Indonesia
NovelToon NovelToon
Soul Shaman

Soul Shaman

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / System / Barat
Popularitas:185.2k
Nilai: 4.2
Nama Author: Xyle

Tiga tahun sejak munculnya Dewa Tertinggi Deus, Dungeon, Artifact, dan The Chosen, bumi yang dulunya damai kini menjadi tempat yang penuh dengan persaingan dan kekacauan.

Ananda Dika atau yang sering dipanggil Dika ini hanyalah pemuda biasa dengan serba keterbatasan, yang berusaha keras untuk bertahan hidup sebagai Dungeon Porter.

Keseharian Dika dilalui dengan mengumpulkan Artifact yang The Chosen dapatkan setelah berhasil membunuh monster di dalam Dungeon. Pekerjaannya ini tergolong cukup sangat berbahaya karena nyawanya bisa saja melayang jika disergap oleh monster.

Suatu hari, peristiwa yang sangat Dika tidak inginkan pun terjadi, ia harus terjebak di dalam Dungeon yang muncul secara tiba-tiba tanpa bantuan seorang pun. Dengan tekad, pengetahuan, serta sifat pantang menyerahnya, ia berhasil keluar hidup-hidup dari Dungeon sebagai manusia biasa.

Lalu ternyata takdir memberinya kesempatan, Dika akhirnya menjadi seorang The Chosen, dan dari sinilah lembaran barunya terhampar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xyle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 6 - Tidak Terklasifikasi?

Setelah makan malam, Dika yang harusnya langsung tidur dan beristirahat ternyata tidak langsung melakukan saran dari sang dokter. Karena ia bermaksud mencari tahu apa yang dapat ia lakukan sebagai seorang The Chosen yang baru-baru saja menerima sebuah notifikasi.

"Aku dengar ini tidak jauh berbeda dengan menggunakan tablet layar sentuh. Kalau begitu, Atribut."

[Atribut]

Nama: Ananda Dika

Kelas: Tidak Terklasifikasi

Asal: Bumi, Indonesia

Kekuatan: C+

Kelincahan: C+

Kecerdasan: B-

Ketangkasan: C+

Kebijaksanaan: C

[•••]

"Atributku ternyata tidak begitu buruk, aku mungkin akan langsung menjadi The Chosen tingkat C saat mendaftarkan diri ke asosiasi."

Meski begitu, Dika tidak terlalu percaya diri untuk mendapatkan tingkat C dengan hanya mengandalkan atributnya, karena dalam dunia The Chosen, hanya mereka dengan Skill kuat yang akan dipandang. Karena jika seorang The Chosen hanya memiliki atribut yang tinggi tanpa Skill, maka mereka tidak ada bedanya dengan perisai daging yang dapat berjalan.

"Tapi entah aku ini seorang abnormal atau orang yang diberkahi oleh bakat, aku cukup yakin kebanyakan The Chosen mengawali tingkat mereka dari F atau D, dan hanya beberapa persen yang langsung memulai dari tingkat C."

Puas dengan atribut miliknya, Dika kemudian menutup layar yang muncul di hadapannya itu dan mengucapkan kata lain. "Skill."

[Skill]

•Adaptation (1)

•Throwing (1)

•Observing (1)

•Curse (1)

[•••]

Dika kemudian melihat satu demi satu keterangan dari setiap Skill yang ia miliki.

[Adaptation]

Tingkat: 1 / 10

Jeda Waktu: Tanpa Jeda.

Tipe: Pasif

Adaptation, meningkatkan kemampuan untuk dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan baru, dan menciptakan efek tenang.

[•••]

[Throwing]

Tingkat: 1 / 10

Jeda Waktu: 30 detik.

Tipe: Aktif

Throwing, memungkinkan untuk melempar sesuatu ke target yang ditentukan dengan akurasi tinggi, dengan sedikit kemungkinan meleset.

[•••]

[Observing]

Tingkat: 1 / 10

Jeda Waktu: Tanpa Jeda.

Tipe: Pasif

Observing, meningkatkan ketajaman mata, kepekaan warna, dan jarak pandang hingga 10 meter jauhnya.

[•••]

[Curse]

Tingkat: 1 / 10

Jeda Waktu: 5 menit.

Tipe: Aktif

Curse, memungkinkan untuk mengutuk suatu target yang disentuh sesuai dengan kata-kata yang dilontarkan selama 2,5 detik.

[•••]

"Di antara semua Skill yang aku miliki, sepertinya Curse merupakan satu-satunya Skill yang sangat kuat. Tapi bagaimana cara menggunakan Skill yang satu ini?"

Dika melirik sebuah apel di atas sebuah meja dan mengambilnya. "Membusuk."

Anehnya tidak ada yang terjadi pada apel di tangan Dika walaupun ia ingin apel tersebut membusuk, ia tidak menyerah dan menggunakan kata lain.

"Hancur."

"Terbelah."

"Terpotong."

"Retak."

"Menghitam."

Sayangnya setelah sekian banyak kata Dika lontarkan pada apel tersebut, tidak terjadi sesuatu seperti yang ada dalam penjelasan dari Skill Curse. Ia merasa jika ia mungkin harus menambahkan kata lain selain kutukan yang ia inginkan, dan itu mungkin adalah nama Skill itu sendiri.

"Membusuklah, Curse." Dika mengatakan itu dengan sedikit penekanan pada setiap katanya.

Lalu tiba-tiba kabut hitam yang samar menyelimuti apel di tangan Dika dan dengan cepat membuat apel tersebut membusuk seolah termakan waktu. Ia sedikit terkejut hingga tanpa sengaja menjatuhkan apel tersebut ke lantai sebelum mencapai 2,5 detik.

