Indonesia
NovelToon NovelToon
Kuntilanak Gen-Z

Kuntilanak Gen-Z

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Komedi / Hantu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Icha Annisa Amanda

Karena memiliki masalah keluarga yang cukup rumit, membuat Ranaya melampiaskan hidupnya di lantai disko. Motonya: Boleh nakal, asal tahu batas. Sayangnya, malam itu, batasnya benar-benar terlewati. Sebuah kecelakaan brutal membuat tubuhnya koma, sementara rohnya malah asyik gentayangan!

Sialnya, jadi arwah itu enggak segampang di film-film. Niat hati melompat elegan masuk kembali ke tubuhnya, Ranaya malah nyungsep di kolong ranjang. Masalah bertambah pelik ketika ia tau apa penyebab kecelakaan yang menimpanya. Ternyata ada udang di balik bakwan.

Berbekal status hantu amatiran dan bantuan seorang cowok indigo yang super cuek bebek, Ranaya harus menyelamatkan nyawanya sendiri. Kalau gagal? Ya wassalam, siap-siap saja jadi Kuntilanak Gen-Z selamanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunggu Aja

Di tepi jalan yang tak jauh dari alun-alun kota, Arka menghentikan motornya di sana sembari menunggu orderan selanjutnya.

Si Kuntilanak ngartis yang mengikutinya sejak tadi pagi masih ada, kini melayang tepat di samping motornya.

"Please, bantu gue," ucapnya, entah sudah yang ke berapa kali. Arka sampai muak mendengarnya.

Arka membuang napas kasar. Ia mengeluarkan sebatang rokok, membakarnya. Lalu mengisap rokok itu pelan.

"Masalah lu apa?" tanya Arka. Ia menatap Ranaya yang tersenyum mendengar pertanyaannya.

"Gue enggak tahu lu bakal percaya atau enggak. Tapi gue... gue belum mati." Ranaya mengalihkan pandangannya, menatap jalanan yang masih ramai. "Tubuh gue ada di dalam rumah sakit, tapi gue malah di sini, gue enggak bisa masuk ke dalam tubuh gue sendiri."

Hening, tak ada balasan apa pun dari Arka. Ranaya kembali menoleh. "Kira-kira, lu tahu enggak, apa yang harus gue lakuin sekarang?"

Arka membuang rokoknya yang sudah mati, padahal masih sisa setengah batang. Pria itu tanpa takut menatap Ranaya dari atas sampai bawah. "Lu kenapa sebelumnya? Dibunuh orang?"

Ranaya menggeleng. "Kecelakaan mobil sama sahabat gue. Syukurnya dia baik-baik aja dan gue berakhir koma."

"Kecelakaan tunggal?"

Ranaya diam sejenak. Ia sempat mendengar kesaksian Agatha, kalau ada mobil dari arah lain yang menabrak mobil mereka.

"Gue sebenernya enggak tahu, tapi kemarin gue denger sahabat gue cerita ke penyidik, kalau ada mobil dari arah lain yang nabrak kita."

Arka mengangguk pelan. "Kalau gitu, lu enggak butuh bantuan gue, karena nanti kalau udah waktunya, lu bakal balik ke tubuh lu sendiri."

"Lu tahu dari mana?" tanya Ranaya.

"Biasanya begitu."

"Kira-kira berapa lama lagi? Lu tahu?"

"Enggak, tunggu aja," jawab Arka singkat karena ada notifikasi orderan masuk di handphone-nya. "Udah, ya, lu jangan ganggu gue lagi!"

Arka siap-siap hendak melajukan motornya.

"Nama lu?" tanya Ranaya.

"Dipta." Satu kata yang menutup obrolan mereka malam itu. Arka tak menoleh sedikit pun, sedangkan Ranaya diam beberapa detik di sana, menyebutkan ulang namanya, "Dipta."

****

Seperti yang Arka katakan, tunggu saja. Itulah yang Ranaya lakukan sekarang. Menunggu sampai waktu yang entah kapan. Ia hanya bisa berharap, semoga secepatnya, karena ia sudah sangat merindukan mamanya dan Agatha, dua orang yang paling spesial dalam hidupnya.

Ranaya tidak sanggup melihat keduanya terus menangis dan merasa bersalah atas semua ini setiap hari. Bahkan mamanya sampai terlihat jauh lebih kurus dari sebelumnya.

Ranaya yang tadinya melayang di sekitar kamar Agatha, menoleh ke arah kamarnya saat mendengar suara bising dari sana. Saat Ranaya masuk, ia melihat si Kuntilanak Pohon Nangka sedang melempar buah-buahan di atas meja, yang membuat mamanya berteriak karena kaget.

"Heh, Kunti Jelek! Berani-beraninya lu masuk ke kamar gue!" teriak Ranaya tak terima. Ia langsung melesat mendekati si Kunti Pohon Nangka yang sudah bertindak kurang ajar itu.

Dengan penuh amarah, Ranaya menjambak rambut kusut si Kunti Pohon yang bau dan lengket itu, lalu menyeretnya keluar dari kamar menuju lorong yang mengarah ke halaman belakang. Aksinya itu kontan menarik perhatian para penghuni gaib rumah sakit yang lain, termasuk si Suster Ngesot dan Pocong Gosong.

"Wah, si Kunti baru itu ganas juga, ya," celetuk si Suster Ngesot.

"Iya, cantik-cantik judes!" sahut si Pocong Gosong.

Sementara itu, si Kuntilanak Pohon Nangka yang diseret oleh Ranaya berusaha untuk melawan. Tapi entah bagaimana ceritanya, ia seolah tak memiliki tenaga untuk membela diri. Alhasil, ia habis di tangan Ranaya yang membabi buta.

"Rasain ini!" Ranaya menarik rambut si Kunti Pohon Nangka itu sekuat tenaga, lalu menendang-nendang tubuhnya tanpa ampun, melampiaskan semua rasa sakit, amarah, dan kecewa yang ia pendam selama ini.

"Ampun, ampun, aku minta maaf. Tolong, tolong lepaskan aku," rintih si Kunti Pohon Nangka kesakitan.

"Berani-beraninya lu ganggu mama gue!" teriak Ranaya, membuat semua makhluk astral yang ada di rumah sakit itu kaget dan spontan menutup telinga mereka.

Dalam satu kali hentakan, si Kuntilanak Pohon Nangka itu terhempas ke tanah. Ia merintih kesakitan dan terus minta ampun pada Ranaya.

"Dengar baik-baik! Gue bisa lebih kejam dari ini, kalau Lu berani melangkah lebih jauh lagi!"

Ciut, nyali si Kunti Pohon Nangka itu hilang entah ke mana. Ia kapok, tidak lagi-lagi mau berurusan dengan Kuntilanak sekejam Ranaya.

1
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
kirain udh up lgi😑 ternyata notifnya yg lama masuk😭
ChaManda: siap, salah🗿
total 6 replies
Reyn
lanjut kk😍
ChaManda: ditunggu besok ya kak
total 1 replies
Reyn
setan ga mau ketinggalan y🤣😄
ChaManda: mau ikut bucin juga🫢😚
total 1 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
Ih, 😭 baru juga baca, dah selesai aja
ChaManda: kan udah dua episode 😭🫢
total 3 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
👀/Determined//Determined/ Kasih agatha satu kak, kacian dia kesepian/Grievance/
ChaManda: kapan kapan 😭🗿
total 1 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
wah, mau ketemuan kah👀
ChaManda: cegil yg nyamperin😚🫢
total 1 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
tuh kan bner /Shy/
ChaManda: gigi item dan bau busuk, bayangin aja😭
total 5 replies
Reyn
lucu arka dan ranaya 🤭
ChaManda: gemes ya kak?🥹
total 1 replies
Talita Rafifah artanti
ceritanya bagus
ChaManda: terima kasih banyak kak, karena sudah mampir🥹❤️
total 1 replies
Reyn
lanjut kk😍
ChaManda: ditunggu besok ya kk
total 1 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
👀😭😭 eh, baru juga baca, udh hbis aja😭
ChaManda: maafkan lah akuu🥹
total 3 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
pasti suara kuntilanak 👀
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: haha🤣😭🤣
total 4 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
🤕lanjut kk.. aku udh nunggu dari kemarin
ChaManda: saaappp🫢
total 5 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
nah bener, ayahnya yg salah /Slight/
ChaManda: cowok selalu salahhhhh🫢
total 1 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
uuuu👀 manisnya
ChaManda: hihi NPD BANGET GUEH😭🗿
total 5 replies
Reyn
bagus
ChaManda: terimakasih banyak kak karena udah mampir🥰
total 1 replies
Reyn
lanjut kk
ChaManda: ditunggu ya kak🥰
total 1 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
🤕aku masih nunggu
ChaManda: eh, maaf 😭 aku belom up lagi soalnya lagi dak mood 😭
total 1 replies
Reyn
lanjut kk
ChaManda: ditunggu yaa🥰
total 1 replies
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ
Rasain rasainn/Determined//Determined/

lnjut kk, aku makin penasaran, ditunggu bab selanjutnya nnti malem
🏃‍♀️
ChaManda: apalah beliau ini😭 itu mah bukan nunggu 😭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!