Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 23

PLAK!

Bukan Papa Bagas, bukan pula Aidil. Kali ini Mama Hana yang bangkit dari lantai dan mendaratkan tamparan keras ke wajah Stela. Sudut bibir Stela tersungkur menghantam lemari.

"Jaga mulutmu, iblis!" raung Mama Hana dengan suara yang melengking pecah.

"Kamu sudah merusak hidup anakku, kamu mengotori rumah ini, dan sekarang kamu masih berani menghina Zivana?! Kamu bukan manusia, Stela!"

Stela memegangi pipinya yang panas, membelalakkan mata tak percaya. "Tante menampar saya?! Demi wanita asing ini?!"

"Dia bukan wanita asing! Dia putriku! Dia ibu dari cucu-cucuku!" bentak Mama Hana Histeris.

"Sedangkan kamu... kamu cuma sampah yang tak tahu diri!"

Stela menggeram murka. Ia menoleh pada Aidil yang masih berlutut membeku.

"Aidil! Lihat ibumu! Kenapa kau diam saja?! Usir mereka! Ini rumahmu! Usir wanita kampungan ini dan orang tuamu!"

"DIAM, STELA!"

Sebuah teriakan yang sangat keras akhirnya keluar dari tenggorokan Aidil. Suaranya bergema begitu dalam, penuh dengan keputusasaan, kemurkaan, dan rasa jijik yang luar biasa pada dirinya sendiri dan pada Stela. Aidil mendongak, matanya merah menyala menatap Stela.

"Cukup... Cukup, Stela! Aku membencimu... Demi Allah, aku sangat membencimu!"

Stela tertawa sumbang, matanya menyipit sinis. "Membenciku? Setelah apa yang kita lakukan barusan? Setelah semua desahanmu menyebut namaku?! Kau tidak bisa membenciku, Aidil. Kau ketagihan padaku!"

"AKU CUMA TERPEDAYA IBLIS SEPERTIMU!" amuk Aidil. Pria itu bangkit berdiri, meraih baju di lantai dengan tangan gemetar, lalu menunjuk ke arah pintu luar.

"Keluar kau dari rumahku! KELUAR! Jangan pernah menampakkan mukamu di depanku atau anak-anakku lagi!"

"Kau mengusirku?!" Stela tertawa semakin keras, suara tawa gila yang mengerikan.

"Kau pikir setelah kau mencampakkan Zivana dan menghancurkan keluargamu, kau bisa membuangku begitu saja? Kau sudah masuk ke perangkapku, Aidil! Kau milikku!"

"AKU BILANG KELUAR!"

Aidil meraih lengan Stela dengan kasar, menyeret wanita itu keluar dari kamar utama menuju koridor tangga. Stela memberontak, mencakar lengan dan dada Aidil hingga berdarah, namun Aidil yang diliputi kemurkaan puncak tak merasakan sakit sedikit pun. Ia mendorong Stela hingga wanita itu jatuh terduduk di anak tangga atas.

"Pergi..." bisik Aidil parau dengan dada naik turun.

"Sebelum aku hilang kendali dan membunuhmu..."

Stela menatap Aidil dengan napas memburu, merapikan gaunnya yang kusut. Matanya beralih menatap Zivana yang berdiri tenang di ambang pintu kamar, lalu pada Papa Bagas dan Mama Hana.

"Kalian akan menyesal!" racau Stela seraya bangkit berdiri, menyapu air mata kemarahannya.

"Kalian semua akan merangkak padaku! Aidil, kau akan mohon-mohon agar aku kembali padamu saat perusahaanmu hancur!"

Stela meludah ke lantai marmer, lalu berlari menuruni tangga dengan hentakan kaki yang kasar. Suara pintu depan yang didobrak dan deru mesin mobil yang dipacu kencang menandai kepergian wanita itu dari rumah.

Keheningan kembali melingkupi koridor lantai atas.

Aidil berdiri gemetar, menyandarkan dahi ke dinding dingin, meraung menahan rasa sakit di dadanya. Pria itu perlahan berbalik, melangkah terhuyung-huyung mendekati Zivana yang sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.

"Ziva..." Aidil berlutut kembali di depan Zivana, menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Wanita itu sudah pergi... Dia sudah pergi, Ziva... Aku mohon..."

Zivana menatap Aidil dari ketinggian posisinya. Tatapan mata Zivana begitu jernih, begitu dingin, tanpa ada sisa rasa benci maupun cinta.

"Talak aku sekarang, Mas," bisik Zivana pelan.

"Ini kesempatan terakhirmu untuk menyisakan sedikit saja harga dirimu di hadapan anak-anak dan orang tuamu."

Aidil menatap Zivana dengan mata berkaca-kaca, dadanya serasa dihantam ribuan jarum. Ia melihat ke arah Papa Bagas yang menatapnya dengan pandangan mengancam, dan Mama Hana yang memalingkan wajah tak sudi melihatnya.

Aidil tahu, tidak ada lagi jalan pulang. Rumah tangganya yang hangat, kehidupannya yang sempurna bersama Zivana dan anak-anak, telah hancur berkeping-keping akibat kebodohannya sendiri.

Dengan bibir yang bergetar hebat dan napas yang tertahan di tenggorokan, Aidil akhirnya membuka mulutnya.

"Aaku..." Air mata Aidil menetes deras membasahi tangannya. "Aku... menjatuhkan... talak satu padamu, Zivana..."

Kalimat itu terucap. Sebuah kalimat pendek yang meruntuhkan ikatan pernikahan mereka selamanya.

Zivana menghembuskan napas panjang. Sebuah beban berat yang menghimpit dadanya selama sebulan terakhir mendadak terangkat. Ia memejamkan mata sejenak, meresapi rasa lega yang menyusup ke dalam jiwanya.

"Terima kasih, Mas Aidil, aku terima talakmu, sekarang segala yang ada padaku sudah haram untukmu. Semoga setelah ini kamu bahagia bersama dengan Stela, wania yang kamu cintai." ucap Zivana tenang dan teramat anggun.

Aidil masih bersimpuh di lantai dengan segala penyesalannya yang sudah terlambat. Sedangkan Zivana yang hatinya sudah terlampau sakit juga karena dia sudah mati rasa kepada Aidil membalikkan badan ke arah kedua orang mertuanya yang menangis.

"Mama, papa... Maafkan Zivana tak bisa mengurus Khiasar dan Amora sampai mereka dewasa dan menjadi anak-anak yang sukses. Ziva mohon maaf jika selama menjadi menantu banyak sekali kesalahan dan kekurangan yang sudah Ziva lakukan,"

"Tidak nak... Justru kamu sudah menjadi istri, menantu dan ibu yang luar biasa untuk kami semua. Hanya saja anak kami yang tak pernah bersyukur dan buta dengan iblis betina itu. Biarkan dia menyesal dan kembali kepada iblis itu, agar kembali merasakan sakitnya hati kamu. Mama benar-benar kecewa dan tak tahu harus berkata apa," Mama Hana menangis sambil memeluk Zivana.

"Papa, apa boleh Ziva memohon satu permohonan terakhir?"

"Apa nak?"

Tolong bantu urus perceraian Ziva dengan Mas Aidil," ucap Zivana tegas.

Papa Bagas mengusap air matanya dengan kasar. Tatapan matanya yang tajam sempat melirik sinis ke arah Aidil yang masih terisak meratapi kebodohannya di lantai, sebelum akhirnya beralih mengusap lembut kepala Zivana.

"Tanpa kamu minta pun, Papa sendiri yang akan mengurus semuanya sampai tuntas, Ziva," kata Papa Bagas dengan suara berat dan berwibawa, meski menyisakan getaran kekecewaan mendalam.

"Papa akan siapkan pengacara terbaik besok pagi. Kamu tidak perlu bertatap muka lagi dengan laki-laki tidak tahu diri ini di pengadilan nanti."

"Terima kasih, Pa," sahut Zivana pelan. Ia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang bebas dari rasa amarah, namun dipenuhi ketegasan yang mutlak.

"Ziva... tidak..." Aidil merangkak mendekati kaki Zivana, mencoba meraih ujung gaun wanita itu.

"Jangan lakukan ini, Ziva! Jangan bawa pengacara... Kita bisa bicara baik-baik, aku mohon! Aku khilaf, Ziva! Aku dijebak Stela!"

"CUKUP, AIDIL!" bentak Papa Bagas seraya berdiri pasang badan memblokir jalan anak kandungnya sendiri.