"Skill yang satu ini cukup mengesankan." Dika tersenyum lebar melihat betapa luar biasanya menjadi seorang The Chosen.

Tidak berhenti di sana, Dika kembali menggunakan Curse pada beberapa buah yang tersisa di atas meja, hingga Skill miliknya itu naik ke tingkat dua dan ia kehabisan mana.

"Untuk hari ini cukup." Dika yang merasa sedikit lelah karena kehabisan mana memutuskan untuk segera tidur dan memulihkan mananya.

•••

Keesokan harinya, Dika memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar taman rumah sakit, ia tidak perlu terus beristirahat karena lengan kirinya berhasil disembuhkan hingga tingkat tertentu dengan Skill dari seorang The Chosen.

Skill itu adalah Heal, salah satu Skill yang saat ini memiliki peran penting dalam kehidupan The Chosen dan masalah kesehatan di seluruh penjuru dunia. Tidak jarang juga seorang Dokter menjadi The Chosen dan memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengobati seseorang. Seperti salah satu yang terkenal, Joseph Zouch, Dokter asal Inggris yang lebih dikenal sebagai Hand of Panacea.

"Kenapa aku masih belum juga memiliki Kelas?" Dika memandangi layar di depannya. "Semoga saja ini hanya masalah waktu."

Tidak banyak informasi mengenai Kelas yang dimiliki seorang The Chosen karena biasanya mereka menyembunyikan hal itu. Bahkan bukan hal rahasia lagi jika ada seorang The Chosen dengan Kelas Support yang bertarung di garis depan layaknya seorang Damage Dealer maupun Tank.

Selagi menikmati waktu santainya, Dika bermain-main sedikit dengan Skill Throwing dan Curse miliknya agar tingkat dari kedua Skill itu dapat meningkat. Ia melemparkan batu-batu kecil ke arah pohon besar yang bagian tertentu sudah ia berikan kutukan pembusukan.

Dampak yang dihasilkan oleh Skill Throwing pun semakin diperkuat dengan Debuff yang Skill Curse berikan pada pohon yang Dika targetkan. Ia pun tidak berhenti sampai di situ, ia berulang kali melakukan hal yang sama hingga akhirnya Skill Throwing yang ia miliki berubah menjadi Fatal Throw.

[Penggabungan berulang pada Skill Throwing dan Curse telah mempengaruhi perkembangan Skill Throwing.]

[Memulai Evolusi pada Skill Throwing 0%↑.]

[Evolusi selesai.]

[Skill Fatal Throw telah didapatkan.]

[Fatal Throw]

Tingkat: 1 / 10

Jeda Waktu: 30 detik.

Tipe: Aktif

Fatal Throw, memungkinkan untuk melempar sesuatu ke target yang ditentukan dengan akurasi tinggi, dengan sedikit kemungkinan meleset, serta meningkatkan kerusakan sebanyak 0.5 kali lipat.

[•••]

"Hm ... efeknya jadi lebih baik, mungkin efeknya akan semakin meningkat jika aku menggunakannya bersama Curse."

Dika mengambil batu kecil lainnya dan membidik pohon yang sama, tidak lupa ia menerapkan Curse untuk mengetahui seberapa kuat kerusakan yang dihasilkan Fatal Throw.

Ketika batu melesat dari tangan Dika ke bagian tertentu dari pohon yang ia targetkan, batu itu langsung tertanam dan tidak terhenti seperti batu-batu sebelumnya.

Dika menelan liurnya, ia cukup terkejut karena kekuatan Fatal Throw dan Curse menurutnya sudah setara dengan sebuah pistol. "Seseorang mungkin akan terbunuh jika terkena Skill ini."

Setelah puas melihat kekuatan dari Skill yang ia miliki, Dika kembali ke ruangannya untuk beristirahat, sebab ia tidak ingin berlebihan seperti hari sebelumnya. Ia juga berencana melakukan riset kecil mengenai salah satu Skillnya yaitu Curse yang mungkin dapat dikembangkan seperti Throwing yang menjadi Fatal Throw.

Dika sama sekali tidak memiliki ide seberapa kuat Skill Curse miliknya jika mendapatkan Evolusi, sebab menurutnya Skill Curse ini sudah dapat digolongkan sebagai Debuff tingkat tinggi. Yang menjadi masalah adalah efek dari Skill Curse hanya berlaku selama 2,5 detik lamanya, sehingga efeknya tidak akan begitu efektif di dalam Dungeon.

1
Kaguya ^^ :v
mirip jurus itu jujutsu kaisen
acil
frangko
"Aku bukan siapa²🥲"
itu knuckle bang...
John Singgih
ternyata ada ya manusia yang bertingkah seperti monster
John Singgih
lanjut bang
John Singgih
untung cuma menurun bukannya malah hilang
John Singgih
para goblin yang jahat berhasil ditumpas
John Singgih
Dika yang kehabisan Manna diduga karena skill santetnya
John Singgih
semoga saja santetnya berhasil
John Singgih
markas goblin sudah ditemukan, saatnya berperang...
☠zephir atrophos☠
ngomong² apa mc bisa dapet skill telekinesis biar lebih mudah bertarung
☠zephir atrophos☠
jahil banget ni setan
☠zephir atrophos☠
kok gak ada?, udah lama ini loh
☠zephir atrophos☠
kok malah keinget saitama?
☠zephir atrophos☠
elu mau jadi penempah?
☠zephir atrophos☠
beneran kek jinwoo
☠zephir atrophos☠
oke aku bisa membayangkannya
☠zephir atrophos☠
ada yg cemburu nih~😽
☠zephir atrophos☠
bisa dibuat baju
☠zephir atrophos☠
simpen aja siapa tau nanti berguna, seperti kata pepatah "sedialah payung sebelum hujan"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!