TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(7) Hari Yang di Nanti
Dua bulan berlalu, hari ini tanggal 10 Agustus hari bersejarah bagi Jizah dan Aldi setelah segala persiapan sudah dilakukan dengan matang.
...___________...
Jizah menatap cermin dihadapannya. Perias baru saja selesai memoles wajah cantiknya yang kini semakin bertambah cantik dengan makeup natural.
"Ya Allah, hari ini status ku akan berubah. Tidak akan ada lagi seorang Jizah yang pergi kesana-kemari bersama laki-laki lain selain imamku. Aku hanya bisa berdo'a semoga segala keputusan yang ku ambil adalah ketetapan terindah darimu. Aku hanya menginginkan pernikahan sekali seumur hidupku ya Rabb." ucap Jizah dalam hati
Entah mengapa dari semalam pikiran-pikiran negatif dan keraguan menyelimuti isi kepalanya.
Tok...tok...tok suara ketukan pintu
"Ann, boleh kita masuk?" suara lembut Nabilah terdengar dibalik pintu
"Iya kak masuk aja nggak Anna kunci kok."
~
"Assalamualaikum." ucap Umi dan kak Nabilah
"Waalaikumsalam, Umi–kak? ayo sini." Ucap Jizah menepuk sisi kasur sebelahnya
Jizah meremas kedua tangannya yang bertaut. Kegugupannya justru kian bertambah saat Umi dan kakak iparnya disampingnya.
"Anna kamu kenapa kok keliatannya gugup gitu?" tanya umi menyentuh pundak anak perempuannya
"Ishh umi nih kayak nggak pernah aja diposisi Anna, Anna jelas-jelas lagi deg-degan banget!" Sahut kak Nabilah terkekeh
"Ya Allah Ann... kamu tenang saja, perbanyak istighfar dan sholawat. Insya Allah hati kamu pasti sedikit tenang, dulu kakak juga sama kayak kamu, tapi waktu Abang kamu selesai mengucapkan ijab qobul duhh rasanya Ann? seperti orang jatuh cinta berbunga-bunga hati ini." Kata Nabilah dengan muka berseri mengingat momen pernikahannya dulu
"Kak, diam dulu ya? wallahi Anna deg-degan." Ucap Jizah menunduk
"Bismillah Ann." Nabilah menenangkan
Jizah menatap umi lalu tak lama menunduk dengan menggenggam tangannya.
"Ann, insyaallah Aldi laki-laki yang bertanggung jawab." Jelas umi yang seolah mengetahui kekhawatiran putrinya itu
"Aamiin." ucapku dan kak Nabila
"Tapi apa Aldi dan keluarganya sudah datang kak?" tanya Jizah
"Sudah Ann, tadi kan sudah palang pintu. Apa kamu nggak dengar?" ucap Nabilah dan Jizah menggelengkan kepalanya
"Mungkin, sebentar lagi akad sudah ingin mulai Ann." Umi menambahkan
..._______________...
"Hari ini seorang Aldi Danish Pratama, akan menjadi seorang suami dari wanita yang tak biasa. Setelah begitu banyak laki-laki yang ingin meminangnya, tapi akulah orang yang Kau pilih untuk bersanding dengannya. Pada akhirnya kujatuh kan pelabuhan hati ini kepada wanita yang akan ku nikahi beberapa menit lagi." Gumam Aldi dalam hati
Raut kegugupan sangat jelas diwajahnya. Kini ia sudah duduk ditempat akad. Abah dan para saksi juga sudah siap.
"Bagaimana nak Aldi, kamu sudah siap?" Tanya Abah pada laki-laki yang sebentar lagi menjadi menantunya
"Insya Allah, saya siap Bah." Jawab Aldi
Kini keduanya sudah berjabat tangan untuk mengucapkan akad.
Abah mengucapkan bismillah dalam hatinya terlebih dahulu. Lalu penghulu mempersilahkan untuk memulai.
"Yaa Aldi Danish Pratama bin Dani Saputra Pratama? engkau aku nikahkan dan kawinkan dengan putri kandungku, Jizah Nurreen Ahmad binti Muhammad Saman Al-Fakhri dengan mas kawin cincin emas 25 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Ucap Abah sambil menghentakkan tangannya
"Saya terima nikah dan kawinnya Jizah Nurreen Ahmad binti Muhammad Saman Al-Fakhri dengan mas kawin dan seperangkat alat sholat tersebut tunai." Ucap Aldi dengan lantang
SAH .....
Setelah itu penghulu memimpin do'a
...__________...
Setelah ijab qobul selesai, kini saatnya pengantin perempuan mendatangi suaminya.
