Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Bayang-bayang ketakutan
Malam semakin larut di pantai Metrolis, waktu sudah menunjukkan pukul 01.46.
Beel dan teman-temannya pun memutuskan untuk kembali ke vila mereka, setelah tiba di vila mereka semua merasakan pusing di kepalanya
"aduh..gua ga bisa jalan lagi" ujar Lena lalu terkapar di sofa ruangan.
Begitupun dengan Fajar, Bayu, Felicia, Irma dan Christi yang juga terlihat kelelahan
"pusing kepala gua nih.." Jason pun berusaha naik ke atas lantai 2 namun belum sempat naik Jason terjatuh yang membuat semua temannya tertawa.
Beel yang masih terlihat biasa saja membantu Jason untuk bangun
"udah gua bilang jangan kebanyakan minum" jelas Beel sambil membantu Jason untuk bangun.
Felicia melihat Beel
"lu kuat banget Beel masih normal-normal aja.." kata Felicia
"udah gua bilang dia tuh pembohong.." jelas Fajar yang bersandar lemas di sofa.
Beel lalu membantu Jason untuk naik ke lantai 2,
Dari bawah Christi pun berbicara
"Beel bantu aku juga ke lantai 2" ujar Christi dengan suara agak kencang.
Irma tertawa
"manja banget lu.." tawa Irma
Bayu lalu melihat Irma
"Irma mau diantar ke kamar?" tanya Bayu
Irma terkejut
"eh..apasih gua bisa sendiri" jawab Irma
Felicia tertawa
"udahlah iyain aja ada yang mau bantuin kok" ledek Felicia
Wajah Irma sedikit memerah
"enggak dibilang gua bisa sendiri" tegas Irma.
Tak lama Beel pun turun setelah mengantarkan Jason ke kamarnya, lalu berjalan ke sofa tempat Christi duduk
"mau ke atas juga?" tanya Beel
Christi menatap Beel dan mengangguk
"iya bantu aku" jawab Christi.
Lalu Beel mengangkat Christi di punggungnya kemudian berjalan ke atas lantai 2.
"kau kenapa ikut-ikutan minum?" tanya Beel mengendong Christi sambil menaiki tangga
"ya aku kan ikut kalian aja" jawab Christi sambil memegang erat leher Beel.
"kalau belum pernah jangan coba-coba" ujar Beel
Christi melihat wajah Beel yang begitu dekat
"ga apa-apa lah kan bisa di gendong akhirnya" senyum Christi.
"buat modus?" senyum Beel
Christi tertawa kecil lalu mendekap Beel lebih kencang.
Setelah itu Beel sampai di depan kamar Christi
"udah istirahat aja" ucap Beel lalu menurunkan Christi
Christi menatap Beel
"kamu? belum tidur?" tanya Christi yang berdiri di depan Beel.
Beel melihat jam tangannya
"sebentar lagi.." jawab Beel.
Lalu keduanya saling menatap sesaat.
Kemudian dengan cepat Beel mencium bibir dari Christi, mereka pun berciuman.
Lalu Beel melepaskan ciumannya,
"jadi..kau perlu istirahat" kata Beel
Christi sendiri masih terkejut terdiam, Beel menatapnya
"kau dengar?" tanya Beel lagi
Christi pun tersadar
"eh.. iya dengar kok ini mau masuk" jawab Christi tergagap.
Beel mengangguk kemudian berbalik
"istirahat lah..sampai besok" ujar Beel.
Christi membuka pintu kamarnya kemudian memandang Beel dan memanggil nya
"Beel.." panggil Christi.
Langkah Beel pun terhenti,
"ada apa?" tanya Beel tanpa berbalik
Christi terdiam sebentar
"terimakasih ya..atas semuanya" ucap Christi
Beel mengangguk dan tersenyum
"yaudah istirahat ini udah tengah malam" jelas Beel lalu melanjutkan perjalanan nya menuju kamarnya, sementara Christi pun masuk ke kamarnya lalu langsung istirahat dan tidur.
Sementara di lantai bawah.
Fajar pun berdiri
"tidur ah..besok kalian harus melihat pemandangan matahari terbit pagi hari" jelas Fajar
"iya benar.. kita perlu istirahat" jelas Felicia.
Lalu Fajar, Bayu, Felicia, Irma, Lena naik ke lantai 2 menuju kamar mereka.
Irma dan Lena masuk ke kamar mereka berdua
"sampai besok ya.." ucap Lena kepada yang lain sambil melambaikan tangannya.
Fajar dan Bayu pun masuk ke kamar mereka.
Felicia pun masuk ke kamarnya dan menyalakan lampu, kemudian melihat ke tempat tidur dimana Christi sedang tertidur
Felicia menggelengkan kepalanya
"dasar.." ujar Felicia.
Sementara di vila lainnya beberapa jauh dari vila milik Beel.
Rob terlihat tidak bisa tidur, pacar Rob pun terbangun
"kenapa kamu ga tidur sayang?" tanya pacar Rob sambil memegang dada Rob
"belum bisa tidur.." jawab Rob
Pacar Rob melihat wajah Rob
"kau terlihat berbeda sejak malam tadi" cemas pacar Rob.
Rob tidak menjawab lalu menatap pacarnya, pacarnya tidak mengetahui bahwa dirinya juga masuk dalam radar dari geng Audas.
Mulai sekarang ketakutan kini mulai menghinggapi kehidupan Rob.