuju tempat tidur. Dia mendudukkan bokongnya di sisi kasur, lantas menggerakkan tangannya untuk mengusap kepala Nayra. Jika dilihat dari usia perkenalan mereka, tentu saja mereka baru kenal kemarin. Tapi entah kenapa, sejak awal pertemuan—di mana Nayra menyebutnya dengan sebutan 'mama', dan ketika Naya tau bagaimana sulitnya kehidupan anak itu—hati Naya seolah bergerak sendiri untuk menyayangi Nayra selayaknya puteri sendiri.

"Nayra, bangun yuk! Udah jam 7 pagi lho." Suara Naya mengalun rendah di telinga Nayra, pun dengan tangan yang menepuk-nepuk pelan pipi gembul anak itu.

"Nayra kemarin bilang mau ke sekolah, ayo bangun, Sayang!" Naya kembali berusaha membangunkan Nayra.

Terlihat jika Nayra menggeliat kecil, lalu disusul dengan kedua kelopak matanya yang terbuka perlahan. Hal yang pertama kali dilihat oleh anak itu adalah wajah Naya yang tersenyum manis padanya.

"Setelah ini kita mandi, Tante bakal temenin Nayra buat mandi." Naya membantu Nayra untuk duduk sejenak.

"Nayra tunggu di sini dulu ya, Tante siapkan dulu air hangatnya untuk Nayra." Usai melihat anak itu menganggukkan kepalanya, Naya melesat pergi menuju kamar mandi.

Kamar mandi mewah nan besar itu membuat Naya menggelengkan kepala tak percaya, bagaimana bisa sebuah kamar mandi luasnya seluas kamar Naya di kampung. Pun dengan bath up berwarna putih yang nampak mengkilap di depan sana.

"Gue biasa liat kamar mandi begini kalau di film-film, ternyata enaknya bukan main." Tidak sampai di situ kekaguman Naya, dia berjalan menuju shower yang bisa digunakan dua suhu—air dingin atau hangat. Pun dengan bath up yang sekarang dia pegang.

"Aduh, tapi gue nggak tau gimana caranya bikin air di sini jadi hangat." Naya memukul jidatnya sendiri, gemas dengan tingkahnya yang sok-sokan ingin menyiapkan perlengkapan untuk Nayra mandi.

"Kalau gitu gue tanya pak Kaivan dulu deh, kayanya sih belum berangkat." Mengingat jika Nayra baru bangun sekali, Naya tak ingin mengganggu dulu. Maka dari itu dia akan bertanya pada Kaivan saja.

Kebetulan sekali, begitu Naya keluar dari kamar Nayra—Kaivan sudah akan mengetuk pintu kamar tersebut.

"Eh Pak Kaivan, selamat pagi, Pak." Naya membungkukkan badannya usai mengucapkan selamat pagi.

"Kebetulan banget Bapak di sini, saya tadinya mau ke ruangan Bapak. Anu, itu—saya nggak tau caranya bikin air di bath up jadi hangat. Tadinya saya mau mandiin Nayra, Pak." Naya menggaruk tengkuknya karena malu. Wajar saja, dia tinggal di kampung sama sekali tidak mempunyai yang namanya bath up. Kalau pengen air hangat, di kampungnya Naya mesti memasak di tungku dulu.

"Ayo saya ajarkan," kata Kaivan sambil melangkah masuk ke dalam, dengan Naya yang membuntuti dirinya dari belakang.

Saat melihat presensi Nayra yang sedang mengucek-ngucek mata, Kaivan tersenyum. Sepertinya Naya berhasil membangunkan Nayra dengan cepat, jika dirinya yang membangunkan—Nayra selalu punya seribu cara untuk melanjutkan tidurnya.

"Kalau mau air hangat, kamu cukup tekan tombol yang ini. Nanti air yang keluar jadi hangat. Kalau yang dingin, kamu tekan yang ini." Naya memperhatikan ke mana arah jemari Kaivan dengan duduk di pinggiran bath up.

"Dan untuk shower ...," Kaivan menggantung kalimatnya, dia berjalan ke sisi dinding kamar mandi untuk mendekat pada shower. "tekan tombol yang ini untuk dingin, dan yang ini untuk hangat. Sekarang kamu mengerti?"

Naya menganggukkan kepalanya tanda paham. "Jadi yang tulisannya hot itu panas, dan cold itu dingin?"

"Ya, seperti itu."

"Maaf ya, Pak. Saya merepotkan sekali, maklum saja—saya nggak paham bahasa Inggris kecuali yes or no." Naya terkekeh kecil, sehingga memperlihatkan bagaimana gigi kelincinya mengintip malu-malu. Melihat itu, Kaivan tertegun sesaat—memperhatikan keindahan makhluk ciptaan Tuhan yang sedang tertawa kecil itu.

"Yaudah Pak, saya panggil Nayra dulu ke sini." Naya berdiri, sedangkan Kaivan membuang mukanya ke sembarang arah. Bisa-bisanya dia terhipnotis dengan tawa Naya yang terlihat candu itu.

Namun kesialan sepertinya sedang berpihak pada Naya, karena begitu ia melangkahkan kaki—Naya kehilangan keseimbangan karena tergelincir. Kaivan yang hendak menolong Naya dengan menarik lengan perempuan itu pun, malah ikut menjadi korban karena tak punya ancang-ancang.

Byurr!

Mereka berdua resmi jatuh ke dalam bath up berisi air dingin tersebut. Dengan posisi tubuh Naya yang hampir semuanya masuk ke dalam bath up, dan tubuh Kaivan yang hanya dadanya. Sedangkan kaki lelaki itu menahan tumpuan di lantai kamar mandi.

Ternyata kesialan mereka belum sampai di situ, karena ketika mendengar teriakan Naya—Nayra pun bergegas masuk ke kamar mandi. Mata bulatnya mengerjap lucu melihat pemandangan antara papa dan pengasuhnya tersebut.

"Papa sama Tante Naya ... lagi mandi bareng ya?" Lantas ucapan dari Nayra tersebut membuat Kaivan menarik diri dan menatap puterinya itu dengan serba salah.

***

Kaivan meloloskan nafas kasar, niat hati ingin menolong—bisa-bisanya dia juga jadi korban. Malah dilihat oleh Nayra pula. Kaivan hanya takut puterinya itu berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya dan Naya. Yang paling parahnya lagi, Kaivan takut Nayra menceritakan kejadian di pagi itu pada Arsa—sahabatnya ataupun pada orang tuanya.

"Bahaya kalau Nayra cerita ke mama, bisa-bisa gue dinikahin cepet-cepet." Lagi dan lagi dia meloloskan nafas kasar, dua hari mengenal Naya—entah kenapa jantungnya kerapkali berdetak lebih kencang dari biasanya. Pun dengan dirinya yang selalu ingin membantu perempuan udik itu. Padahal selama ini, Kaivan cukup dikenal sebagai orang yang dingin pada orang asing. Kenapa semua itu tidak berlaku pada Naya?

"Mungkin karena gue punya rasa bersalah sama dia, karena kalaupun gue jadi nabrak dia—bukannya tanggung jawab gue lebih besar lagi?"

"Tanggung jawab apa lo?! Lo nggak buntingin anak orang kan setelah lama menduda?" Kaivan meringis pelan, dia lupa jika di ruangan ini ada sekretaris yang tak lain juga sahabatnya sendiri—Arsa.

Mendengar sahutan Arsa, alih-alih menjawab—Kaivan malah melempar bolpoin pada lelaki yang lebih muda satu tahun darinya itu.

"Lo kalau ngomong kira-kira dong, Sa! Ya kali otak gue ditaruh di dengkul?!"

"Ya takutnya Nayra kepengen punya adik cepet-cepet," ujar Arsa kembali menggoda Kaivan.

"Daripada urusin hidup gue, urusin hidup lo yang udah 29 tahun ini masih jadi jomblo ngenes!" Untuk kedua kalinya, Kaivan melempar bolpoin pada Arsa.

1
Mukmini Salasiyanti
laaaa
udah tamat nih, Thor????????
Mukmini Salasiyanti
aishhhhhh
halalkan, Kaiv!!!!!!
Susi Nora Cerahwati Silitonga
aku bacanya maraton,,😁😁ceritanya aku suka.....lanjut lagi ka...,🥰🥰🥰

ohh iya mampir juga ya ke karya aku🙏🙏
Susi Nora Cerahwati Silitonga
ceritanya bagus,,,,🥰🥰 mampir juga ya ke karya aku🙏
Mukmini Salasiyanti
silahkan lewat, Kaiv....
jln yg lain sdh tertutup😃🤣🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
😄😁😃🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
Dunia akan berkata....
Aku baik baik sajaaaaaaa
☺🥰semangat, Kaiv!!!
Mukmini Salasiyanti
Arsaaaaaa
jd figuran tuh jgn gokil yaaa😁🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
nah loh, ketemu deh Capeng nya...
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
salken thor... let's read! 😊💪
Yusria Mumba
ada cemburu ni,
Muhammad Khoirul
kurang thor
Alfan
setelah jalan-jalan aku kasih satu tontonan iklan, semoga kakak suka 🤗
Alfan
hai kak aku mampir nih udah aku subscribe ya kak karya kakak Thor.
jangan lupa untuk saling dukung ya 🤗🙏
Moms kidz
semangat tor,,suka banget cerita nya💪🏽💪🏽😘
Authorfii: Maacih ❤
total 1 replies
SUKARDI HULU
Jangan lupa mampir kk y, like, follow dan beri hadiah y❣️🫰🙏
ciara_UwU
Bikin nagih deh!
Asri Irwansyah
Wah, gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya, thor! 😍
Authorfii: Ashiaapp, otw update
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!