Jizah menuruni setiap anak tangga dengan didampingi Umi tercinta dan kakak iparnya. Ia menggunakan baju putih rancangannya sendiri dan kepalanya dihiasi dengan siger Sunda dengan balutan hijab syar'i nya menambah kecantikan dan tidak mengurangi ketaatannya.
Semua mata tertuju padanya tak terkecuali Aldi, yang sedari tadi tak berkedip melihat wanita cantik yang kini telah resmi menjadi istrinya.
Awwal sedikit terbatuk, menyadarkan Aldi yang langsung menundukkan kepalanya.
Aldi mengulurkan tangannya kepada Jizah untuk mendekat. Namun, dengan malu-malu Jizah belum berani menyentuh tangan laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya. Para hadirin yang sebagian besar keluarga, tertawa melihatnya.
"Ayo nggak apa-apa, kan udah sah." Ujar pak penghulu
Jizah memang sering berhadapan dengan banyak laki-laki, tapi tidak sekalipun dirinya pernah menyentuh laki-laki lain selain Abah serta abang-abang nya. Dan kini ia beranikan diri memegang tangan suaminya.
"Ya Allah, tangan ini yang akan menuntunku menggapai surgamu dan dengan tangan ini pula yang akan menyalurkan nafkah atas keringatnya untukku dan anak-anakku kelak." Lirih Jizah dalam hati sembari mencium punggung tangan Aldi untuk pertamakalinya
Tangan kekar Aldi basah dengan air matanya, air mata kebahagiaan.
Aldi merasakan sebuah tetesan air mata dipunggung tangannya. Mengapa istrinya itu menangis? apa ia menyesal telah menjadi istrinya? atau apa? segera ditepiskan segala pertanyaan bodoh itu.
Aldi berpikir, ini pertamakalinya bagi Jizah menyentuh laki-laki selain Abah dan Abang-abang nya.
Diraihnya kedua pundak Jizah lalu diciumnya kening itu untuk pertamakalinya. Lalu ia letakkan tangan kanannya tepat di ubun-ubun kepala Jizah.
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih." Ucap Aldi lalu mengecup kening istrinya
...____________...
Setelah kedua pengantin menandatangani buku nikah dan bertukar cincin kini saatnya acara sungkeman yang bertujuan untuk memohon do'a dan restu kedua orang tua agar pernikahan yang mereka bina diberikan keberkahan.
"Abah terima kasih atas segala kasih sayang yang Abah berikan selama ini. Terima kasih atas segala pengorbanan dan tanggung jawab yang Abah berikan kepada Anna. Maafkan Anna yang tidak akan mampu membalas semua yang telah Abah lakukan. Anna memohon restu dan keridhoan Abah atas pernikahan ini. Maafkan Anna yang tidak bisa memenuhi keinginan Abah." Jizah terisak mencium kedua tangan Abah
"Anna putri Abah? Abah juga berterima kasih karena mu sudah menjadi penguji keimanan Abah. Anak perempuan satu-satunya Abah dan Umi yang selalu berusaha ingin memberikan yang terbaik. Ketahuilah Ann, Abah selalu meridhoi segala apapun yang kamu jalani. Kini baktimu bukan lagi pada Abah sepenuhnya, melainkan juga kepada seseorang yang telah menjadi suamimu. Taati-lah segala ucapannya, jangan pernah kau menentang segala hal baik yang ia lakukan." Tutur Abah lalu memeluk putrinya
Beralih ke Aldi
"Abah, Aldi mohon restu dan keridhoan Abah atas pernikahan ini. Terima kasih Abah telah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab yang selama ini Abah jaga kepada Aldi. Aldi berjanji akan menjaga putri kesayangan Abah dengan segenap jiwa dan kasih sayang yang bisa Aldi berikan." Ujar Aldi mencium punggung tangan mertuanya
"Abah pegang janji mu Aldi. Ingat! Allah dan para malaikatnya saksi nyata atas semua janjimu. Abah mohon jangan pernah kau sakiti hati dan jiwa putriku, karena sejatinya wanita itu ingin selalu diberikan kelembutan, perhatian dan kehangatan. Jika kalian mempunyai masalah, bicarakan dengan kepala dingin dan jika ada kekurangan yang Anna miliki dan tidak kamu sukai? izinkanlah dia pulang ke rumah ini, agar Abah yang perbaiki kekurangannya. Dan jika kamu telah bosan terhadapnya? kembalikanlah putriku ke rumah ini dengan keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun." Tutur Abah menangis
Seluruh anaknya terdiam tak percaya bahwa Abah yang selama ini tak pernah menitihkan air mata, kini justru menangis tersedu-sedu.
Jangan lupa like, komen dan vote Terima kasih
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku