Indonesia
NovelToon NovelToon
Rose Of The Underworld

Rose Of The Underworld

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:496
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Bagi dunia bawah, Evangeline Cross adalah The Ghost Rose, eksekutor berdarah dingin yang paling ditakuti. Namun bagi dirinya sendiri, ia hanyalah seorang putri yang terjebak dalam malam pembunuhan ibunya empat belas tahun lalu. Satu-satunya jejak sang pembunuh yang tersisa adalah belati dengan ukiran ular dan mawar.

Saat petunjuk mengarah pada Blackwood Syndicate, kelompok mafia paling elit dan berbahaya di Verona Heights, Eva menyusup sebagai pelayan pribadi demi membalas dendam. Targetnya sederhana, menghabisi Dominic Blackwood, sang pemimpin mafia berusia 30 tahun yang dikenal tak berbelas kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Halaman pertama berisi daftar nama faksi pendiri utama: Arthur Blackwood (Faksi Blackwood), Don Sergio Rossi (Faksi Rossi), dan Vincent Valenti Sr. (Faksi Valenti).

Dominic terus membalik halaman menuju bagian Dewan Khusus dan Pengawas Eksternal.

Di halaman pertengahan, terdapat sebuah skema silsilah organisasi yang digambar dengan tinta kaligrafi hitam.

Di puncak struktur tersebut, di atas Tiga Faksi Utama, terdapat sebuah kotak kosong yang dihubungkan oleh garis putus-putus berwarna merah.

Di dalam kotak kosong tersebut, hanya tertulis sebuah kode jabatan tua, 'Magister Supreme - Ordo Lima Duri'.

Dan tepat di bawah kotak tersebut, tertera sebuah tanda tangan yang sangat asing namun persis sama dengan tanda tangan yang dilihat Eva pada manifes St. Jude 2012, sebuah tanda tangan tebal yang dibuat menggunakan tinta kaligrafi hitam, diakhiri oleh cap segel perak bertuliskan inisial.

'G.B.'

Eva menahan napasnya secara halus. Tangannya yang terpangku di tepi meja mengepal kencang. Inisial G.B.

dominance menunjuk inisial tersebut dengan ujung jarinya yang gemetar tipis. "Lihat ini, Evie. Inisial yang kau dengar dari penyerang di villa... benar-benar ada di dalam buku induk pendiri ini."

Eva menatap inisial tersebut dengan cermat, berpura-pura terkejut dan bingung. "Siapa nama lengkap orang ini, Dominic? Kenapa di dalam kotak posisinya tidak tertulis nama resminya?"

Dominic meraba halaman kertas tua tersebut, menyusuri garis-garis tinta hitam yang mulai memudar. Pria itu membalik halaman berikutnya untuk mencari lembar biodata lampiran, namun halaman berikutnya telah dipotong secara rapi menggunakan pisau bedah.

Hanya tersisa pinggiran kertas yang koyak di sepanjang jilidan buku. Tiga halaman lengkap yang seharusnya berisi profil pribadi, riwayat silsilah, dan nama asli dari pemilik inisial G.B. tersebut telah dihilangkan dari buku induk.

Mata kelam Dominic berkilat oleh kemarahan yang tertahan. "Seseorang telah merusak buku induk ini!"

"Siapa yang memiliki akses ke dalam ruangan ini selain keluarga Blackwood, Dominic?" tanya Eva cepat, menyuntikkan pertanyaan yang langsung menghantam logika Dominic.

Dominic membisu seketika. Pria itu menatap lembaran yang terpotong rapi tersebut dengan tatapan membeku.

Hanya ada beberapa orang yang memegang kunci dan memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam Brankas Besi Kelabu ini selama belasan tahun terakhir, Lady Eleanor, almarhum ibunya Lady Vivienne, dan Madam Vane sebagai penjaga arsip.

"Potongan kertas ini masih baru," desis Dominic rendah, meraba bekas gergaji halus pada serat kertas yang terpotong. "Potongan ini tidak dibuat empat belas tahun lalu... seseorang memotong halaman ini belum lama ini!"

Eva menyerap fakta tersebut dengan ketajaman pikiran yang mematikan.

Seseorang telah masuk ke dalam ruangan ini dan menghilangkan nama asli G.B. sebelum Dominic dan aku sempat turun hari ini.

Apakah Madam Vane yang melakukannya saat ia berada di bawah tanah semalam? Atau ada orang lain di dalam Blackwood Manor ini yang bekerja secara langsung untuk sosok G.B. tersebut?

Di tengah keheningan yang mencekam di dalam brankas besi, Madam Vane melangkah masuk perlahan dari ambang pintu. Tongkat kayunya mengetuk lantai kayu dengan suara yang bergema kaku.

"Ada masalah, Tuan Dominic?" tanya Madam Vane dengan suara parau yang tanpa nada.

Dominic memutar tubuhnya, menunjuk buku induk yang terpotong di atas meja dengan tatapan membunuh. "Madam Vane, siapa yang memotong halaman biodata Dewan Pendiri ini?!"

Madam Vane melangkah mendekati meja, mengamati halaman yang terpotong itu tanpa ada sedikit pun riak terkejut di mata batu karangnya.

"Halaman itu sudah terpotong sejak hari pertama Lady Vivienne tewas dalam Tragedi St. Jude, Tuan," sahut Madam Vane.

"Nyonya Besar Eleanor sendiri yang memerintahkan pembersihan nama-nama anggota Ordo yang dianggap mengkhianati Konsorsium pada tahun 2012."

Dominic memicingkan matanya tajam, tidak sepenuhnya mempercayai alasan kepala pengurus rumah tangga tersebut. Namun tanpa bukti fisik yang tersisa, ia tidak bisa menuduh Madam Vane secara langsung di depan Eva.

Sementara itu, Eva yang berdiri di samping Dominic memanfaatkan momen ketegangan tersebut untuk mengamati rak kayu di belakang meja jati.

Mata hazel Eva yang terlatih menangkap sebuah kotak besi kecil berwarna abu-abu kusam yang terselip di balik tumpukan map tua di rak paling bawah.

Kotak besi itu memiliki ukiran mawar bersilang dua belas, simbol pribadi yang sering digunakan oleh ibunya, Clara Cross.

Jantung Eva berdesir hebat, kotak rahasia milik Ibunya.

Kotak itu berada tepat di bawah rak arsip pribadi Lady Vivienne. Tampaknya Clara Cross sempat menyembunyikan kotak tersebut di dalam Brankas Besi Kelabu sebelum Tragedi St. Jude terjadi, dan kotak itu belum pernah tersentuh oleh siapa pun karena tertutup oleh debu dan tumpahan cat pengawet tua.

Eva tidak bisa mengambil kotak itu sekarang di hadapan Dominic dan Madam Vane. Namun kini, ia tahu pasti lokasi peninggalan asli ibunya.

"Dominic," suara Eva meluncur halus, memecah ketegangan antara Dominic dan Madam Vane. Eva memegang lengan kiri Dominic, memasang raut wajah lelah dan sedikit pusing. "Bahu... bahuku mulai berdenyut nyeri lagi. Bisakah kita kembali ke atas?"

Dominic seketika mengalihkan pandangannya dari Madam Vane kepada Eva. Rasa bersalah dan cemas langsung menyapu kemarahannya saat melihat wajah Eva yang tampak pucat.

"Tentu saja, Evie. Kita naik sekarang," kata Dominic cepat. Pria itu menutup buku induk berdebu itu, lalu merangkul pinggang Eva dengan penuh kehati-hatian.

Sebelum melangkah keluar dari ruangan, Dominic menatap Madam Vane dengan nada ancaman yang tidak bisa dibantah. "Kunci kembali ruangan ini. Jangan biarkan siapa pun masuk tanpa kearifan pribadiku."

"Dimengerti, Tuan," jawab Madam Vane seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Eva terbaring di atas tempat tidur kamar utama setelah diminumi obat pereda nyeri oleh Dr. Aris. Dominic duduk di kursi samping tempat tidur hingga Eva memejamkan matanya dan berpura-pura tertidur pulas.

Setelah memastikan istrinya aman dan terlelap, Dominic melangkah keluar kamar untuk memimpin rapat darurat bersama Viktor mengenai runtuhnya struktur Faksi Rossi pasca-kematian Don Sergio.

Suara langkah sepatu Dominic perlahan menghilang di balik lorong lantai dua.

Di atas tempat tidur, mata hazel Evangeline terbuka seketika.

Ia menyibakkan selimut wolnya, lalu mendudukkan tubuhnya perlahan. Obat pereda nyeri yang diminumnya memang benar-benar mengurangi rasa sakit di bahunya, memberikan fleksibilitas gerakan yang dibutuhkannya.

Eva mengeluarkan stempel otorisasi logam mawar dari bawah bantalnya.

"Halaman buku induk itu sengaja dipotong untuk menyembunyikan identitas asli G.B., tapi kotak rahasia milik Ibu di rak bawah brankas itu... pasti menyimpan salinan atau petunjuk asli tentang siapa sosok G.B. yang sebenarnya!" batin Eva seraya menatap pantulan dirinya di kaca jendela.

...Bersambung......

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!