1
Talnis Marsy
waduh ..masak sarjana mau jadi OB???
sunaryati jarum
Semoga jalanmu meniti karir terbuka dan sukses Ziva
sunaryati jarum
Selamat sudah bebas Ziva,semoga mendapatkan jodoh yang baik dan setia.Aidil segera menerima akibat dari perselingkuhannya dengan Stela.
nely_48
dr OG ganti tempat lgsg jd aspri cio 😝😝
nely_48
status baru,, nyi randa zivana nih
Oma Gavin
Alhamdulillah siva kamu bisa diangkat jadi assistent melvin biar mantan makin meradang
Muft Smoker
akhirny ziva bebas dr laki2 Medusa bin plin plan macam aidil ,,
bahagia selalu ziva ,,
urusan amora Dan khaisar tdk perlu di pikirkan ,, kalo mereka udh dewasa ,, mereka akan mencari km ,, meski km bukan ibu kandung ny ,,
tp mereka tau km tulus menyayangi Dan mengurus mereka dulu
Oma Gavin
akhirnya resmi bercerai aku masih nunggu aidil terima karna buah perbuatan lucknut nya selingkuh di kamar nya dgn stela, pasti stela sudah jadi nyonya aidil seutuhnya dan jadi ratu tinggal prentah pembantu maupun aidil
Muft Smoker
Ma, tos lami teu lieur ningali kalakuan aranjeunna... Iraha aranjeunna hirup susah pisan nepi ka aranjeunna terang rarasaan stela nona oray... Kuring masih ngarasa kawas kuring nu unggul, Ma...
Rieya Yanie
aidil kok ceo lemah trs bodoh
Juvie Ja: angkara nafsu dan cinta buta
total 1 replies
nely_48
kk outhor tlg lah jgn sampai aidil menikahi s pewangi ruangan stela ya ,, kasian anak² kena mental
papa bagas yg urus tuh s pewangi ruangan stela, buka semua borok nya k publik, bayi yg d kandung jg pat bkn bayi nya aidil kan
nely_48
sungguh parah kau aidil,, anak² jd korban
kasian khaisar n Amora jd broken home
Elina thea
katanya kalo si Aidil nikah sama si Stela dia bakal di coret dari ahli waris,tapi kenapa dia tetap punya jabatan dan kaya.
Lee Mba Young
kl melihat stela berani membentak ortu aidil kelihatan kl ortu aidil gk pegang kendali harta itu. kl ortu aidil yg pegang kekuasaan atas perusahaan mk aidil bisa di miskin kan Dan khaisar Dan amora ikut ortu aidil.
Oma Gavin
selama aidil masih kaya stela akan nempel kayak lintah harusnya aidil dimiskinkan jgn kasih jabatan dan harta lagi biar hidup sengsara berdua
Lee Mba Young: mungkin ortu aidil gk punya kuasa untuk me miskin kan aidil mkne ttp kaya aidil.
kecuali ortu masih pegang kendali semua harta aidil jd bisa di miskin kan.
total 2 replies
Lee Mba Young
jln Satu Satu nya adlh ortu aidil membuat aidil miskin. kl gk bgitu stela akn ttp bgitu kasian sih anak anaknya
Oma Gavin
udah anakmu biarkan ikut ortu mu aidil biar mental nya ngga dirusak sama stela yg katanya sambil ibu kandung yg melahirkan nya tapi ngga ada adab sama sekali, biar kamu berdua selalu honeymoon dan bahagia sebelum hartamu diambil semua sama ortu mu
sutiasih kasih
kmu itu banci kaleng aidil....
hrusnya tegas saat stella datang .... tiba" mngusik keluargamu...
bukan mlah ngasih tempat & mmbuka pintu krusakan lebar"
sutiasih kasih
ank"mu sja tau mna yg baik dan mna yg buruk aidil.....
kmunya aja yg suka trgoda nafsu setan🙄🙄
sutiasih kasih
yakin itu ankmu aidil😅😅
gmn lgi ya..... kmunya hobi asal main celup sih... jdi g salah lah klo km di jdikn tumbal ayah pengganti anknya stella
🤣🤣🤣🤣
Oma Gavin: wkwkwk karena aidil bodoh goblok mudah dikadalin jadi dimanfaatkan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!